1 of 41

��MENYIAPKAN KOLAM BUDIDAYA PEMBESARAN IKAN PATIN

BALAI PELATIHAN DAN PENYULUHAN PERIKANAN

(BPPP) MEDAN

2 of 41

P R O S E S M A N A J E M E N B U D I D A Y A I K A N P A T I N

Manajemen Budidaya

Manajemen Kolam/Wadah

Manajemen Benih

Manajemen Pakan

Manajemen

Kesehatan Ikan

Manajemen

Kualitas Air

Manajemen Panen

3 of 41

PERSYARATAN / PERMINTAAN PASAR GLOBAL

  1. Jaminan mutu
    • Ada SOP (Standar Prosedur Operasional)
  2. Keamanan pangan
    • Bebas residu dan kontaminan, secara fisik, kimia maupun biologi
  3. Ketertelusuran
    • Record keeping (rekaman data monitoring)

MENGIKUTI ATURAN

CBIB

4 of 41

�Wadah-wadah budidaya� ikan air tawar

Dalam budidaya ikan air tawar ada beberapa jenis wadah yang dapat digunakan antara lain adalah

  • Kolam tradisional, semi intensif, intensif
  • Bak fiber
  • Akuarium,
  • Keramba Jaring Jancap/ Karamba jaring apung.

5 of 41

Berdasarkan cara pemeliharaan �budidaya dibedakan menjadi :

1. Cara alami atau tradisional

Pemeliharaan ikan yang pertumbuhannya hanya

mengandalkan dari pakan alami yang ada di wadah/di kolam.

2. .Cara semi intensif,

Pemeliharaan ikan pada kolam air tenang dengan menggunakan sebagian atau seluruh manajemen kolam tetapi padat penebaran masih rendah.

3. Cara intensif,

Pemeliharaann ikan yang pertumbuhannya didasarkan semata-mata pada makanan tambahan, berupa pakan buatan. Saat ini cara intensif dilakukan di kolam air deras dan Jaring apung.

4. Super intensif

Teknologi dengan padat penebaran yang tinggi dengan luas lahan yang sempit , beban limbah minimal, memiliki tandon air bersih dengan pengelolaan buangan air limbah.

6 of 41

Kolam

7 of 41

Bak

8 of 41

Keramba Jaring Apung (KJA)

9 of 41

Kolam tanah

Kelebihan

  • Biaya relatif murah
  • Dapat membantu penyediaan pakan alami (plankton)
  • Perombakan sisa pakan dan metabolisme bisa terjadi secara alami

Kekurangan

  • Rentan terhadap kebocoran akibat hewan perusak (ex: kepiting), serta akibat tekanan air dari dalam dan luar kolam, terutama apabila hujan deras
  • Sulit untuk mengontrol hewan predator
  • Sulit mengontrol debit air yang masuk

10 of 41

Kolam Semi dan Permanen

Kelebihan

  • Tahan terhadap kebocoran akibat hewan
  • Tahan terhadap tekanan air kolam
  • Memudahkan dalam pengontrolan air dan hewan pengganggu
  • Kualitas air bisa dikontrol lebih cermat

Kekurangan

  • Biaya lebih mahal
  • Penyediaan pakan alami pada kolam tembok lebih sedikit
  • Proses penguraian alami sulit terjadi

11 of 41

Keramba Tancap dan KJA

Kelebihan

  • Cocok untuk pembesaran dengan kepadatan tinggi
  • Volume air besar
  • Portabel, fleksibel dan mobile

Kekurangan

  • Biaya mahal
  • Kurang cocok untuk pendederan
  • Kadang terjadi kematian massal akibat up welling

12 of 41

Desain dan Konstruksi Wadah Budidaya Ikan

KOLAM TANAH

Saluran Inlet

Pematang

Inlet

Pompa Diesel

(dipakai bila tidak ada saluran pembuangan/outlet)

13 of 41

Kolam Semi dan Permanen

Inlet

Outlet

Kemalir

Dasar

Tanah

Tanganan

(untuk meletakkan waring)

14 of 41

Kolam Terpal

15 of 41

Bak Beton dan Fiber

16 of 41

Keramba Tancap

17 of 41

Keramba Jaring Apung (KJA)

18 of 41

Keramba Jaring Apung (KJA)

19 of 41

Persiapan kolam�

  • Pengeringan lahan
  • Perbaikan pematang
  • Pengolahan dasar kolam
  • Pengapuran
  • Pemupukan
  • Pengairan

20 of 41

1. Pengeringan dan pengolahan tanah dasar

Tujuannya : sbg tindak lanjut higienis yaitu untuk memberantas H dan P juga untuk oksidasi dan menetralisasir lumpur shg menambah kesuburan tanah dan meningkatkan suplai nutrien kedalam tanah.

2. Perbaikan konstruksi kolam

Perbaikan pematang , saaluran air, dan pintu air

Usaha mencegah kebocoran pematang

Usaha agar pemasukan air menjadi lancar

21 of 41

Konstruksi kolam

  • A = Pematang Kolam
  • B = Caren/kemalir
  • C = Pelataran

  • A
  • B C

22 of 41

Pematang Kolam

  • Pematang kolam dibuat untuk menahan massa air didalam kolam agar tidak keluar dari dalam kolam. Oleh karena itu jenis tanah yang akan digunakan untuk membuat pematang kolam harus kompak dan kedap air serta tidak mudah bocor. Jenis tanah yang baik untuk pematang kolam adalah tanah liat atau liat berpasir

23 of 41

Dasar Kolam

  • Dasar kolam untuk budidaya ikan ini dibuat miring ke arah pembuangan air, kemiringan dasar kolam berkisar antara 1-2% yang artinya dalam setiap 100 meter panjang dasar kolam ada perbedaan tinggi sepanjang 1-2 meter atau setiap 1 meter panjang dasar kolam ada perbedaan tinggi sepanjang 1-2 cm

24 of 41

Caren/kemalir/saluran kolam

  • Saluran didalam kolam budidaya ada
  • dua macam yaitu saluran keliling
  • atau caren dan saluran tengah atau
  • kemalir. Saluran didalam kolam ini
  • dibuat miring ke arah pintu
  • pengeluaran air. Hal ini untuk
  • memudahkan di dalam pengeringan
  • kolam dan pemanenan ikan

25 of 41

Pintu Pemasukan dan Pengeluaran

26 of 41

��3. Pengapuran Kapur tohor (CaO) dosis /kapur dolomit/kaptan:�

Jenis tanah

Kolam baru (kg/100 m2)

Kolam lama (kg/100 m2)

Berpasir

25

15

Pasir berlumpur

30

20

Lumpur berpasir

40

30

Berlumpur

60

40

27 of 41

Manfaat Pengapuran :

- Menetralkan asam-asam bebas dlm air

- Mencegah goncangan PH secara mendadak (sebagai

penyangga)

- Merangsang aktifitas bakteri pengurai bahan organik

- Membantu mengendapkan bahan-bahan koloid yang

tersimpan dalam air

- Merangsang aktivitas bakteri pengurai bahan organik

- Merangsang pertumbuhan spesies tumbuhan yang

menjadi makanan ikan dan Pembentukan tulang

28 of 41

4. Pemupukan :

- Usaha penyediaan hara yang diperlukan oleh

produksi primer dan sekunder

- Merangsang pertumbumbuhan dan

hewan air sebagai makanan ikan.

- Pupuk organik : Kotoran Hewan Besar atau ternak atau unggas

- Dosis : 500 – 1000 gram/m2

- Pupuk an organik : Urea dan TSP

- Dosis : urea (15 gr/m2) TSP ( 10 Gr/m2)

29 of 41

Pemakaian pupuk kandang dosis :

Jenis tanah

Kolam baru (kg/100 m2)

Kolam lama (kg/100 m2)

Berpasir

150

100

Pasir berlumpur

125

80

Lumpur berpasir

110

60

Berlumpur

100

50

30 of 41

CARA MENGHITUNG KEBUTUHAN �PUPUK MENURUT DOSIS�

    • Ukuran luas kolam yang akan dipupuk
    • Tentukan jenis pupuk yang akan di pakai
    • Hitung jumlah pupuk yang akan dipakai dengan rumus :

Jml pupuk = dosis pupuk X luas kolam

31 of 41

Contoh :

  • Diketahuai luas kolam yang akan dipupuk 300 meter persegi, jenis pupuk kandang yang digunakan berupa kotoran ayam, hitung kebutuhan pupuk untuk kolam tersebut.

Rumus : Jumlah Pupuk = Dosis pupuk X luas kolam

500 gr X 300 m²

10.000 m²

= 15 kg

Jumlah pupuk yang digunakan untuk kolam seluas 300 meter persegi = 15 kg

32 of 41

Cara pemupukan :

  • Tahap pertama pemupukan dilakukan pada waktu kolam dikeringkan :
  • Pupuk kandang 7,5 kg untuk tiap 150 m2 kolam,
  • Air ketinggian 10 cm dan dibiarkan selama 3 hari.
  • Pada tahap berikutnya dengan menggunakan pupuk buatan seperti TSP atau pupuk Urea sebanyak 500 gram untuk setiap 100 m2 kolam.

33 of 41

PERSIAPAN AIR MEDIA

A. Sumber air : sumur, mata air saluran irigasi atau

dari sumber air lainnya yang penting tidak tercemar

limbah industri maupun limbah rumah tangga.

B. Kualitas air : diharapkan cukup memenuhi

kebutuhan air selama masa pemeliharaan setiap

saat dibutuhkan, air selalu siap ada

C. Kualitas air : harus di perhatikan dari sifat fisika

(suhu, kecerahan, warna), sifat kimia air (keasaman

air) O2 terlarut,CO2(karbon dioksida), gas H2S dan

gas NH3.

34 of 41

Pengairan

  • Kolam yang telah dikeringkan,

dikapur dan di pupuk tersebut

lalu diairi agar pakan alami di

kolam tersebut tumbuh dengan

subur. Pengairan ini harus

dilakukan minimal 4 –7 hari

sebelum larva/benih ikan di tebar

ke dalam kolam pemeliharaan

agar pakan alami tumbuh dengan

sempurna.

  • Ketinggian air di kolam ikan ini

bergantung pada jenis kolam,

untuk kolam pemijahan

ketinggian air 0,75-1,00 m, kolam

pemeliharaan 1-1,25 m

35 of 41

Kolam Terpal/Kolam Plastik

Bagian kolam plastik

  1. Dinding kolam (Dari Papan kayu/bambu belah)
  2. Dasar Kolam
  3. Pintu air ( Dari Pipa Paralon PVC)

36 of 41

Cara pembuatan kolam plastik

Alat dan Bahan

  1. Alat : Gergaji, meteran, palu, cangkul
  2. Bahan : Terpal Plastik(misal ukuran 4x6), papan/bilah bambu, paku, pipa paralon 2 inchi dan sambungan “L”, tali karet ban , paku

37 of 41

Langkah Pembuatan :�

  1. Bila terpal plastik ukuran 4x6m dengan ketinggian kolam yang diharapkan 50 cm maka ukuran kolam 3x5 m
  2. Ukur kolam yang akan dibuat dengan ukuran 3x5 pasang patok kayu disetiap sudut kolam yang akan dibuat
  3. Ratakan dasar kolam dengan cangkul kemiringan kearah pintu pembuangan
  4. Potong papan/bilah bambu sesuai ukuran kolam yang dikehendaki pastikan kuat menahan beban air dalam kolam
  5. Pasang pipa paralon didasar kolam tepatnya dipintu pembuangan
  6. Buat saluran pembuangan lebih rendah dari dasar kolam
  7. Pasang terpal plastik tepat sesuai ukuran kolam
  8. Ikat terpal dengan kuat tali karet pada sambungan pipa “L”
  9. Lubangi ikatan dengan pisau dan pasang pipa paralon
  10. Kolam siap diisi air

38 of 41

��TUGAS KELOMPOK �MENENTUKAN ALUR PROSES BUDIDAYA PEMBESARAN PATIN

Pemeliharaan ikan

39 of 41

LANGKAH KERJA

1. Tentukan Alur proses Budidaya Ikan

Patin

2. Tuliskan di kertas Post it

3. Tepel di Kertas Koran

4. Masing – masing kelompok

mempersetasikan

40 of 41

ALUR PROSES BUDIDAYA PEMBESARAN PATIN

41 of 41