Kebijakan Kurikulum Merdeka
PUSAT KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
REPUBLIK INDONESIA
2023
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Implementasi Kurikulum Merdeka
Sebelum kita berdiskusi lebih lanjut tentang Kurikulum Merdeka, mari kita ingat-ingat kembali tentang berbagai hal yang Bapak/Ibu pernah dengar tentang Kurikulum Merdeka.
Kita akan bermain memilih pernyataan yang benar:
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
“
“
Satuan pendidikan perlu menerapkan Kurikulum Merdeka secara serentak dan berada di tahap siap atau mahir.
Apakah pernyataan ini benar?
Pernyataan 1
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Salah, satuan pendidikan menerapkan sesuai kesiapan bertahap atau serentak dan mengidentifikasi tahap kesiapannya.
Kurikulum Merdeka memberikan ruang bagi satuan pendidikan memulai dari kondisi kesiapannya untuk menyesuaikan strategi dan pilihannya dalam melakukan implementasi:
Bagaimana sebenarnya?
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
“
“
Menurut Permendikbud No. 12 tahun 2024, Kurikulum satuan pendidikan ditetapkan oleh kepala Satuan Pendidikan
Apakah pernyataan ini benar?
Pernyataan 2
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Benar, kurikulum satuan pendidikan ditetapkan oleh kepala Satuan Pendidikan
Sesuai dengan Permendikbud No. 12 Tahun 2024 pasal 30.
Bagaimana sebenarnya?
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
“
“
Format kurikulum satuan pendidikan tidak perlu dibuat seragam.
Apakah pernyataan ini benar?
Pernyataan 3
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Benar, kurikulum satuan pendidikan tidak seragam, karena perlu menyesuaikan dengan karakteristik setiap sekolah.
Kurikulum satuan pendidikan tidak memiliki satu format yang harus diikuti semua. Yang perlu ada hanyalah komponen berikut yang memiliki fungsinya masing-masing:
Bagaimana sebenarnya?
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
“
“
Kurikulum satuan pendidikan direvisi 4-5 tahun sekali oleh satuan pendidikan.
Apakah pernyataan ini benar?
Pernyataan 4
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Salah, kurikulum satuan pendidikan direvisi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi aktual satuan pendidikan.
Bagaimana sebenarnya?
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
“
“
Setiap satuan pendidikan wajib menyusun modul ajarnya sendiri dan modulnya harus tebal halamannya
Apakah pernyataan ini benar?
Pernyataan 5
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Salah, modul ajar tidak wajib dibuat sendiri dan tidak harus tebal
Banyak miskonsepsi di antara guru bahwa untuk menerapkan Kurikulum Merdeka, guru harus bikin modul ajar sendiri.
Tiap sekolah memiliki kapasitas beragam, ada tahapan kesiapan yang berbeda-beda dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Satuan pendidikan dapat menggunakan sesuai fungsinya. Modul ajar biasa digunakan untuk berbagi contoh perencanaan pembelajaran.
Melalui PMM, Kementerian menyediakan berbagai contoh modul ajar untuk langsung digunakan atau diadaptasi sesuai kebutuhan pembelajarannya.
Ingatlah PMM hadir sebagai alat bantu, bukan sebagai kewajiban untuk digunakan.
Bagaimana sebenarnya?
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
“
“
Asesmen awal digunakan untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik dalam kaitannya dengan tujuan pembelajaran tertentu.
Apakah pernyataan ini benar?
Pernyataan 6
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Salah, asesmen awal digunakan untuk mengetahui kemampuan awal dan kesiapan belajar peserta didik sehingga penyesuaian pembelajaran dapat dilakukan sesuai kebutuhan
Bagaimana sebenarnya?
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
“
“
Hasil akhir dari projek penguatan profil pelajar Pancasila adalah pameran hasil karya peserta didik.
Apakah pernyataan ini benar?
Pernyataan 7
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Salah, hasil akhir yang diharapkan dari projek penguatan profil pelajar Pancasila adalah penguatan karakter
Bagaimana sebenarnya?
17
Implementasi Kurikulum Merdeka dilakukan berdasarkan regulasi berikut:
tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka
Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
Memuat tentang cakupan Kurikulum Merdeka dan implementasinya
Permendikbudristek
No. 8 Tahun 2024
Standar Isi pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
Permendikbudristek
No. 5 Tahun 2022
Standar Kompetensi Lulusan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
Memuat Capaian Pembelajaran untuk semua jenjang dan mata pelajaran dalam struktur Kurikulum Merdeka.
Permendikbudristek
No. 12 Tahun 2024
Keputusan Kepala BSKAP No.032/H/KR/2024 Tahun 2024
Kompetensi dan Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Memuat penjelasan dan tahap-tahap perkembangan profil pelajar Pancasila dan pilihan tema yang dapat digunakan untuk projek penguatan profil pelajar Pancasila.
Keputusan Kepala BSKAP No.031/H/KR/2024 Tahun 2024
Permendikbudristek
No. 21 Tahun 2022
Standar Penilaian pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
Permendikbudristek
No. 16 Tahun 2022
Standar Proses pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah
Kurikulum Merdeka dirancang dengan prinsip:
Pengembangan Karakter
Pengembangan karakter (kompetensi moral-spiritual, sosial, dan emosional) tidak hanya melalui mata pelajaran,
tetapi juga melalui alokasi waktu khusus untuk pembelajaran yang aplikatif dan kolaboratif, seperti Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Muatan esensial juga dibuat lebih relevan dengan tantangan zaman dan isu terkini, seperti perubahan iklim, literasi finansial, literasi digital, dan literasi kesehatan.
Guru dapat menggunakan asesmen awal untuk melakukan pembelajaran terdiferensiasi (mengatur materi, alur, dan kecepatan pembelajaran sesuai minat dan tingkat kemampuan peserta didik).
Fokus pada Muatan Esensial
Muatan wajib dikurangi untuk memberi waktu bagi pembelajaran yang lebih mendalam, bermakna, dan terdiferensiasi.
Fleksibel
Kurikulum satuan pendidikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi peserta didik, karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik serta konteks sosial budaya setempat.
Seperti apa menurut anda implementasi dari prinsip:
Bagaimana pendapat anda tentang situasi berikut:
Situasi 1:
Bu Bawi adalah pengawas SD di Kota P. Bu Bawi dan para pengawas di Kota P bersepakat bahwa asesmen sumatif kotamadya P harus dilaksanakan secara serentak pada jadwal yang telah ditetapkan bersama. Guru-guru perwakilan mata pelajaran di Kota P dikumpulkan untuk membuat soal bersama.
Bagaimana pendapat anda tentang situasi berikut:
Situasi 2:
Pak Tambun adalah pengawas di Kota B. Pak Tambun mengarahkan satuan pendidikan untuk membuat modul ajar selama satu semester dengan lengkap. Pak Tambun membuat daftar ceklis komponen yang harus ada di modul ajar dengan rincian berikut:
tertentu
2. Memuat 4C (Creative, Critical Thinking, Collaborative, dan
Communication)
3. Memuat penilaian karakter (profil pelajar Pancasila)
peserta didik
4. Terdiri dari kegiatan pendahuluan, inti, penutup
Bagaimana pendapat anda tentang situasi berikut:
Situasi 3:
Pak Dimas adalah pengawas SMP di kota D. Pak Dimas sedang melakukan peninjauan pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila di sebuah satuan pendidikan. Pak Dimas mendapati bahwa hasil dari projek di satuan pendidikan tersebut adalah kesepakatan kelas untuk melakukan aktivitas yang mengurangi banyaknya sampah yang dibuang warga satuan pendidikan. Pak Dimas merasa hasil tersebut kurang maksimal dan meminta satuan pendidikan membuat pagelaran projek penguatan profil pelajar Pancasila.
Poin Pembaruan Struktur Kurikulum di Permendikbud No. 12 tahun 2024
23
Jenjang | Pembaruan | ||
PAUD | Capaian Pembelajaran PAUD dan fase A disusun untuk memastikan transisi pembelajaran yang berkesinambungan dari PAUD ke SD dengan memperhatikan 6 (enam) kemampuan fondasi. Projek penguatan profil pelajar Pancasila tidak harus dilaksanakan dalam konteks perayaan tradisi lokal, hari besar nasional, dan internasional. | ||
SD | Murid-murid dengan potensi kecerdasan istimewa dapat diberikan percepatan belajar, dan/atau pendalaman dan pengayaan Capaian Pembelajaran secara individu (bukan rombongan belajar) | Bahasa Inggris sebagai Mata Pelajaran Wajib mulai kelas III SD, dengan masa transisi hingga tahun ajaran 2027/2028 | |
SMP | Kelas khusus atau Satuan Pendidikan khusus olahraga atau seni dapat menggunakan alokasi waktu P5 sebagai penguatan kompetensi khusus keolahragaan atau kesenian | - | |
SMA |
| ||
Ketentuan lain yang mengalami perubahan di Permendikbud No. 12 Tahun 2024
24
3. Tentang tanggung jawab satuan pendidikan:
Kemampuan apa yang diharapkan dibangun satuan pendidikan melalui Kurikulum Merdeka?
Kurikulum Satuan Pendidikan
PUSAT KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
REPUBLIK INDONESIA
Apa fungsi kurikulum satuan pendidikan?
Fungsi kurikulum satuan pendidikan:
Berpusat pada peserta didik�pembelajaran harus memenuhi keragaman potensi, kebutuhan perkembangan dan tahapan belajar, serta kepentingan peserta didik. Profil Pelajar Pancasila selalu menjadi rujukan pada semua tahapan dalam penyusunan kurikulum operasional sekolah.
Kontekstual�menunjukkan kekhasan dan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, konteks sosial budaya dan lingkungan, serta dunia kerja dan industri (khusus SMK), dan menunjukkan karakteristik atau kekhususan peserta didik berkebutuhan khusus (khusus SLB).�
Prinsip Penyusunan
kurikulum satuan pendidikan
Esensial�semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkan oleh para pemangku kepentingan tentang kurikulum yang digunakan di satuan pendidikan dapat diperoleh di dokumen tersebut. Bahasanya lugas dan mudah dipahami, tidak mengulang naskah/kutipan yang sudah ada di naskah lain. �
Akuntabel�dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data dan aktual�
Melibatkan berbagai pemangku kepentingan. �Pengembangan kurikulum satuan pendidikan melibatkan komite satuan pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan antara lain orang tua, organisasi, berbagai sentra, serta industri dan dunia kerja untuk SMK, di bawah koordinasi dan supervisi dinas Pendidikan atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama sesuai dengan kewenangannya.
Dalam rangka koordinasi dan supervisi pengembangan kurikulum satuan pendidikan:
Pengawas sekolah atau penilik memfasilitasi satuan pendidikan melakukan refleksi, mengidentifikasi akar masalah, dan membuat prioritas.
Pengawas sekolah atau penilik memfasilitasi satuan pendidikan melakukan analisis karakteristik di lingkungan sekolah.
Pengawas sekolah atau penilik membantu atau mendorong sekolah untuk mencari data atau informasi menyeluruh untuk analisis karakteristik daerah (potensi dan tantangan daerah dan sekolah), termasuk melibatkan komite satuan pendidikan.
Pengawas sekolah atau penilik membantu satuan pendidikan untuk berjejaring memperkaya pembelajaran untuk intrakurikuler dan kokurikuler projek penguatan profil pelajar Pancasila.
�
Peran Pengawas Sekolah atau Penilik
Satuan pendidikan menginformasikan ke dinas melalui pengawas sekolah atau penilik bahwa satuan pendidikan sudah mengembangkan dan menetapkan kurikulum satuan pendidikan.
Dinas pendidikan diwakili pengawas sekolah atau penilik melakukan supervisi terhadap satuan pendidikan untuk memastikan dokumen kurikulum satuan pendidikan sudah selaras dengan prinsip pengembangan dan komponen minimum.
Peran Koordinasi Dan Supervisi
Jika belum selaras, maka pengawas sekolah atau penilik perlu mendampingi satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan komponen minimum.
Evaluasi dalam kurikulum satuan pendidikan
Proses evaluasi tidak seharusnya menjadi akhir dari proses penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan, melainkan evaluasi dapat menjadi awal siklus yang tidak terpisah sebelum mulai melakukan perencanaan.
Pembelajaran dan Asesmen
PUSAT KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
REPUBLIK INDONESIA
Kemampuan apa yang perlu dibangun oleh pendidik dalam perencanaan pembelajaran?
Bantu satuan pendidikan mengidentifikasi tahapan kesiapan
Proses penyusunan perencanaan pembelajaran
Catatan: Proses perancangan kegiatan pembelajaran ini diperuntukkan bagi pendidik yang akan merencanakan pembelajaran lingkup satuan pendidikan secara mandiri.
Menganalisis Capaian Pembelajaran
Menyusun Tujuan Pembelajaran dan Alurnya
Merencanakan Pembelajaran dan Asesmen
Perencanaan pembelajaran lingkup satuan pendidikan
Perencanaan pembelajaran lingkup kelas
Pembelajaran
Karakteristik
Memanfaatkan asesmen pada awal, proses, dan akhir pembelajaran untuk memahami kebutuhan dan posisi peserta didik dalam perjalanan belajarnya
Menggunakan pemahaman tentang kebutuhan dan posisi peserta didik untuk melakukan penyesuaian pembelajaran
Didasarkan pada refleksi atas kemajuan belajar peserta didik yang dilakukan secara kolaboratif dengan Pendidik lain
Memprioritaskan terjadinya kemajuan belajar peserta didik, di atas cakupan dan ketuntasan muatan kurikulum yang disampaikan
Pembelajaran dan Asesmen
Keterpaduan
Pendidik menyusun rencana pembelajaran, termasuk di dalamnya rencana asesmen mulai dari awal hingga akhir pembelajaran
Melaksanakan asesmen di akhir pembelajaran untuk mengetahui ketercapaian tujuan pembelajaran.
Hasil dari asesmen ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk asesmen awal pada pembelajaran berikutnya.
Pendidik melakukan asesmen di awal pembelajaran untuk menilai kesiapan setiap individu peserta didik untuk mempelajari materi yang telah dirancang.
Berdasarkan hasil asesmen, pendidik mendetailkan rencana pembelajaran dan/atau membuat perencanaan yang sesuai dengan tahap capaian peserta didik.
Melaksanakan pembelajaran dan
menggunakan berbagai metode asesmen formatif untuk memonitor kemajuan belajar.
Diferensiasi pembelajaran
Proses pembelajaran dan bentuk pendampingan dapat didiferensiasi sesuai kesiapan peserta didik
Proses
Menyediakan sumber belajar yang bervariasi
Konten
Diferensiasi pembelajaran dapat dilakukan melalui produk yang dihasilkan
Produk
Terkait hal apa yang peserta didik perlu ketahui, pahami, dan dapat lakukan dari hasil belajar, atau bagaimana peserta didik mendapatkan akses ke pengetahuan
Terkait aktivitas yang didesain untuk membantu peserta didik menyerap atau memahami pembelajaran
Terkait bagaimana peserta didik menunjukkan apa yang telah mereka ketahui, pahami, dan dapat lakukan
Seperti apa bentuk diferensiasi?
Contoh situasi:
Ibu Nur adalah guru kelas 3 SD
dengan jumlah murid sebanyak 32
murid. Di antara 32 murid di kelasnya tersebut, Bu Nur memperhatikan bahwa 3 murid selalu selesai lebih dahulu saat diberikan tugas menyelesaikan soal-soal perkalian.
Karena dia tidak ingin ketiga anak ini tidak ada pekerjaan dan malah
mengganggu murid lainnya, akhirnya ia berinisiatif untuk menyiapkan lembar kerja tambahan untuk 3 anak tersebut. Jadi jika anak-anak lain mengerjakan 15 soal perkalian, maka untuk 3 anak tersebut, Bu Nur menyiapkan 25 soal perkalian.
Saran apa yang akan Anda berikan ke Bu Nur?
Menurut Anda, apakah strategi diferensiasi yang dilakukan Bu Nur tepat? Berikan alasan Anda.
Seperti apa bentuk diferensiasi?
Pembelajaran terdiferensiasi haruslah berakar pada pemenuhan kebutuhan belajar peserta didik dan bagaimana pendidik merespon kebutuhan belajar tersebut. Dengan demikian, Ibu Nur perlu melakukan identifikasi kebutuhan belajar (asesmen awal) dengan lebih komprehensif, agar dapat merespon dengan lebih tepat terhadap kebutuhan belajar peserta didik, termasuk ketiga murid tersebut. Situasi yang sekarang sudah diketahui adalah tiga peserta didik tersebut memiliki kemampuan di atas rata-rata dalam perkalian.
Opsi lain, Bu Nur juga dapat membagi kelompok dimana tiga peserta didik tersebut menjadi tutor teman lainnya yang kesulitan mengerjakan.
Dari segi konten, Bu Nur dapat membedakan tantangan untuk 3 peserta didik tersebut, misalnya dengan jumlah soal yang sama namun memilihkan contoh studi kasus yang tingkat kesulitannya lebih tinggi.
Bu Nur juga perlu memikirkan aktivitas lain selain memberikan soal perkalian, misalnya membuat situasi dimana peserta didik menggunakan perkalian untuk memecahkan masalah di kehidupan sehari-hari.
Contoh diferensiasi lainnya
Pak Dani merupakan guru kelas 3 SD yang akan mengadakan pembelajaran IPAS dengan tujuan pembelajaran peserta didik memahami keanekaragaman hayati. Pak Dani melakukan asesmen awal dengan meminta peserta didik menyebutkan nama hewan dan tumbuhan yang pernah ia lihat atau ketahui. Pak Dani mencatat ada lima anak yang kosakata hewan dan tumbuhannya sedikit (tidak dapat menyebutkan lebih dari lima). Sebelumnya Pak Dani juga mengetahui ada tiga peserta didik yang belum lancar membaca di kelasnya.
Pak Dani mengawali aktivitas dengan mengajak peserta didik berjalan-jalan di kebun yang terletak di dekat satuan pendidikan. Peserta didik kemudian akan bekerja berkelompok untuk mengklasifikasikan hal-hal yang mereka temukan sepanjang perjalanan mereka di kebun.
Untuk peserta didik yang membacanya belum lancar, Pak Dani akan meminta mereka untuk mengklasifikasikan benda secara langsung, sementara untuk yang lainnya, Pak Dani menyiapkan foto objek dengan tulisan. Untuk peserta didik yang kosakatanya masih sedikit, Pak Dani akan melakukan lebih banyak pendampingan langsung.
Peserta didik pertama akan mengklasifikasikan mana objek yang merupakan objek hidup atau tidak hidup. Lalu mereka akan mengklasifikasikan kesamaan dari objek tersebut (bentuk, warna, tipe, dsb)
Aktivitas
Dalam kelompok Anda, diskusikan contoh diferensiasi pembelajaran yang Anda amati dilakukan pendidik di satuan pendidikan. Pilihlah satu contoh yang menurut Anda merupakan praktik baik diferensiasi pembelajaran.
Anda juga dapat menyimak contoh video pembelajaran transisi PAUD SD terkait diferensiasi:
https://www.youtube.com/watch?v=YQke3dnxLbQ&list=PL-KSy3O8p2TCBiq05acKkUZwCTHMYKVsk&index=15&t=328s
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
PUSAT KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
REPUBLIK INDONESIA
Proses apa yang perlu terjadi dalam pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila?
Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu dalam mengamati, mengeksplorasi, dan/atau merumuskan solusi terhadap isu atau permasalahan nyata yang relevan bagi peserta didik.
Definisi
Lintas disiplin ilmu
Amati - Eksplorasi - Rumusan Solusi → Proses
Permasalahan nyata yang relevan → Kontekstual
Membuat Projek VS Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Peserta didik meluncurkan roket botol di akhir pelajaran, kolaborasi antara mata pelajaran Fisika dan Matematika untuk menerapkan apa yang telah dipelajari di kelas.
Peserta didik mencari tahu isu kerusakan lingkungan dan mencari tahu penyebabnya. Setelahnya mereka merencanakan sebuah kampanye peduli lingkungan kepada warga di sekitar lingkungan satuan pendidikan.
Peserta didik melakukan observasi mengenai sampah plastik yang meningkat dan diminta membuat poster memerangi sampah plastik dan digantung di kelas.
Kapan Satuan pendidikan menggunakan modul yang sudah ada, merevisi, atau membuat dari awal?
Bantu satuan pendidikan melakukan identifikasi kesiapan.
[lihat Panduan halaman 27 dan 29]
SEKIAN
DAN
TERIMA
KASIH