Pembaruan Relasi dengan Sesama
Zakharia 7:1–14
PERTEMUAN 2 - BKSN 2025
Peserta semakin sadar bahwa ibadah sejati kepada Allah harus disertai tindakan kasih kepada sesama.
TUJUAN
Di Jakarta, Tangerang dan Bekasi,
banyak kegiatan religius dan sosial
PEMBUKA
Perayaan hari-hari besar agama, kegiatan amal,
ziarah Porta Sancta dan berbagai upacara keagamaan
Beribadah untuk kewajiban?
Rutinitas?
Atau untuk mendekatkan diri pada Tuhan dan memperbaiki hubungan dengan sesama?
Perhatian khusus harus diberikan kepada mereka yang dalam situasi sulit, terutama yang sakit atau cacat.
Spes Non Confundit 11
Ibadah yang sejati kepada Allah harus menumbuhkan belas kasih, menggerakkan hati dan mewujud dalam tindakan nyata
Zakharia 7:1–14
Iman sejati harus mendorong kita keluar dari zona nyaman,
untuk menjadi pembawa harapan dan kasih bagi mereka yang paling rentan di tengah masyarakat.
Setelah Bait Allah diruntuhkan Babel (587 SM), orang Yahudi berpuasa sebagai tanda kesedihan.
PENGANTAR
Pada zaman nabi Zakharia
orang Yahudi sedang membangun kembali Bait Allah
Apakah mereka perlu berpuasa
Untuk meratapi keruntuhan Bait Allah?
Selesai tahun keenam pemerintahan Raja Darius
Ez. 6:15
1Pada tahun keempat pemerintahan Raja Darius datanglah firman TUHAN kepada Zakharia, pada tanggal empat bulan kesembilan, bulan Kislew.
2Adapun penduduk Betel telah mengutus Sarezer dan Regem-Melekh serta orang-orangnya untuk melunakkan hati TUHAN,
3untuk bertanya kepada para imam Rumah TUHAN Semesta Alam dan kepada para nabi, “Haruskah kami menangis dan berpantang pada bulan kelima seperti yang telah kami lakukan selama bertahun-tahun?”
4Datanglah firman TUHAN Semesta Alam kepadaku bunyinya,
ZAKHARIA 7:1–14
5“Katakanlah kepada seluruh rakyat negeri dan kepada para imam: Ketika kamu berpuasa dan meratap pada bulan kelima dan ketujuh selama tujuh puluh tahun ini, apakah kamu sungguh-sungguh berpuasa untuk Aku?
6Ketika kamu makan dan ketika kamu minum, bukankah kamu makan dan minum untuk dirimu sendiri?
7Bukankah itu firman yang telah disampaikan TUHAN dengan perantaraan para nabi yang dahulu, ketika Yerusalem dengan kota-kota di sekelilingnya masih dihuni orang dan sentosa, juga Tanah Negeb dan Syefela masih didiami?”
8Firman TUHAN datang lagi kepada Zakharia bunyinya,
9”Beginilah firman TUHAN Semesta Alam: Tegakkanlah hukum yang benar dan tunjukkanlah kasih setia dan kasih sayang satu sama lain!
10Janganlah menindas janda dan anak yatim, pendatang dan orang miskin, dan janganlah merancang kejahatan dalam hatimu satu terhadap yang lain.”
11Tetapi, mereka tidak mau menghiraukan, memberontak dengan meninggikan bahunya, dan menulikan telinganya supaya tidak mendengar.
12Mereka membuat hati mereka keras seperti intan, supaya jangan mendengar pengajaran dan firman yang disampaikan TUHAN Semesta Alam melalui Roh-Nya dengan perantaraan para nabi yang dahulu. Oleh sebab itu datanglah murka yang hebat dari TUHAN Semesta Alam.
13“Sama seperti mereka tidak mendengarkan pada waktu dipanggil, demikianlah Aku juga tidak mendengarkan pada waktu mereka memanggil, firman TUHAN Semesta Alam.
14Oleh sebab itu Aku menyerakkan mereka dengan angin badai di antara segala bangsa yang tidak mereka kenal. Sesudahnya tanah itu menjadi sunyi sepi, sehingga tidak ada yang lalu-lalang di sana. Demikianlah mereka membuat negeri yang indah itu menjadi tempat yang sunyi sepi.”
Peristiwa apa yang melatarbelakangi datangnya firman TUHAN kepada Nabi Zakaria? Lihat ayat 2-3.
Mengapa puasa yang diadakan oleh orang Yahudi tidak disukai TUHAN? Lihat ayat 5-6.
Puasa seperti apakah yang dikehendaki oleh TUHAN ? Lihat ayat 9-10.
Apa akibat yang harus ditanggung oleh nenek moyang orang Yahudi karena mengabaikan puasa yang benar? Lihat ayat 12-14.
PENDALAMAN TEKS
1
2
4
3
Hari Raya Pendamaian
Tanda perkabungan atas hancurnya Bait Allah
Tanda perkabungan atas kematian Gedalya
7
5
7
Taurat
Pembuangan ke Babel
+
PENJELASAN TEKS
Setelah kembali dari pembuangan, mereka masih melaksanakan
kedua puasa perkabungan itu
Bait Allah hampir selesai dibangun
Apakah mereka perlu terus melaksanakan puasa
perkabungan atas runtuhnya Bait Allah?
(Ay. 3)
Orang Yahudi di Betel mengutus Sarezer dan Regem-Melekh
untuk menyampaikan persoalan ini kepada para imam Bait Allah dan para nabi
Dua Jawaban Allah Melalui Zakharia
Kekeliruan Puasa Perkabungan
Puasa yang Dikehendaki Allah
Ia menyerahkan mereka ke tangan musuh yang menghancurkan negeri mereka dan membuang
mereka (ay. 13-14)
Namun, kehendak Allah tidak diikuti oleh leluhur mereka dahulu
Allah mengasihi semua manusia, namun memberi perhatian istimewa kepada orang miskin dan menderita
Yesus mengingatkan para murid untuk memberi makan orang lapar, memberi minum orang haus, memberi pakaian kepada orang telanjang, serta mengunjungi orang yang sakit dan yang dipenjara (Mat. 25:31-46)
Semua orang yang menderita adalah saudara-saudara Kristus.
Mengasihi Kristus berarti juga mengasihi saudara-saudara-Nya.
Apakah Anda beribadah hanya untuk memenuhi kewajiban atau berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan dan menerapkan ajaran-Nya dalam kehidupan sehari-hari?
Apakah Anda peduli dan merasakan penderitaan orang lain di sekitar Anda?
Apakah Anda terbuka untuk menerima teguran atau nasihat, baik dari Tuhan maupun dari orang lain, tentang sikap hati Anda terhadap sesama?
Apa yang akan Anda upayakan untuk melaksanakan ibadah yang semakin sesuai dengan kehendak Allah?
SHARING DAN AKSI NYATA
1
2
4
3
Gunakan kata ganti “saya”, alih-alih “kita” atau “kami”
Ibadah sejati =
Bakti kepada Allah + Tindakan kasih pada sesama
Terima kasih