1 of 130

Sistem Informasi Akuntansi

Pengertian sistem informasi akuntansi :

1.Kumpulan sumberdaya yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan dan data lainnya menjadi informasi, (Bodnar & Hoopwood,1988).

2.Sistem informasi yang mencakup semua fungsi aktivitas akuntansi yang memperhatikan akibat yang akan ditimbulkan pada sumberdaya ekonomi dan kejadian eksternal maupun operasi di internal organisasi,(Wilkinson,2000).

3.Sistem yang mengumpulkan dan memproses data transaksi bisnis serta menyajikan informasi keuangan kepada pihak yang berkepentingan.

4.Komponen organisasi yang mengumpulkan,mengelompokkan,menggolongkan ,mencatat,memproses ,menganalisis dan mengkomunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk mendukung pengambilan keputusan pihak internal dan eksternal.

Sistem informasi akuntansi bersifat mandatory, diwajibkan oleh aturan legal sebagai pelaksanaan prinsip manajemen keuangan berupa pertanggungjawaban (accountability) dan pengelolaan (stewardship) dari para pengurus perusahaan kepada stakeholder.

2 of 130

Akuntan

  1. Manajer:tanggungjawab manajer akuntansi dalam mengatur pencatatan dan pelaporan akuntansi termasuk mengelola sistem informasi membuat posisinya penting di tim perencanaan strategis organisasi sehingga perlu mengetahui bagaimana bisnis dijalankan,tujuan dan proses bisnis dan bagaimana sistem informasi membantu hal tersebut.
  2. Pengguna:harus memahami bagaimana sistem informasi akuntansi digunakan menangani transaksi –transaksi yang dikelompokkan ke beberapa siklus dan memahami aplikasi yang digunakan mendukung operasi bisnis dan pengambilan keputusan.
  3. Konsultan,Evaluator,Jasa Akuntansi dan Perpajakan.

Penting bagi profesional keuangan selain keahlian keuangan atrln:

1. Keahlian teknologi.

2. Keahlian berkomunikasi.

3. Pengetahuan bisnis.

4. Kepemimpinan.

3 of 130

Karakteristik sistem informasi akuntansi :

  1. Melaksanakan tugas yang diperlukan baik di internal maupun eksternal perusahaan, di semua unit dan semua level manajemen.
  2. Independen karena disusun oleh unit yang netral yang tidak terlibat operasional.
  3. Berfokus pada data historis dan disajikan secara terinci.
  4. Diatur dengan aturan legal standar akuntansi keuangan (SAK).
  5. Sebagai implementasi dari sistem pengendalian internal.

4 of 130

Fungsi SIA:

  1. Mengumpulkan dan menyimpan data transaksi bisnis.
  2. Memproses data menjadi informasi .
  3. Menyediakan pengendalian yang cukup.

Tujuan SIA :

  1. Mendukung kegiatan opersional harian (to support the operations):membantu agar efisien dan efektif dan sistem pemrosesan transaksi:mis:menerima pesanan,mengirim barang,penagihan ke pelanggan.
  2. Mendukung pengambilan keputusan manajemen (to support decision making by internal decision makers):mis informasi produk yang penjualannya paling banyak perlu untuk merencanakan produk apa yang harus ada dalam persediaan berikutnya.
  3. Mendukung berkenaan dengan kepengurusan ( to fullfill obligations relating to stewardship):manajemen bertanggungjawab menginformasikan pengaturan sumber dana dan penggunaan sumber daya organisasi untuk pencapaian tujuan organisasi:pajak,laporan keuangan.

5 of 130

Mamfaat SIA

  1. Meningkatkan kualitas produk dan mengurangi biaya produk yang dihasilkan .
  2. Meningkatkan efisiensi.
  3. Meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan.
  4. Menyediakan informasi yang relevan,akurat dan tepatwaktu untuk pelaksanaan rangkaian kegiatan utama untuk menghasilkan produk atau jasa(value chain) yang efektif dan efisien.
  5. Meningkatkan interaksi dan komunikasi bertukar informasi ,pikiran dan pendapat (knowledge sharing).
  6. Efisiensi kerja bagian keuangan.

6 of 130

SUB SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

  1. Sistem Buku Besar
  2. Sistem Pelaporan Keuangan
  3. Sistem Pemrosesan Transaksi

7 of 130

MODEL SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

1. Model Akuntansi Keuangan

2. Model Akuntansi Manajemen

8 of 130

KOMPONEN SIA

1. Masukan

Data transaksi yang input berasal dari internal dan eksternal. Data ditangkap dan dicatat di dokumen sumber atau dokumen dasar (formulir) yang akan dimasukkan ke sistem informasi.

Dokumen sumber membantu :

  1. Menunjukkan macam dari data yang harus dikumpulkan dan ditangkap.
  2. Data dapat dicatat dengan jelas ,konsisten dan akurat.
  3. Dapat mendorong kelengkapan data akuntansi.
  4. Pendistribusi data .
  5. Pembuktian terjadinya transaksi yang sah.
  6. Sebagai cadangan dari file-file data di sistem komputer.

9 of 130

  1. Model : data diambil dari basis data diproses untuk menghasilkan informasi yang diolah lewat model logika (proses perbandingan logika) atau model matematik (proses perhitungan matematik) yang diprogramkan.Informasi yang relevan (predictive value dan confirmatory value) dapat dicapai dengan komponen model.

  • Keluaran : keluaran berupa informasi dihasilkan dengan menggunakan data dari basis data yang telah diproses menggunakan model tertentu.

10 of 130

PILAR INFORMASI

  1. Relevan(relevant):informasi yang diperlukan relevan dengan permasalahan ,misi dan tujuan organisasi.
  2. Akurat (accurate): tidak mengandung unsur kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
  3. Tepat waktu(time lines):tersedia tepat pada waktunya.
  4. Mudah dipahami (comprehensibility) : mudah dipahami terkait pekerjaan rutin dan untuk keputusan strategis.
  5. Keandalan (reliability): informasi dari sumber yang dapat diandalkan kebenarannya dan dapat menjamin keterpercayaan informasi yang sajikan
  6. Ketersediaan (availability): infomasi itu sendiri harus tersedia dan dapat diperoleh .
  7. Konsisten(consistent) : tidak kontradiksi dalam penyajiannya.

11 of 130

4. Basis Data

Basis data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan, tersimpan di perangkat keras komputer (simpanan permanen atau storage), dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.

File (kumpulan data yang terorganisasi) digunakan menyimpan data yang sejenis, setiap data mempunyai beberapa atribut, masing-masing atribut disebut dengan field dan satu atribut disebut dengan record.

Jenis – Jenis File :

  1. File induk (master file) : berisi informasi mengenai entitas dari kejadian. File induk berisi dua jenis informasi yaitu data utama jadi acuan mencatat data transaksi memuat data permanen digunakan terus menerus dan data ringkasan.
  2. File transaksi (transaction file) : menyimpan informasi tentang kejadian (kumpulan data masukan transaksi)digunakan mencatat setiap transaksi.
  3. File referensi (berisi data yang sifatnya konstan, dibaca program lain), diperlukan untuk mendukung pemrosesan data.
  4. File cadangan (salinan file lain).

12 of 130

Data yang disimpan pada file diolah dengan cara :

  1. Batch :

Data diolah berurutan dari data pertama, dilanjutkan data berikutnya, sampai semua data selesai dibaca, melibatkan file induk dan file transaksi, diurut berdasarkan atribut kunci, akan menghasilkan file induk baru, yang lama dipakai cadangan.

Digunakan untuk file yang isinya banyak, tapi tidak diperlukan informasi seketika, media penyimpanan biasanya pita magnetik.

  1. Online :

Data diolah cara online,menggunakan file induk dan file transaksi, data difile induk diurut sesuai atribut kunci, setiap transaksi akan mengubah data difile induk.

Digunakan untuk transaksi frekuensi tinggi dan menghasilkan informasi setiap saat, media simpanan hardisk.

Paket perangkat lunak (data base management system) yang banyak digunakan saat ini mengolah basis data adalah Relational Data Base Management System, menggambarkan field dan record dari data, model relasi dengan beberapa tabel, yang masing masing tabel memiliki primary key dapat dihubungkan menghasilkan informasi baru.

13 of 130

5. Teknologi

Teknologi sistem komputer mempercepat proses pengolahan data dan teknologi sistem telekomunikasi mempercepat proses transmisi data membuat informasi disajikan tepat waktu.

Akuntansi dengan sistem komputerisasi memiliki keunggulan:

1.Menyederhanakan proses penyimpanan catatan (ketika transaksi dicatat pada saat yang bersamaan diposkan ke buku besar umum dan pembantu).

2.Lebih akurat dibanding manual.

3.Memberikan informasi bagi manajemen terkait saldo akun setiap saat karena saldo akun diposkan setiap terjadi transaksi.

1.Teknologi Sistem Komputer

-Sistem Perangkat Keras

-Sistem Perangkat Lunak

2.Teknologi Sistem Telekomunikasi:

-Topologi Jaringan

14 of 130

Jaringan (network):sistem hubungan elektronik yang memungkinkan komputer yang berbeda saling berbagi informasi yang sama.

Bentuk dari jaringan (network) adalah jaringan dari sistem komunikasi data melibatkan sebuah atau lebih node (sumber daya seperti terminal komputer, printer) yang dihubungkan dengan jalur transmisi atau link (media penghubung seperti kabel, satelit) .

Bentuk dari jaringan (network) disebut dengan topologi. Topologi dasar dapat berbentuk bintang (star network), bentuk bus (bus network), bentuk lingkaran (loop network) dan bentuk cincin (ring network), bentuk laba-laba (web network), bentuk meta (meta network).

Server:komputer utama dalam sistem jaringan dimana program dan data disimpan.

15 of 130

6. Pengendalian Internal.

Pengendalian internal:mencakup aturan,kebijakan-kebijakan, prosedur-prosedur dan sistem informasi yang digunakan melindungi aset ,menjamin terpercayanya catatan akuntansi dan mematuhi peraturan dan undang-undang yang telah ditetapkan.

Perusahaan menggunakan pengendalian internal untuk mengarahkan operasi dan mencegah penyalahgunaan sistem.

Tujuan pengendalian internal:

1.Aset terlindungi dan hanya diperuntukkan pada pencapaian tujuan bisnis.

2.Informasi bisnis yang akurat.

3.Setiap individu perusahaan mematuhi peraturan dan ketentuan.

16 of 130

Unsur-unsur Pengendalian Internal :

Untuk mencapai tujuan pengendalian internal pihak manajemen bertanggung jawab mendesain dan mengaplikasikan lima unsur pengendalian internal yang terdiri dari:

    • Lingkungan Pengendalian
    • Pencegahan risiko
    • Kegiatan Pengendalian
    • Informasi dan komunikasi
    • Pemantauan

    • Berdasarkan cakupannya pengendalian internal terdiri pengendalian umum dan pengendalian aplikasi.Pengendalian umum terdiri dari praktik manajemen yang sehat,pengendalian operasional,pengendalian dokumentasi,pengendalian otorisasi, pengendalian aset dan pengamanan aset.Pengendalian aplikasi terdiri dari pengendalian masukan,proses,keluaran dan basis data.

17 of 130

Struktur Pengendalian Internal

Struktur pengendalian internal :

  1. Sistem pengendalian manajemen:tujuannya mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen dan prosedur dengan jenis pengendalian administratif.
  2. Sistem pengendalian operasional:tujuannya meningkatkan efisiensi operasi dengan jenis pengendalian administrasi.
  3. Sistem pengendalian akuntansi:tujuannya melindungi aset,meningkatkan ketelitian dan keterpercayaan data akuntansi dan jenis pengendalian akuntansi.

18 of 130

Penyelenggaraan pengendalian internal dilakukan untuk menghindari kerugian disebabkan antara lain:

    • Penggunaan sumber daya secara berlebihan
    • Proses pengambilan keputusan yg tidak tegas
    • Kesalahan pencatatan data
    • Kerusakan berbagai catatan
    • Hilang atau rusaknya aset
    • Ketidakpatuhan terhadap manajemen
    • Penyelewengan

19 of 130

SIKLUS TRANSAKSI

Menunjukkan prosedur akuntansi dari sumber data sampai proses pencatatan akuntansinya.Komponen sistem informasi akuntansi diarahkan untuk menangani berbagai transaksi yang dikelompokkan ke beberapa siklus yaitu:

1.Siklus pendapatan (revenue cycle).

2.Siklus pengeluaran (expenditure cycle).

3.Siklus buku besar dan pelaporan keuangan(general ledger and financial reporting cycle)

5.Siklus konversi (convertion cycle).

7.Siklus manajemen sumber daya manusia (human recource management cycle).

20 of 130

Siklus Pendapatan

1.Siklus pendapatan: prosedur akuntansi sampai pelaporan dalam menukar barang atau jasa kepada pelanggan sampai menjadi kas.Siklus pendapatan berhubungan dengan pendistribusian sumber-sumber ekonomi yang telah diubah bentuk ke pembeli dan mendapatkan pembayaran meliputi sistem pemesanan, sistem penjualan, sistem penerimaan kas dan sistem piutang dagang.

21 of 130

Siklus Pendapatan

Fungsi penyelenggaraan siklus pendapatan untuk:

    • Mendapatkan pesanan.
    • Menyepakati harga.
    • Melakukan penjualan.
    • Menyerahkan barang atau jasa .
    • Menagih pembeli.
    • Menerima pembayaran .
    • Menyelengarakan pencatatan
    • Memindah bukukan
    • Menyusun laporan.

Bagian terlibat :departemen pemasaran dan departemen keuangan.

22 of 130

SIKLUS PENDAPATAN

Dokumen sumber :formulir pesanan pembelian,formulir pesanan penjualan,formulir permintaan barang, daftar pengiriman barang, dokumen pengangkutan, pemberitahuan pengiriman barang, dokumen pengangkutan, pemberitahuan pengiriman barang, faktur penjualan, bukti pembayaran, slip deposit, formulir pesanan susulan, memo kredit dan dokumen lainnya.

Basis data di siklus pendapatan : file induk pembeli, file induk piutang, file induk persediaan, file pesanan penjualan aktif, file transaksi penjualan.

23 of 130

SIKLUS PENDAPATAN

Laporan dan informasi: laporan operasional (daftar pesanan yg belum terpenuhi, daftar faktur yg belum dibayar, daftar penerimaan kas, analisis umur piutang) dan laporan manajemen (laporan kinerja, analisis penjualan, laporan arus kas, analisis pembayaran tiap pembeli).

Pengendalian akuntansi :

    • Pengendalian umum (pemisahan fungsi, pemutakhiran dokumentasi, praktik yang sehat, kebijakan pemberian kredit,area yang tidak dimasuki sembarangan).
    • Pengendalian transaksi (dokumen diberi nomor dan dirancang dengan baik, data dalam dokumen di cek, kesalahan segera diralat, barang yang dipesan ditransfer dari gudang ke bagian pengiriman tertulis dan diotorisasi, menagih hanya telah ada pemberitahuan barang sudah dikirim, retur dan penghapusan kredit disertai otorisasi,faktur yang selesai dikroscek dengan dokumen lain,kas segera di setor ,buku pembantu piutang secara berkala diteliti, rekening bank direkonsiliasi tiap bulan.

24 of 130

Pemecahan masalah

Dokumen berikut digunakan perusahaan “TAS” di dalam proses pendapatannya : pesanan penjualan, slip pengambilan, slip pengepakan dan faktur. Catat jawaban ke dalam tabel dibawah ini terkait penggunaan dokumen tersebut :

Dokumen Dibuat selama kejadian Tujuan

Pesanan penjualan

Slip pengambilan

Slip pengemasan

Faktur

25 of 130

Siklus Pendapatan

Aplikasi di sikus pendapatan ini diilustrasikan sbb :proses dimulai di tahap pertama di tanggal 2 Maret melakukan langkah awal menangkap data transaksi ke dokumen sumber berupa formulir faktur elektronik( yang diberi no.165).Setelah faktur dilengkapi lalu dicetak dan dikirim ke pelanggan “HaHa Co”.Secara bersamaan perangkat lunak komputer otomatis mencatat pendapatan honor yang diperoleh sebesar jumlah yang ada di faktur dan diposkan dimisalkan sebesar $2.200,- dan ke akun piutang usaha “HaHa Co” sebesar $2.200,-Pada tahap kedua penagihan dari pelanggan diterima.Untuk hal ini formulir elektronik menerima pembayaran dibuka dan dilengkapi.Formulir ini menunjukkan pembayaran $2.200,-diterima dari “HaHa Co”pada tanggal 28 Maret.Jumlah ini dikaitkan dengan faktur no.615.

26 of 130

27 of 130

SIKLUS PENGELUARAN

  • Siklus pengeluaran adalah prosedur akuntansi sampai pelaporan dalam menukar kas dengan barang atau jasa yang diperlukan perusahaan.
  • Berhubungan dengan usaha mendapatkan sumber-sumber ekonomis dalam bentuk barang atau jasa,meliputi sistem pembelian pengeluaran kas,sistem utang dan sistem penggajian.
  • Tujuan:menjamin barang atau jasa benar yang diperlukan,barang yang diterima sesuai pesanan dan kondisi baik,melindungi barang sampai digunakan,memastikan faktur pembelian benar dan sah,mencatat dan mengkalisifikasi biaya dan pembayaran segera dan teliti,membukukan utang dan pembayaran kas ke rekening pemasok,pembayaran dilakukan melalui otorisasi,menyiapkan dokumen dan laporan berhubungan dengan pengadaan barang atau jasa.

28 of 130

SIKLUS PENGELUARAN

Fungsi siklus pengeluaran :

  • Menentukan kapan perusahaan memerlukan barang atau jasa tersebut.
  • Permintaan barang dan jasa dari masing-masing bagian.
  • Permintaan penawaran harga
  • Pemesanan barang atau jasa ke pemasok
  • Penerimaan dan penyimpanan barang.
  • Penerimaan tagihan dan pembayaran.
  • Memindah bukukan catatan transaksi ke buku besar.
  • Menyiapkan laporan.

29 of 130

SIKLUS PENGELUARAN

  • Bagian yang terlibat :departemen pembelian dan departemen keuangan.
  • Dokumen sumber:formulir permintaan pembelian,formulir pesanan pembelian,laporan penerimaan barang,faktur penjualan,voucer pembayaran,voucer cek.
  • Basis Data : file induk pemasok,file induk utang,file induk persediaan,file pesanan pembelian aktif,file transaksi pembelian ,file lainnya.

30 of 130

SIKLUS PENGELUARAN

  • Laporan dan informasi :laporan operasional(daftar faktur penjualan dari pemasok,daftar cek,jurnal pembayaran kas,daftar utang yang akan dibayar,daftar pesanan barang yang belum diterima,daftar persediaan barang,daftar barang yang diterima terlambat.

31 of 130

SIKLUS PENGELUARAN

  • Laporan dan informasi siklus pengeluaran : tampilan layar,laporan manajemen (lap.arus kas,lap,persediaan) dan analisis pembelian.
  • Pengendalian umum(pemisahan fungsi,dokumentasi manual prosedur yang masih berlaku,praktik yang sehat,kebijakan pembelian,kata sandi,terminal khusus,membuat cadangan setiap file,penggunaan kartu identitas).

32 of 130

SIKLUS PENGELUARAN

  • Pengendalian transaksi:dokumen diberi nomor dan dirancang dengan baik,faktur pembelian diteliti sebelum diproses,kesalahan segera diperbaiki,tembusan dokumen diterbitkan sesuai otorisasi,verifikasi barang yang dipesan,transaksi yang belum selesai dilacak,retur dan potongan melalui persetujuan, faktur dikroscek dengan dokumen lain,saldo utang di buku pembantu dikroscek ke buku besar,persediaan dihitung secara fisik,anggaran pembelian disusun periodik,cek ditandatangani didukung dokumen terkait,masa pembayaran untuk mendapatkan potongan diperhatikan,cek dalam jumlah tertentu ditandatangani dua orang,dokumen di simpan dengan urutan nomor,data transaksi dengan sistem komputer dicetak secara periodik,karyawan terkait kas diawasi,dan kas kecil dilaksanakan.

33 of 130

Siklus Konversi

Siklus konversi merupakan prosedur akuntansi sampai pelaporan dalam mengubah bahan baku sampai barang jadi yang siap dijual atau proses mengubah sumber daya yang diperoleh menjadi barang atau jasa dengan tujuan:

  1. Ketersediaan bahan yang cukup dengan investasi yang rendah.
  2. Peningkatan produktivitas tenaga kerja,pemakaian peralatan sesuai kapasitas dan menghindari gagal produk sehingga dapat menekan biaya produksi.
  3. Menyelesaikan produksi tepat waktu dan segera melakukan penyimpanan dan pengiriman ke pelanggan.
  4. Menjaga kualitas produk dan layanan purna jual.
  5. Pencatatan yang teliti terkait biaya produksi untuk memenuhi pesanan.
  6. Penyediaan informasi bagi manajemen yang tepat waktu.

34 of 130

SIKLUS KONVERSI

  • Bagian yang terlibat : departemen produksi dan departemen akuntansi.
  • Dokumen sumber :daftar kebutuhan bahan,daftar urutan kegiatan,surat perintah produksi,formulir pesanan pembelian,permintaan pembelian,laporan penerimaan barang,slip permintaan bahan,kartu presensi produksi,kartu pengantar.

35 of 130

SIKLUS KONVERSI

Kegiatan siklus konversi :

a. Perencanaan produksi

b. Permintaan bahan baku

c. Penugasan tenaga kerja

d. Akuntansi biaya

e. Penyimpanan barang

36 of 130

Siklus Konversi

  • Basis Data :tabel persediaan,tabel bahan baku,tabel rincian persediaan,tabel produksi,tabel rincian produksi,tabel data karyawan.
  • Pengendalian umum:pemisahan fungsi,surat perintah produksi di otorisasi,pemutakhiran dokumentasi,jadwal produksi dan laporan serta perubahan diselenggarakan dengan jelas,kebijakan produksi oleh manajemen,operator dengan kata sandi,terminal komputer,membuat file cadangan.

37 of 130

SIKLUS PERODUKSI

  • Pengendalian transaksi : dokumen diberi nomor dan dirancang dengan baik,data produksi diperiksa kebenarannya,bahan yang dikeluarkan sesuai dengan perintah produksi,kesalahan segera dibenarkan,perpindahan bahan diverifikasi,transaksi yang belum diselesaikan dimonitor,pengembalian bahan atau produk cacat harus disetujui.

38 of 130

SIKLUS KONVERSISI

  • Biaya akumulasi berhubungan dengan produksi harus diperiksa,kroscek buku pembantu dengan buku besar,fisik persediaan dihitung dan diawasi,nilai persediaan ditinjau secara periodik,anggaran disusun,kartu presensi diotorisasi,dokumen di arsip dan daftar transaksi dicetak berkala.

39 of 130

SIKLUS KONVERSI

  • Laporan :laporan operasional (kegiatan produksi,status bahan baku,penyelesaian produksi,persediaan barang jadi,daftar persediaan minimum,kebutuhan bahan,tampilan layar (status perintah produksi,jadwal produksi,pesanan pembeli yang belum dipenuhi),laporan manajemen dari laporan operasional yang tidak rinci .

40 of 130

SIKLUS BUKU BESAR�

Tujuan umum :

  1. Membukukan data transaksi ke akun yang sesuai.
  2. Pencatatan keseluruhan transaksi akuntansi segera dan dilakukan dengan teliti.
  3. Menyelenggarakan jurnal penyesuaian.
  4. Menjaga keseimbangan debet-kredit.
  5. Menghasilkan laporan keuangan dan menjaga keterpercayaan laporan keuangan.

41 of 130

Siklus buku besar menyelenggarakan fungsi :

  1. Mengumpulkan data transaksi.
  2. Memproses aliran data transaksi.
  3. Menyimpan semua data transaksi.
  4. Menyelenggarakan pengawasan akuntansi.
  5. Menghasilkan laporan keuangan.
  6. Mengklasifikasi dan memberi kode pada setiap data transaksi dan rekening yang sesuai.

42 of 130

Dokumen dan sumber data di siklus buku besar menerima masukan dari berbagai sumber yang berasal dari jurnal umum dan tiga macam transaksi dari :

  1. Transaksi tidak rutin yang terjadi dalam suatu periode akuntansi yang tidak sering dilakukan, contoh, menukar aset dengan saham.
  2. Transaksi penyesuaian rutin dilakukan di akhir periode contoh, perhitungan beban depresiasi.Dan tidak rutin contoh penilaian kembali aktiva.
  3. Transaksi penutup dilakukan dengan membuat jurnal penutup sekaligus jurnal pembuka untuk mengawali suatu periode akuntansi.

43 of 130

Database untuk menyelenggarakan siklus buku besar memerlukan beberapa file induk, file transaksi, dan file kronologis, yaitu:

  1. File induk buku besar. Data yang ada di file ini mewakili satu kode akun berisi atribut berikut: kode akun, nama akun, klasifikasi, saldo awal, total debet dan kredit sejak awal tahun buku hingga hari ini, total debet dan kredit sejak awal bulan hingga hari ini, saldo akhir dan posisi debet atau kredit.
  2. File kronologis buku besar, berisi data realisasi transaksi tiap akun untuk setiap bulan setelah proses tutup bulan dilakukan data yang sudah ditutup dipindah ke file ini.
  3. File format laporan keuangan, berisi format laporan keuangan keuangan yang dihasilkan perusahaan yang terdiri dari: judul laporan, judul kolom, waktu pelaporan, pendistribusian dan klasifikasi laporan.

44 of 130

Siklus Buku Besar

4.File Induk pusat pertanggungjawaban:berisi berbagai data yang terjadi di pusat pertanggungjawaban,misalnya departemen,unit,bagian dan pusat laba dan biaya.Digunakan untuk informasi yang berhubungan dengan prestasi manajer pusat pertanggungjawaban.

5.File induk anggaran:berisi jumlah yang dianggarkan bulanan , tahunan dari aset,utang,pendapatan dan beban untuk tiap pusat pertanggungjawaban.File ini digunakan dengan file pusat pertanggungjawaban untuk laporan kinerja manajer pusat pertanggungjawaban.

6.File voucer aktif:berisi data transaksi yg sdh dibukukan .Meliputi nomor voucer jurnal,jumlah debet dan kredit serta keterangan tiap transaksi.

7.File voucer kronologis.dipakai sebulan saja,setelah ditutup file aktif akan jadi file kronolgis ,digunakan sebagai file cadangan.

45 of 130

Laporan dan Informasi:laporan yang dihasilkan siklus buku besar:

  1. Analisis buku besar.
  2. Laporan keuangan.
  3. Laporan manajemen.

Pengawasan Akuntansi

Siklus buku besar diharapkan menghasilkan informasi dan laporan yang teliti serta tepat waktu, untuk tujuan ini resiko yang dihadapi harus di identifikasi yang kemudian diterapkan langkah-langkah pengawasan yang perlu.

46 of 130

Siklus Buku Besar

Laporan dan informasi siklus buku besar:

1.Analisis buku besar:

a.daftar semua transaksi pada periode akuntansi dibuat menurut kode rekening,digunakan ketika menganalisis peristiwa dari tiap rekening.

b.Laporan alokasi biaya ke berbagai pusat biaya.

c.Penandingan saldo saat ini dengan saldo saat yang sama tahun sebelumnya.

47 of 130

Siklus Buku Besar

2.Laporan keuangan:bentuk sudah standar yaitu laporan posisi keuangan,laba rugi,ekuitas,arus kas dan CaLK ditujukan untuk eksternal.

3.Laporan manajemen:laporan yang dibutuhkan manajer lebih rinci dibanding laporan ke pihak eksternal yang sifatnya untuk analisis.

48 of 130

Siklus Buku Besar

  • Laporan dan informasi dari siklus buku besar diharapkan relevan,akurat dan timelines dan untuk ketiga hal ini perlu mengidentifikasi risiko agar dapat diterapkan pengawasan yang diperlukan.Berbagai risiko yang dihadapi di siklus buku besar:

49 of 130

Resiko yang dihadapi di siklus buku besar:

  1. Catatan jurnal tidak disiapkan dengan baik.
  2. Data jurnal tidak dicatat.
  3. Jumlah debet-kredit tidak seimbang.
  4. Jumlah rekening kontrol dibuku besar tidak sama dengan yang ada dibuku pembantu.
  5. Orang yang tidak berhak dapat membaca dan mengakses data buku besar.
  6. Telusuran audit yang menghubungkan buku besar dengan dokumen sumber ada yang hilang atau tidak dapat digunakan.
  7. Data yang berhubungan dengan buku besar hilang atau rusak.

50 of 130

Pengendalian umum :

  1. Fungsi pencatatan ke buku besar dipisah dari fungsi penyiapan.
  2. Dokumentasi untuk penggunaan kode rekening harus tersedia, dilengkapi prosedur pencatatan.
  3. Langkah operasi misalnya pembuatan laporan dan proses penutupan periode dibuat prosedur yang jelas.
  4. Bila mengolah data online terminal komputer hanya dipakai untuk mencatat data.

51 of 130

Pengendalian Transaksi

  1. Voucher jurnal memiliki nomor urut tercetak.
  2. Data yang ada di voucher jurnal dicek kebenarannya.
  3. Kesalahan mencatat jurnal segera diperbaiki agar tidak diproses ke buku besar.
  4. Voucher jurnal yang sudah di otorisasi harus dibukukan karyawan yang tidak terlibat dalam penyiapan dan pengotorisasian.
  5. Keseimbangan debet-kredit selalu diperiksa ulang.
  6. Jumlah total sebelum dan sesudah diinput dari jurnal ke buku besar selalu dibandingkan.
  7. Referensi silang harus selalu dicatat.
  8. Voucher jurnal disimpan berdasarkan nomor urut.
  9. Catatan jurnal dan laporan keuangan secara periodik diperiksa manajer dan auditor internal.

52 of 130

Aplikasi Sistem Informasi Akuntansi

  1. Utang : mencatat pembelian ,jumlah utang,pembayaran kepada supplier dan laporan manajemen kas.
  2. Piutang:mencatat jumlah piutang pelanggan dengan membuat faktur penjualan,laporan piutang pelanggan bulanan dan laporan manajemen kredit.
  3. Penganggaran.
  4. Akuntansi Biaya
  5. Akuntansi Aset Tetap
  6. Jurnal.
  7. Pengendalian Persediaan:memproses data setiap perubahan persediaan,menyediakan informasi pengiriman dan pemesanan ulang.
  8. Pemrosesan Pesanan:menyimpan dan memproses pesanan dari pelanggan,membuat data pengendalian persediaan dan piutang usaha.

53 of 130

Aplikasi Sistem Informasi Akuntansi

  1. Penggajian:mencatat data kerja dan kompensasi karyawan ,membayar gaji serta dokumennya dan laporan gaji lainnya seperti jumlah potongan pajak penghasilan dan jumlah potongan asuransi yang akan disetorkan.
  2. Akuntansi Pajak.
  3. Laporan Laba Rugi.
  4. Laporan Perubahan Ekuitas.
  5. Laporan Posisi Keuangan.
  6. Laporan Arus Kas.

54 of 130

SISTEM PEMROSESAN TRANSAKSI

Sistem pemrosesan transaksi:menangkap data transaksi bisnis ke dokumen sumber serta mengimput data ke sistem informasi dan merekamnya ke basis data kemudian mengolahnya menjadi informasi pencatatan nilai(score keeping information).

Komponen dasar sistem pemrosesan transaksi:

  1. Masukan: dokumen sumber adalah bukti fisik masukan ke dalam sistem pemrosesan transaksi,berupa formulir yang dirancang untuk memudahkan penggunaan data yang dicatat secara akurat,misalnya order pelanggan,faktur dll.
  2. Pemrosesan: penggunaan jurnal dan register untuk menyediakan catatan masukan yang permanen dan kronologis.Jurnal untuk mencatat transaksi keuangan,register mencatat jenis data lain yang tidak berhubungan langsung dengan akuntansi.
  3. Penyimpanan : buku besar menyediakan penyimpanan data.Transaksi harus di refleksikan ke buku besar dan menghasilkan neraca saldo untuk menguji akurasi catatan sebelumnya.
  4. Keluaran : dokumen yang dihasilkan dari sistem adalah keluaran, neraca saldo, laporan keuangan, laporan operasional, pembayaran cek dll.

55 of 130

Laporan berupa informasi pencatatan nilai (score keeping information) digunakan oleh:

  1. Orang yang terlibat dengan transaksinya(pengirim barang yang mendapat informasi berupa perintah pengiriman sejumlah barang).
  2. Manajer tingkat bawah menggunakan informasi ini untuk pengendalian operasional( kepala bagian penjualan yang mengawasi jumlah penjualan harian).
  3. Stakeholders akan meminta pertanggung-jawaban pengelolaan keuangan(pemerintah meminta laporan keuangan sebagai ringkasan transaksi keuangan perusahaan).

56 of 130

ELEMEN-ELEMEN PEMROSESAN

TRANSAKSI

Memerlukan :

    • Dokumen sumber
    • Jurnal
    • Buku besar
    • Laporan dan keluaran lainnya
    • Bagan perkiraan dan kode lainnya
    • Jejak Audit
    • Metode pemrosesan
    • Pengendalian dan pengamanan

57 of 130

SISTEM PENGKODEAN

Data yang panjang dan bersifat repetitif dapat disingkat menjadi beberapa digit.

Bentuk Kode :

    • Penggunaan warna
    • Kode Bar
    • Tulisan
    • Pengacauan

Metode Pengkodean

    • Sistem Mnemonik : untuk mewakili suatu objek dan memudahkan pengingatan.

Contoh : Kode Arti

CKG Cengkareng

JOG Yogyakarta

58 of 130

    • Sistem Urutan : urutan angka atau abjad untuk mewakili suatu

objek, memudahkan pencairan dokumen.

Contoh : Kode Produksi

A-101 Buku Akuntansi Pengantar

A-102 Buku Akuntansi Biaya

    • Sistem Blok : satu blok di isi dengan data yang berkarakteristik

yang sejenis.

Contoh : Kode Jenis Barang

100-199 Pita printer

200-299 Pita mesin tik

    • Sistem Grup : gabungan huruf atau angka untuk menggambarkan

suatu objek.

Contoh : Kode Arti

1-10-001

Deposito jangka pendek

Rekening di Bank

Aktiva Lancar

59 of 130

Aset

Pelanggan D

Pelanggan C

Persediaan

Kas

Aset Tidak Berwujud

Aset Tetap

Pelanggan A

Pelanggan B

Gambar: Struktur Nomor Akun

Aset Lancar

Piutang Usaha

1

12

11

13

111

112

113

112001

112002

112003

112004

Ikhtisar

Akun

60 of 130

SYARAT PEMBUATAN KODE

    • Unik : tidak ada satu kode yang menggambarkan dua

obyek yang berbeda.

    • Sederhana : obyek yang diberi kode mudah

digolongkan sesuai dengan kodenya.

    • Ringkas : mudah diingat dan hemat tempat

penyimpanan

    • Luwes : mudah dikembangkan
    • Setiap kode panjangnya harus sama.
    • Kerangka acuan yg memenuhi kebutuhan pemakai akan informasi.

61 of 130

DOKUMENTASI

    • Daftar, skema, bagan alir, uraian dalam bentuk kata-kata, formulir, tabel, cetakan program.
    • Dokumentasi yang sudah distandarisasi untuk memudahkan pihak yang ingin mempelajari sistem informasi yang ada.
    • Dokumentasi : - Dokumentasi sistem manual

dokumen sumber, jurnal, buku besar, berbagai laporan, dokumen hasil, telusuran audit, uraian tugas, dokumen urutan pekerjaan.

- Dokumentasi sistem komputerisasian

dokumentasi prosedural, dokumentasi sistem, dokumentasi program, dokumen operasi, dokumentasi data.

- Dokumentasi Gabungan

berhubungan dengan kebijakan perusahaan

(job description).

62 of 130

Kriteria

Jenis-Jenis Laporan

Contoh

Tujuan

Operasional

Perencanaan

Pengendalian

Pertanggung jawaban

Kepatuhan

Lap. pelaksanaan produksi

Anggaran produksi

Analisis selisih biaya

Laporan keuangan

Perhitungan pajak

Kelengkapan

Rinci

Ringkas

Daftar pemb. kas

Ringkasan penerimaan kas

Waktu

Terjadwal

Setiap ada kejadian

Lap. produksi

Kerusakan mesin

Media

Hard copy

Soft copy

Daftar persediaan

Status persediaan barang

Bentuk

Uraian

Grafik

Rencana produk

Trend penjualan

Fungsi Operasi

Keuangan

Pemasaran

Analisis umur piutang

Penjualan jenis produk

63 of 130

JEJAK AUDIT

Seperangkat kaitan yang terbentuk dari elemen-elemen pemrosesan transaksi, merupakan jalur yang ditempuh transaksi akuntansi dalam pemrosesannya. Merupakan alat menelusuri pemrosesan dari dokumen sumber ke jurnal, buku besar, sampai ke ikhtisar menyeluruh pada laporan keuangan.

Fungsi :

    • Membetulkan kesalahan yang ditemukan.
    • Menjawab pertanyaan-pertanyaan.
    • Merekonstruksi arsip.

64 of 130

Daftar Pustaka

  • Bodnar,George H,William S,Hopwood,2010,Accounting Information System,United State of America,Pearson Education Inc,Upper Saddle ,River-New Yersey
  • Hall,James A,2012,Accounting and Information System,Ohio,South Western,Publishing Co.
  • Wing Wahyu Winarno,2006,Sistem Informasi Akuntansi ,UPP,YKPN,Yogyakarta

65 of 130

Pengembangan SIA

Pengembangan sistem : merupakan penyusunan sistem yang baru menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang sudah ada.

Pengembangan dilakukan disebabkan:

  1. Ditemukan permasalahan di sistem yang lama karena beroperasi tidak sesuai yang diharapkan.Permasalahan antara lain dapat disebabkan:sistem yang lama tidak layak,pertumbuhan organisasi,kebutuhan informasi yang semakin luas,volume pengolahan data meningkat dan perinsip akuntansi yang baru.
  2. Mendapatkan peluang untuk meraih kesempatan.
  3. Adanya instruksi –instruksi.

66 of 130

Masalah dalam pengembangan SIA

  1. Permintaan sumber daya pengembangan sistem cukup banyak sehingga proyek bisa terlambat .
  2. Sistem yang baru didesain tidak selalu dapat memenuhi kebutuhan pemakai.
  3. Peroses penyusunan yang terlalu lama dapat membuat sistem tidak lagi memenuhi kebutuhan.
  4. Pemakai tidak dapat mengkomunikasikan kebutuhan mereka lebih spesifik.
  5. Perubahan akan sulit dilakukan setelah persyaratan sistem telah diterapkan menjadi spesifikasi.

67 of 130

Faktor pertimbangan pengembangan SIA

  1. Disusun mengikuti prinsip-prinsip akuntansi.
  2. Mampu menyediakan kebutuhan informasi cepat dan memenuhi kualitas.
  3. Dapat berfungsi mengamankan aset perusahaan.
  4. Penyelenggaraan sistem informasi akuntansi dengan biaya yang tidak mahal.

68 of 130

Prinsip pengembangan SIA

  1. Sistem dikembangkan sesuai kebutuhan manajemen.
  2. Investasi untuk pengembangan dengan jumlah yang besar.
  3. Pengembangan sistem memerlukan orang yang terdidik.
  4. Tahapan dan kegiatan harus dilakukan pada proses pengembangan sistem.
  5. Tidak untuk takut membatalkan sebuah proyek.
  6. Dokumentasi harus dibuat sebagai pedoman pengembangan sistem.

69 of 130

Siklus pengembangan sistem :

1.Kebijakan dan perencanaan sistem awal proyek

2. Analisis sistem

3. Perancangan sistem pengembangan sistem

4. Implementasi sistem

5. Perawatan sistem manajer sistem

70 of 130

Cara pengembangan sistem :

  1. Cara top down yaitu pengembangan dimulai dari atas akan kebutuhan informasi oleh pemakai kemudian ke bawah sampai ke data untuk memenuhi kebutuhan ini.
  2. Cara dekomposisi yaitu memecah sistem yang rumit menjadi beberapa bagian sistem atau terdiri dari modul-modul yang dibuat lebih sederhana.

71 of 130

Pendekatan SDLC

Pengembangan sistem:proses mengubah sebagian atau seluruh sistem informasi.Membutuhkan komitmen,waktu, sumberdaya dan aktivitas yang berkesinambungan.

Pengembangan SIA umumnya diterapkan dengan pendekatan siklus hidup pengembangan sistem (System Development Life Cycle/SDLC).

SDLC :pengembangan sistem informasi yang dimulai dari tahap analisis,tahap perancangan dan tahap penerapan dan operasionalisasi.

72 of 130

Kelebihan SDLC:

  1. Tahapan dapat digunakan sebagai pedoman mengembangkan sistem.
  2. Hasil sistem lebih baik karena melalui analisis dan desain keseluruhan sebelum di implementasikan.

Kelemahan SDLC:

  1. Menyediakan tahapan saja.
  2. Hasil tergantung dari tahapan analisis.
  3. Memerlukan waktu yang lama untuk pengembangannya.
  4. Memerlukan biaya yang besar.
  5. Hasil tidak luwes untuk dimodifikasi.

73 of 130

Tahap Analisis

Tahapan pengembangan sistem :

Tahap analisis : Penentuan apa yang diperlukan untuk penyelenggaraan sistem informasi yang baru dan informasi apa saja yang dapat dihasilkan.

Tahap analisis dilakukan untuk :

  1. Memudahkan pekerjaan di tahapan berikutnya.
  2. Mendapatkan data dari aktivitas bisnis utama,aliran data dan informasi.
  3. Membandingkan data standar dengan data sesungguhnya.
  4. Mengajak partisipasi pihak–pihak yang terlibat dalam desain sistem informasi yang baru.

74 of 130

Kegiatan pada tahap analisis:

  1. Studi pendahuluan.
  2. Studi kelayakan.
  3. Mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan pemakai.
  4. Memahami sistem yang ada.
  5. Menganalisis hasil penelitian.

75 of 130

Kegiatan Tahap Analisis

Kegiatan pada tahap analisis:

  1. Survei sistem yang sedang berjalan pahami sebelum perubahan diusulkan dan untuk menetapkan hubungan kerja dengan pemakai karena suksesnya sistem baru tergantung pada penerimaan pemakai.

Pengujian sistem yang lama untuk perbaikan atau peningkatan dengan tujuan :

  • mengetahui masalah yang ada di sistem yang lama.
  • mengetahui masukan,file,database, pemrosesan,keluaran,pengendalian, sumber data dan sumber daya sistem yang baru.
  • Teknologi terkait kemampuan dan kecepatan mengolah data menjadi informasi.

  1. Identifikasi kebutuhan manajemen akan informasi,analis mempelajari keputusan –keputusan yang dibuat mereka terkait informasi yang dibutuhkan .Tahap yang sulit sebab pengguna sendiri tidak persis tahu informasi apa sebenarnya yang mereka butuhkan secara aktual.

Langkah mengidentifikasi kebutuhan informasi dengan:

  • idendifikasi keputusan tiap manajer.
  • tentukan pengukuran kinerja yang digunakan.
  • analisis proses pengambilan keputusan.
  • analisis informasi yang diperlukan.

3. Studi kelayakan dilakukan apakah sistem perlu dilanjut atau tidak.Pada tahap ini perancang sistem sudah mengetahui gambaran menyeluruh dari sistem yang sedang dipakai sehingga sudah dapat ditentukan persyaratan sistem yang baru.

76 of 130

Kegiatan tahap analisis

  1. Studi kelayakan dilakukan apakah sistem perlu dilanjut atau tidak.Pada tahap ini perancang sistem sudah mengetahui gambaran menyeluruh dari sistem yang sedang dipakai sehingga sudah dapat ditentukan persyaratan sistem yang baru.

77 of 130

Studi kelayakan(feasibility study) digunakan untuk menentukan kemungkinan proyek sistem layak diteruskan atau tidak. Penilaian mencakup :

  1. Kelayakan teknik : apakah teknologi dapat diterapkan pada sistem yang baru.Ketersediaan teknologi dan ketersediaan ahli yang mengoperasikan menjadi kriteria penilaian.

  • Kelayakan ekonomi : apakah sistem yang baru dengan pengorbanan biaya dapat menguntungkan.Kriteria pokok antara mamfaat dan biaya.

  • Kelayakan hukum : apakah sistem dapat dikembangkan dan tidak menyimpang terhadap hukum yang berlaku.Peninjauan kembali terhadap hal-hal yang menyangkut penerapan sistem dan dampak yang ditimbulkan.

  • Kelayakan operasional : apakah sistem dapat dioperasikan dengan baik.Kriteria yang dipertimbangkan antara lain:
  • kemungkinan sistem tidak praktis.
  • terlalu rumit sehingga sulit di jalankan.
  • kemungkinan ada keengganan pemakai meninggalkan sistem yang lama.
  • kualitas informasi apakah dapat memuaskan pengguna.
  • kemungkinan kesulitan manajemen dalan mengendaliakan sistem.

  1. Kelayakan waktu : apakah sistem dapat dikembangkan dengan waktu yang telah ditentukan.Ada kesepakatan dan penerimaan terhadap waktu yang telah ditetapkan antara pemakai dan analis sistem.

78 of 130

PIECES

Pada tahap analisis sistem dapat dilakukan kegiatan menganalisis dengan panduan analisis PIECES.

  1. Performance(kinerja) :masalah kinerja terjadi ketika aktivitas bisnis tidak mencapai sasaran.Kinerja dapat diukur dengan throughput (jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan pada saat tertentu) dan response time (rata-rata waktu respon untuk menanggapi suatu pekerjaan).
  2. Information(informasi):informasi mejadi kebutuhan utama pengguna akhir.Evaluasi terhadap kemampuan sistem menghasilkan informasi penting karana informasi ini digunakan menyikapi peluang-peluang dan menangani masalah yang muncul. Informasi yang dihasilkan harus memenuhi kriteria yang relevan,akurat dan tepat waktu.
  3. Economic(ekonomis) : alasan ekonomis merupakan motivasi umum suatu proyek .Penting untuk mengetahui mamfaat ,keuntungan maupun peluang yang didapatkan dengan penurunan biaya .Terjadi penghematan sehubungan dengan penggunaan sumber daya.
  4. Control(pengendalian) :aktivitas bisnis terus dimonitor dan bila ditemukan kinerja yang dibawah standar segera dikoreksi.Pengendalian dilakukan untuk peningkatan kinerja sistem agar dapat mendeteksi dan mencegah kesalahan sistem , ada jaminan terhadap keamanan data dan informasi serta dapat memenuhi kebutuhan .
  5. Efficient(efisien) : bagaimana menghasilkan output yang sebanyak - banyaknya dengan input seminim mungkin.Diukur dengan membandingkan out-put dengan in-put atau tepat guna sehubungan dengan pengunaan sumber daya minim.
  6. Service(pelayanan) :analisis terhadap layanan penting agar diketahui sejauh mana sistem yang lama dapat memberi layanan dengan kualitas yang baik.Sistem dikatakan buruk apabila sistem menghasilkan produk yang tidak akurat,tidak konsisten,tidak fleksibel,sulit dipelajari dan digunakan.

79 of 130

Kegiatan tahap analisis

4.Membuat laporan kepada manajemen mengenai sistem yang ada dan usulan sistem yang baru.

Penulisan laporan dengan:

  1. Jarak spasi baris lebar untuk bisa diberi komentar.
  2. Nomor halaman.
  3. Menggunakan huruf yang tidak banyak variasi.
  4. Penggunaan bahasa yang baik dan benar.

80 of 130

Tahap Perancangan Sistem

Tahap perancangan sistem : merupakan formulasi spesifikasi rinci dari sistem yang di usul.

Kegiatan tahap perancangan sistem :

  1. Evaluasi rancangan alternatif dari sistem yang diusul. Rancangan dilihat satu persatu, diuraikan dan dievaluasi dengan kriteria cost and benefit.
  2. Penyajian spesifikasi rancangan rinci, rancangan dimulai dari keluaran yang diinginkan ke masukan yang dibutuhkan. Format laporan,struktur data dan langkah pemrosesan diidentifikasikan.
  3. Pembuatan laporan tahap perancangan sistem, mencakup semua hal penting untuk dapat diimplementasikan sistem yang diusul.

81 of 130

Tahap perancangan sistem :

  1. Perancangan secara umum yang memberi gambaran umum tentang kebutuhan informasi kepada pemakai sistem secara logika.
  2. Perancangan secara rinci memberi gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrograman dan teknisi komputer.

82 of 130

Tahap Perancangan

Cara perancangan:

  1. Sistem informasi yang baru dikembangkan dengan waktu yang cukup dengan menetapkan batas-batas sistem.
  2. Tim desain menggunakan teknik manajemen seperti anggaran,bagan gantt dan diagram PERT&CPM.
  3. Penggunaan methode dalam kegiatan yang akan dikerjakan pada proyek sistem dapat menetapkan jangka waktu dan biaya.
  4. Penggunaan sistem untuk jangka panjang sehingga harus memperhatikan strategi jangka panjang perusahaan.

83 of 130

Tahap Implementasi Sistem

Tahap implementasi : implementasi dapat dilakukan jika sistem terbaru telah terpasang dan berjalan di dalam peralatan komputer.Keluaran siap bagi pengguna dan jika sudah diimplementasikan harus ada tindak lanjut resmi dan evaluasi sistem baru,mencakup komentar pengguna.

84 of 130

Tahap implementasi:

  1. Mempersiapkan rencana implementasi.
  2. Melaksanakan kegiatan implementasi meliputi:
  3. memilih dan melatih personil menjadi hal yang sangat penting menjadi perhatian manajemen.
  4. persiapan secara fisik ,memilih dan menentukan tempat dan lokasi sistem.
  5. mengetes sistem dengan menguji program dan prosedur manual yang menyertainya.
  6. membuat dokumentasi agar sesuai dengan keadaan sesungguhnya.
  7. mengkonversi sistem dalam hal pengubahan data dan file.
  8. Menindak lanjuti implementasi dengan membuat laporan kepada manajemen tentang hasil penerapan sistem baru.

85 of 130

Tahap implementasi sistem

Penerapan sistem dengan metode:

  1. Langsung
  2. Paralel
  3. Bertahap

Risiko dalam pengembangan sistem :

  1. Waktu pengembangan terlalu lama
  2. Perancangan tidak selesai .
  3. Sistem selesai tepat waktu,namun ada perkembangan baru dari teknologinya.
  4. Sistem sudah jadi ,tepat waktu,tapi pengguna tidak dapat memakainya.
  5. Sistem berhasil dengan baik,tapi ketika pelaksanaan lambat dan rumit.

86 of 130

Beberapa cara penerapan dengan mengkonversi sistem lama ke sistem baru:

  1. Konversi langsung sistem baru langsung digunakan menggantikan sistem yang lama.Kebaikan cara ini pemakai fokus ke sistem yang baru walaupun diperlukan penyesuaian beberapa saat.Kelemahannya menjadi risiko bila ditemukan kesalahan yang belum diketahui jalan keluarnya dapat menghentikan sistem.Pihak manajemen juga tidak dapat segera membandingkan sistem lama dengan sistem baru.
  2. Konversi paralel memakai sistem yang lama dan sistem yang baru bersamaan.Kebaikan cara ini manajemen dan pemakai dapat menemukan kesalahan dan keterlambatan sistem yang baru dan dapat dengan segera diperbaiki.Memberi rasa aman bila ada kesalahan di sistem yang baru dapat segera beralih ke sitem yang lama.Kelemahannya biaya mahal penggunaan sistem bersamaan hasilnya sama.Jika sistem yang lama menggunakan komputer dan sistem yang baru juga dengan berkomputer tentu akan sulit melihat perbedaannya.
  3. Konversi bertahap dengan menerapkan modul dari sistem secara bertahap.Perubahan sedikit demi sedikit jika telah berhasil dilanjut ke proses berikutnya.Kebaikannya risiko kecil namun kelemahannya memerlukan waktu yang lama.
  4. Konversi pilot dengan menentukan satu lokasi sebagi contoh dan jika telah berhasil kemudian diterapkan ke lokasi lain.Kelebihannya kemungkinan besar berhasil dan mudah.Kelemahannya memerlukan waktu yang lama di tempat yang lain dan kemungkinan juga gagal.

87 of 130

Operasionalisasi dan perawatan sistem perlu dilakukan karena :

  1. Sistem mengandung kesalahan yang sebelumnya belum diketahui.
  2. Sistem mengalami perubahan-perubahan.
  3. Sistem dipengaruhi lingkungan luar.
  4. Sistem perlu di tingkatkan.

88 of 130

Alat Pengembangan SI

Alat bantu dalam pengembangan sistem informasi akuntansi berfungsi untuk menganalisis sistem dan mendokumentasikan sistem,sehingga sistem mudah dipahami.Sistem informasi akuntansi sebagai suatu sistem dalam pengembangannya memerlukan alat bantu dalam berkomunikasi antara analis sistem dengan manajemen yang diantaranya dengan penggunaan:

  1. Diagram Gantt : diagram berkolom untuk menggambarkan jadwal pelaksanaan kegiatan.
  2. Bagan Aliran (Flowchart) : gambar yang menggunakan simbol yang baku untuk menggambarkan sistem atau proses.
  3. Diagram Aliran Data (Data Flow Diagram) : diagram yang menggambarkan aliran data dan informasi dalam sistem.
  4. Pohon Keputusan (Decision Tree) : diagram yang menggambarkan alternatif pengambilan keputusan dengan teknik cabang.
  5. Tabel Keputusan (Decision Table) : tabel untuk menganalisis pembuatan keputusan dengan berbagai syarat.

89 of 130

Alat pengembangan sistem:

  1. Bagan alir(flowchart):jenis diagram yang mewakili algoritma,alir kerja atau proses yang menampilkan langkah-langkah dalam bentuk simbol grafis dan urutannya yang dihubungkan dengan tanda panah.Mewakili ilustrasi dari penyelesaian masalah.
  2. Diagram arus data () data flow diagram):digunakan menggambarkan aliran data dari suatu entiti ke entiti lain tanpa mempertimbangkan fisik dimana data mengalir(telpon,surat dsb) dan lingkungan fisik dimana data disimpan(file kartu,hard disk, pita magnetik ,disket dsb).
  3. Kamus data ( data dictionary):berisi penjelasan detail berupa katalog fakta tentang data yang mengalir di sistem.
  4. Bagan terstruktur (structured chart):digunakan untuk mendefinisikan dan mengilustrasikan sistem secara berjenjang dalam bentuk modul dan sub modul dengan menunjukkan hubungan elemen data dengan elemen control dan hubungan antara modulnya.
  5. Bahasa inggris terstruktur(structured english):peralatan pengembangan sistem yang menggunakan struktur bahasa inggris dan mirip bahasa pemrograman yang digunakan untuk berkomunikasi antara perancang sistem dengan pemakai dalam menjelaskan algoritma.
  6. Data semu (pseudocode): cara sederhana untuk menuliskan program,digunakan untuk berkomunikasi antara perancang sistem dengan pemrogramer.Bukan bahasa pemrograman tapi bentuk penulisan algoritma menggunakan kode yang berisi bahasa tiruan dari bahasa pemrograman dibuat dalam kalimat yang sederhana agar lebih mudah dibaca manusia.
  7. Tabel keputusan (decision table):alat bantu yang digunakan menyelesaikan logika di dalam program.Algoritma berisi keputusan yang bertingkat banyak sekali sulit digambarkan langsung dengan sutructured english atau peseucode tapi hal ini dapat diatasi jika terlebih dahulu dibuat dalam bentuk tabel keputusan.

90 of 130

Bagan alir (flowchart)

Bagan alir : diagram bergambar yang menunjukkan aliran data atau kegiatan.Teknik yang digunakan pada tahap analisis sistem,perancangan sistem dan evaluasi sistem.

Fungsi bagan alir:

  1. Membantu bagian fungsi membentuk pemahaman sehubungan dengan suatu konsep tertentu.
  2. Membantu dalam perencanaan sebuah proyek.
  3. Media komunikasi dalam proyek.
  4. Mampu menjelaskan prosedur yang komplek lebih sederhana.
  5. Membantu memahami proses pada suatu proyek.

91 of 130

Membuat bagan alir:

  1. Pelajari secara teliti bagan alir yang akan dibuat dengan memusatkan perhatian ke hal yang normal terlebih dahulu dan mengesampingkan sementara kesalahan -kesalahan dan penyimpangan.
  2. Penggunaan ukuran kertas yang konsisten dan jika dibuat manual disarankan menggunakan pensil terlebih dahulu dan penggaris.Program komputer banyak digunakan membuat bagan alir seperti flowcharting 3,easyflow,abc flowcharter for windows dan visio for windows.
  3. Tentukan simbol yang diperlukan dan dibatasi untuk memudahkan pembacaan.
  4. Buat skema kasarnya dulu dengan memasukkan hal-hal yang penting dan tidak berharap membuat gambar sekali jadi.
  5. Periksa dan pastikan,gambar sudah berurutan,simbol sudah konsisten,pendistribusian dokumen dan laporan sudah ditunjukkan,simbol proses berada diantara simbol masukan dan keluaran,diawali kiri atas menuju kanan bawah halaman,simbol diberi keterangan,dokumen yang terdiri dari beberapa tembusan diberi nomor,unit atau karyawan yang terlibat ditulis pada bagian atas dan berbagai pengecualian dapat digambar terpisah.
  6. Buat bagan aliran yang final.Diberi judul ,nama yang membuat dan tanggal.

92 of 130

Lambang Flowchart

93 of 130

Simbol Bagan Alir

1. Dokumen atau laporan

Menggambarkan formulir yang merekam data transaksi dalam bentuk kertas atau output di cetak ke kertas.Nama dokumen dicantumkan ditengah simbol dengan singkatan.Dapat berupa faktur,cek,bukti kas masuk,bukti kas keluar,permintaan barang,pengeluaran barang dari gudang ,perintah penjualan,perintah pembelian dll.

2.

Dokumen dan tembusan

Menggambarkan dokumen asli dan tembusannya .Nomor lembar dokumen dibuat disudut kanan atas.Dokumen yang digunakan lebih dari satu.

3.

Catatan

Menunjukkan catatan akuntansi yang merekam data sebelumnya.Nama dokemen dicantumkan ditengah simbol.Dapat berupa jurnal,buku besar dan buku pembantu.

94 of 130

4.

Proses manual

Menggambarkan proses operasional kegiatan manual.Menjelaskan kegiatan mengisi formulir,membandingkan,memeriksa.

  1. Proses dengan komputer

Menggambarkan proses dilakukan dengan penggunaan komputer.

  1. Punch card

Menjelaskan bahwa in-put berasal dari kartu atau ot-put di tulis menuju ke sebuah kartu.

95 of 130

  1. Keputusan

Menunjukkan suatu kondisi tertentu berupa perbandingan pernyataan atau penyeleksian data yang akan menghasilkan dua kemungkinan jawaban ya atau tidak.

  1. Penghubung

Menunjukkan penghubung bagan alir ke halaman yang berbeda.Nomor halaman tercamtum dalam simbol.

  1. Penghubung

Menunjukkan penghubung bagan alir di halaman yang sama.

96 of 130

  1. Pita magnetik

Menunjukkan simpanan input berasal dari pita magnetik atau output disimpan ke pita magnetik.

11. Simpanan on-line

Menunjukkan simpanan input berasal dari disk atau output disimpan ke disk.

12. Arsip permanen

Menggambarkan pengarsipan dengan penyimpanan dokumen yang tidak akan di proses lagi dalam akuntansi yang bersangkutan.

13. Arsip sementara

Menunjukkan tempat penyimpanan dokumen (almari arsip atau kotak arsip) yang nantinya dokumen diambil waktu yang lain untuk pengolahan lebih lanjut.Pengarsipan dapat ditunjukkan dengan memberi nomor urut,abjad atau tanggal dengan singkatan di tengah simbol.

97 of 130

  1. Display

Menggambarkan peralatan output yang digunakan dapat berupa layar,plotter ,printer atau yang lainnya.

  1. Terminator

Menunjukkan awal dari prosedur konsep dan akhir konsep.Prosedur yang diawali dari sudut kiri atas dan di akhiri pada sudut kanan bawah.

16.

Menunjukkan dua garis alir yang bertemu dengan salah satu garis mengikuti garis lainnya.

17.

Menunjukkan persimpangan garis alir.Persimpangan ditunjukkan arah masing-masing garis,salah satu garis dibuat melengkung tepat pada persimpangan garis.

98 of 130

Diagram Gantt

99 of 130

Diagram Gantt

100 of 130

Jenis bagan alir:

  1. Bagan alir dokumen:menggambarkan aliran dokumen antara bagain-bagian di organisasi.Dapat diterapkan di sistem manual dan sistem berkomputer.

101 of 130

Bagan alir dokumen

102 of 130

103 of 130

  1. Bagan alir sistem:bagan aliran yang menggambarkan langkah-langkah pengolahan data pada sitem berkomputer.Uraian rinci bagaimana data di input de sistem komputer ,disimpan pada perangkat simpanan dan ditampilkan dengan perangkat keluaran termasuk pengkomunikasian atau pengiriman data jarak jauh.

104 of 130

Bagan alir sistem

105 of 130

  1. Bagan alir program:menggambarkan aliran suatu program dapat menunjukkan elemen data yang diperlukan program.Simbol yang digunakan simbol dokumen,penghubung,masukan,proses,keluaran,awal dan akhir program.

106 of 130

Bagan alir program

107 of 130

108 of 130

Tabel Keputusan

109 of 130

Diagram Sistem Penjualan

110 of 130

Diagram Pohon Keputusan

111 of 130

Teknik pengembangan sistem informasi:

  1. Teknik manajemen proyek: penjadwalan proyek contoh critical path methode (CPM) dan program evaluation and review technique(PERT).
  2. Teknik menemukan fakta(fact finding techniques):mengumpulkan dan menentukan data melalui wawancara,observasi,daftar pertanyaan dan penentuan sampel.
  3. Teknik analisis biaya mamfaat:seperti cost-benefit dan cost-effectiveness analysis.
  4. Teknik menjalankan rapat.
  5. Teknik inspeksi.

112 of 130

CPM : Teknik analisis jaringan kerja (networking) berorientasi waktu untuk penjadwalan proyek dengan estimasi waktu yang pasti (deterministic). CPM digunakan jika waktu penyelesaian diketahui dengan pasti ,tingkat deviasi dengan realisasi penyelesaian dibanding rencana relatif minim.

Manfaat CPM:

  1. Memberi tampilan grafis dari alur kegiatan suatu proyek .
  2. Memprediksi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek.
  3. Menunjukkan alur kegiatan mana yang penting diperhatikan (jalur kritis) dalam menjaga penyelesaian proyek.

113 of 130

Jalur kritis : jalur kegiatan dengan durasi terpanjang dan jika kegiatan terletak di jalur kritis tertunda maka waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan otomatis juga akan tertunda.

Jalur selain kritis : waktu yang dapat ditolerir (slack time) yaitu sejumlah waktu dari kegiatan

yang dapat ditunda tanpa menunda penyelesaian proyek secara keseluruhan.

114 of 130

2 5 8

D.6 E.7

A.3 F.2

3 6

9

Start B.9 G.6 H.6 Finish

1 9

I.3

C.7 K.8

4 4 J.6 7 7

Critical Path Method (CPM)

Kegiatan :1.2.3.4.5.6.7.8.9

Lintasan kritis :

Idetitas C (1-4) = 0 -7-0=7

Identitas J (4-7) = 7-13-6= 6

Identitas K (7-9) =21- 13-8=8

Waktu penyelesaian = 21 hari.

21/21

15/16

9/8

0

18/19

11/12

3/5

13/13

7/7

115 of 130

Alat komunikasi di tahap analisis:

  1. Bagan alir sistem digunakan untuk menggambarkan proses dari sistem yang lama atau sistem yang baru diusulkan.
  2. Bagan alir dokumen menunjukkan alir dokumen-dokumen.
  3. Diagram arus data menunjukkan aliran data dari suatu entiti ke entiti lain.
  4. Kamus data berisi penjelasan detail yang ada pada diagram.
  5. Katalog menjelaskan tentang data yang mengalir di sistem.

116 of 130

Alat komunikasi di tahap perancangan sistem:

Analis sistem berkomunikasi dengan teknis sistem dengan alat yang detail dan efektif dengan:

  1. Bagan alir program menggambarkan proses program dari modul yang ada di bagan terstuktur.
  2. Bagan terstruktur mendefinisikan dan ilustrasi sistem secara berjenjang.
  3. Tabel keputusan membantu menyelesaikan logika penyeleksian kondisi di dalam program.
  4. Paseudecode menunjukkan kode yang mirip dengan instruksi program komputer yang digunakan untuk menjelaskan alur pemrograman kepada teknis sistem.

117 of 130

Pengendalian dalam lingkungan komputer:

  1. Pengawasan aplikasi atau transaksi di desain untuk menjamin bahwa semua transaksi sudah diotorisasi,dicatat,diproses dan dilaporkan teliti dan benar.
  2. Pengawasan umum untuk melengkapi pengawasan transaksi meliputi pengawasan berbagai kegiatan,prosedur dan penggunaan aset .

118 of 130

  1. Pengendalian aplikasi atau transaksi terdiri dari pengendalian masukan,proses dan keluaran.

Pengendalian masukan : untuk kegiatan pencatatan transaksi yang lengkap, teliti dan segera dengan menerapkan prosedur berikut:

  1. Semua dokumen sebelum di input ke sistem dilakukan pemeriksaan visual. Data yang salah dibenarkan terlebih dahulu secara manual.
  2. Formulir di desain dengan baik memudahkan pengisian data, kolom isian jelas,petunjuk pengisian mudah dipahami,spasi yang cukup,formulir didistribusikan kepada siapa ,pemberian nomor urut tercetak dll.
  3. Catatan dokumen seperti bukti penerimaan kas dicatat dalam daftar tersendiri di cetak daftarnya dan dibandingkan dengan dokumen manualnya.
  4. Daftar tercetak yang dikeluarkan dari mesin pencatat otomatis seperti bukti penerimaan kas agar dapat di croschek dengan jumlah uang yang diterima baik tunai maupun melalui rekening bank.
  5. Bagan akun merupakan pengendali dalam pencatatan dan menelusuri data transaksi.

119 of 130

Pengendalian masukan data transaksi berhubungan dengan:

  1. Otorisasi.
  2. Dokumen sumber.
  3. Verifikasi.
  4. Pembetulan.

Untuk memeriksa kesalahan maka program perlu dilengkapi dengan alat pengawasan:

  • cek validitas : apakah data yang di input sudah ada di sitem.
  • cek field: apakah data yang di input ke field sudah sesuai.
  • cek batas:apakah data tidak melewati batas maksimum.
  • cek logika:apakah data yang di input logis.
  • cek digit:apakah kode yang di input sudah benar.

Contoh:kode yang benar 3248 dan kode yang posisi digitnya salah 3428,untuk mengetahuinya memakai rumus dengan menambah satu digit untuk setiap kode dengan bobot berurutan misalnya masing-masing 5,4,3,2 dan dikalikan dengan kodenya masing-masing yang hasilnya (3X5+2X4+4X3+8X2)=51.Hasil angka 51 dicari angka kelipatan 11 yang lebih besar yaitu 55 dan selisih angka ini 4 dan ditambahkan sebagai digit kelima akan menjadi 32485,ini menunjukkan ada satu angka yang terbalik lokasinya, komputer dapat menemukan kesalahan ini.

120 of 130

Pengendalian proses dilakukan untuk memastikan bahwa data diproses lengkap dan teliti,file dan program yang dipakai sesuai,transaksi dan catatan dapat ditelusuri dengan mudah.

Pengendalian proses:

  1. Cek logika proses untuk mengetahui kesalahan secara logis data yang dihasilkan dari proses.
  2. Mengawasi setiap proses dengan cara cetak laporan setiap selesai proses .
  3. Cek file dan program karena tidak selalu terpasang di komputer untuk menghemat penyimpanan.
  4. Audit trail perlu bagi akuntan pada saat audit misalnya melihat tanggal dan jam dicetak hasil dari suatu proses.

121 of 130

Pengendalian keluaran:memastikan keluaran yang dihasilkan dari sistem lengkap,benar dan di distribusi pada yang berhak.

Kegiatan pengendalian keluaran :

  1. Mengkaji ulang laporan yang dihasilkan sebelum di distribusi.Jika ada hal yang tidak sesuai segera ditindaklanjuti pihak manajemen.
  2. Pengawasan distribusi laporan dengan memiliki daftar berisi nama yang berhak menerima laporan.

122 of 130

  1. Pengendalian umum:didesain melengkapi pengendalian aplikasi atau transaksi meliputi berbagai prosedur,kegiatan dan penggunaan aset yang belum tercakup pada pengendalian transaksi di antaranya adalah:

  1. Praktek manajemen yang sehat meliputi perencanaan,penganggaran dan penanganan karyawan.
  2. Pengendalian operasional untuk efisiensi pekerjaan karyawan dengan penekanan aspek teknis.
  3. Pengendalian orgasasional degan pembagian tugas dan tanggungjawab yang jelas.
  4. Pengendalian dokumentasi penting karena semua komponen SIA didokumentasi jelas agar kebijakan yang telah ditetapkan mudah dipahami,membantu memahami hubungan antar bagian dan menjamin berbagai prosedur dilaksanakan konsisten,efisien dan dapat dipercaya.
  5. Pengendalian otorisasi yang menjembatani pengendalian aplikasi dengan pengendalian umum.Otorisasi dapat mengamankan aset dan transaksi.
  6. Pengendalian aset dengan membuat pencatatan ke buku besar pembantu,penggunaan dokumen,perhitungan fisik dan penilaian kembali.
  7. Pengamanan aset menjaga harta perusahaan secara fisik termasuk data.

123 of 130

  • Bodnar,George H,William S,Hopwood,2010,Accounting Information System,United State of America,Pearson Education Inc,Upper Saddle ,River-New Yersey
  • Hall,James A,2012,Accounting and Information System,Ohio,South Western,Publishing Co.
  • Wing Wahyu Winarno,2006,Sistem Informasi Akuntansi ,UPP,YKPN,Yogyakarta

124 of 130

Proses Penyediaan Informasi Akuntansi

1.Identifikasi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) di internal dan eksternal perusahaan.

2.Menilai kebutuhan akan informasi yang dibutuhkan stakeholders.

3.Merancang informasi akuntansi yang dibutuhkan stakeholders.

4.Mencatat data ekonomi terkait aktivitas dan peristiwa bisnis.

5.Menyusun laporan keuangan .

125 of 130

126 of 130

127 of 130

128 of 130

129 of 130

130 of 130