1 of 48

Kebijakan Kurikulum Merdeka

PUSAT KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

REPUBLIK INDONESIA

2023

2 of 48

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Implementasi Kurikulum Merdeka

Sebelum kita berdiskusi lebih lanjut tentang Kurikulum Merdeka, mari kita ingat-ingat kembali tentang berbagai hal yang Bapak/Ibu pernah dengar tentang Kurikulum Merdeka.

Kita akan bermain memilih pernyataan yang benar:

  1. Jika pernyataan yang tayang menurut Anda benar, silakan tulis HURUF B
  2. Jika pernyataan yang tayang menurut Anda salah, silakan tulis HURUF S

3 of 48

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Satuan pendidikan perlu menerapkan Kurikulum Merdeka secara serentak dan berada di tahap siap atau mahir.

Apakah pernyataan ini benar?

Pernyataan 1

4 of 48

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Salah, satuan pendidikan menerapkan sesuai kesiapan bertahap atau serentak dan mengidentifikasi tahap kesiapannya.

Kurikulum Merdeka memberikan ruang bagi satuan pendidikan memulai dari kondisi kesiapannya untuk menyesuaikan strategi dan pilihannya dalam melakukan implementasi:

    • Sesuai dengan Permendikbud No. 12 Tahun 2024 pasal 32
    • Satuan pendidikan perlu menganalisis secara mendalam tahap kesiapannya, apakah ada di tahap awal, berkembang, siap, atau mahir sesuai dengan kondisi satuan pendidikan dan data

Bagaimana sebenarnya?

5 of 48

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Menurut Permendikbud No. 12 tahun 2024, Kurikulum satuan pendidikan ditetapkan oleh kepala Satuan Pendidikan

Apakah pernyataan ini benar?

Pernyataan 2

6 of 48

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Benar, kurikulum satuan pendidikan ditetapkan oleh kepala Satuan Pendidikan

Sesuai dengan Permendikbud No. 12 Tahun 2024 pasal 30.

    • Pengawas tetap memfasilitasi penyusunan atau revisi kurikulum satuan pendidikan
    • Dinas pendidikan melakukan supervisi untuk memastikan penyusunan selaras dengan regulasi dan panduan
    • Hal ini dimaksudkan agar satuan pendidikan menjadikan kurikulum satuan pendidikan sebagai dokumen hidup untuk membantu penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas

Bagaimana sebenarnya?

7 of 48

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Format kurikulum satuan pendidikan tidak perlu dibuat seragam.

Apakah pernyataan ini benar?

Pernyataan 3

8 of 48

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Benar, kurikulum satuan pendidikan tidak seragam, karena perlu menyesuaikan dengan karakteristik setiap sekolah.

Kurikulum satuan pendidikan tidak memiliki satu format yang harus diikuti semua. Yang perlu ada hanyalah komponen berikut yang memiliki fungsinya masing-masing:

    • Karakteristik satuan pendidikan ->yang menjadi pertimbangan dalam menentukan visi misi serta tujuan satuan pendidikan.
    • Visi misi tujuan> tidak harus dibuat tiap tahun, namun visi misi ini lah yang memandu suasana belajar dan proses pembelajaran yang terjadi.
    • Pengorganisasian pembelajaran > bagaimana sekolah akan mengatur beban belajar dan durasi waktunya dalam satu semester atau satu tahun ajaran?
    • Perencanaan pembelajaran > apa saja tujuan pembelajaran yang perlu dicapai oleh berbagai pendidik di tiap kelasnya?
    • Contoh RPP/modul ajar > sebagai lampiran, untuk memastikan agar setiap pendidik sudah memiliki kesamaan persepsi tentang suasana belajar serta proses pembelajaran yang ingin dibangun.

Bagaimana sebenarnya?

9 of 48

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Kurikulum satuan pendidikan direvisi 4-5 tahun sekali oleh satuan pendidikan.

Apakah pernyataan ini benar?

Pernyataan 4

10 of 48

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Salah, kurikulum satuan pendidikan direvisi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi aktual satuan pendidikan.

    • Peninjauan dapat dilaksanakan secara berkala menyesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan.
    • Revisi dilakukan berdasarkan hasil evaluasi dan disesuaikan dengan kondisi aktual satuan pendidikan.
    • Evaluasi jangka pendek terhadap pengorganisasian dan perencanaan pembelajaran dapat dilakukan per semester atau per tahun sesuai kebutuhan melalui data seperti observasi, diskusi dengan warga sekolah, dan rapor pendidikan. Hasil evaluasi tersebut membantu kepala satuan pendidikan dan pendidik untuk memperbaiki pelaksanaan kurikulum satuan pendidikan sehingga kualitas pembelajaran dapat meningkat.
    • Evaluasi jangka panjang terhadap analisis karakteristik satuan pendidikan dan visi, misi, serta tujuan satuan pendidikan dapat dilakukan 4-5 tahun sekali. Apabila ada perubahan dari hasil evaluasi ini, satuan pendidikan perlu melihat kembali penyesuaian pada pengorganisasian serta perencanaan pembelajaran.

Bagaimana sebenarnya?

11 of 48

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Setiap satuan pendidikan wajib menyusun modul ajarnya sendiri dan modulnya harus tebal halamannya

Apakah pernyataan ini benar?

Pernyataan 5

12 of 48

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Salah, modul ajar tidak wajib dibuat sendiri dan tidak harus tebal

Banyak miskonsepsi di antara guru bahwa untuk menerapkan Kurikulum Merdeka, guru harus bikin modul ajar sendiri.

Tiap sekolah memiliki kapasitas beragam, ada tahapan kesiapan yang berbeda-beda dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Satuan pendidikan dapat menggunakan sesuai fungsinya. Modul ajar biasa digunakan untuk berbagi contoh perencanaan pembelajaran.

Melalui PMM, Kementerian menyediakan berbagai contoh modul ajar untuk langsung digunakan atau diadaptasi sesuai kebutuhan pembelajarannya.

Ingatlah PMM hadir sebagai alat bantu, bukan sebagai kewajiban untuk digunakan.

Bagaimana sebenarnya?

13 of 48

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Asesmen awal digunakan untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik dalam kaitannya dengan tujuan pembelajaran tertentu.

Apakah pernyataan ini benar?

Pernyataan 6

14 of 48

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Salah, asesmen awal digunakan untuk mengetahui kemampuan awal dan kesiapan belajar peserta didik sehingga penyesuaian pembelajaran dapat dilakukan sesuai kebutuhan

  • Asesmen awal adalah bagian dari asesmen formatif untuk mengetahui apakah tujuan dan strategi pembelajaran yang sudah disiapkan sesuai kebutuhan peserta didik.
  • Asesmen awal menjadi landasan diferensiasi pembelajaran yang dilakukan pendidik.
  • Asesmen awal dilakukan oleh pendidik, sementara asesmen diagnostik dilakukan oleh profesional seperti psikolog. Asesmen diagnostik berfungsi selain untuk memahami kebutuhan khusus atau tumbuh kembang peserta didik, juga dapat digunakan untuk mengetahui kebutuhan belajar dan strategi pembelajaran yang sesuai. Pendidik dapat memberikan rujukan ke orang tua untuk peserta didik mendapatkan asesmen diagnostik jika diperlukan.

Bagaimana sebenarnya?

15 of 48

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Hasil akhir dari projek penguatan profil pelajar Pancasila adalah pameran hasil karya peserta didik.

Apakah pernyataan ini benar?

Pernyataan 7

16 of 48

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Salah, hasil akhir yang diharapkan dari projek penguatan profil pelajar Pancasila adalah penguatan karakter

  • Rangkaian proses yang dilakukan dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila hanya merupakan kendaraan untuk peserta didik menguatkan karakter sesuai profil pelajar Pancasila.
  • Hal yang penting dari projek penguatan profil pelajar Pancasila adalah terjadinya proses belajar atau berpikir peserta didik, mulai dari mengamati, mengeksplorasi, dan memberikan rumusan solusi sehingga membantu pembentukan karakter.

Bagaimana sebenarnya?

17 of 48

17

Implementasi Kurikulum Merdeka dilakukan berdasarkan regulasi berikut:

tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka

Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah

Memuat tentang cakupan Kurikulum Merdeka dan implementasinya

Permendikbudristek

No. 8 Tahun 2024

Standar Isi pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah

Permendikbudristek

No. 5 Tahun 2022

Standar Kompetensi Lulusan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah

Memuat Capaian Pembelajaran untuk semua jenjang dan mata pelajaran dalam struktur Kurikulum Merdeka.

Permendikbudristek

No. 12 Tahun 2024

Keputusan Kepala BSKAP No.032/H/KR/2024 Tahun 2024

Kompetensi dan Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Memuat penjelasan dan tahap-tahap perkembangan profil pelajar Pancasila dan pilihan tema yang dapat digunakan untuk projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Keputusan Kepala BSKAP No.031/H/KR/2024 Tahun 2024

Permendikbudristek

No. 21 Tahun 2022

Standar Penilaian pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah

Permendikbudristek

No. 16 Tahun 2022

Standar Proses pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah

18 of 48

Kurikulum Merdeka dirancang dengan prinsip:

Pengembangan Karakter

Pengembangan karakter (kompetensi moral-spiritual, sosial, dan emosional) tidak hanya melalui mata pelajaran,

tetapi juga melalui alokasi waktu khusus untuk pembelajaran yang aplikatif dan kolaboratif, seperti Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Muatan esensial juga dibuat lebih relevan dengan tantangan zaman dan isu terkini, seperti perubahan iklim, literasi finansial, literasi digital, dan literasi kesehatan.

Guru dapat menggunakan asesmen awal untuk melakukan pembelajaran terdiferensiasi (mengatur materi, alur, dan kecepatan pembelajaran sesuai minat dan tingkat kemampuan peserta didik).

Fokus pada Muatan Esensial

Muatan wajib dikurangi untuk memberi waktu bagi pembelajaran yang lebih mendalam, bermakna, dan terdiferensiasi.

Fleksibel

Kurikulum satuan pendidikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi peserta didik, karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik serta konteks sosial budaya setempat.

19 of 48

Seperti apa menurut anda implementasi dari prinsip:

  1. Fleksibel?
  2. Fokus pada muatan esensial?
  3. Pengembangan karakter?

20 of 48

Bagaimana pendapat anda tentang situasi berikut:

Situasi 1:

Bu Bawi adalah pengawas SD di Kota P. Bu Bawi dan para pengawas di Kota P bersepakat bahwa asesmen sumatif kotamadya P harus dilaksanakan secara serentak pada jadwal yang telah ditetapkan bersama. Guru-guru perwakilan mata pelajaran di Kota P dikumpulkan untuk membuat soal bersama.

  • Apakah situasi ini sesuai dengan prinsip perancangan Kurikulum Merdeka?
  • Diskusikan cara lain yang dapat dilakukan dinas agar tetap memfasilitasi asesmen yang berkualitas dan memberikan fleksibilitas bagi satuan pendidikan.

21 of 48

Bagaimana pendapat anda tentang situasi berikut:

Situasi 2:

Pak Tambun adalah pengawas di Kota B. Pak Tambun mengarahkan satuan pendidikan untuk membuat modul ajar selama satu semester dengan lengkap. Pak Tambun membuat daftar ceklis komponen yang harus ada di modul ajar dengan rincian berikut:

  1. Kegiatan pembelajaran merujuk model pembelajaran

tertentu

2. Memuat 4C (Creative, Critical Thinking, Collaborative, dan

Communication)

3. Memuat penilaian karakter (profil pelajar Pancasila)

peserta didik

4. Terdiri dari kegiatan pendahuluan, inti, penutup

  • Menurut anda, apa yang penting ada dalam perencanaan pembelajaran?

22 of 48

Bagaimana pendapat anda tentang situasi berikut:

Situasi 3:

Pak Dimas adalah pengawas SMP di kota D. Pak Dimas sedang melakukan peninjauan pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila di sebuah satuan pendidikan. Pak Dimas mendapati bahwa hasil dari projek di satuan pendidikan tersebut adalah kesepakatan kelas untuk melakukan aktivitas yang mengurangi banyaknya sampah yang dibuang warga satuan pendidikan. Pak Dimas merasa hasil tersebut kurang maksimal dan meminta satuan pendidikan membuat pagelaran projek penguatan profil pelajar Pancasila.

  • Saran apa yang Anda berikan ke Pak Dimas agar dapat mendampingi pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila yg berkualitas?

23 of 48

Poin Pembaruan Struktur Kurikulum di Permendikbud No. 12 tahun 2024

23

Jenjang

Pembaruan

PAUD

Capaian Pembelajaran PAUD dan fase A disusun untuk memastikan transisi pembelajaran yang berkesinambungan dari PAUD ke SD dengan memperhatikan 6 (enam) kemampuan fondasi. Projek penguatan profil pelajar Pancasila tidak harus dilaksanakan dalam konteks perayaan tradisi lokal, hari besar nasional, dan internasional.

SD

Murid-murid dengan potensi kecerdasan istimewa dapat diberikan percepatan belajar, dan/atau pendalaman dan pengayaan Capaian Pembelajaran secara individu (bukan rombongan belajar)

Bahasa Inggris sebagai Mata Pelajaran Wajib mulai kelas III SD, dengan masa transisi hingga tahun ajaran 2027/2028

SMP

Kelas khusus atau Satuan Pendidikan khusus olahraga atau seni dapat menggunakan alokasi waktu P5 sebagai penguatan kompetensi khusus keolahragaan atau kesenian

-

SMA

  • Sejarah Tingkat Lanjut ditambahkan menjadi mata pelajaran pilihan dengan alokasi waktu 5JP/minggu.

  • Alokasi waktu mata pelajaran Bahasa Inggris ditambahkan 1JP/minggu menjadi 3JP/minggu

24 of 48

Ketentuan lain yang mengalami perubahan di Permendikbud No. 12 Tahun 2024

24

  1. Kurikulum satuan pendidikan ditetapkan oleh kepala satuan pendidikan
  2. Tentang ekstrakurikuler:
  3. Ekstrakurikuler dilaksanakan sesuai ketersediaan sumber daya satuan pendidikan, dan peserta didik mengikuti Ekstrakurikuler secara sukarela.

3. Tentang tanggung jawab satuan pendidikan:

  • Mengembangkan dan menetapkan kurikulum satuan pendidikan berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan struktur kurikulum yang ditetapkan oleh kementerian;
  • Bagi satuan pendidikan yang menyelenggarakan layanan program kebutuhan khusus, untuk menyediakan layanan sesuai kondisi peserta didik berkebutuhan khusus;
  • Melakukan refleksi, evaluasi, dan perbaikan implementasi kurikulum satuan pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran; dan
  • Berpartisipasi aktif dalam komunitas belajar dalam satuan pendidikan dan/atau antar satuan pendidikan.

25 of 48

Kemampuan apa yang diharapkan dibangun satuan pendidikan melalui Kurikulum Merdeka?

  1. Mengembangkan kurikulum satuan pendidikan
  2. Merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran dan asesmen yang sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka
  3. Merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi projek penguatan profil pelajar Pancasila

26 of 48

Kurikulum Satuan Pendidikan

PUSAT KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

REPUBLIK INDONESIA

27 of 48

Apa fungsi kurikulum satuan pendidikan?

28 of 48

Fungsi kurikulum satuan pendidikan:

  1. dokumen hidup untuk membantu penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas melakukan analisis, refleksi proses pembelajaran, dan evaluasi berbasis data yang sistematis dan terstruktur, serta berdasarkan dengan kondisi riil dari satuan pendidikan.
  1. dokumen yang menampilkan ciri khas satuan pendidikan dan kaitan potensi dan karakteristik daerah, satuan pendidikan, dan peserta didik dapat membantu satuan pendidikan mencapai visi, misi, dan tujuan.
  1. dokumen yang melibatkan pemangku kepentingan sehingga memunculkan rasa kepemilikan dan gotong royong dalam menyukseskan pelaksanaan kurikulumnya menuju pendidikan yang berkualitas.

29 of 48

Berpusat pada peserta didik�pembelajaran harus memenuhi keragaman potensi, kebutuhan perkembangan dan tahapan belajar, serta kepentingan peserta didik. Profil Pelajar Pancasila selalu menjadi rujukan pada semua tahapan dalam penyusunan kurikulum operasional sekolah.

Kontekstual�menunjukkan kekhasan dan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, konteks sosial budaya dan lingkungan, serta dunia kerja dan industri (khusus SMK), dan menunjukkan karakteristik atau kekhususan peserta didik berkebutuhan khusus (khusus SLB).�

Prinsip Penyusunan

kurikulum satuan pendidikan

Esensial�semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkan oleh para pemangku kepentingan tentang kurikulum yang digunakan di satuan pendidikan dapat diperoleh di dokumen tersebut. Bahasanya lugas dan mudah dipahami, tidak mengulang naskah/kutipan yang sudah ada di naskah lain. �

Akuntabel�dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data dan aktual�

Melibatkan berbagai pemangku kepentingan. �Pengembangan kurikulum satuan pendidikan melibatkan komite satuan pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan antara lain orang tua, organisasi, berbagai sentra, serta industri dan dunia kerja untuk SMK, di bawah koordinasi dan supervisi dinas Pendidikan atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama sesuai dengan kewenangannya.

30 of 48

Dalam rangka koordinasi dan supervisi pengembangan kurikulum satuan pendidikan:

Pengawas sekolah atau penilik memfasilitasi satuan pendidikan melakukan refleksi, mengidentifikasi akar masalah, dan membuat prioritas.

Pengawas sekolah atau penilik memfasilitasi satuan pendidikan melakukan analisis karakteristik di lingkungan sekolah.

Pengawas sekolah atau penilik membantu atau mendorong sekolah untuk mencari data atau informasi menyeluruh untuk analisis karakteristik daerah (potensi dan tantangan daerah dan sekolah), termasuk melibatkan komite satuan pendidikan.

Pengawas sekolah atau penilik membantu satuan pendidikan untuk berjejaring memperkaya pembelajaran untuk intrakurikuler dan kokurikuler projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Peran Pengawas Sekolah atau Penilik

31 of 48

Satuan pendidikan menginformasikan ke dinas melalui pengawas sekolah atau penilik bahwa satuan pendidikan sudah mengembangkan dan menetapkan kurikulum satuan pendidikan. 

Dinas pendidikan diwakili pengawas sekolah atau penilik melakukan supervisi terhadap satuan pendidikan untuk memastikan dokumen kurikulum satuan pendidikan sudah selaras dengan prinsip pengembangan dan komponen minimum.

Peran Koordinasi Dan Supervisi

Jika belum selaras, maka pengawas sekolah atau penilik perlu mendampingi satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan komponen minimum.

32 of 48

Evaluasi dalam kurikulum satuan pendidikan

Proses evaluasi tidak seharusnya menjadi akhir dari proses penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan, melainkan evaluasi dapat menjadi awal siklus yang tidak terpisah sebelum mulai melakukan perencanaan.

33 of 48

Pembelajaran dan Asesmen

PUSAT KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

REPUBLIK INDONESIA

34 of 48

Kemampuan apa yang perlu dibangun oleh pendidik dalam perencanaan pembelajaran?

  1. Kemampuan merencanakan pembelajaran lingkup satuan pendidikan
  2. Kemampuan merencanakan pembelajaran lingkup kelas

35 of 48

Bantu satuan pendidikan mengidentifikasi tahapan kesiapan

36 of 48

Proses penyusunan perencanaan pembelajaran

Catatan: Proses perancangan kegiatan pembelajaran ini diperuntukkan bagi pendidik yang akan merencanakan pembelajaran lingkup satuan pendidikan secara mandiri.

Menganalisis Capaian Pembelajaran

Menyusun Tujuan Pembelajaran dan Alurnya

Merencanakan Pembelajaran dan Asesmen

Perencanaan pembelajaran lingkup satuan pendidikan

Perencanaan pembelajaran lingkup kelas

37 of 48

Pembelajaran

Karakteristik

Memanfaatkan asesmen pada awal, proses, dan akhir pembelajaran untuk memahami kebutuhan dan posisi peserta didik dalam perjalanan belajarnya

Menggunakan pemahaman tentang kebutuhan dan posisi peserta didik untuk melakukan penyesuaian pembelajaran

Didasarkan pada refleksi atas kemajuan belajar peserta didik yang dilakukan secara kolaboratif dengan Pendidik lain

Memprioritaskan terjadinya kemajuan belajar peserta didik, di atas cakupan dan ketuntasan muatan kurikulum yang disampaikan

38 of 48

Pembelajaran dan Asesmen

Keterpaduan

Pendidik menyusun rencana pembelajaran, termasuk di dalamnya rencana asesmen mulai dari awal hingga akhir pembelajaran

Melaksanakan asesmen di akhir pembelajaran untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran.

Hasil dari asesmen ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk asesmen awal pada pembelajaran berikutnya.

Pendidik melakukan asesmen di awal pembelajaran untuk menilai kesiapan setiap individu peserta didik untuk mempelajari materi yang telah dirancang.

Berdasarkan hasil asesmen, pendidik mendetailkan rencana pembelajaran dan/atau membuat perencanaan yang sesuai dengan tahap capaian peserta didik.

Melaksanakan pembelajaran dan

menggunakan berbagai metode asesmen formatif untuk memonitor kemajuan belajar.

39 of 48

Diferensiasi pembelajaran

Proses pembelajaran dan bentuk pendampingan dapat didiferensiasi sesuai kesiapan peserta didik

Proses

Menyediakan sumber belajar yang bervariasi

Konten

Diferensiasi pembelajaran dapat dilakukan melalui produk yang dihasilkan

Produk

Terkait hal apa yang peserta didik perlu ketahui, pahami, dan dapat lakukan dari hasil belajar, atau bagaimana peserta didik mendapatkan akses ke pengetahuan

Terkait aktivitas yang didesain untuk membantu peserta didik menyerap atau memahami pembelajaran

Terkait bagaimana peserta didik menunjukkan apa yang telah mereka ketahui, pahami, dan dapat lakukan

40 of 48

Seperti apa bentuk diferensiasi?

Contoh situasi:

Ibu Nur adalah guru kelas 3 SD

dengan jumlah murid sebanyak 32

murid. Di antara 32 murid di kelasnya tersebut, Bu Nur memperhatikan bahwa 3 murid selalu selesai lebih dahulu saat diberikan tugas menyelesaikan soal-soal perkalian.

Karena dia tidak ingin ketiga anak ini tidak ada pekerjaan dan malah

mengganggu murid lainnya, akhirnya ia berinisiatif untuk menyiapkan lembar kerja tambahan untuk 3 anak tersebut. Jadi jika anak-anak lain mengerjakan 15 soal perkalian, maka untuk 3 anak tersebut, Bu Nur menyiapkan 25 soal perkalian.

Saran apa yang akan Anda berikan ke Bu Nur?

Menurut Anda, apakah strategi diferensiasi yang dilakukan Bu Nur tepat? Berikan alasan Anda.

41 of 48

Seperti apa bentuk diferensiasi?

Pembelajaran terdiferensiasi haruslah berakar pada pemenuhan kebutuhan belajar peserta didik dan bagaimana pendidik merespon kebutuhan belajar tersebut. Dengan demikian, Ibu Nur perlu melakukan identifikasi kebutuhan belajar (asesmen awal) dengan lebih komprehensif, agar dapat merespon dengan lebih tepat terhadap kebutuhan belajar peserta didik, termasuk ketiga murid tersebut. Situasi yang sekarang sudah diketahui adalah tiga peserta didik tersebut memiliki kemampuan di atas rata-rata dalam perkalian.

Opsi lain, Bu Nur juga dapat membagi kelompok dimana tiga peserta didik tersebut menjadi tutor teman lainnya yang kesulitan mengerjakan.

Dari segi konten, Bu Nur dapat membedakan tantangan untuk 3 peserta didik tersebut, misalnya dengan jumlah soal yang sama namun memilihkan contoh studi kasus yang tingkat kesulitannya lebih tinggi.

Bu Nur juga perlu memikirkan aktivitas lain selain memberikan soal perkalian, misalnya membuat situasi dimana peserta didik menggunakan perkalian untuk memecahkan masalah di kehidupan sehari-hari.

42 of 48

Contoh diferensiasi lainnya

Pak Dani merupakan guru kelas 3 SD yang akan mengadakan pembelajaran IPAS dengan tujuan pembelajaran peserta didik memahami keanekaragaman hayati. Pak Dani melakukan asesmen awal dengan meminta peserta didik menyebutkan nama hewan dan tumbuhan yang pernah ia lihat atau ketahui. Pak Dani mencatat ada lima anak yang kosakata hewan dan tumbuhannya sedikit (tidak dapat menyebutkan lebih dari lima). Sebelumnya Pak Dani juga mengetahui ada tiga peserta didik yang belum lancar membaca di kelasnya.

Pak Dani mengawali aktivitas dengan mengajak peserta didik berjalan-jalan di kebun yang terletak di dekat satuan pendidikan. Peserta didik kemudian akan bekerja berkelompok untuk mengklasifikasikan hal-hal yang mereka temukan sepanjang perjalanan mereka di kebun.

Untuk peserta didik yang membacanya belum lancar, Pak Dani akan meminta mereka untuk mengklasifikasikan benda secara langsung, sementara untuk yang lainnya, Pak Dani menyiapkan foto objek dengan tulisan. Untuk peserta didik yang kosakatanya masih sedikit, Pak Dani akan melakukan lebih banyak pendampingan langsung.

Peserta didik pertama akan mengklasifikasikan mana objek yang merupakan objek hidup atau tidak hidup. Lalu mereka akan mengklasifikasikan kesamaan dari objek tersebut (bentuk, warna, tipe, dsb)

43 of 48

Aktivitas

Dalam kelompok Anda, diskusikan contoh diferensiasi pembelajaran yang Anda amati dilakukan pendidik di satuan pendidikan. Pilihlah satu contoh yang menurut Anda merupakan praktik baik diferensiasi pembelajaran.

Anda juga dapat menyimak contoh video pembelajaran transisi PAUD SD terkait diferensiasi:

https://www.youtube.com/watch?v=YQke3dnxLbQ&list=PL-KSy3O8p2TCBiq05acKkUZwCTHMYKVsk&index=15&t=328s

44 of 48

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

PUSAT KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI

REPUBLIK INDONESIA

45 of 48

Proses apa yang perlu terjadi dalam pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila?

Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu dalam mengamati, mengeksplorasi, dan/atau merumuskan solusi terhadap isu atau permasalahan nyata yang relevan bagi peserta didik.

Definisi

Lintas disiplin ilmu

Amati - Eksplorasi - Rumusan Solusi → Proses

Permasalahan nyata yang relevan → Kontekstual

46 of 48

Membuat Projek VS Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Peserta didik meluncurkan roket botol di akhir pelajaran, kolaborasi antara mata pelajaran Fisika dan Matematika untuk menerapkan apa yang telah dipelajari di kelas.

Peserta didik mencari tahu isu kerusakan lingkungan dan mencari tahu penyebabnya. Setelahnya mereka merencanakan sebuah kampanye peduli lingkungan kepada warga di sekitar lingkungan satuan pendidikan.

Peserta didik melakukan observasi mengenai sampah plastik yang meningkat dan diminta membuat poster memerangi sampah plastik dan digantung di kelas.

47 of 48

Kapan Satuan pendidikan menggunakan modul yang sudah ada, merevisi, atau membuat dari awal?

Bantu satuan pendidikan melakukan identifikasi kesiapan.

[lihat Panduan halaman 27 dan 29]

48 of 48

SEKIAN

DAN

TERIMA

KASIH