1 of 25

PRODUKSI

M3KB3

Modul Kewirausahaan

2 of 25

Capaian dan Sub Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran

Sub Capaian Pembelajaran

Memahami dan menentukan produk dan produksi

Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian produk

Mahasiswa mampu menentukan dan memilih produk

Mahasiswa mampu menjelaskan daur hidup produk

Mahasiswa mampu menyusun perencanaan produksi

Mahasiswa mampu menghitung harga pokok produksi

Mahasiswa mampu menghitung harga jual produk

SLIDE 2

3 of 25

Pengertian Produk

Kata produk berasal dari bahasa Inggris product 🡪 artinya “sesuatu yang diproduksi olek tenaga kerja atau sejenisnya”.

Produk dalam istilah pemasaran (marketing) adalah bentuk fisik barang yang ditawarkan dengan seperangkat citra (image) dan jasa (service) yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan.

SLIDE 3

4 of 25

Kategori Produk

SLIDE 4

Product

Consumer Product

Convenience Goods

Staples Goods

Impulse Goods

Emergency Goods

Shopping Goods

Homogeneous Goods

Heterogeneous Goods

Specialty Goods

Unsought Goods

New Unsought Goods

Regularly Unsought Goods

Industrial Product

Instalasi

Peralatan Tambahan

Bahan Baku

Material dan Suku Cadang

Persediaan

5 of 25

Penentuan Produk

What?

Barang apa yang akan dihasilkan/dijual?

  • Market-pull,
  • Technology-push

How many?

Berapa volume produk, bagaimana cara membuatnya?

  • Teknik nonstatistika atau teknik pertimbangan
  • Teknik statistika atau teknik analisis kuantitatif.

SLIDE 5

Berapa macam kombinasi produk?

Berapa jumlah jenis produk yang akan diproduksi?

6 of 25

Daur Hidup Produk

SLIDE 6

Introduction

Growth

Maturity

Decline

  • Tahap Perkenalan (introduction)🡪produk belum dikenal oleh konsumen sehingga harus dipromosikan. Pertumbuhan penjualan sangat lambat.
  • Tahap pertumbuhan (growth)🡪produk mulai dikenal konsumen, volume penjualan mulai naik.
  • Tahap kedewasaan (maturity)🡪penjualan mencapai titik tertinggi dan persaingan juga meningkat.
  • Tahap penurunan (decline)🡪penjualan mengalami penurunan karena produk pada titik kejenuhan.

7 of 25

Memperpanjang Daur Hidup Produk

  • Meningkatkan frekuensi penggunaan dengan menawarkan manfaat tambahan yang bisa dirasakan oleh konsumen.
  • Mengidentifikasi konsumen baru dengan memperluas target konsumennya.
  • Menemukan penggunaan manfaat lain dari suatu produk.
  • Modifikasi produk, bisa dilakukan dengan meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kemasan.

SLIDE 7

8 of 25

Proses Pengembangan Produk Baru

SLIDE 8

Pencarian Ide

Menya-ring Ide

Analisis Bisnis

Pengem-bangan Produk

Tes Pemasa-ran

Komer-sialisasi

9 of 25

Manfaat dan Tujuan �Perencanaan Produksi

    • Menghasilkan input yang berkualitas.
    • Meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja.
    • Penyelesaian proses yang tepat waktu.
    • Meminimalisir biaya pengeluaran dalam proses produksi.
    • Menyeimbangkan kapasitas bahan baku dengan ramalan rermintaan.
    • Menciptakan produk yang berkualitas tinggi.
    • Menumbuhkan brand awareness.

SLIDE 9

10 of 25

Pertimbangan dalam Proses Produksi

  • Berapa jumlah kebutuhan produksi per produk selama periode tertentu?
  • Bagaimana kebijakan persediaan terhadap jumlah persedian bahan baku/penolong, bahan setengah jadi dan barang jadi?
  • Bagaimaan kebijakan kapasitas mesin atau kapasitas poduksi?
  • Apakah tersedia fasilitas produksi, bagaimana dengan penambahan atau pengurangan kapasitas produksi?
  • Apakah tersedianya bahan baku dan bahan penolong serta tenaga kerja?
  • Berapa jumlah produksi atau lot produksi yang ekonomis?
  • Barapa kali jadwal produksi dalam satu periode anggaran tertentu?
  • Berapa skala produksi dan bagaimana karakteristik proses produksi?
  • Apa dampak dari lamanya proses produksi?

SLIDE 10

11 of 25

Langkah-langkah Perencanaan Produksi

SLIDE 11

Routing

menentukan jalur dan rute dari susunan pekerjaan atau proses. Ada beberapa hal yang patut diperhatikan disini, antara lain kuantitas, kualitas produk, sumber daya manusia, mesin, dan sebagainya.

Penjadwalan

perbaikan jumlah pekerjaan yang harus dilakukan, mengatur operasi manufaktur yang berbeda dalam urutan prioritas, tanggal dan waktu untuk setiap operasinya.

Dispatching

  1. memastikan dan mengontrol proses perencanaan produk, apakah telah sesuai dengan kebutuhan yang telah direncanakan sebelumnya, atau belum.

12 of 25

Penelitian & Pengembangan Produk Baru

SLIDE 12

Analisis Produk yang ada:

    • Reviu produk lama : fungsi, kelebihan/kelemahan, bahan, jenis, harga
    • Membuat Produk baru?
    • Adakah peluang diversifikasi produk?

Desain Produk Pendahuluan:

    • Frekuensi kerusakan
    • Kemudahan maintenance dan service
    • Umur ekonomis

Membuat Protoype Produk:

    • Sesuai desain pendahuluan
    • Sesuai standar

Pengujian Produk:

    • Layak?
    • Tidak layak?

13 of 25

Hal yang Harus Dipertimbangkan dalam Penelitian dan Pengembangan:

    • Apakah pesaing juga telah melakukan pengembangan produknya? Kalau ya, bagaimana bentuk pengembangan produknya?
    • Apakah bahan baku dan bahan penolong tersedia dalam jumlah yang cukup untuk jangka panjang atau justru sebaliknya?
    • Apakah perusahaan akan mempertahankan kualitas produk ataukah akan ada perbaikan kualitas?
    • Apakah dengan pengembangan produk yang direncanakan berakibat pada proses secara teknis?
    • Apakah dengan pengembangan produk dapat meningkatkan volume penjualan atau apakah perusahaan sudah puas dengan volume penjualan yang telah dicapai?
    • Apakah perusahaan telah siap dengan strategi tertentu dalam upaya pengembagan produk dan mempromosikannya, dalam bentuk yang bagaimana?

SLIDE 13

14 of 25

Manfaat Informasi Harga Pokok Produksi

    • Menentukan Harga Jual Produk.

    • Memantau Realisasi Biaya Produksi.

Menghitung Laba Rugi Periodik.

SLIDE 14

15 of 25

Elemen Harga Pokok Produksi

Biaya Bahan Baku

Harga perolehan berbagai macam bahan baku yang dipakai dalam kegiatan pengolahan produk.

SLIDE 15

Biaya Overhead Pabrik

Biaya Tenaga Kerja

Semua biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.

Biaya Tenaga Kerja Langsung: adalah biaya tenaga kerja yang jasanya dapat diikuti jejak manfaatnya pada produk tertentu.

Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung: meliputi semua biaya (gaji/upah) tenaga kerja bagian produksi yang tidak terlibat secara langsung dalam proses pengerjaan bahan menjadi produk jadi.

16 of 25

Pembebanan Biaya Overhead Pabrik

 

SLIDE 16

17 of 25

Metode Pengumpulan Biaya Produksi

Metode Harga Pokok Pesanan

Metode Harga Pokok Proses

adalah biaya produksi dikumpulkan untuk setiap pesanan yang diterima dari pelanggan.

Biaya produksi langsung, seperti biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung, diidentifikasi dan dibebankan ke masing-masing pesanan sesuai dengan biaya aktual yang digunakan oleh pesanan tersebut.

adalah biaya produksi dikumpulkan atas dasar proses atau departemen untuk suatu periode tertentu.

Produksi dilakukan secara kontinu (terus menerus) untuk mengisi persediaan barang di gudang. Unit yang diproduksi bersifat homogen, artinya setiap unit produk bersifat identik serta memiliki jumlah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik yang sama.

SLIDE 17

18 of 25

Pendekatan Biaya pada Harga Pokok Produksi

Full Costing

Full costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang menghitung semua unsur biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead baik yang berperilaku variabel maupun tetap.

SLIDE 18

Variable Costing

Variable costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang hanya menghitung biaya produksi yang berperilaku variabel ke dalam harga pokok produksi yang terdiri dari:

  • Biaya bahan baku
  • Biaya tenaga kerja langsung
  • Biaya overhead pabrik variabel.

19 of 25

Perhitungan Harga Pokok Produksi

Full Costing

Persediaan awal 600

Bi. Bahan Baku 300

Bi. TK langsung 150

BOP variabel 175

BOP tetap 125 +

Total biaya produksi 750

Persediaan akhir (200) _

Harga pokok produksi 1.150

SLIDE 19

Variable Costing

Persediaan awal 600

Bi. Bahan Baku 300

Bi. TK langsung 150

BOP variabel 175 +

Total biaya produksi 625

Persediaan akhir (200) _

Harga pokok produksi 1.025

20 of 25

PENENTUAN HARGA JUAL

Berapa harga jual yang tepat?

Cost-plus Pricing

Metode Cost-Plus Pricing menggunakan biaya untuk menentukan harga, sementara target costing bekerja sebaliknya yaitu menggunakan harga untuk menentukan biaya.

 

SLIDE 20

Target Pricing

Dimulai menentukan berapa yang ingin ditagihkan untuk suatu produk Kemudian mengurangi laba yang diinginkan dari harga itu untuk sampai pada biaya maksimum yang mampu dibayar untuk menghasilkan produk itu.

 

21 of 25

Perhitungan Harga Jual

Penetapan Harga Biaya Plus

(Cost-Plus Pricing Method)

Penentuan harga jual dengan cara menambahkan laba yang diharapkan di atas biaya penuh masa yang akan datang untuk memproduksi dan memasarkan produk.

SLIDE 21

Penetapan Harga Mark-Up

Metode harga mark-up hampir sama dengan metode cost-plus pricing method. Metode mark-up ini digunakan oleh para wirausaha/pedagang yang usahanya membeli dan menjual kembali barang tersebut setelah terlebih dahulu ditambah biaya-biaya.

 

 

 

22 of 25

Ilustrasi Perhitungan Harga Jual

Target Pricing

Usaha Kerajinan Tas Kulit

 

Penilaian pasar menunjukkan bahwa biaya yang dibebankan tidak lebih dari Rp600.000,00 per unit.

 

Jika diinginkan kenaikan harga sebesar 20%, maka harga jual tas kulit:

Harga jual = biaya yang dibebankan berdasarkan pasar : 120%

= 600.000 : 120%

= 500.000

Jadi wirausaha kerajinan tas kulit harus dapat menghasilkan setiap unit dengan harga maksimal Rp500.000,00 atau kurang dari tersebut.

SLIDE 22

23 of 25

Ilustrasi Perhitungan Harga Jual

Penetapan Harga Biaya Plus (Cost-Plus Pricing Method)

Biaya Bahan Baku: Rp5.000.000,00

Biaya tenaga kerja: Rp2.500.000,00

Biaya Overhead Pabrik: Rp1.500.000,00

Jumlah total biaya produksi: Rp9.000.000,00

 

Apabila laba yang diinginkan sebesar 20% dari total biaya produksi, maka:

Harga jual = total biaya produksi + laba

= Rp9.000.000,00 + (20% x Rp9.000.000,00)

=Rp10.800.000,00

SLIDE 23

24 of 25

Ilustrasi Perhitungan Harga Jual

Penetapan Harga Mark-Up

Harga Barang Dagangan: Rp2.000.000,00

Biaya pengelolaan dan penjualan: Rp500.000,00 +

Total Harga Beli: Rp2.500.000,00

Keuntungan yang Diinginkan: Rp1.500.000,00

 

Harga jual = Harga Beli + Markup

= Rp2.500.000,00 + Rp1.500.000,00

= Rp4.000.000,00

 

SLIDE 24

25 of 25

Referensi

Badan Pusat Statistik (BPS). 2001. Pengukuran dan Analisis Ekonomi Kinerja Penyerapan Tenaga Kerja, Nilai Tambah dan Ekspor Usaha Kecil dan Menengah, Jakarta: BPS.

Badan Pusat Statistik (BPS). 2001. Pengukuran Perkembangan Modal Tetap Bruto (Investasi) Usaha Kecil Menengah, BPS-BPSKPKM, Jakarta: BPPS.

Halim, Abdul. 1999. Dasar-Dasar Akuntansi Biaya, Edisi 4, Yogyakarta: BPFE. Mubyarto. 2014.

Ekonomi Dan Kemiskinan. Didownload dari http://www.ekonomikerakyatan.ugm.ac.id/My%20Web/sembul14.htm Tanggal 3 April 2014.

Mudrajad Kuncoro. 2014. Pemberdayaan Ukm: Antara Mitos Dan Realitas. Didownload dari http://ekonomikerakyatan.ugm.ac.id/My%20Web/mudrajad.htm pada tanggal 2 April 2014.

Kementerian Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah Republik Indonesia. 2010. Rencana Strategis Kementerian Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah Republik Indonesia Tahun 2010 – 2014.

Rayburn, L Gayle. 1999. Akuntansi Biaya, dengan Menggunakan Pendekatan Manajemen Biaya, Edisi Keenam, Jakarta: Erlangga.

Suadi, Arief. 2000. Akuntansi Biaya, Yogyakarta: Penerbit STIE YKPN. Sudarma Sopian. 2010.

Usry, Carter. 2004. Akuntansi Biaya, Edisi 13, Buku 1, Jakarta: Salemba Empat

SLIDE 25