1 of 49

Peningkatan Kompetensi Guru SMK dalam

Implementasi Kurikulum Merdeka

Mohammad Husni�BBPPMPV BOE Malang

Hotel Montana 2 Malang

2024

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN,

RISET, DAN TEKNOLOGI

2 of 49

Spektrum Keahlian dan Struktur Kurikulum SMK

Sosialisasi Kurikulum Merdeka

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia

3 of 49

KERANGKA KURIKULUM MERDEKA

4 of 49

KERANGKA KURIKULUM MERDEKA

5 of 49

KERANGKA KURIKULUM MERDEKA

6 of 49

KERANGKA KURIKULUM MERDEKA SMK

7 of 49

Spektrum Keahlian SMK

Perubahan kurikulum SMK/MAK diawali dengan penataan ulang Spektrum Keahlian SMK/MAK.

  • Spektrum Keahlian adalah daftar bidang dan program keahlian SMK yang disusun berdasarkan kebutuhan dunia kerja yang meliputi: dunia usaha, dunia industri, badan usaha milik negara/badan usaha milik daerah, instansi pemerintah atau lembaga lainnya serta perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya.
  • Spektrum Keahlian SMK/MAK merupakan acuan penyusunan struktur kurikulum serta pembukaan dan penyelenggaraan bidang dan program keahlian pada SMK. Setiap program keahlian terdiri atas minimum satu konsentrasi keahlian.
  • Konsentrasi keahlian diselenggarakan dalam program 3 tahun atau program 4 tahun diatur lebih lanjut dalam keputusan pimpinan unit utama yang membidangi standar, kurikulum, dan asesmen pendidikan.

8 of 49

KERANGKA KURIKULUM MERDEKA SMK

9 of 49

KERANGKA KURIKULUM MERDEKA SMK

10 of 49

Spektrum Keahlian SMK

  1. Daftar Konsentrasi Keahlian beserta konversinya tercantum pada Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek Nomor 024/H/KR/2022 Tentang Konsentrasi Keahlian SMK/MAK pada Kurikulum Merdeka.
  2. Satuan pendidikan yang menyelenggarakan kompetensi keahlian yang dikonversi, wajib menginformasikan konsentrasi keahlian hasil konversinya kepada Dinas Pendidikan Provinsi/Kantor Wilayah Kementerian Agama.
  3. Satuan pendidikan pelaksana program SMK Pusat Keunggulan pada tahun ajaran 2021/2022 telah menyelenggarakan program keahlian yang tidak sesuai dengan program keahlian sebagaimana diatur dalam Keputusan Kepala Badan ini, satuan pendidikan dapat menyelenggarakan program keahlian yang relevan dengan konsentrasi keahlian yang dipilih oleh peserta didik dan wajib memberikan matrikulasi pada peserta didik sebagai fondasi penguasaan konsentrasi keahlian pada program keahlian yang baru.

11 of 49

Struktur Kurikulum SMK

Struktur kurikulum SMK/MAK terbagi menjadi 2 (dua), yaitu:

  1. pembelajaran intrakurikuler; dan
  2. projek penguatan profil pelajar Pancasila yang dialokasikan dari total JP mata pelajaran umum dan beberapa mata pelajaran pilihan per tahun.

Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, baik secara muatan maupun secara waktu pelaksanaan.

Secara muatan, projek profil harus mengacu pada capaian profil pelajar Pancasila sesuai dengan fase peserta didik, dan tidak harus dikaitkan dengan capaian pembelajaran pada mata pelajaran.

Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, projek dapat dilaksanakan dengan menjumlah alokasi jam pelajaran projek dari semua mata pelajaran dan jumlah total waktu pelaksanaan masing-masing projek tidak harus sama.

12 of 49

KERANGKA KURIKULUM MERDEKA SMK

13 of 49

KERANGKA KURIKULUM MERDEKA SMK

14 of 49

KERANGKA KURIKULUM MERDEKA SMK

15 of 49

KERANGKA KURIKULUM MERDEKA SMK

16 of 49

KERANGKA KURIKULUM MERDEKA SMK

17 of 49

KERANGKA KURIKULUM MERDEKA SMK

18 of 49

Capaian Pembelajaran

Sosialisasi Kurikulum Merdeka

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia

19 of 49

Pengertian Capaian Pembelajaran

“Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase, dimulai dari Fase Fondasi pada PAUD. Untuk Pendidikan dasar dan menengah, CP disusun untuk setiap mata pelajaran.”

(lihat: Keputusan Menteri Republik Indonesia Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran)

Pemerintah hanya menetapkan tujuan akhir per fase (CP) dan waktu tempuhnya (fase). Satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk menentukan strategi dan cara atau jalur untuk mencapainya. Agar bisa menentukan strategi yang sesuai, kita perlu mengetahui titik awal keberangkatan para peserta didik.

20 of 49

Sistematika Capaian Pembelajaran

  • Rasional
  • Tujuan
  • Karakteristik
  • CP

21 of 49

Komponen CP

2

3

4

1

Rasional Mata Pelajaran

  • Pengertian mata pelajaran
  • Posisi mata pelajaran dalam kurikulum merdeka
  • Pendekatan pembelajaran
  • Kontribusi terhadap profil pelajar Pancasila

Tujuan Mata Pelajaran

Kemampuan yang perlu dicapai pelajar setelah mempelajari mata pelajaran tersebut

Karakteristik Mata Pelajaran

  • Deskripsi umum tentang apa yang dipelajari dalam mata pelajaran
  • Elemen-elemen mata pelajaran serta deskripsinya

Capaian dalam setiap fase secara keseluruhan

Kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase. Dibuat dalam bentuk pernyataan yang disajikan dalam paragraf yang utuh.

Capaian setiap fase menurut elemen

Dibuat dalam bentuk matriks. Setiap elemen dipetakan menurut perkembangan siswa

22 of 49

Capaian Pembelajaran

CP dirumuskan dalam bentuk Fase, bukan per tahun

CP selalu berpusat pada siswa, bukan pada ketuntasan materi

Fase A Kelas I-II SD

Fase B Kelas III-IV SD

Fase C Kelas V-VI SD

Fase D

Kelas VII-IX SMP

Fase E Kelas X SMK

Fase F Kelas

XI-XII/XIII SMK

23 of 49

Bentuk pemahaman dalam CP

Apa yang dimaksud dengan memahami?

24 of 49

Bentuk Pemahaman dalam CP

M

T

W

T

F

Prinsip penyusunan CP menggunakan pendekatan konstruktivisme yang membangun pengetahuan dan berdasarkan pengalaman nyata dan kontekstual. Menurut teori belajar konstruktivisme (constructivist learning theory), pengetahuan bukanlah kumpulan atau seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah untuk diingat.

Konsep “Memahami” dalam Capaian Pembelajaran (CP) dalam konstruktivisme adalah proses membangun pengetahuan melalui pengalaman nyata. Pemahaman tidak bersifat statis, tetapi berevolusi dan berubah secara konstan sepanjang siswa mengonstruksikan pengalaman-pengalaman baru yang memodifikasi pemahaman sebelumnya

25 of 49

6 Aspek/Facet

M

T

W

T

F

Pemahaman merupakan cara untuk mengkonfirmasi

pemahaman siswa atas apa yang telah mereka pelajari dan tidak hirarkis/bukan merupakan siklus.

Jika siswa melakukan salah satu dari keenam Aspek/Facet Pemahaman ini (mampu menjelaskan, menginterpretasi, menerapkan/mengaplikasikan, berempati, memiliki sebuah sudut pandang, atau memiliki pengenalan diri), berarti mereka telah mendemonstrasikan sebuah tingkat pemahaman.

6 Aspek/Facet Pemahaman ini merupakan modal untuk menentukan Tujuan Pembelajaran (TP), menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), menentukan asesmen, dan instruksi yang tepat.

Sumber: OECD (2018)

26 of 49

6 aspek pemahaman (Wiggins and Tighe, 2005)

M

T

T

F

Penjelasan

Explanation

Mendeskripsikan suatu ide dengan kata-kata sendiri, membangun hubungan antar topik, mendemonstrasikan hasil kerja, menjelaskan alasan/cara/prosedur , menjelaskan sebuah teori menggunakan data, berargumen dan mempertahankan pendapatnya.

Interpretasi

Interpretation

Menerjemahkan cerita, karya seni, atau situasi. Interpretasi juga berarti memaknai sebuah ide, perasaan atau sebuah hasil karya dari satu media ke media lain, dapat membuat analogi, anekdot, dan model. Melihat makna dari apa yang telah dipelajari dan relevansi dengan dirinya.

Aplikasi

Application

Menggunakan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman mengenai suatu dalam situasi yang W

nyata dalam kehidupan sehari-hari atau sebuah simulasi (menyerupai kenyataan)

Perspektif

Perspective

Melihat suatu hal dari sudut pandang yang berbeda, siswa dapat menjelaskan sisi lain dari sebuah situasi, melihat gambaran besar, melihat asumsi yang mendasari suatu hal dan memberikan kritik.

Empati

SumbeEr:mOEpCaDthy (2018)

Menaruh diri di posisi orang lain. Merasakan emosi yang dialami oleh pihak lain dan/atau memahami pikiran yang berbeda dengan dirinya. Menemukan nilai (value) dari sesuatu

Pengenalan diri

Self-Knowledge

Memahami diri sendiri; yang menjadi kekuatan, area yang perlu dikembangkan serta proses berpikir dan emosi yang terjadi secara internal.

6 facet of understanding; merupakan bentuk-bentuk pemahaman yang digunakan dalam CP. Tidak harus hirarkis

27 of 49

Contoh Bentuk Pemahaman Dalam CP �Matematika Fase B elemen Bilangan

M

T

W

T

F

Penjelasan

Explanation

Mendeskripsikan makna dari bilangan 10.000 dengan kata-kata sendiri, mengaitkan dengan nilai tempat, mengurutkan dan membandingkan bilangan 10.000 dengan bilangan lain

Interpretasi

Interpretation

Menerjemahkan makna 10.000 menggunakan gambar

Aplikasi

Application

Menggunakan pemahaman 10.000 untuk memecahkan masalah dalam dunia nyata (misalnya berbelanja di kantin dengan uang Rp.10.000,00 atau soal cerita/ simulasi jual-beli)

Perspektif

Perspective

Menemukan berbagai cara berbeda untuk mendapatkan nilai 10.000

Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) untuk bilangan cacah sampai dengan

10.000. Mereka dapat membaca,

menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan,

menggunakan nilai tempat, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan uang mSuemnbegr:gOuECnDa(k20a1n8) ribuan sebagai satuan.

28 of 49

Capaian Pembelajaran di SMK

25

Capaian pembelajaran untuk mata pelajaran pada kelompok umum

Capaian Pembelajaran mata pelajaran kelompok umum mengacu pada Capaian Pembelajaran yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Capaian Pembelajaran untuk mata pelajaran pada kelompok kejuruan

Capaian Pembelajaran mata pelajaran Dasar-Dasar Program Keahlian (Fase E) dan Konsentrasi Keahlian (Fase F) dikembangkan oleh Pemerintah. satuan pendidikan bersama dunia kerja dapat mengembangkan kontekstualisasi capaian pembelajaran dan menuangkannya dalam tujuan pembelajaran serta perencanaan pembelajaran sesuai dengan karakteristik konsentrasi yang diselenggarakan.

29 of 49

KURIKULUM OPERASIONAL SATUAN PENDIDIKAN

KERANGKA KURIKULUM MERDEKA SMK

30 of 49

MENYUSUN KURIKULUM OPERASIONAL SATUAN PENDIDIKAN (KOSP)

SUMBER DOKUMEN YANG DIPERLUKAN

KEPMEN 262 /M/2022

Tentang Perubahan Atas KEPMEN 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran

Buku Panduan Penyusunan KOS

Yang dapat diambil dalam KEPMEN

    • Struktur Kurikulum
    • Jumlah Jam Pelajaran
    • Beban Ngajar
    • Dll.
    • CP Mapel

31 of 49

PRINSIP PENYUSUNAN KURIKULUM OPERASIONAL SATUAN PENDIDIKAN

Berpusat pada peserta didik, yaitu pembelajaran harus memenuhi keragaman potensi, kebutuhan perkembangan dan tahapan belajar, serta kepentingan peserta didik.

Kontekstual, menunjukkan kekhasan dan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, konteks sosial budaya dan lingkungan, serta dunia kerja dan industri (khusus SMK), dan menunjukkan karakteristik atau kekhususan peserta didik berkebutuhan khusus (khusus SLB).

Esensial, yaitu memuat semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkan dan digunakan di satuan pendidikan. Bahasa yang digunakan lugas, ringkas, dan mudah dipahami.

Akuntabel, dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data dan aktual.

Melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Pengembangan kurikulum satuan pendidikan melibatkan komite satuan pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan, antara lain orang tua, organisasi, berbagai sentra, serta industri dan dunia kerja untuk SMK, di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama sesuai dengan kewenangannya.

1

2

3

4

5

32 of 49

32

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN KURIKULUM OPERASIONAL

Catatan: untuk SMK, langkah nomor 2 adalah ‘Merumuskan/Meninjau Visi, Misi, Tujuan lingkup Sekolah dan Tujuan untuk Program Keahlian

Bagi yang belum pernah menyusun kurikulum operasional di satuan pendidikan

Bagi yang telah memiliki dokumen kurikulum operasional di satuan pendidikan

33 of 49

Proses Penyusunan Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan

Bagi satuan pendidikan yang belum pernah menyusun kurikulum operasional di satuan pendidikan

Penyusunan dokumen

  1. Apakah satuan pendidikan sudah memiliki inspirasi kurikulum operasional di satuan pendidikan?
  2. Apakah satuan pendidikan telah memiliki visi dan misi?
  3. Siapa yang akan memfasilitasi dan terlibat di dalam penyusunan ini?
  4. Apakah akan dilakukan pembahasan kurikulum operasional oleh pemangku kepentingan internal? (kepala satuan pendidikan dan pendidik)
  5. Apakah akan dilakukan pembahasan kurikulum operasional di satuan pendidikan oleh pemangku kepentingan eksternal? (meliputi: orang tua, komite satuan pendidikan dan pemangku kepentingan lainnya yaitu, organisasi, berbagai sentra, serta mitra dunia kerja untuk SMK)?

Dalam penyelenggaraannya, kurikulum operasional di satuan pendidikan perlu menjadi dokumen yang dinamis, yang diperbarui secara berkesinambungan, menjadi referensi dalam keseharian, direfleksikan, dan terus dikembangkan.

Penyusunan dokumen kurikulum operasional di satuan pendidikan hendaknya dimulai dengan memahami secara utuh struktur kurikulum merdeka.

34 of 49

Proses Penyusunan Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan Secara Umum

evaluasi jangka pendek

(semester/tahunan)

evaluasi jangka panjang

(4-5 tahun)

Proses penyusunan kurikulum operasional bersifat

  • TETAP (mengacu kepada kerangka dasar kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah pusat), dan
  • FLEKSIBEL/DINAMIS (mengembangkan kurikulum operasional berdasarkan kerangka dan struktur kurikulum, sesuai karakteristik dan kebutuhan satuan pendidikan).

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN KURIKULUM OPERASIONAL (bagi yang belum pernah menyusun kurikulum operasional di satuan pendidikan)

1

Menganalisis konteks KARAKTERISTIK SATUAN PENDIDIKAN

2

Merumuskan VISI MISI

TUJUAN

3

Menentukan PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN

4

Menyusun RENCANA PEMBELAJARAN

5

Merancang

PENDAMPINGAN, EVALUASI, DAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL

Catatan: untuk SMK, langkah nomor 2 adalah ‘Merumuskan Visi dan Misi Satuan Pendidikan, serta Tujuan Program Keahlian’

35 of 49

Proses Peninjauan dan Revisi Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan

Bagi satuan pendidikan yang sudah pernah menyusun dokumen kurikulum operasional di satuan pendidikan

Peninjauan dan revisi

  1. Siapa yang akan memfasilitasi dan terlibat di dalam peninjauan dan revisi ini?
  2. Apakah kurikulum operasional di satuan pendidikan yang telah dibuat sudah sesuai dengan kerangka dan ketentuan penyusunan?
  3. Apakah ada proses diskusi/kerja kolaborasi untuk menyusun kurikulum operasional di satuan pendidikan?
  4. Apakah ada informasi atau pembahasan yang disampaikan pada orangtua mengenai kurikulum dan/atau program-program?
  5. Bagaimana strategi yang akan dilakukan untuk mengevaluasi?
  6. Khusus untuk SMK, apakah substansi kurikulum yang ada masih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja?

36 of 49

Proses Peninjauan dan Revisi Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan

LANGKAH-LANGKAH PENINJAUAN DAN REVISI KURIKULUM OPERASIONAL (bagi yang telah memiliki dokumen kurikulum operasional di satuan pendidikan)

Catatan: untuk SMK, langkah nomor 2 adalah ‘Merumuskan Visi dan Misi Satuan Pendidikan, serta Tujuan Program Keahlian’

evaluasi jangka pendek

(semester/tahunan)

evaluasi jangka panjang

(4-5 tahun)

1

Menganalisis konteks KARAKTERISTIK SATUAN PENDIDIKAN

2

Meninjau VISI MISI

TUJUAN

3

Meninjau PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN

4

Menyusun RENCANA PEMBELAJARAN

5

Merancang

PENDAMPINGAN, EVALUASI, DAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL

37 of 49

Komponen Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan

Komponen kurikulum operasional yang dikembangkan dan digunakan di satuan pendidikan terdiri atas:

  1. karakteristik satuan pendidikan;
  2. visi, misi, dan tujuan satuan pendidikan;
  3. pengorganisasian pembelajaran; dan
  4. perencanaan pembelajaran.

Untuk dokumen perencanaan pembelajaran dalam ruang lingkup kelas, satuan pendidikan dapat menggunakan, memodifikasi, atau mengadaptasi contoh modul ajar yang disediakan Pemerintah, dan cukup melampirkan beberapa contoh perencanaan pembelajaran atau bentuk rencana kegiatan yang mewakili inti dari rangkaian pembelajaran pada bagian Lampiran. Satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk menentukan format dan sistematika penyusunan kurikulum operasional satuan pendidikan.

38 of 49

38

KOMPONEN KURIKULUM OPERASIONAL SATUAN PENDIDIKAN

Karakteristik satuan pendidikan

Gambaran mengenai karakteristik satuan pendidikan, termasuk peserta didik, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan sosial budaya. Untuk SMK, karakteristik melingkupi program keahliannya.

Visi, misi, dan tujuan

Visi

  • Menggambarkan bagaimana peserta didik menjadi subjek dalam tujuan jangka panjang satuan pendidikan dan nilai-nilai yang dituju berdasarkan hasil analisis karakteristik satuan pendidikan
  • Nilai-nilai yang mendasari penyelenggaraan pembelajaran agar peserta didik dapat mencapai profil pelajar Pancasila yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak untuk PAUD)

Misi

  • Misi menjawab bagaimana satuan pendidikan mencapai visi
  • Nilai-nilai penting yang diprioritaskan selama menjalankan misi

Tujuan

  • Tujuan akhir dari kurikulum satuan pendidikan yang berdampak kepada peserta didik
  • Tujuan menggambarkan tahapan-tahapan (milestone) penting dan selaras dengan misi
  • Strategi satuan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan
  • Kompetensi/karakteristik yang menjadi kekhasan lulusan suatu satuan pendidikan dan selaras dengan profil pelajar Pancasila

Untuk SMK visi, misi, dan tujuan disusun untuk lingkup sekolah, sedangkan program keahlian menyusun tujuan program keahlian.

Komponen ini menjadi komponen utama yang ditinjau setiap 4 – 5 tahun

39 of 49

39

KOMPONEN KURIKULUM OPERASIONAL SATUAN PENDIDIKAN

Pengorganisasian pembelajaran

Cara satuan pendidikan mengatur muatan kurikulum dalam satu rentang waktu dan beban belajar, serta cara mengelola pembelajaran untuk mendukung Capaian Pembelajaran (CP) dan profil pelajar Pancasila yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan

  • Intrakurikuler, berisi muatan/mata pelajaran dan muatan tambahan lainnya jika ada (seperti mulok). Untuk SMK, mata pelajaran dan/atau konsentrasi disusun oleh satuan pendidikan bersama dunia kerja. Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk SMK, memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk menumbuhkembangkan karakter dan budaya kerja yang profesional, meningkatkan kompetensi peserta didik sesuai kurikulum dan kebutuhan dunia kerja, serta menyiapkan

kemandirian Peserta Didik untuk bekerja dan/atau berwirausaha.

  • Projek penguatan profil pelajar Pancasila, menjelaskan pengelolaan projek yang mengacu pada profil pelajar Pancasila pada tahun ajaran tersebut. Projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang terpisah dari intrakurikuler. Untuk SMK, tema Kebekerjaan merupakan tema yang wajib dipilih setiap tahun.
  • Ekstrakurikuler, kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal.

Perencanaan pembelajaran

Perencanaan pembelajaran meliputi ruang lingkup satuan pendidikan dan ruang lingkup kelas.

  • Rencana pembelajaran untuk ruang lingkup satuan pendidikan

seperti penyusunan capaian pembelajaran (telah ditetapkan oleh pemerintah), alur tujuan pembelajaran lengkap dengan gambaran besar asesmen dan sumber belajar yang mencakup kegiatan intrakurikuler serta projek penguatan profil pelajar

Pancasila, dan perencanaan program prioritas satuan pendidikan.

  • Rencana pembelajaran untuk ruang lingkup kelas seperti rencana pelaksanaan pembelajaran atau modul ajar, perangkat ajar. Untuk dokumentasi rencana pembelajaran ini, satuan pendidikan cukup melampirkan beberapa contoh perangkat ajar atau bentuk rencana kegiatan yang mewakili inti dari rangkaian pembelajaran pada bagian Lampiran.

Komponen ini menjadi komponen utama yang ditinjau setiap tahun.

40 of 49

40

PROSES PENYUSUNAN KURIKULUM OPERASIONAL SATUAN PENDIDIKAN

TETAP (mengacu kepada kerangka dasar kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah pusat), dan

FLEKSIBEL/DINAMIS (mengembangkan kurikulum operasional berdasarkan kerangka dan struktur kurikulum, sesuai karakteristik dan kebutuhan satuan pendidikan

41 of 49

41

KOMPONEN 1 - ANALISIS KARAKTERISTIK SATUAN PENDIDIKAN

42 of 49

42

KOMPONEN 2 – VISI, MISI DAN TUJUAN

43 of 49

43

KOMPONEN 2 – VISI, MISI DAN TUJUAN

44 of 49

44

KOMPONEN 3 – PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN UNTUK SMK

45 of 49

Komponen 4

Perencanaan Pembelajaran

46 of 49

46

KOMPONEN 4 – RENCANA PEMBELAJARAN

47 of 49

47

KOMPONEN 4 – RENCANA PEMBELAJARAN .

48 of 49

48

KOMPONEN 4 – RENCANA PEMBELAJARAN

49 of 49

TERIMAKASIH