1 of 16

TITRASI ASAM-BASA

2 of 16

PENGENALAN TITRASI ASAM BASA

Penetapan kadar larutan asam dan basa dapat dilakukan melalui suatu prosedur percobaan yang disebut titrasi asam-basa. Kadar larutan asam ditentukan dengan menggunakan larutan basa yang telah diketahui kadarnya, dan sebaliknya, kadar larutan basa ditentukan dengan menggunakan larutan asam yang diketahui kadarnya.

3 of 16

PROSEDUR TITRASI ASAM-BASA

Menentukan kadar suatu larutan HCl dengan menggunakan larutan NaOH 0,1 M.

Melakukan percobaan untuk mengetahui berapa volume larutan NaOH 0,1 M yang ekuivalen dengan volume tertentu larutan HCl tersebut.

Sejumlah tertentu larutan HCl tersebut, misalnya 20 mL, ditempatkan dalam gelas Erlenmeyer.

Kemudian ditetesi dengan larutan NaOH 0,1 M (dalam buret) sehingga keduanya ekuivalen (tepat habis bereaksi). Titik ekuivalen dapat diketahui dengan bantuan indikator asam-basa.

Titrasi (penetesan) dihentikan tepat pada saat indikator asam-basa menunjukkan perubahan warna. Saat indikator asam-basa menunjukkan perubahan warna disebut titik akhir titrasi.

4 of 16

PERUBAHAN PH PADA TITRASI ASAM-BASA (KURVA TITRASI)

1. Titrasi Asam Kuat dengan Basa Kuat

Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari kurva tersebut adalah sebagai berikut.

Mula-mula pH larutan naik sedikit demi sedikit, tetapi perubahan yang cukup drastis terjadi di sekitar titik ekuivalen, terjadi perubahan pH dari sekitar 4 menjadi 10.

Titik ekuivalen, pH larutan pada saat asam dan basa tepat habis bereaksi, adalah 7 (netral).

Untuk menunjukkan titik ekuivalen, dapat digunakan indikator metil merah, bromtimol biru, atau fenolftalein. Indikator-indikator tersebut mengalami perubahan warna di sekitar titik ekuivalen. Oleh karena perubahan warna indikator fenolftalein lebih tajam (lebih mudah diamati), maka indikator fenolftalein lebih sering digunakan.

5 of 16

2. Titrasi Asam Lemah dengan Basa Kuat

Dari gambar tersebut, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut.

Titik ekuivalen berada di atas 7, yaitu antara 8–9.

Lonjakan perubahan pH pada sekitar titik ekuivalen lebih sempit, hanya sekitar 3 satuan, yaitu dari pH ±7 hingga pH ±10.

6 of 16

3. Titrasi Basa Lemah dengan Asam Kuat

Berdasarkan Gambar 8.6, dapat disimpulkan sebagai berikut.

Titik ekuivalen, pH larutan pada penetralan basa lemah oleh asam kuat, berada di bawah 7.

Lonjakan pH di sekitar titik ekuivalen juga lebih sempit, hanya sekitar 3 satuan, yaitu dari pH ± 7 hingga pH ± 4.

7 of 16

V1 X M1 X (OH-)1 = V2 X M2 X (H+)2

PERHITUNGAN TITRASI

TITRAN

TITRAT

8 of 16

Sebanyak 25 ml larutan cuka makan CH3COOH ( Ka = 10-5) dititrasi dengan NaOH 0,1 M. Percobaan ini diulangi hingga 3 kali dan diperoleh data sebagai berikut :

No

V CH3COOH

V NaOH 0,1 M

1

25 ml

24 ml

2

25 ml

26 ml

3

25 ml

25 ml

Rata - rata

25 ml

Tentukan :

  1. Konsentrasi dan kadar persen CH3COOH
  2. pH larutan pada saat jumlah NaOH yang ditambahkan sebanyak
  3. 10 ml
  4. 25 ml
  5. 40 ml

JAWAB :

CONTOH SOAL

CH3COOH = NaOH

V1 X M1 X H+ = V2 X M2 X OH-

25 X M1 X 1 = 25 X 0,1 X 1

M1 (CH3COOH) = 0,1 M

a

% Cuka = 0,1/17,4 X 100%

= 0,57 %

9 of 16

10 of 16

11 of 16

--

1,5-

12 of 16

  1. Seorang siswa SMA Negeri 1 Pati ingin mengetahui kadar asam cuka merk “Asamo lezato “ yang beredar di pasaran. Langkah kerja yang ditempuh yaitu mengencerkan 1 mL asam cuka menjadi 100 mL. Kemudian larutan asam cuka yang telah diencerkan dimasukkan kedalam 3 buah gelas Erlenmeyer masing-masing diisi 10 mL. Setelah ditetesi dengan indikator phenolphtalein ( PP ) lalu dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M. Diperoleh data sebagai berikut :

Hitunglah Molaritas dan kadar % asam cuka tersebut ! ( Kadar asam cuka glasial/murni = 17,4 M )

13 of 16

Rumus Pengenceran : V1 x M1 = V2 x M2

1 x M1 = 100 x 0,02

M1 = 2 M

% = 2/17,4 X 100 %

= 11,5 %

14 of 16

Untuk menentukan molaritas larutan NaOH, ditimbang 3,15 gram asam oksalat H2C2O4 dan dilarutkan dalam air hingga volume menjadi 250 ml. Sebanyak 20 ml larutan NaOH dititrasi dengan asam oksalat. Pada titrasi ini membutuhkan 10 ml larutan asam oksalat.

  1. Berapa molaritas larutan asam oksalat ?
  2. Berapa molaritas larutan NaOH ?

Sebanyak 20 gram soda (Na2CO3) tidak murni dilarutkan dalam air hingga volumenya 250 ml. Lalu 50 ml larutan ini dititrasi dengan asam klorida 0,1 M sebanyak 30 ml. Berapa % massa Na2CO3 dalam soda tersebut ?(Mr = 106)

LATIHAN SOAL :

1

2

15 of 16

Berikut adalah grafik hasil titrasi 25 ml suatu asam dengan larutan Ca(OH)2 0,2 M

Berdasarkan grafik tersebut, maka dapat diprediksi larutan asam yang mungkin ditrasi dan konsentrasinya adalah ...

3

M1 X V1 X n1 = M2 X V2 X n2

16 of 16

Berikut adalah grafik hasil titrasi 20 ml suatu asam HX dengan larutan KOH 0,2 M

Tentukan pH pada saat

titik X, A, B, C, D dan E ?

4

Ka HX = 10-5