Peningkatan Kompetensi Guru SMK dalam
Implementasi Kurikulum Merdeka
Mohammad Husni�BBPPMPV BOE Malang
Hotel Montana 2 Malang
2024
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN,
RISET, DAN TEKNOLOGI
Spektrum Keahlian dan Struktur Kurikulum SMK
Sosialisasi Kurikulum Merdeka
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia
KERANGKA KURIKULUM MERDEKA
KERANGKA KURIKULUM MERDEKA
KERANGKA KURIKULUM MERDEKA
KERANGKA KURIKULUM MERDEKA SMK
Spektrum Keahlian SMK
Perubahan kurikulum SMK/MAK diawali dengan penataan ulang Spektrum Keahlian SMK/MAK.
KERANGKA KURIKULUM MERDEKA SMK
KERANGKA KURIKULUM MERDEKA SMK
Spektrum Keahlian SMK
Struktur Kurikulum SMK
Struktur kurikulum SMK/MAK terbagi menjadi 2 (dua), yaitu:
Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, baik secara muatan maupun secara waktu pelaksanaan.
Secara muatan, projek profil harus mengacu pada capaian profil pelajar Pancasila sesuai dengan fase peserta didik, dan tidak harus dikaitkan dengan capaian pembelajaran pada mata pelajaran.
Secara pengelolaan waktu pelaksanaan, projek dapat dilaksanakan dengan menjumlah alokasi jam pelajaran projek dari semua mata pelajaran dan jumlah total waktu pelaksanaan masing-masing projek tidak harus sama.
KERANGKA KURIKULUM MERDEKA SMK
KERANGKA KURIKULUM MERDEKA SMK
KERANGKA KURIKULUM MERDEKA SMK
KERANGKA KURIKULUM MERDEKA SMK
KERANGKA KURIKULUM MERDEKA SMK
KERANGKA KURIKULUM MERDEKA SMK
Capaian Pembelajaran
Sosialisasi Kurikulum Merdeka
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia
Pengertian Capaian Pembelajaran
“Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase, dimulai dari Fase Fondasi pada PAUD. Untuk Pendidikan dasar dan menengah, CP disusun untuk setiap mata pelajaran.”
(lihat: Keputusan Menteri Republik Indonesia Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran)
Pemerintah hanya menetapkan tujuan akhir per fase (CP) dan waktu tempuhnya (fase). Satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk menentukan strategi dan cara atau jalur untuk mencapainya. Agar bisa menentukan strategi yang sesuai, kita perlu mengetahui titik awal keberangkatan para peserta didik.
Sistematika Capaian Pembelajaran
Komponen CP
2
3
4
1
Rasional Mata Pelajaran
Tujuan Mata Pelajaran
Kemampuan yang perlu dicapai pelajar setelah mempelajari mata pelajaran tersebut
Karakteristik Mata Pelajaran
Capaian dalam setiap fase secara keseluruhan
Kompetensi pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase. Dibuat dalam bentuk pernyataan yang disajikan dalam paragraf yang utuh.
Capaian setiap fase menurut elemen
Dibuat dalam bentuk matriks. Setiap elemen dipetakan menurut perkembangan siswa
Capaian Pembelajaran
CP dirumuskan dalam bentuk Fase, bukan per tahun
CP selalu berpusat pada siswa, bukan pada ketuntasan materi
Fase A Kelas I-II SD
Fase B Kelas III-IV SD
Fase C Kelas V-VI SD
Fase D
Kelas VII-IX SMP
Fase E Kelas X SMK
Fase F Kelas
XI-XII/XIII SMK
Bentuk pemahaman dalam CP
Apa yang dimaksud dengan memahami?
Bentuk Pemahaman dalam CP
M
T
W
T
F
Prinsip penyusunan CP menggunakan pendekatan konstruktivisme yang membangun pengetahuan dan berdasarkan pengalaman nyata dan kontekstual. Menurut teori belajar konstruktivisme (constructivist learning theory), pengetahuan bukanlah kumpulan atau seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah untuk diingat.
Konsep “Memahami” dalam Capaian Pembelajaran (CP) dalam konstruktivisme adalah proses membangun pengetahuan melalui pengalaman nyata. Pemahaman tidak bersifat statis, tetapi berevolusi dan berubah secara konstan sepanjang siswa mengonstruksikan pengalaman-pengalaman baru yang memodifikasi pemahaman sebelumnya
6 Aspek/Facet
M
T
W
T
F
Pemahaman merupakan cara untuk mengkonfirmasi
pemahaman siswa atas apa yang telah mereka pelajari dan tidak hirarkis/bukan merupakan siklus.
Jika siswa melakukan salah satu dari keenam Aspek/Facet Pemahaman ini (mampu menjelaskan, menginterpretasi, menerapkan/mengaplikasikan, berempati, memiliki sebuah sudut pandang, atau memiliki pengenalan diri), berarti mereka telah mendemonstrasikan sebuah tingkat pemahaman.
6 Aspek/Facet Pemahaman ini merupakan modal untuk menentukan Tujuan Pembelajaran (TP), menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), menentukan asesmen, dan instruksi yang tepat.
Sumber: OECD (2018)
6 aspek pemahaman (Wiggins and Tighe, 2005)
M
T
T
F
Penjelasan
Explanation
Mendeskripsikan suatu ide dengan kata-kata sendiri, membangun hubungan antar topik, mendemonstrasikan hasil kerja, menjelaskan alasan/cara/prosedur , menjelaskan sebuah teori menggunakan data, berargumen dan mempertahankan pendapatnya.
Interpretasi
Interpretation
Menerjemahkan cerita, karya seni, atau situasi. Interpretasi juga berarti memaknai sebuah ide, perasaan atau sebuah hasil karya dari satu media ke media lain, dapat membuat analogi, anekdot, dan model. Melihat makna dari apa yang telah dipelajari dan relevansi dengan dirinya.
Aplikasi
Application
Menggunakan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman mengenai suatu dalam situasi yang W
nyata dalam kehidupan sehari-hari atau sebuah simulasi (menyerupai kenyataan)
Perspektif
Perspective
Melihat suatu hal dari sudut pandang yang berbeda, siswa dapat menjelaskan sisi lain dari sebuah situasi, melihat gambaran besar, melihat asumsi yang mendasari suatu hal dan memberikan kritik.
Empati
SumbeEr:mOEpCaDthy (2018)
Menaruh diri di posisi orang lain. Merasakan emosi yang dialami oleh pihak lain dan/atau memahami pikiran yang berbeda dengan dirinya. Menemukan nilai (value) dari sesuatu
Pengenalan diri
Self-Knowledge
Memahami diri sendiri; yang menjadi kekuatan, area yang perlu dikembangkan serta proses berpikir dan emosi yang terjadi secara internal.
6 facet of understanding; merupakan bentuk-bentuk pemahaman yang digunakan dalam CP. Tidak harus hirarkis
Contoh Bentuk Pemahaman Dalam CP �Matematika Fase B elemen Bilangan
M
T
W
T
F
Penjelasan
Explanation
Mendeskripsikan makna dari bilangan 10.000 dengan kata-kata sendiri, mengaitkan dengan nilai tempat, mengurutkan dan membandingkan bilangan 10.000 dengan bilangan lain
Interpretasi
Interpretation
Menerjemahkan makna 10.000 menggunakan gambar
Aplikasi
Application
Menggunakan pemahaman 10.000 untuk memecahkan masalah dalam dunia nyata (misalnya berbelanja di kantin dengan uang Rp.10.000,00 atau soal cerita/ simulasi jual-beli)
Perspektif
Perspective
Menemukan berbagai cara berbeda untuk mendapatkan nilai 10.000
Peserta didik menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan (number sense) untuk bilangan cacah sampai dengan
10.000. Mereka dapat membaca,
menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan,
menggunakan nilai tempat, melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan. Mereka juga dapat menyelesaikan masalah berkaitan dengan uang mSuemnbegr:gOuECnDa(k20a1n8) ribuan sebagai satuan.
Capaian Pembelajaran di SMK
25
Capaian pembelajaran untuk mata pelajaran pada kelompok umum | Capaian Pembelajaran mata pelajaran kelompok umum mengacu pada Capaian Pembelajaran yang ditetapkan oleh Pemerintah. |
Capaian Pembelajaran untuk mata pelajaran pada kelompok kejuruan | Capaian Pembelajaran mata pelajaran Dasar-Dasar Program Keahlian (Fase E) dan Konsentrasi Keahlian (Fase F) dikembangkan oleh Pemerintah. satuan pendidikan bersama dunia kerja dapat mengembangkan kontekstualisasi capaian pembelajaran dan menuangkannya dalam tujuan pembelajaran serta perencanaan pembelajaran sesuai dengan karakteristik konsentrasi yang diselenggarakan. |
KURIKULUM OPERASIONAL SATUAN PENDIDIKAN
KERANGKA KURIKULUM MERDEKA SMK
MENYUSUN KURIKULUM OPERASIONAL SATUAN PENDIDIKAN (KOSP)
SUMBER DOKUMEN YANG DIPERLUKAN
KEPMEN 262 /M/2022
Tentang Perubahan Atas KEPMEN 56/M/2022 Tentang Pedoman Penerapan Kurikulum Dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran
Buku Panduan Penyusunan KOS
Yang dapat diambil dalam KEPMEN
PRINSIP PENYUSUNAN KURIKULUM OPERASIONAL SATUAN PENDIDIKAN
Berpusat pada peserta didik, yaitu pembelajaran harus memenuhi keragaman potensi, kebutuhan perkembangan dan tahapan belajar, serta kepentingan peserta didik.
Kontekstual, menunjukkan kekhasan dan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, konteks sosial budaya dan lingkungan, serta dunia kerja dan industri (khusus SMK), dan menunjukkan karakteristik atau kekhususan peserta didik berkebutuhan khusus (khusus SLB).
Esensial, yaitu memuat semua unsur informasi penting/utama yang dibutuhkan dan digunakan di satuan pendidikan. Bahasa yang digunakan lugas, ringkas, dan mudah dipahami.
Akuntabel, dapat dipertanggungjawabkan karena berbasis data dan aktual.
Melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Pengembangan kurikulum satuan pendidikan melibatkan komite satuan pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan, antara lain orang tua, organisasi, berbagai sentra, serta industri dan dunia kerja untuk SMK, di bawah koordinasi dan supervisi dinas pendidikan atau kantor kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama sesuai dengan kewenangannya.
1
2
3
4
5
32
LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN KURIKULUM OPERASIONAL
Catatan: untuk SMK, langkah nomor 2 adalah ‘Merumuskan/Meninjau Visi, Misi, Tujuan lingkup Sekolah dan Tujuan untuk Program Keahlian’
Bagi yang belum pernah menyusun kurikulum operasional di satuan pendidikan
Bagi yang telah memiliki dokumen kurikulum operasional di satuan pendidikan
Proses Penyusunan Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan
Bagi satuan pendidikan yang belum pernah menyusun kurikulum operasional di satuan pendidikan
Penyusunan dokumen
Dalam penyelenggaraannya, kurikulum operasional di satuan pendidikan perlu menjadi dokumen yang dinamis, yang diperbarui secara berkesinambungan, menjadi referensi dalam keseharian, direfleksikan, dan terus dikembangkan.
Penyusunan dokumen kurikulum operasional di satuan pendidikan hendaknya dimulai dengan memahami secara utuh struktur kurikulum merdeka.
Proses Penyusunan Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan Secara Umum
evaluasi jangka pendek
(semester/tahunan)
evaluasi jangka panjang
(4-5 tahun)
Proses penyusunan kurikulum operasional bersifat
LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN KURIKULUM OPERASIONAL (bagi yang belum pernah menyusun kurikulum operasional di satuan pendidikan)
1
Menganalisis konteks KARAKTERISTIK SATUAN PENDIDIKAN
2
Merumuskan VISI MISI
TUJUAN
3
Menentukan PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN
4
Menyusun RENCANA PEMBELAJARAN
5
Merancang
PENDAMPINGAN, EVALUASI, DAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL
Catatan: untuk SMK, langkah nomor 2 adalah ‘Merumuskan Visi dan Misi Satuan Pendidikan, serta Tujuan Program Keahlian’
Proses Peninjauan dan Revisi Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan
Bagi satuan pendidikan yang sudah pernah menyusun dokumen kurikulum operasional di satuan pendidikan
Peninjauan dan revisi
Proses Peninjauan dan Revisi Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan
LANGKAH-LANGKAH PENINJAUAN DAN REVISI KURIKULUM OPERASIONAL (bagi yang telah memiliki dokumen kurikulum operasional di satuan pendidikan)
Catatan: untuk SMK, langkah nomor 2 adalah ‘Merumuskan Visi dan Misi Satuan Pendidikan, serta Tujuan Program Keahlian’
evaluasi jangka pendek
(semester/tahunan)
evaluasi jangka panjang
(4-5 tahun)
1
Menganalisis konteks KARAKTERISTIK SATUAN PENDIDIKAN
2
Meninjau VISI MISI
TUJUAN
3
Meninjau PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN
4
Menyusun RENCANA PEMBELAJARAN
5
Merancang
PENDAMPINGAN, EVALUASI, DAN PENGEMBANGAN PROFESIONAL
Komponen Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan
Komponen kurikulum operasional yang dikembangkan dan digunakan di satuan pendidikan terdiri atas:
Untuk dokumen perencanaan pembelajaran dalam ruang lingkup kelas, satuan pendidikan dapat menggunakan, memodifikasi, atau mengadaptasi contoh modul ajar yang disediakan Pemerintah, dan cukup melampirkan beberapa contoh perencanaan pembelajaran atau bentuk rencana kegiatan yang mewakili inti dari rangkaian pembelajaran pada bagian Lampiran. Satuan pendidikan memiliki keleluasaan untuk menentukan format dan sistematika penyusunan kurikulum operasional satuan pendidikan.
38
KOMPONEN KURIKULUM OPERASIONAL SATUAN PENDIDIKAN
Karakteristik satuan pendidikan | Gambaran mengenai karakteristik satuan pendidikan, termasuk peserta didik, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan sosial budaya. Untuk SMK, karakteristik melingkupi program keahliannya. |
Visi, misi, dan tujuan | Visi
Misi
Tujuan
Untuk SMK visi, misi, dan tujuan disusun untuk lingkup sekolah, sedangkan program keahlian menyusun tujuan program keahlian. |
Komponen ini menjadi komponen utama yang ditinjau setiap 4 – 5 tahun
39
KOMPONEN KURIKULUM OPERASIONAL SATUAN PENDIDIKAN
Pengorganisasian pembelajaran | Cara satuan pendidikan mengatur muatan kurikulum dalam satu rentang waktu dan beban belajar, serta cara mengelola pembelajaran untuk mendukung Capaian Pembelajaran (CP) dan profil pelajar Pancasila yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan
kemandirian Peserta Didik untuk bekerja dan/atau berwirausaha.
|
Perencanaan pembelajaran | Perencanaan pembelajaran meliputi ruang lingkup satuan pendidikan dan ruang lingkup kelas.
seperti penyusunan capaian pembelajaran (telah ditetapkan oleh pemerintah), alur tujuan pembelajaran lengkap dengan gambaran besar asesmen dan sumber belajar yang mencakup kegiatan intrakurikuler serta projek penguatan profil pelajar Pancasila, dan perencanaan program prioritas satuan pendidikan.
|
Komponen ini menjadi komponen utama yang ditinjau setiap tahun.
40
PROSES PENYUSUNAN KURIKULUM OPERASIONAL SATUAN PENDIDIKAN
TETAP (mengacu kepada kerangka dasar kurikulum yang ditetapkan oleh pemerintah pusat), dan
FLEKSIBEL/DINAMIS (mengembangkan kurikulum operasional berdasarkan kerangka dan struktur kurikulum, sesuai karakteristik dan kebutuhan satuan pendidikan
41
KOMPONEN 1 - ANALISIS KARAKTERISTIK SATUAN PENDIDIKAN
42
KOMPONEN 2 – VISI, MISI DAN TUJUAN
43
KOMPONEN 2 – VISI, MISI DAN TUJUAN
44
KOMPONEN 3 – PENGORGANISASIAN PEMBELAJARAN UNTUK SMK
Komponen 4
Perencanaan Pembelajaran
46
KOMPONEN 4 – RENCANA PEMBELAJARAN
47
KOMPONEN 4 – RENCANA PEMBELAJARAN .
48
KOMPONEN 4 – RENCANA PEMBELAJARAN
TERIMAKASIH