PRODUKSI
M3KB3
Modul Kewirausahaan
Capaian dan Sub Capaian Pembelajaran
Capaian Pembelajaran
Sub Capaian Pembelajaran
Memahami dan menentukan produk dan produksi
Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian produk
Mahasiswa mampu menentukan dan memilih produk
Mahasiswa mampu menjelaskan daur hidup produk
Mahasiswa mampu menyusun perencanaan produksi
Mahasiswa mampu menghitung harga pokok produksi
Mahasiswa mampu menghitung harga jual produk
SLIDE 2
Pengertian Produk
Kata produk berasal dari bahasa Inggris product 🡪 artinya “sesuatu yang diproduksi olek tenaga kerja atau sejenisnya”.
Produk dalam istilah pemasaran (marketing) adalah bentuk fisik barang yang ditawarkan dengan seperangkat citra (image) dan jasa (service) yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan.
SLIDE 3
Kategori Produk
SLIDE 4
Product
Consumer Product
Convenience Goods
Staples Goods
Impulse Goods
Emergency Goods
Shopping Goods
Homogeneous Goods
Heterogeneous Goods
Specialty Goods
Unsought Goods
New Unsought Goods
Regularly Unsought Goods
Industrial Product
Instalasi
Peralatan Tambahan
Bahan Baku
Material dan Suku Cadang
Persediaan
Penentuan Produk
What?
Barang apa yang akan dihasilkan/dijual?
How many?
Berapa volume produk, bagaimana cara membuatnya?
SLIDE 5
Berapa macam kombinasi produk?
Berapa jumlah jenis produk yang akan diproduksi?
Daur Hidup Produk
SLIDE 6
Introduction
Growth
Maturity
Decline
Memperpanjang Daur Hidup Produk
SLIDE 7
Proses Pengembangan Produk Baru
SLIDE 8
Pencarian Ide
Menya-ring Ide
Analisis Bisnis
Pengem-bangan Produk
Tes Pemasa-ran
Komer-sialisasi
Manfaat dan Tujuan �Perencanaan Produksi
SLIDE 9
Pertimbangan dalam Proses Produksi
SLIDE 10
Langkah-langkah Perencanaan Produksi
SLIDE 11
Routing
menentukan jalur dan rute dari susunan pekerjaan atau proses. Ada beberapa hal yang patut diperhatikan disini, antara lain kuantitas, kualitas produk, sumber daya manusia, mesin, dan sebagainya.
Penjadwalan
perbaikan jumlah pekerjaan yang harus dilakukan, mengatur operasi manufaktur yang berbeda dalam urutan prioritas, tanggal dan waktu untuk setiap operasinya.
Dispatching
Penelitian & Pengembangan Produk Baru
SLIDE 12
Analisis Produk yang ada:
Desain Produk Pendahuluan:
Membuat Protoype Produk:
Pengujian Produk:
Hal yang Harus Dipertimbangkan dalam Penelitian dan Pengembangan:
SLIDE 13
Manfaat Informasi Harga Pokok Produksi
Menghitung Laba Rugi Periodik.
SLIDE 14
Elemen Harga Pokok Produksi
Biaya Bahan Baku
Harga perolehan berbagai macam bahan baku yang dipakai dalam kegiatan pengolahan produk.
SLIDE 15
Biaya Overhead Pabrik
Biaya Tenaga Kerja
Semua biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
Biaya Tenaga Kerja Langsung: adalah biaya tenaga kerja yang jasanya dapat diikuti jejak manfaatnya pada produk tertentu.
Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung: meliputi semua biaya (gaji/upah) tenaga kerja bagian produksi yang tidak terlibat secara langsung dalam proses pengerjaan bahan menjadi produk jadi.
Pembebanan Biaya Overhead Pabrik
SLIDE 16
Metode Pengumpulan Biaya Produksi
Metode Harga Pokok Pesanan
Metode Harga Pokok Proses
adalah biaya produksi dikumpulkan untuk setiap pesanan yang diterima dari pelanggan.
Biaya produksi langsung, seperti biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung, diidentifikasi dan dibebankan ke masing-masing pesanan sesuai dengan biaya aktual yang digunakan oleh pesanan tersebut.
adalah biaya produksi dikumpulkan atas dasar proses atau departemen untuk suatu periode tertentu.
Produksi dilakukan secara kontinu (terus menerus) untuk mengisi persediaan barang di gudang. Unit yang diproduksi bersifat homogen, artinya setiap unit produk bersifat identik serta memiliki jumlah biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik yang sama.
SLIDE 17
Pendekatan Biaya pada Harga Pokok Produksi
Full Costing
Full costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang menghitung semua unsur biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead baik yang berperilaku variabel maupun tetap.
SLIDE 18
Variable Costing
Variable costing merupakan metode penentuan harga pokok produksi yang hanya menghitung biaya produksi yang berperilaku variabel ke dalam harga pokok produksi yang terdiri dari:
Perhitungan Harga Pokok Produksi
Full Costing
Persediaan awal 600
Bi. Bahan Baku 300
Bi. TK langsung 150
BOP variabel 175
BOP tetap 125 +
Total biaya produksi 750
Persediaan akhir (200) _
Harga pokok produksi 1.150
SLIDE 19
Variable Costing
Persediaan awal 600
Bi. Bahan Baku 300
Bi. TK langsung 150
BOP variabel 175 +
Total biaya produksi 625
Persediaan akhir (200) _
Harga pokok produksi 1.025
PENENTUAN HARGA JUAL
Berapa harga jual yang tepat?
Cost-plus Pricing
Metode Cost-Plus Pricing menggunakan biaya untuk menentukan harga, sementara target costing bekerja sebaliknya yaitu menggunakan harga untuk menentukan biaya.
SLIDE 20
Target Pricing
Dimulai menentukan berapa yang ingin ditagihkan untuk suatu produk Kemudian mengurangi laba yang diinginkan dari harga itu untuk sampai pada biaya maksimum yang mampu dibayar untuk menghasilkan produk itu.
Perhitungan Harga Jual
Penetapan Harga Biaya Plus
(Cost-Plus Pricing Method)
Penentuan harga jual dengan cara menambahkan laba yang diharapkan di atas biaya penuh masa yang akan datang untuk memproduksi dan memasarkan produk.
SLIDE 21
Penetapan Harga Mark-Up
Metode harga mark-up hampir sama dengan metode cost-plus pricing method. Metode mark-up ini digunakan oleh para wirausaha/pedagang yang usahanya membeli dan menjual kembali barang tersebut setelah terlebih dahulu ditambah biaya-biaya.
Ilustrasi Perhitungan Harga Jual
Target Pricing
Usaha Kerajinan Tas Kulit
Penilaian pasar menunjukkan bahwa biaya yang dibebankan tidak lebih dari Rp600.000,00 per unit.
Jika diinginkan kenaikan harga sebesar 20%, maka harga jual tas kulit:
Harga jual = biaya yang dibebankan berdasarkan pasar : 120%
= 600.000 : 120%
= 500.000
Jadi wirausaha kerajinan tas kulit harus dapat menghasilkan setiap unit dengan harga maksimal Rp500.000,00 atau kurang dari tersebut.
SLIDE 22
Ilustrasi Perhitungan Harga Jual
Penetapan Harga Biaya Plus (Cost-Plus Pricing Method)
Biaya Bahan Baku: Rp5.000.000,00
Biaya tenaga kerja: Rp2.500.000,00
Biaya Overhead Pabrik: Rp1.500.000,00
Jumlah total biaya produksi: Rp9.000.000,00
Apabila laba yang diinginkan sebesar 20% dari total biaya produksi, maka:
Harga jual = total biaya produksi + laba
= Rp9.000.000,00 + (20% x Rp9.000.000,00)
=Rp10.800.000,00
SLIDE 23
Ilustrasi Perhitungan Harga Jual
Penetapan Harga Mark-Up
Harga Barang Dagangan: Rp2.000.000,00
Biaya pengelolaan dan penjualan: Rp500.000,00 +
Total Harga Beli: Rp2.500.000,00
Keuntungan yang Diinginkan: Rp1.500.000,00
Harga jual = Harga Beli + Markup
= Rp2.500.000,00 + Rp1.500.000,00
= Rp4.000.000,00
SLIDE 24
Referensi
Badan Pusat Statistik (BPS). 2001. Pengukuran dan Analisis Ekonomi Kinerja Penyerapan Tenaga Kerja, Nilai Tambah dan Ekspor Usaha Kecil dan Menengah, Jakarta: BPS.
Badan Pusat Statistik (BPS). 2001. Pengukuran Perkembangan Modal Tetap Bruto (Investasi) Usaha Kecil Menengah, BPS-BPSKPKM, Jakarta: BPPS.
Halim, Abdul. 1999. Dasar-Dasar Akuntansi Biaya, Edisi 4, Yogyakarta: BPFE. Mubyarto. 2014.
Ekonomi Dan Kemiskinan. Didownload dari http://www.ekonomikerakyatan.ugm.ac.id/My%20Web/sembul14.htm Tanggal 3 April 2014.
Mudrajad Kuncoro. 2014. Pemberdayaan Ukm: Antara Mitos Dan Realitas. Didownload dari http://ekonomikerakyatan.ugm.ac.id/My%20Web/mudrajad.htm pada tanggal 2 April 2014.
Kementerian Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah Republik Indonesia. 2010. Rencana Strategis Kementerian Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah Republik Indonesia Tahun 2010 – 2014.
Rayburn, L Gayle. 1999. Akuntansi Biaya, dengan Menggunakan Pendekatan Manajemen Biaya, Edisi Keenam, Jakarta: Erlangga.
Suadi, Arief. 2000. Akuntansi Biaya, Yogyakarta: Penerbit STIE YKPN. Sudarma Sopian. 2010.
Usry, Carter. 2004. Akuntansi Biaya, Edisi 13, Buku 1, Jakarta: Salemba Empat
SLIDE 25