1 of 51

Kurikulum Merdeka

Sosialisasi Pengawas dan Kepala Sekolah

Sosialisasi Kurikulum untuk Pemulihan Pembelajaran 2022

2 of 51

Tujuan

Setelah sesi ini, diharapkan memahami;

  1. Struktur Kurikulum Merdeka dan penerapannya
  2. Penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan Satuan Pendidikan
  3. Prinsip Pembelajaran, Asesmen dan Penerapannya
  4. Penggunaan Perangkat Ajar

agar dapat memberikan sosialisasi serta pendampingan yang diperlukan pada satuan pendidikan.

Catatan

3 of 51

Materi Diskusi

Struktur Kurikulum Merdeka, termasuk intrakurikuler dan kokurikuler, termasuk pengelolaan sumber daya untuk mendukung projek

Penyusunan kurikulum operasional satuan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan satuan pendidikan

Prinsip pembelajaran dan asesmen dan penerapannya, termasuk pembelajaran sesuai tahap capaian peserta didik (teaching at the right level) dan penyusunan rapor peserta

didik

Penggunaan perangkat ajar, mulai dari penggunaan contoh-contoh yang diberikan

Pemerintah, hingga penyusunan

perangkat ajar

A

B

C

D

4 of 51

Apa kekhasan dari Kurikulum Merdeka?

5 of 51

A. Struktur Kurikulum Merdeka�

Kegiatan Intrakurikuler

untuk setiap mata pelajaran mengacu pada capaian pembelajaran.

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

mengacu pada standar Kompetensi Lulusan

dialokasikan sekitar 20% (dua puluh persen) beban belajar per-tahun.

6 of 51

Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, baik muatan maupun waktu pelaksanaan.

Secara muatan, projek harus mengacu pada capaian Profil Pelajar Pancasila sesuai dengan fase peserta didik, dan tidak harus dikaitkan dengan capaian pembelajaran pada mata pelajaran.

Struktur Kurikulum

7 of 51

Struktur Kurikulum

Tidak ada perubahan total jam pelajaran, hanya saja JP (jam pelajaran) untuk setiap mata pelajaran dialokasikan untuk dua kegiatan pembelajaran yaitu pembelajaran intrakurikuler dan Projek Penguatan Profil pelajar Pancasila. Jadi, jika dihitung JP kegiatan belajar rutin di kelas (intrakurikuler) saja, memang seolah-olah JP-nya berkurang dibandingkan dengan Kurikulum 2013. Namun, selisih jam pelajaran tersebut dialokasikan untuk Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dilaksanakan dengan melatih peserta didik untuk menggali isu nyata di lingkungan sekitar dan berkolaborasi untuk memecahkan masalah tersebut. Oleh karena itu, alokasi waktu tersendiri sangat dibutuhkan guna memastikan projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dapat berjalan dengan baik.

8 of 51

Struktur kurikulum SD/MI� dibagi menjadi 3 (tiga) Fase:

Fase A

Kelas I dan II

Fase B

Kelas III dan IV

Fase C

Kelas V dan VI

A

B

C

9 of 51

Alokasi jam pelajaran pada struktur kurikulum dituliskan secara total dalam satu tahun dan dilengkapi dengan saran alokasi jam pelajaran jika disampaikan secara reguler/mingguan. .

Alokasi waktu

10 of 51

Alokasi Waktu Mata Pelajaran SD/MI Kelas I

Asumsi 1 Tahun = 36 minggu

1 JP = 35 menit

Alokasi per tahun (minggu)

Alokasi Projek per tahun

TOTAL JP PER TAHUN

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Pancasila

144 (4)

36

180

Bahasa Indonesia

216 (6)

72

288

Matematika

144 (4)

36

180

PJOK

108 (3)

36

144

Seni dan Budaya**:

  1. Seni Musik
  2. Seni Rupa
  3. Seni Teater
  4. Seni Tari

108 (3)

36

144

Bahasa Inggris

72 (2) ***

-

72***

Muatan Lokal

72 (2) ***

72***

Total****:

828 (23)

252

1080

* Diikuti oleh peserta didik sesuai dengan agama masing-masing.

** Satuan pendidikan menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, dan/atau Seni Tari). Peserta didik memilih 1 (satu) jenis seni (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, atau Seni Tari).

*** Paling banyak 2 (dua) JP per minggu atau 72 (tujuh puluh dua) JP per tahun sebagai mata pelajaran pilihan

**** Total JP tidak termasuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Muatan Lokal, dan/atau mata pelajaran tambahan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

11 of 51

Alokasi Waktu Mata Pelajaran SD/MI Kelas II

Asumsi 1 Tahun = 36 minggu

1 JP = 35 menit

Alokasi pertahun (minggu)

Alokasi Projek per tahun

TOTAL JP PER TAHUN

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Pancasila

144 (4)

36

180

Bahasa Indonesia

252 (7)

72

324

Matematika

180 (5) ***

36

216

PJOK

108 (3)

36

144

Seni dan Budaya**:

  1. Seni Musik
  2. Seni Rupa
  3. Seni Teater
  4. Seni Tari

108 (3)

36

144

Bahasa Inggris

72 (2) ***

-

72***

Muatan Lokal

72 (2) ***

72***

Total****:

900 (25)

252

1152

* Diikuti oleh peserta didik sesuai dengan agama masing-masing.

** Satuan pendidikan menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, dan/atau Seni Tari). Peserta didik memilih 1 (satu) jenis seni (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, atau Seni Tari).

*** Paling banyak 2 (dua) JP per minggu atau 72 (tujuh puluh dua) JP per tahun sebagai mata pelajaran pilihan.

**** Total JP tidak termasuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Muatan Lokal, dan/atau mata pelajaran tambahan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

12 of 51

Alokasi Waktu Mata Pelajaran SD/MI Kelas III-V

*Diikuti oleh peserta didik sesuai dengan agama masing-masing.

** Satuan pendidikan menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, dan/atau Seni Tari). Peserta didik memilih 1 (satu) jenis seni (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, atau Seni Tari).

*** Paling banyak 2 (dua) JP per minggu atau 72 (tujuh puluh dua) JP per tahun sebagai mata pelajaran pilihan.

**** Total JP tidak termasuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Muatan Lokal dan/atau mata pelajaran tambahan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

Asumsi 1 Tahun = 36 minggu

1 JP = 35 menit

Alokasi per tahun (minggu)

Alokasi Projek per tahun

TOTAL JP PER TAHUN

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti*

108 (3)

36

144

Pendidikan Pancasila

144 (4)

36

180

Bahasa Indonesia

216 (6)

36

252

Matematika

180 (5)

36

216

IPAS

180 (5)

36

216

PJOK

108 (3)

36

144

Seni dan Budaya**:

  1. Seni Musik
  2. Seni Rupa
  3. Seni Teater
  4. Seni Tari

108 (3)

36

144

Bahasa Inggris

72 (2) ***

-

72***

Muatan Lokal

72 (2) ***

-

72***

Total****:

1044 (29)

252

1296

13 of 51

Alokasi Waktu Mata Pelajaran SD/MI Kelas VI

** Diikuti oleh peserta didik sesuai dengan agama masing-masing.

** Satuan pendidikan menyediakan minimal 1 (satu) jenis seni (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, dan/atau Seni Tari). Peserta didik memilih 1 (satu) jenis seni (Seni Musik, Seni Rupa, Seni Teater, atau Seni Tari).

*** Paling banyak 2 (dua) JP per minggu atau 64 (enam puluh empat) JP per tahun sebagai mata pelajaran pilihan.

**** Total JP tidak termasuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Muatan Lokal dan/atau mata pelajaran tambahan yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

Asumsi 1 Tahun = 32 minggu

1 JP = 35 menit

Alokasi per tahun (minggu)

Alokasi Projek per tahun

TOTAL JP PER TAHUN

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti*

96 (3)

32

128

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti*

96 (3)

32

128

Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti*

96 (3)

32

128

Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti*

96 (3)

32

128

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti*

96 (3)

32

128

Pendidikan Agama Khonghucu dan Budi Pekerti*

96 (3)

32

128

Pendidikan Pancasila

128 (4)

32

160

Bahasa Indonesia

192 (6)

32

224

Matematika

160 (5)

32

192

Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial

160 (5)

32

192

Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

96 (3)

32

128

Seni dan Budaya**:

  1. Seni Musik
  2. Seni Rupa
  3. Seni Teater
  4. Seni Tari

 

 

96 (3)

 

 

32

 

 

128

Bahasa Inggris

64 (2) ***

-

64***

Muatan Lokal

64 (2) ***

-

64***

Total****:

928 (29)

224

1152

14 of 51

Muatan Lokal

metode mengintegrasikan muatan lokal ke dalam mata pelajaran lain

mengintegrasikan muatan lokal ke tema proyek penguatan profil Pancasila

mengembangkan mata pelajaran khusus muatan lokal yang berdiri sendiri sebagai bagian dari program intrakurikuler

Muatan lokal dapat dilakukan melalui tiga metode:

Satuan pendidikan dan/atau pemerintah daerah dapat

menambahkan muatan tambahan:

sesuai dengan kebutuhan

sesuai dengan karakteristik

mengelola kurikulum muatan lokal secara fleksibel

Muatan Lokal

15 of 51

B. Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan:

Bagaimana menyusun pedoman penyelenggaraan pembelajaran sesuai dengan Karakteristik dan kebutuhan Satuan Pendidikan?

16 of 51

1. Pernahkah Bapak/Ibu menyusun pedoman perangkat pembelajaran dengan memperhatikan karakteristik dan kebutuhan satuan pendidikan?

2. Apa yang harus dilakukan?

17 of 51

Kurikulum operasional yang dikembangkan menunjukkan kesesuaian dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik, satuan pendidikan, dan daerah. Dalam mengembangkan dan mengelola kurikulum operasional, satuan pendidikan sebaiknya melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk siswa, komite sekolah, dan masyarakat.

Pemerintah menyediakan contoh-contoh kurikulum operasional sekolah yang dapat dimodifikasi, dijadikan contoh, atau rujukan untuk satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum operasionalnya.

Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan:

18 of 51

Komponen kurikulum operasional yang dikembangkan dan digunakan di satuan pendidikan terdiri atas karakteristik satuan pendidikan, visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan, pengorganisasian pembelajaran, dan perencanaan pembelajaran

Untuk dokumen rencana pelaksanaan pembelajaran ruang lingkup kelas, satuan. pendidikan dapat menggunakan, memodifikasi, atau mengadaptasi contoh modul ajar yang disediakan Pemerintah, dan cukup melampirkan beberapa contoh RPP/modul ajar atau bentuk rencana kegiatan yang mewakili inti dari rangkaian pembelajaran pada bagian Lampiran. Satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk menentukan format dan sistematika penyusunan kurikulum operasional satuan pendidikan.

Komponen KOSP

19 of 51

Komponen Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

Komponen kurikulum operasional yang dikembangkan dan digunakan di satuan pendidikan terdiri atas karakteristik satuan pendidikan, visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan, pengorganisasian pembelajaran, dan perencanaan pembelajaran.

Untuk dokumen rencana pelaksanaan pembelajaran ruang lingkup kelas, satuan pendidikan dapat menggunakan, memodifikasi, atau mengadaptasi contoh modul ajar yang disediakan Pemerintah, dan cukup melampirkan beberapa contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)/modul ajar atau bentuk rencana kegiatan yang mewakili inti dari rangkaian pembelajaran pada bagian Lampiran. Satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk menentukan format dan sistematika penyusunan kurikulum operasional satuan pendidikan.

20 of 51

Prinsip pengembangan kurikulum operasional di satuan pendidikan

  1. Berpusat pada peserta didik, yaitu pembelajaran harus memenuhi keragaman potensi, kebutuhan

perkembangan dan tahapan belajar, serta kepentingan peserta didik. Profil Pelajar Pancasila selalu menjadi rujukan pada semua tahapan dalam penyusunan kurikulum operasional sekolah;

  1. Kontekstual, menunjukkan kekhasan dan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, konteks sosial budaya dan lingkungan, serta dunia kerja dan industri (khusus SMK), dan menunjukkan karakteristik atau kekhususan peserta didik berkebutuhan khusus (khusus SLB);
  2. Esensial, yaitu memuat semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkan dan digunakan di satuan pendidikan. Bahasa yang digunakan lugas, ringkas, dan mudah dipahami;

  • Akuntabel, dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data dan actual;
  • Melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Pengembangan kurikulum satuan pendidikan melibatkan komite satuan pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan antara lain orang tua, organisasi, berbagai sentra, serta industri dan dunia kerja untuk SMK, di bawah koordinasi dan supervisi dinas Pendidikan atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama sesuai dengan kewenangannya.

21 of 51

Proses Penyusunan Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan Secara Umum

Struktur Kurikulum Capaian Pembelajaran

Prinsip Pembelajaran dan Asesmen

Kerangka dasar kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah pusat

TETAP

Ditetapkan oleh pemerintah pusat

FLEKSIBEL/DINAMIS

Satuan pendidikan mengembangkan kurikulum operasional berdasarkan kerangka dan struktur kurikulum, sesuai karakteristik dan kebutuhan satuan pendidikan

.

.

1

Menganalisis konteks KARAKTERISTIK SATUAN PENDIDIKAN

2

Merumuskan VISI MISI

TUJUAN

3

Menentukan PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN

4

Menyusun RENCANA PEMBELAJARAN

TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL

SNP

22 of 51

Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan

Sebelum mengembangkan kurikulum satuan pendidikan, sekolah perlu melakukan analisis karakteristik dan lingkungan belajar dengan menampung aspirasi anggota komunitas, dan menjadikan visi dan misi sebagai arahan yang disepakati oleh seluruh warga satuan pendidikan.

Prinsip-prinsip analisis lingkungan belajar:

  • Melibatkan perwakilan warga satuan pendidikan
  • Menggunakan data-data yang diperoleh dari situasi nyata/kondisi satuan pendidikan
  • Mengalokasikan waktu yang cukup untuk pengumpulan, pengorganisasian, analisis dan dokumentasi data
  • Memilah informasi yang relevan dan menyimpulkan untuk mengembangkan strategi atau solusi

Contoh informasi yang perlu didapatkan dalam analisis lingkungan belajar satuan pendidikan:

  • Apa kekhasan daerah setempat yang penting untuk dilestarikan?
  • Bagaimana peran satuan pendidikan sebagai bagian dari masyarakat setempat?
  • Apa dampak dari satuan pendidikan yang sudah dapat dirasakan saat ini (baik oleh warga masyarakat maupun warga satuan pendidikan itu sendiri)?
  • Bagaimana peran satuan pendidikan dalam menyiapkan peserta didik mencapai profil Pelajar Pancasila?
  • [SMK] Apa potensi daerah dan kondisi dunia kerja yang relevan?

Berikut adalah pilihan cara untuk mengumpulkan informasi

  • Kuesioner, dengan pertanyaan disesuaikan dengan tujuan dan sasaran yang dibutuhkan.
  • Wawancara, untuk mendapatkan data secara langsung.
  • Diskusi kelompok terpumpun (FGD) dengan mengundang perwakilan dari seluruh warga satuan pendidikan dan tokoh masyarakat.
  • Observasi
  • Rapor pendidikan, terkait mutu dan hasil belajar, kompetensi dan kinerja guru dan tenaga kependidikan, mutu dan relevansi pembelajaran

Beberapa alat yang dapat digunakan untuk menganalisis informasi:

  • Analisis SWOT
  • Root Cause
  • Fish Bone

23 of 51

[CONTOH] Proses Analisis Karakteristik Satuan Pendidikan

Analisis kebutuhan satuan pendidikan

Peserta didik

  • Siapa sajakah peserta didik yang ada di sekolah? Bagaimana sekolah bisa mengklasifikasi peserta didik tersebut? Berdasarkan apakah klasifikasi tersebut?
  • Dari klasifikasi tersebut, apa saja kebutuhan masing-masing kelompok? Apakah ada kelompok tertentu yang memerlukan perhatian dan pendampingan yang lebih banyak?

Guru dan tenaga kependidikan

  • Profil atau kompetensi guru yang diperlukan untuk pembelajaran yang optimal menuju visi-misi sekolah
  • Apa saja kelompok-kelompok guru dan tenaga kependidikan yang ada di satuan pendidikan? Apa saja kebutuhan setiap kelompok tersebut?
  • Apakah ada kelompok guru dan tenaga kependidikan yang membutuhkan bantuan/dampingan lebih banyak?
  • Apakah guru siap memfasilitasi peserta didik dengan berbagai latar belakang dan kebutuhan?

Sarana dan prasarana

  • Apa saja sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk pembelajaran yang optimal?
  • Apakah satuan pendidikan menjadi lingkungan yang aman dan sehat (fisik dan mental) bagi warganya?
  • Apakah satuan pendidikan memiliki perangkat yang memadai untuk menyelenggarakan pembelajaran yang optimal dan mengelola data?

Sumber daya alam, sosial, dan budaya

  • Bagaimana mendokumentasikan semua informasi sistem, sumber daya dan fasilitas dan mitra yang ada?
  • Apakah ada sumber daya dari lingkungan sekitar yang dapat dimanfaatkan oleh satuan pendidikan dalam proses belajar?

Sumber pendanaan

  • Bagaimana proses pendanaan satuan pendidikan?
  • Bagaimana penggunaan dana ini?

Sistem dan kebijakan di daerah

  • Apa saja visi, misi, dan tujuan daerah?
  • Apa saja kebijakan satuan pendidikan terkait indikator?
  • Apa saja perubahan sistem yang terjadi?
  • Apakah ada integrasi aktivitas untuk mendukung pencapaian indikator?

Kemitraan

  • Siapa saja pihak-pihak yang dapat dilibatkan untuk mendukung program satuan pendidikan? (organisasi, komunitas, tokoh, dll.)

Analisis lingkungan belajar Visi - Misi - Tujuan

  • Seperti apakah gambaran ideal tentang masa depan dan ingin diwujudkan oleh satuan pendidikan?
  • Bagaimana satuan pendidikan bisa mencapai gambaran ideal tersebut?

Review Visi Misi

  • Bagian mana yang perlu ditajamkan dalam visi dan misi?
  • Apakah perlu membuat visi dan misi baru yang lebih sesuai dengan kondisi lingkungan dan karakteristik peserta didik??
  • Apa saja prioritasnya?

Review Tujuan

  • Apa yang menjadi prioritas bagi satuan pendidikan (atau program keahlian untuk SD) dalam mendukung kompetensi peserta didik?
  • Apa yang mendasari tujuan ini?
  • Kompetensi apa saja yang perlu dimiliki oleh peserta didik?
  • Mengapa kompetensi ini dianggap penting?
  • Apa saja keterampilan yang perlu dikuasai peserta didik?
  • Apa karakteristik individu yang ingin dibangun?
  • [SD] Jabatan pekerjaan/okupasi apa saja yang berpotensi untuk diisi oleh lulusan

Satuan Pendididkan

24 of 51

25 of 51

Contoh Kurikulum Operasional Sekolah�Silakan klik Link Di bawah ini!

26 of 51

Bagaimana pengelolaan pembelajaran bisa dilakukan di satuan pendidikan?

27 of 51

Pembelajaran tematik

Bahasa Inggris

  • Pembelajaran tematik diibaratkan gado-gado, dimana bermacam bahan dicampur namun masih dapat dipilah
  • Jadwal disusun berdasarkan mata pelajaran tetapi kegiatan pembelajaran dijalankan dengan merujuk pada tema yang sudah ditentukan
  • Pembelajaran tematik disusun dengan cara menyusun TP yang sesuai dengan tema
  • Saat perencanaan pembelajaran guru dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum melihat CP dan mengidentifikasi tema- tema yang bisa menjadi fokus pembelajaran

Contoh desain pembelajaran tematik fase A

Sumber daya alam lokal untuk menjaga kesehatan dalam keseharian

menulis teks deskripsi mengenai satu sumber daya alam dari daerahnya yg bisa dimanfaatkan untuk kesehatan masyarakat.

Pendidikan Pancasila

Siswa dapat mengamati symbol-symbol Pancasila yang diperlihatkan guru . Dari hasil pengamatan , siswa dapat menyembutkan symbol sila – sila Pancasila

Seni Musik

siswa belajar memainkan alat musik dari daerah lokal yang menggunakan bahan yang diambil dari alam sekitarnya. Siswa juga berdiskusi mengenai peran bermusik dalam kesehatan emosi (memberikan ketenangan/menghibur)

Bahasa Indonesia

siswa membuat pertanyaan untuk diajukan kepada narasumber mengenai jenis-jenis sumber daya alam lokal Siswa mencatat informasi yang didapat secara terstruktur (belajar membuat tabel atau diagram) dan berdiskusi untuk membuat cara mengkomunikasikan informasi tersebut.

28 of 51

Pembelajaran integratif

  • Pembelajaran integratif diibaratkan jus, di mana bermacam bahan dilebur dan sudah tidak dapat dipilah
  • Pembelajaran integratif berfokus membangun pemahaman terhadap satu ide besar (konsep)
  • Saat perencanaan pembelajaran guru dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum melihat TP dan merancang sebuah ide besar (konsep) yang menjadi tujuan akhir proses pembelajaran
  • Jadwal disusun dengan meleburkan beberapa mata pelajaran, sehingga sudah menjadi satu unit pembelajaran integratif

29 of 51

Contoh desain unit integratif fase A

Merencanakan dan melakukan penyelidikan. Dengan panduan, peserta didik melihat tayangan atau rekaman pembacaaan teks Pancasila, kemudian guru memberikan beberapa pertanyaan terkait dengan teks Pancasila yang telah diliat dan didengar oleh peserta didik, Guru memberikan tanggapan atas respon dari peserta didik pembacaan teks Pancasila tersebut. Guru dapat memberikan penjelasan tentang makna setiap sila dan kaitannya dalam kehidupan sehari-hari (penguatan elemen akhlak kemanusiaan dan elemen kepedulian).

  • Peserta didik menceritakan aktivitas sesuai gambar yang disajikan guru yang mencerminkan nilai Pancasila.

Pendidikan Pancasila

Ide utama /konsep:

Elemen keterampilan proses:

Mengamati dan menyimak cerita

Bergambar mengidentifikasi nilai

pancasila

Asesmen (performance task) :

Memperhatikan cerita bergambar kemudian menceritakan aktivitas sesuai gambar yang mencerminkan nilai Pancasila

Mata pelajaran yang terintegrasi:

Bahasa Indonesia dan Pendidikan Pancasila

30 of 51

Contoh desain pembelajaran berbasis mata pelajaran

Pendidikan Pancasila

Matematika

Bahasa Indonesia

Seni Rupa

Pada akhir fase A, peserta didik dapat:

Menyebutkan identitas dirinya sesuai dengan jenis kelamin, minat, dan perilakunya; membedakan identitas dirinya dengan teman-temannya; dan menyebutkan karakteristik dan ciri-ciri fisik orang dan benda yang ada di rumah dan di sekolah, sebagai bagian tak terpisahkan dari wilayah NKRI

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik dapat mengenali dan menceritakan simbol-simbol sila Pancasila Pada lambang negara “Garuda Pancasila” serta menerima dan bersikap jujur, rukun, santun, percaya diri, dan mandiri yang sesuai dengan silasila Pancasila

membaca, menuliskan, membandingkan, mengurutkan bilangan cacah sampai dengan 999

Tujuan Pembelajaran

Pada akhir kelas 1, peserta didik dapat mengurutkan bilangan cacah sampai angka 99, membandingkan (lebih besar atau lebih kecil), serta menghitung hasil penjumlahan dan pengurangannya dengan cara membilang dalam menyelesaikan masalah

Pada akhir fase ini, disusun dengan tujuan untuk memperkuat fondasi dasar keterampilan literasi pelajar kelas awal. Sebelum dapat menguasai aneka keterampilan berbahasa yang lebih kompleks,

Tujuan Pembelajaran

Pelajar mampu bersikap menjadi pembaca dan pemirsa yang baik. Pelajar mampu memahami informasi dari bacaan dan tayangan yang dipirsa tentang diri dan lingkungan, narasi imajinatif, dan puisi anak. Pelajar mampu menambah kosakata baru dari teks yang dibaca atau tayangan yang dipirsa dengan bantuan ilustrasi.

Di akhir fase A, siswa mampu menggunakan bentuk-bentuk dasar geometris sebagai ungkapan ekspresi kreatif dalam merespon berbagai obyek dari dunia sekitarnya dengan konsep bentuk yang jelas

Tujuan Pembelajaran:

Mengenal dan mengidentifikasi jenis-jenis garis berdasarkan arah dan bentuk ● Garis lurus dan lengkung ● Garis vertikal, horizontal, dan diagonal

31 of 51

Contoh jadwal pembelajaran berbasis mata pelajaran

Jumat

PJOK

Bahasa Inggris

08.05 - 08.40 Seni dan Budaya Muatan lokal Matematika

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

Bahasa Inggris

08.40 - 09.00

istirahat

09.00 - 09.35

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

PJOK

B. Indonesia

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

Seni dan Budaya

09.35 - 10.10

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

PJOK

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

Seni dan Budaya

10.10 - 10.45

Pendidikan Pancasila

Bahasa Indonesia

Agama dan Budi Pekerti

10.45 - 11.05

istirahat

11.05 - 11.40

Pendidikan Pancasila

Pendidikan Pancasila

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

Bahasa Indonesia

11.40 - 12.15

Agama dan Budi Pekerti

Bahasa Indonesia

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

Muatan lokal

12.15 - 12.50

Agama dan Budi Pekerti

Bahasa Indonesia

Untuk pembelajaran tematik, dapat menggunakan contoh jadwal yang sama namun setiap materi di mata pelajaran konteksnya dikaitkan dengan tema

Senin Selasa Rabu Kamis

07.00 - 07.35 Matematika Bahasa Indonesia Matematika

07.35 - 08.05 Matematika Bahasa Indonesia Matematika

B. Indonesia

B. Indonesia

Pendidikan Pancasila

Pendidikan Pancasila

Pendidikan Pancasila

32 of 51

Bahasa Indonesia

Pendidikan Pancasila

Elemen Menyimak:

Peserta didik mampu memahami ide pokok (gagasan) suatu pesan lisan, informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), dan instruksi lisan yang berkaitan dengan tujuan berkomunikasi. Peserta didik mampu memahami dan memaknai teks narasi yang dibacakan atau dari media audio.

Elemen Membaca & Memirsa:

Peserta didik mampu memahami pesan dan informasi tentang kehidupan sehari-hari, teks narasi, dan puisi anak dalam bentuk cetak atau elektronik. Peserta didik mampu memahami ide pokok dan ide pendukung pada teks informasional dan mampu menjelaskan permasalahan yang dihadapi oleh tokoh cerita pada teks narasi. Peserta didik mampu menambah kosakata baru dari teks yang dibaca atau tayangan yang dipirsa sesuai dengan topik.

Elemen Berbicara & Mempresentasikan:

Peserta didik mampu berbicara dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang santun, menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks; mengajukan dan menanggapi pertanyaan dalam suatu percakapan dan diskusi dengan lebih aktif. Peserta didik mampu mengungkapkan gagasan dalam suatu percakapan dan diskusi dengan menerapkan tata caranya.

Peserta didik mampu menceritakan kembali suatu informasi yang dibaca atau didengar dari teks narasi dengan topik yang beragam.

Peserta didik dapat mengenal identitas dirinya dan

teman-temannya sesuai budaya, minat, dan perilakunya; cara berkomunikasi dengan mereka; mengenali karakteristik fisik dan non-fisik orang dan benda yang ada di lingkungan sekitarnya; serta memahami bahwa kebinekaan dapat memberikan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman dan pemahaman yang baru.

33 of 51

Kamis

Jumat

07.00 - 07.35

Unit integratif

Seni dan Budaya

Unit integratif

Muatan lokal

Agama dan Budi Pekerti

07.35 - 08.05

Unit integratif

Seni dan Budaya

Unit integratif

Matematika

Bahasa Inggris

08.05 - 08.40

Unit integratif

Seni dan Budaya

Unit integratif

Matematika

Bahasa Inggris

08.40 - 09.00

istirahat

09.00 - 09.35

Matematika

Unit integratif

Muatan lokal

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

Unit integratif

09.35 - 10.10

Matematika

Unit integratif

Agama dan Budi Pekerti

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

Unit integratif

10.10 - 10.45

Matematika

Unit integratif

Agama dan Budi Pekerti

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

Unit integratif

10.45 - 11.05

istirahat

11.05 - 11.40

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

PJOK

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

Unit integratif

11.40 - 12.15

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

PJOK

Projek penguatan profil pelajar Pancasila

Unit integratif

12.15 - 12.50

PJOK

Unit integratif

Contoh jadwal pembelajaran berbasis mata pelajaran

Senin Selasa Rabu

34 of 51

Pembelajaran berbasis mata pelajaran

Pembelajaran berbasis mata pelajaran diibaratkan makanan dengan lauk yang terpisah

Pembelajaran berbasis mata pelajaran bertujuan mencapai Capaian Pembelajaran di masing-masing mata pelajaran

Saat perencanaan pembelajaran guru dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum melihat TP dan merancang asesmen dan kegiatan untuk setiap mata pelajaran

Jadwal disusun berdasarkan mata pelajaran tetapi kegiatan pembelajaran dijalankan dengan merujuk pada tema yang sudah ditentukan

35 of 51

Contoh Desain Pembelajaran Berbasis Mata Pelajaran

Bahasa Indonesia Matematika Pendidikan Pancasila

Peserta didik mampu bersikap menjadi pendengar yang penuh perhatian. Peserta didik menunjukkan minat pada tuturan yang didengar serta mampu memahami pesan lisan dan informasi dari media audio, teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengar), instruksi lisan, dan percakapan yang berkaitan dengan tujuan berkomunikasi.

CP Elemen Menyimak: CP elemen Bilangan :

  • Peserta didik menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100, mereka dapat membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan. .
  • Peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20. .

CP elemen Pancasila

  • Peserta didik mampu mengenal dan menceritakan simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila
  • Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menjelaskan hubungan antara simbol dan sila dalam lambang negara Garuda Pancasila
  • Peserta didik mampu menerapkan nilainilai Pancasila di lingkungan keluarga dan seko

36 of 51

Tujuan pembelajaran: Peserta didik menyimak dengan saksama, memahami instruksi yang lebih kompleks, memahami dan memaknai ide pokok dalam teks audiovisual dan teks aural (teks yang dibacakan) yang sesuai jenjangnya.

Asesmen: Merancang media penyampaian pesan

Kegiatan pembelajaran

  • Mengamati berbagai media penyampaian pesan, contoh: video, poster, artikel pendek dan mengidentifikasi ide / pesan yang disampaikan

  • Mendiskusikan media yang paling efektif dalam menyampaikan pesan

  • Mencari data di sekolah untuk mengetahui media apa yang paling disukai teman-temannya

  • Mendesain media penyampaian pesan

Tujuan Pembelajaran: mendesain kuesioner sederhana, mengorganisasikan data

Asesmen: membuat kuesioner sederhana

Kegiatan pembelajaran:

  • Penjelasan tentang bentuk dan fungsi kuesioner

  • Membuat pertanyaan untuk kuesioner

  • Merancang kuesioner secara berkelompok

Tujuan Pembelajaran: Memahami pengaruh budaya dengan cara berkomunikasi

Asesmen: membuat salindia ttg pengaruh budaya tertentu dengan cara berkomunikasi

Kegiatan pembelajaran:

  • Membaca jigsaw: bagaimana budaya dapat mempengaruhi gaya berkomunikasi

  • Diskusi: apa yang kamu ketahui tentang karakteristik kelompok masyarakat di sekolah?

  • Brainstorm: bagaimana cara berkomunikasi yang paling sesuai untuk masyarakat sekolah?

Contoh desain pembelajaran berbasis mata pelajaran

Bahasa Indonesia Matematika Pendidikan Pancasila

37 of 51

Prinsip Pembelajaran

Pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Prinsip pembelajaran sebagai berikut:

  1. pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai dengan kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan peserta didik yang beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan;
  2. pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat;

c. proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik;

d.

pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan, dan budaya peserta didik, serta melibatkan orang tua dan komunitas sebagai mitra; dan

e. pembelajaran berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.

38 of 51

Prinsip Asesmen

Asesmen atau penilaian merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Prinsip asesmen sebagai berikut:

  1. asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitasi pembelajaran, dan penyediaan informasi yang holistik, sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan orang tua/wali agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya;
  2. asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen tersebut, dengan keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan pembelajaran;
  3. asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar, menentukan keputusan tentang langkah dan sebagai dasar untuk menyusun program pembelajaran yang sesuai selanjutnya;
  4. laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai, serta strategi tindak lanjut; dan
  5. hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua/wali sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.

39 of 51

Perencanaan serta Pelaksanaan Pembelajaran dan Asesmen

  1. Asesmen di awal pembelajaran dapat dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik, dan

hasilnya digunakan untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian peserta didik. Pada pendidikan khusus, asesmen diagnostik dilaksanakan sebelum perencanaan pembelajaran sebagai rujukan untuk menyusun Program Pembelajaran Individual (PPI).

  1. Satuan pendidikan dan pendidik memiliki keleluasaan untuk menentukan kegiatan pembelajaran dan perangkat ajar

sesuai dengan tujuan pembelajaran, konteks satuan pendidikan, dan karakteristik peserta didik.

  1. Satuan pendidikan dan pendidik memiliki keleluasaan untuk menentukan jenis, teknik, bentuk instrumen, dan waktu pelaksanaan asesmen berdasarkan karakteristik tujuan pembelajaran.
  2. Apabila pendidik menggunakan modul ajar yang disediakan pemerintah dan/atau membuat modul ajar merujuk pada modul ajar yang disediakan pemerintah, maka pendidik tersebut dapat menggunakan modul ajar sebagai dokumen perencanaan pembelajaran, dengan komponen sekurang-kurangnya terdiri dari tujuan pembelajaran,

langkah-langkah pembelajaran, dan asesmen yang digunakan untuk memantau ketercapaian tujuan pembelajaran.

40 of 51

Perangkat Ajar

Perangkat ajar merupakan berbagai bahan ajar yang digunakan oleh pendidik dalam upaya mencapai profil pelajar Pancasila dan Capaian Pembelajaran.

Perangkat ajar meliputi buku teks pelajaran, modul ajar, modul projek penguatan profil pelajar Pancasila, contoh-contoh kurikulum operasional satuan pendidikan, video pembelajaran, serta bentuk lainnya. Pendidik dapat menggunakan beragam perangkat ajar dari berbagai sumber.

Perangkat ajar dapat langsung digunakan pendidik untuk mengajar ataupun sebagai referensi atau inspirasi dalam merancang pembelajaran.

41 of 51

Modul Ajar

Modul ajar merupakan dokumen yang berisi tujuan, langkah, dan media pembelajaran, serta asesmen yang dibutuhkan dalam satu unit/topik berdasarkan alur tujuan pembelajaran.

Pendidik memiliki keleluasaan untuk membuat sendiri, memilih, dan memodifikasi modul ajar yang tersedia sesuai dengan konteks, karakteristik, serta kebutuhan peserta didik.

Pemerintah menyediakan contoh-contoh modul ajar yang dapat dijadikan inspirasi untuk satuan pendidikan. Pendidik yang menggunakan modul ajar yang disediakan Pemerintah tidak perlu lagi menyusun perencanaan pembelajaran/RPP/modul ajar.

42 of 51

Contoh Cuplikan Modul Ajar Kelas 1 �Matematika 8 JP�

Aktivitas 4 (Kinerja)

Menyelesaikan permasalahan berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan dua bilangan cacah sampai 20

Aktivitas 5 (Sumatif 2 : Proyek)

Melakukan bermain peran dengan kegiatan jual beli yang berkaitan dengan penjumlahan dan pengurangan

Tujuan pembelajaran

  • Peserta didik dapat menjumlahkan dan mengurangkan dua bilangan cacah sampai 20

Aktivitas 1 (Kinerja)

Peserta didik secara berkelompok melakukan kegiatan

Lima dikurangi dua

Aktivitas 2 (Kinerja)

Menjumlahkan dua bilangan cacah sampai 20 praktek simulasi

Aktivitas 3 (Tes )

Menyelesaikan soal cerita mengenai penjumlahan dan pengurangan dua bilangan cacah sampai 20

Profil Pelajar Pancasila:

  • Bernalar kritis
  • Gotong Royong
  • Mandiri

Asesmen Sumatif

Menyelesaikan soal cerita mengenai penjumlahan dan pengurangan dua bilangan cacah sampai 20

42

Diskusi dan kegiatan berkelompok dibagi berdasarkan kelompok dengan kesiapan yang berbeda, sehingga pembelajaran sesuai dengan tingkat kesiapan peserta didik.

Kegiatan observasi sekitar, diskusi dengan pertanyaan pemantik adalah pembelajaran yang membangun elemen bernalar kritis, mandiri dan gotong royong dengan melibatkan peserta didik dalam diskusi dan pemilihan bentuk untuk tugas asesmen sumatif.

Contoh penerapan penyesuaian pembelajaran dan pengembangan PPP

Asesmen Diagnostik:

Tes :

  • Menyebutkan urutan bilangan cacah dengan tepat
  • Pemahaman tentang Penjumlahan dan pengurangan

Untuk mengidentifikasi kemampuan berhitung pengurangan dan penjumlahan

MODUL AJAR MATEMATIKA

43 of 51

Contoh Cuplikan Modul Ajar

Aktivitas 4 (Kinerja)

Menyelesaikan kegiatan mewarnai bersama dan mencocokan gambar simbol sesuai Garuda Pancasila

Aktivitas 5 (Sumatif 2 : Proyek)

Membuat sebuah video/pertunjukan bermain peran dengan tema penerapan pancasila dalam kehidupan sehari-hari

Tujuan pembelajaran

  • Melalui kegiatan mengamati dan menyimak cerita bergambar, peserta didik menunjukkan sikap sesuai dengan nilai pancasila terhadap diri sendiri dan orang lain sebagai tanda syukur kepada Tuhan YME.
  • Melalui mengamati gambar dan video simbol Pancasila, peserta didik dapat menghubungkan cimbol-simbol Pancasila dengan sila-sila Pancasila
  • Melalui kegiatan mewarnai secara berkelompok peserta didik dapat mengkaitkan/mencocokan gambar simbol sesuai Garuda Pancasila

Aktivitas 1 (Kinerja)

Menceritakan aktivitas pada cerita bergambar tentang implementasi sila Pancasila.

Aktivitas 2 (Tes)

Menuliskan penerapan sila pancasila di rumah dan menyebutkan sila-sila pancasila

Aktivitas 3 (Kinerja)

Menyelesaikan permasalahan/memberikan pendapat dengan memberikan pendapat yang sesuai gambar/artikel berita/saat bermain yang menunjukkan sikap sesuai nilai Pancasila

MA untuk Kelas 1 (Fase A)

Pendidikan Pancasila

12 JP

Profil Pelajar Pancasila:

  • Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia
  • Mandiri
  • Kreatif

Asesmen Sumatif

  • Ceritakan contoh penerapan sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari!
  • Gambarkan lambang sila pancasila

Diskusi dan kegiatan berkelompok dibagi berdasarkan kelompok dengan kesiapan yang berbeda, sehingga pembelajaran sesuai dengan tingkat kesiapan peserta didik.

Kegiatan observasi sekitar, diskusi dengan pertanyaan pemantik adalah pembelajaran yang membangun elemen bernalar kritis dan juga mandiri dengan melibatkan peserta didik dalam diskusi dan pemilihan bentuk untuk tugas asesmen sumatif.

Contoh penerapan penyesuaian pembelajaran dan pengembangan PPP

Asesmen Diagnostik:

Tes :

  • Apa lambang negara Indonesia?
  • Bagaimana bentuk lambang negara Indonesia

Untuk mengidentifikasi pemahaman lambang negara Indonesia dan implementasi dalam kehidupan sehari-hari.

44 of 51

Contoh Cuplikan Modul Ajar

Apa yang terjadi apabila tidak ada air?

Apa sajakah fungsi air bagi makhluk hidup di muka bumi?

Bagaimana proses terjadinya daur air?

Bagaimana cara memperoleh air bersih?

Apa masalah yang terjadi tentang air?

Bagaimana menunjukan pemahaman tentang pengaruh siklus air?

Aktivitas 1: Diskusi fungsi air untuk manusia.

Formatif asesmen

Aktivitas 2: Curah pendapat tentang fungsi air.

Formatif asesmen

Aktivitas 3:

Eksperimen daur air.

Aktivitas 4: Praktek penyaringan air bersih.

Aktivitas 5: Riset kelompok tentang air bersih.

Formatif asesmen

Aktivitas 6: Pameran dan Presentasi pemahaman.

Tujuan Pembelajaran:

Peserta didik mengidentifikasi urutan siklus air.

Peserta didik mendeskripsikan pengaruh siklus air dalam kehidupan sehari-hari.

Asesmen sumatif:

Menunjukkan pemahaman mengenai pengaruh siklus air dalam presentasi dan pameran karya.

Indikator asesmen sumatif:

Memberikan gambaran informasi detail dan akurat, relevan, dan berhubungan dengan topik.

Presentasi berisi pesan yang jelas dipahami audiens.

MA untuk Kelas 4 (Fase B)

Profil Pelajar Pancasila:

  • Bernalar kritis
  • Mandiri

Asesmen Diagnostik:

Menjawab tiga pertanyaan tentang siklus air.

Urutan Kegiatan

Tautan MA IPAS Kelas 4

Siklus Air

44

Asesmen sumatif memberikan pilihan dalam membuat produk presentasi, bisa dengan menulis laporan ilmiah, membuat rekaman sandiwara radio, rekaman siaran atau poster/ infografis. Dalam eksperimen daur air, guru memberikan pilihan menantang sesuai dengan tingkat kesiapan peserta didik, dengan tiga kegiatan eksperimen yang berbeda.

Contoh penerapan penyesuaian pembelajaran dan pengembangan PPP

45 of 51

Pelaporan Kemajuan Belajar

  1. Pelaporan hasil belajar disampaikan

sekurang-kurangnya pada setiap akhir semester.

  1. Satuan pendidikan menyampaikan rapor peserta didik secara berkala melalui e rapor/dapodik
  2. Pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, atau sederajat, satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk menentukan kriteria kenaikan kelas dengan mempertimbangkan:
    1. laporan kemajuan belajar;
    2. laporan pencapaian projek penguatan profil pelajar Pancasila;
    3. portofolio peserta didik;
    4. paspor keterampilan (skill passport) dan rekognisi pembelajaran lampau peserta didik untuk SMK
    5. prestasi akademik dan non-akademik;
    6. ekstrakurikuler;
    7. penghargaan peserta didik; dan
    8. tingkat kehadiran.
  1. Satuan pendidikan menyiapkan pelaporan hasil belajar (rapor) peserta didik.
  2. Rapor peserta didik PAUD meliputi komponen identitas peserta didik, nama satuan pendidikan, kelompok usia, semester, tinggi badan dan berat badan, deskripsi perkembangan capaian pembelajaran, dan refleksi orang tua.
  3. Rapor peserta didik SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK atau sederajat meliputi komponen identitas peserta didik, nama satuan pendidikan, kelas, semester, mata pelajaran, nilai, deskripsi, catatan guru, presensi, dan kegiatan ekstrakurikuler.
  4. Satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk menentukan mekanisme dan format pelaporan hasil belajar kepada orang tua/wali.
  5. Pada SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK/MAK atau sederajat, satuan pendidikan dan pendidik memiliki keleluasaan untuk menentukan deskripsi dalam menjelaskan makna nilai yang diperoleh peserta didik.

46 of 51

Format Laporan Hasil Belajar

Untuk dimasukkan ke Dapodik ganti kelas 1

47 of 51

Format Laporan Hasil Projek

https://docs.google.com/spreadsheets/d/1GyhQrIjvaR6wL2avZebFj_WGVR03bjEx/edit?usp=sharing&ouid=103505653984674347767&rtpof=true&sd=true

48 of 51

Kesimpulan

  • Komponen kurikulum operasional yang dikembangkan dan digunakan di satuan pendidikan terdiri atas karakteristik satuan pendidikan, visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan, pengorganisasian pembelajaran, dan perencanaan pembelajaran. Satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk menentukan format dan sistematika penyusunan kurikulum operasional satuan pendidikan.
  • Perangkat ajar meliputi buku teks pelajaran, modul ajar, modul projek penguatan profil pelajar Pancasila, contoh-contoh kurikulum operasional satuan pendidikan, video pembelajaran, serta bentuk lainnya. Pendidik dapat menggunakan beragam perangkat ajar dari berbagai sumber. Perangkat ajar dapat langsung digunakan pendidik untuk mengajar ataupun sebagai referensi atau inspirasi dalam merancang pembelajaran point.
  • Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, baik secara muatan maupun secara waktu pelaksanaan. Secara muatan, projek profil harus mengacu pada capaian profil pelajar Pancasila sesuai dengan fase peserta didik, dan tidak harus dikaitkan dengan capaian pembelajaran pada mata pelajaran.
  • Komponen kurikulum operasional yang dikembangkan dan digunakan di satuan pendidikan terdiri atas karakteristik satuan pendidikan, visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan, pengorganisasian pembelajaran, dan perencanaan pembelajaran. Satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk menentukan format dan sistematika penyusunan kurikulum operasional satuan pendidikan

49 of 51

Karakteristik Kurikulum di Setiap Jenjang

PAUD

SD

SMP

SMA

SMK

SLB

Kegiatan bermain sebagai pendekatan belajar yang utama

Penguatan literasi dini dan penanaman karakter dapat melalui kegiatan bermain-belajar berbasis buku bacaan anak

Fase Fondasi untuk meningkatkan kesiapan bersekolah

Pembelajaran berbasis projek untuk penguatan profil Pelajar Pancasila dilakukan melalui kegiatan perayaan hari besar dan perayaan tradisi lokal

Penguatan kompetensi yang mendasar dan pemahaman holistik:

  • Untuk memahami lingkungan sekitar, mata pelajaran IPA dan IPS digabungkan sebagai mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS)
  • Integrasi computational thinking dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPAS
  • Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran pilihan

Pembelajaran berbasis projek untuk penguatan profil Pelajar Pancasila dilakukan minimal 2 kali dalam satu tahun ajaran

Penyesuaian dengan perkembangan teknologi digital, mata pelajaran Informatika menjadi mata pelajaran wajib

Panduan untuk guru Informatika disiapkan untuk membantu

guru-guru pemula, sehingga guru mata pelajaran tidak harus berlatar belakang pendidikan informatika

Pembelajaran berbasis projek untuk penguatan profil Pelajar Pancasila dilakukan minimal 3 kali dalam satu tahun ajaran

Program peminatan/ penjurusan tidak diberlakukan

Di kelas 10 pelajar menyiapkan diri untuk menentukan pilihan mata pelajaran di kelas 11. Mata pelajaran yang dipelajari serupa dengan di SMP

Di kelas 11 dan 12 pelajar mengikuti mata pelajaran dari Kelompok Mapel Wajib, dan memilih mata pelajaran dari kelompok MIPA, IPS, Bahasa, dan Keterampilan Vokasi sesuai minat, bakat, dan aspirasinya

Pembelajaran berbasis projek untuk penguatan profil Pelajar Pancasila dilakukan minimal 3 kali dalam satu tahun ajaran, dan pelajar menulis esai ilmiah sebagai syarat kelulusan

Dunia kerja dapat terlibat dalam pengembangan pembelajaran

Struktur lebih sederhana dengan dua kelompok mata pelajaran, yaitu Umum dan Kejuruan. Persentase kelompok kejuruan meningkat dari 60% ke 70%

Penerapan pembelajaran berbasis projek dengan mengintegrasikan mata pelajaran terkait.

Praktek Kerja Lapangan (PKL) menjadi mata pelajaran wajib minimal 6 bulan (1 semester).

Pelajar dapat memilih mata pelajaran di luar program keahliannya

Capaian pembelajaran pendidikan khusus dibuat hanya untuk yang memiliki hambatan intelektual

Untuk pelajar di SLB yang tidak memiliki hambatan intelektual, capaian pembelajarannya sama dengan sekolah reguler yang sederajat, dengan menerapkan prinsip modifikasi kurikulum

Sama dengan pelajar di sekolah reguler, pelajar di SLB juga menerapkan pembelajaran berbasis projek untuk menguatkan Pelajar Pancasila dengan mengusung tema yang sama dengan sekolah reguler, dengan kedalaman materi dan aktivitas sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pelajar di SLB

50 of 51

Refleksi

Silakan masuk ke tautan berikut untuk mengisi refleksi

https://bit.ly/refleksitopik2

51 of 51

Terima Kasih

Sosialisasi Pengawas dan Kepala Sekolah