Sistem Informasi Akuntansi
Pengertian sistem informasi akuntansi :
1.Kumpulan sumberdaya yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan dan data lainnya menjadi informasi, (Bodnar & Hoopwood,1988).
2.Sistem informasi yang mencakup semua fungsi aktivitas akuntansi yang memperhatikan akibat yang akan ditimbulkan pada sumberdaya ekonomi dan kejadian eksternal maupun operasi di internal organisasi,(Wilkinson,2000).
3.Sistem yang mengumpulkan dan memproses data transaksi bisnis serta menyajikan informasi keuangan kepada pihak yang berkepentingan.
4.Komponen organisasi yang mengumpulkan,mengelompokkan,menggolongkan ,mencatat,memproses ,menganalisis dan mengkomunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk mendukung pengambilan keputusan pihak internal dan eksternal.
Sistem informasi akuntansi bersifat mandatory, diwajibkan oleh aturan legal sebagai pelaksanaan prinsip manajemen keuangan berupa pertanggungjawaban (accountability) dan pengelolaan (stewardship) dari para pengurus perusahaan kepada stakeholder.
Akuntan
Penting bagi profesional keuangan selain keahlian keuangan atrln:
1. Keahlian teknologi.
2. Keahlian berkomunikasi.
3. Pengetahuan bisnis.
4. Kepemimpinan.
Karakteristik sistem informasi akuntansi :
Fungsi SIA:
Tujuan SIA :
Mamfaat SIA
SUB SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
MODEL SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
1. Model Akuntansi Keuangan
2. Model Akuntansi Manajemen
KOMPONEN SIA
1. Masukan
Data transaksi yang input berasal dari internal dan eksternal. Data ditangkap dan dicatat di dokumen sumber atau dokumen dasar (formulir) yang akan dimasukkan ke sistem informasi.
Dokumen sumber membantu :
PILAR INFORMASI
4. Basis Data
Basis data merupakan kumpulan data yang saling berhubungan, tersimpan di perangkat keras komputer (simpanan permanen atau storage), dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya.
File (kumpulan data yang terorganisasi) digunakan menyimpan data yang sejenis, setiap data mempunyai beberapa atribut, masing-masing atribut disebut dengan field dan satu atribut disebut dengan record.
Jenis – Jenis File :
Data yang disimpan pada file diolah dengan cara :
Data diolah berurutan dari data pertama, dilanjutkan data berikutnya, sampai semua data selesai dibaca, melibatkan file induk dan file transaksi, diurut berdasarkan atribut kunci, akan menghasilkan file induk baru, yang lama dipakai cadangan.
Digunakan untuk file yang isinya banyak, tapi tidak diperlukan informasi seketika, media penyimpanan biasanya pita magnetik.
Data diolah cara online,menggunakan file induk dan file transaksi, data difile induk diurut sesuai atribut kunci, setiap transaksi akan mengubah data difile induk.
Digunakan untuk transaksi frekuensi tinggi dan menghasilkan informasi setiap saat, media simpanan hardisk.
Paket perangkat lunak (data base management system) yang banyak digunakan saat ini mengolah basis data adalah Relational Data Base Management System, menggambarkan field dan record dari data, model relasi dengan beberapa tabel, yang masing masing tabel memiliki primary key dapat dihubungkan menghasilkan informasi baru.
5. Teknologi
Teknologi sistem komputer mempercepat proses pengolahan data dan teknologi sistem telekomunikasi mempercepat proses transmisi data membuat informasi disajikan tepat waktu.
Akuntansi dengan sistem komputerisasi memiliki keunggulan:
1.Menyederhanakan proses penyimpanan catatan (ketika transaksi dicatat pada saat yang bersamaan diposkan ke buku besar umum dan pembantu).
2.Lebih akurat dibanding manual.
3.Memberikan informasi bagi manajemen terkait saldo akun setiap saat karena saldo akun diposkan setiap terjadi transaksi.
1.Teknologi Sistem Komputer
-Sistem Perangkat Keras
-Sistem Perangkat Lunak
2.Teknologi Sistem Telekomunikasi:
-Topologi Jaringan
Jaringan (network):sistem hubungan elektronik yang memungkinkan komputer yang berbeda saling berbagi informasi yang sama.
Bentuk dari jaringan (network) adalah jaringan dari sistem komunikasi data melibatkan sebuah atau lebih node (sumber daya seperti terminal komputer, printer) yang dihubungkan dengan jalur transmisi atau link (media penghubung seperti kabel, satelit) .
Bentuk dari jaringan (network) disebut dengan topologi. Topologi dasar dapat berbentuk bintang (star network), bentuk bus (bus network), bentuk lingkaran (loop network) dan bentuk cincin (ring network), bentuk laba-laba (web network), bentuk meta (meta network).
Server:komputer utama dalam sistem jaringan dimana program dan data disimpan.
6. Pengendalian Internal.
Pengendalian internal:mencakup aturan,kebijakan-kebijakan, prosedur-prosedur dan sistem informasi yang digunakan melindungi aset ,menjamin terpercayanya catatan akuntansi dan mematuhi peraturan dan undang-undang yang telah ditetapkan.
Perusahaan menggunakan pengendalian internal untuk mengarahkan operasi dan mencegah penyalahgunaan sistem.
Tujuan pengendalian internal:
1.Aset terlindungi dan hanya diperuntukkan pada pencapaian tujuan bisnis.
2.Informasi bisnis yang akurat.
3.Setiap individu perusahaan mematuhi peraturan dan ketentuan.
Unsur-unsur Pengendalian Internal :
Untuk mencapai tujuan pengendalian internal pihak manajemen bertanggung jawab mendesain dan mengaplikasikan lima unsur pengendalian internal yang terdiri dari:
Struktur Pengendalian Internal
Struktur pengendalian internal :
Penyelenggaraan pengendalian internal dilakukan untuk menghindari kerugian disebabkan antara lain:
SIKLUS TRANSAKSI
Menunjukkan prosedur akuntansi dari sumber data sampai proses pencatatan akuntansinya.Komponen sistem informasi akuntansi diarahkan untuk menangani berbagai transaksi yang dikelompokkan ke beberapa siklus yaitu:
1.Siklus pendapatan (revenue cycle).
2.Siklus pengeluaran (expenditure cycle).
3.Siklus buku besar dan pelaporan keuangan(general ledger and financial reporting cycle)
5.Siklus konversi (convertion cycle).
7.Siklus manajemen sumber daya manusia (human recource management cycle).
Siklus Pendapatan
1.Siklus pendapatan: prosedur akuntansi sampai pelaporan dalam menukar barang atau jasa kepada pelanggan sampai menjadi kas.Siklus pendapatan berhubungan dengan pendistribusian sumber-sumber ekonomi yang telah diubah bentuk ke pembeli dan mendapatkan pembayaran meliputi sistem pemesanan, sistem penjualan, sistem penerimaan kas dan sistem piutang dagang.
Siklus Pendapatan
Fungsi penyelenggaraan siklus pendapatan untuk:
Bagian terlibat :departemen pemasaran dan departemen keuangan.
SIKLUS PENDAPATAN
Dokumen sumber :formulir pesanan pembelian,formulir pesanan penjualan,formulir permintaan barang, daftar pengiriman barang, dokumen pengangkutan, pemberitahuan pengiriman barang, dokumen pengangkutan, pemberitahuan pengiriman barang, faktur penjualan, bukti pembayaran, slip deposit, formulir pesanan susulan, memo kredit dan dokumen lainnya.
Basis data di siklus pendapatan : file induk pembeli, file induk piutang, file induk persediaan, file pesanan penjualan aktif, file transaksi penjualan.
SIKLUS PENDAPATAN
Laporan dan informasi: laporan operasional (daftar pesanan yg belum terpenuhi, daftar faktur yg belum dibayar, daftar penerimaan kas, analisis umur piutang) dan laporan manajemen (laporan kinerja, analisis penjualan, laporan arus kas, analisis pembayaran tiap pembeli).
Pengendalian akuntansi :
Pemecahan masalah
Dokumen berikut digunakan perusahaan “TAS” di dalam proses pendapatannya : pesanan penjualan, slip pengambilan, slip pengepakan dan faktur. Catat jawaban ke dalam tabel dibawah ini terkait penggunaan dokumen tersebut :
Dokumen Dibuat selama kejadian Tujuan
Pesanan penjualan
Slip pengambilan
Slip pengemasan
Faktur
Siklus Pendapatan
Aplikasi di sikus pendapatan ini diilustrasikan sbb :proses dimulai di tahap pertama di tanggal 2 Maret melakukan langkah awal menangkap data transaksi ke dokumen sumber berupa formulir faktur elektronik( yang diberi no.165).Setelah faktur dilengkapi lalu dicetak dan dikirim ke pelanggan “HaHa Co”.Secara bersamaan perangkat lunak komputer otomatis mencatat pendapatan honor yang diperoleh sebesar jumlah yang ada di faktur dan diposkan dimisalkan sebesar $2.200,- dan ke akun piutang usaha “HaHa Co” sebesar $2.200,-Pada tahap kedua penagihan dari pelanggan diterima.Untuk hal ini formulir elektronik menerima pembayaran dibuka dan dilengkapi.Formulir ini menunjukkan pembayaran $2.200,-diterima dari “HaHa Co”pada tanggal 28 Maret.Jumlah ini dikaitkan dengan faktur no.615.
SIKLUS PENGELUARAN
SIKLUS PENGELUARAN
Fungsi siklus pengeluaran :
SIKLUS PENGELUARAN
SIKLUS PENGELUARAN
SIKLUS PENGELUARAN
SIKLUS PENGELUARAN
Siklus Konversi
Siklus konversi merupakan prosedur akuntansi sampai pelaporan dalam mengubah bahan baku sampai barang jadi yang siap dijual atau proses mengubah sumber daya yang diperoleh menjadi barang atau jasa dengan tujuan:
SIKLUS KONVERSI
SIKLUS KONVERSI
Kegiatan siklus konversi :
a. Perencanaan produksi
b. Permintaan bahan baku
c. Penugasan tenaga kerja
d. Akuntansi biaya
e. Penyimpanan barang
Siklus Konversi
SIKLUS PERODUKSI
SIKLUS KONVERSISI
SIKLUS KONVERSI
SIKLUS BUKU BESAR��
Tujuan umum :
Siklus buku besar menyelenggarakan fungsi :
Dokumen dan sumber data di siklus buku besar menerima masukan dari berbagai sumber yang berasal dari jurnal umum dan tiga macam transaksi dari :
Database untuk menyelenggarakan siklus buku besar memerlukan beberapa file induk, file transaksi, dan file kronologis, yaitu:
Siklus Buku Besar
4.File Induk pusat pertanggungjawaban:berisi berbagai data yang terjadi di pusat pertanggungjawaban,misalnya departemen,unit,bagian dan pusat laba dan biaya.Digunakan untuk informasi yang berhubungan dengan prestasi manajer pusat pertanggungjawaban.
5.File induk anggaran:berisi jumlah yang dianggarkan bulanan , tahunan dari aset,utang,pendapatan dan beban untuk tiap pusat pertanggungjawaban.File ini digunakan dengan file pusat pertanggungjawaban untuk laporan kinerja manajer pusat pertanggungjawaban.
6.File voucer aktif:berisi data transaksi yg sdh dibukukan .Meliputi nomor voucer jurnal,jumlah debet dan kredit serta keterangan tiap transaksi.
7.File voucer kronologis.dipakai sebulan saja,setelah ditutup file aktif akan jadi file kronolgis ,digunakan sebagai file cadangan.
Laporan dan Informasi:laporan yang dihasilkan siklus buku besar:
Pengawasan Akuntansi
Siklus buku besar diharapkan menghasilkan informasi dan laporan yang teliti serta tepat waktu, untuk tujuan ini resiko yang dihadapi harus di identifikasi yang kemudian diterapkan langkah-langkah pengawasan yang perlu.
Siklus Buku Besar
Laporan dan informasi siklus buku besar:
1.Analisis buku besar:
a.daftar semua transaksi pada periode akuntansi dibuat menurut kode rekening,digunakan ketika menganalisis peristiwa dari tiap rekening.
b.Laporan alokasi biaya ke berbagai pusat biaya.
c.Penandingan saldo saat ini dengan saldo saat yang sama tahun sebelumnya.
Siklus Buku Besar
2.Laporan keuangan:bentuk sudah standar yaitu laporan posisi keuangan,laba rugi,ekuitas,arus kas dan CaLK ditujukan untuk eksternal.
3.Laporan manajemen:laporan yang dibutuhkan manajer lebih rinci dibanding laporan ke pihak eksternal yang sifatnya untuk analisis.
Siklus Buku Besar
Resiko yang dihadapi di siklus buku besar:
Pengendalian umum :
Pengendalian Transaksi
Aplikasi Sistem Informasi Akuntansi
Aplikasi Sistem Informasi Akuntansi
SISTEM PEMROSESAN TRANSAKSI
Sistem pemrosesan transaksi:menangkap data transaksi bisnis ke dokumen sumber serta mengimput data ke sistem informasi dan merekamnya ke basis data kemudian mengolahnya menjadi informasi pencatatan nilai(score keeping information).
Komponen dasar sistem pemrosesan transaksi:
Laporan berupa informasi pencatatan nilai (score keeping information) digunakan oleh:
ELEMEN-ELEMEN PEMROSESAN
TRANSAKSI
Memerlukan :
SISTEM PENGKODEAN
Data yang panjang dan bersifat repetitif dapat disingkat menjadi beberapa digit.
Bentuk Kode :
Metode Pengkodean
Contoh : Kode Arti
CKG Cengkareng
JOG Yogyakarta
objek, memudahkan pencairan dokumen.
Contoh : Kode Produksi
A-101 Buku Akuntansi Pengantar
A-102 Buku Akuntansi Biaya
yang sejenis.
Contoh : Kode Jenis Barang
100-199 Pita printer
200-299 Pita mesin tik
suatu objek.
Contoh : Kode Arti
1-10-001
Deposito jangka pendek
Rekening di Bank
Aktiva Lancar
Aset
Pelanggan D
Pelanggan C
Persediaan
Kas
Aset Tidak Berwujud
Aset Tetap
Pelanggan A
Pelanggan B
Gambar: Struktur Nomor Akun
Aset Lancar
Piutang Usaha
1
12
11
13
111
112
113
112001
112002
112003
112004
Ikhtisar
Akun
SYARAT PEMBUATAN KODE
obyek yang berbeda.
digolongkan sesuai dengan kodenya.
penyimpanan
DOKUMENTASI
dokumen sumber, jurnal, buku besar, berbagai laporan, dokumen hasil, telusuran audit, uraian tugas, dokumen urutan pekerjaan.
- Dokumentasi sistem komputerisasian
dokumentasi prosedural, dokumentasi sistem, dokumentasi program, dokumen operasi, dokumentasi data.
- Dokumentasi Gabungan
berhubungan dengan kebijakan perusahaan
(job description).
Kriteria | Jenis-Jenis Laporan | Contoh |
Tujuan | Operasional Perencanaan Pengendalian Pertanggung jawaban Kepatuhan | Lap. pelaksanaan produksi Anggaran produksi Analisis selisih biaya Laporan keuangan Perhitungan pajak |
Kelengkapan | Rinci Ringkas | Daftar pemb. kas Ringkasan penerimaan kas |
Waktu | Terjadwal Setiap ada kejadian | Lap. produksi Kerusakan mesin |
Media | Hard copy Soft copy | Daftar persediaan Status persediaan barang |
Bentuk | Uraian Grafik | Rencana produk Trend penjualan |
Fungsi Operasi | Keuangan Pemasaran | Analisis umur piutang Penjualan jenis produk |
JEJAK AUDIT
Seperangkat kaitan yang terbentuk dari elemen-elemen pemrosesan transaksi, merupakan jalur yang ditempuh transaksi akuntansi dalam pemrosesannya. Merupakan alat menelusuri pemrosesan dari dokumen sumber ke jurnal, buku besar, sampai ke ikhtisar menyeluruh pada laporan keuangan.
Fungsi :
Daftar Pustaka
Pengembangan SIA
Pengembangan sistem : merupakan penyusunan sistem yang baru menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang sudah ada.
Pengembangan dilakukan disebabkan:
Masalah dalam pengembangan SIA
Faktor pertimbangan pengembangan SIA
Prinsip pengembangan SIA
Siklus pengembangan sistem :
1.Kebijakan dan perencanaan sistem awal proyek
2. Analisis sistem
3. Perancangan sistem pengembangan sistem
4. Implementasi sistem
5. Perawatan sistem manajer sistem
Cara pengembangan sistem :
Pendekatan SDLC
Pengembangan sistem:proses mengubah sebagian atau seluruh sistem informasi.Membutuhkan komitmen,waktu, sumberdaya dan aktivitas yang berkesinambungan.
Pengembangan SIA umumnya diterapkan dengan pendekatan siklus hidup pengembangan sistem (System Development Life Cycle/SDLC).
SDLC :pengembangan sistem informasi yang dimulai dari tahap analisis,tahap perancangan dan tahap penerapan dan operasionalisasi.
Kelebihan SDLC:
Kelemahan SDLC:
Tahap Analisis
Tahapan pengembangan sistem :
Tahap analisis : Penentuan apa yang diperlukan untuk penyelenggaraan sistem informasi yang baru dan informasi apa saja yang dapat dihasilkan.
Tahap analisis dilakukan untuk :
Kegiatan pada tahap analisis:
Kegiatan Tahap Analisis
Kegiatan pada tahap analisis:
Pengujian sistem yang lama untuk perbaikan atau peningkatan dengan tujuan :
Langkah mengidentifikasi kebutuhan informasi dengan:
3. Studi kelayakan dilakukan apakah sistem perlu dilanjut atau tidak.Pada tahap ini perancang sistem sudah mengetahui gambaran menyeluruh dari sistem yang sedang dipakai sehingga sudah dapat ditentukan persyaratan sistem yang baru.
Kegiatan tahap analisis
Studi kelayakan(feasibility study) digunakan untuk menentukan kemungkinan proyek sistem layak diteruskan atau tidak. Penilaian mencakup :
PIECES
Pada tahap analisis sistem dapat dilakukan kegiatan menganalisis dengan panduan analisis PIECES.
Kegiatan tahap analisis
4.Membuat laporan kepada manajemen mengenai sistem yang ada dan usulan sistem yang baru.
Penulisan laporan dengan:
Tahap Perancangan Sistem
Tahap perancangan sistem : merupakan formulasi spesifikasi rinci dari sistem yang di usul.
Kegiatan tahap perancangan sistem :
Tahap perancangan sistem :
Tahap Perancangan
Cara perancangan:
Tahap Implementasi Sistem
Tahap implementasi : implementasi dapat dilakukan jika sistem terbaru telah terpasang dan berjalan di dalam peralatan komputer.Keluaran siap bagi pengguna dan jika sudah diimplementasikan harus ada tindak lanjut resmi dan evaluasi sistem baru,mencakup komentar pengguna.
Tahap implementasi:
Tahap implementasi sistem
Penerapan sistem dengan metode:
Risiko dalam pengembangan sistem :
Beberapa cara penerapan dengan mengkonversi sistem lama ke sistem baru:
Operasionalisasi dan perawatan sistem perlu dilakukan karena :
Alat Pengembangan SI
Alat bantu dalam pengembangan sistem informasi akuntansi berfungsi untuk menganalisis sistem dan mendokumentasikan sistem,sehingga sistem mudah dipahami.Sistem informasi akuntansi sebagai suatu sistem dalam pengembangannya memerlukan alat bantu dalam berkomunikasi antara analis sistem dengan manajemen yang diantaranya dengan penggunaan:
Alat pengembangan sistem:
Bagan alir (flowchart)
Bagan alir : diagram bergambar yang menunjukkan aliran data atau kegiatan.Teknik yang digunakan pada tahap analisis sistem,perancangan sistem dan evaluasi sistem.
Fungsi bagan alir:
Membuat bagan alir:
Lambang Flowchart
Simbol Bagan Alir
1. Dokumen atau laporan
Menggambarkan formulir yang merekam data transaksi dalam bentuk kertas atau output di cetak ke kertas.Nama dokumen dicantumkan ditengah simbol dengan singkatan.Dapat berupa faktur,cek,bukti kas masuk,bukti kas keluar,permintaan barang,pengeluaran barang dari gudang ,perintah penjualan,perintah pembelian dll.
2.
Dokumen dan tembusan
Menggambarkan dokumen asli dan tembusannya .Nomor lembar dokumen dibuat disudut kanan atas.Dokumen yang digunakan lebih dari satu.
3.
Catatan
Menunjukkan catatan akuntansi yang merekam data sebelumnya.Nama dokemen dicantumkan ditengah simbol.Dapat berupa jurnal,buku besar dan buku pembantu.
4.
Proses manual
Menggambarkan proses operasional kegiatan manual.Menjelaskan kegiatan mengisi formulir,membandingkan,memeriksa.
Menggambarkan proses dilakukan dengan penggunaan komputer.
Menjelaskan bahwa in-put berasal dari kartu atau ot-put di tulis menuju ke sebuah kartu.
Menunjukkan suatu kondisi tertentu berupa perbandingan pernyataan atau penyeleksian data yang akan menghasilkan dua kemungkinan jawaban ya atau tidak.
Menunjukkan penghubung bagan alir ke halaman yang berbeda.Nomor halaman tercamtum dalam simbol.
Menunjukkan penghubung bagan alir di halaman yang sama.
Menunjukkan simpanan input berasal dari pita magnetik atau output disimpan ke pita magnetik.
11. Simpanan on-line
Menunjukkan simpanan input berasal dari disk atau output disimpan ke disk.
12. Arsip permanen
Menggambarkan pengarsipan dengan penyimpanan dokumen yang tidak akan di proses lagi dalam akuntansi yang bersangkutan.
13. Arsip sementara
Menunjukkan tempat penyimpanan dokumen (almari arsip atau kotak arsip) yang nantinya dokumen diambil waktu yang lain untuk pengolahan lebih lanjut.Pengarsipan dapat ditunjukkan dengan memberi nomor urut,abjad atau tanggal dengan singkatan di tengah simbol.
Menggambarkan peralatan output yang digunakan dapat berupa layar,plotter ,printer atau yang lainnya.
Menunjukkan awal dari prosedur konsep dan akhir konsep.Prosedur yang diawali dari sudut kiri atas dan di akhiri pada sudut kanan bawah.
16.
Menunjukkan dua garis alir yang bertemu dengan salah satu garis mengikuti garis lainnya.
17.
Menunjukkan persimpangan garis alir.Persimpangan ditunjukkan arah masing-masing garis,salah satu garis dibuat melengkung tepat pada persimpangan garis.
Diagram Gantt
Diagram Gantt
Jenis bagan alir:
Bagan alir dokumen
Bagan alir sistem
Bagan alir program
Tabel Keputusan
Diagram Sistem Penjualan
Diagram Pohon Keputusan
Teknik pengembangan sistem informasi:
CPM : Teknik analisis jaringan kerja (networking) berorientasi waktu untuk penjadwalan proyek dengan estimasi waktu yang pasti (deterministic). CPM digunakan jika waktu penyelesaian diketahui dengan pasti ,tingkat deviasi dengan realisasi penyelesaian dibanding rencana relatif minim.
Manfaat CPM:
Jalur kritis : jalur kegiatan dengan durasi terpanjang dan jika kegiatan terletak di jalur kritis tertunda maka waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan otomatis juga akan tertunda.
Jalur selain kritis : waktu yang dapat ditolerir (slack time) yaitu sejumlah waktu dari kegiatan
yang dapat ditunda tanpa menunda penyelesaian proyek secara keseluruhan.
2 5 8
D.6 E.7
A.3 F.2
3 6
9
Start B.9 G.6 H.6 Finish
1 9
I.3
C.7 K.8
4 4 J.6 7 7
Critical Path Method (CPM)
Kegiatan :1.2.3.4.5.6.7.8.9
Lintasan kritis :
Idetitas C (1-4) = 0 -7-0=7
Identitas J (4-7) = 7-13-6= 6
Identitas K (7-9) =21- 13-8=8
Waktu penyelesaian = 21 hari.
21/21
15/16
9/8
0
18/19
11/12
3/5
13/13
7/7
Alat komunikasi di tahap analisis:
Alat komunikasi di tahap perancangan sistem:
Analis sistem berkomunikasi dengan teknis sistem dengan alat yang detail dan efektif dengan:
Pengendalian dalam lingkungan komputer:
Pengendalian masukan : untuk kegiatan pencatatan transaksi yang lengkap, teliti dan segera dengan menerapkan prosedur berikut:
Pengendalian masukan data transaksi berhubungan dengan:
Untuk memeriksa kesalahan maka program perlu dilengkapi dengan alat pengawasan:
Contoh:kode yang benar 3248 dan kode yang posisi digitnya salah 3428,untuk mengetahuinya memakai rumus dengan menambah satu digit untuk setiap kode dengan bobot berurutan misalnya masing-masing 5,4,3,2 dan dikalikan dengan kodenya masing-masing yang hasilnya (3X5+2X4+4X3+8X2)=51.Hasil angka 51 dicari angka kelipatan 11 yang lebih besar yaitu 55 dan selisih angka ini 4 dan ditambahkan sebagai digit kelima akan menjadi 32485,ini menunjukkan ada satu angka yang terbalik lokasinya, komputer dapat menemukan kesalahan ini.
Pengendalian proses dilakukan untuk memastikan bahwa data diproses lengkap dan teliti,file dan program yang dipakai sesuai,transaksi dan catatan dapat ditelusuri dengan mudah.
Pengendalian proses:
Pengendalian keluaran:memastikan keluaran yang dihasilkan dari sistem lengkap,benar dan di distribusi pada yang berhak.
Kegiatan pengendalian keluaran :
Proses Penyediaan Informasi Akuntansi
1.Identifikasi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) di internal dan eksternal perusahaan.
2.Menilai kebutuhan akan informasi yang dibutuhkan stakeholders.
3.Merancang informasi akuntansi yang dibutuhkan stakeholders.
4.Mencatat data ekonomi terkait aktivitas dan peristiwa bisnis.
5.Menyusun laporan keuangan .