1 of 34

METODOLOGI

Sutarto Hadi

Universitas Lambung Mangkurat

2 of 34

Pretes

  1. Mengapa orang mengadakan penelitian?
  2. Apakah masalah itu?
  3. Sebutkan 3 jenis permasalahan penelitian.
  4. Apa yang dimaksud kebenaran ilmiah?
  5. Apakah metodologi penelitian itu?
  6. Apa yang dimaksud dengan teori kebenaran pragmatis?
  7. Uraikan beberapa perbedaan penelitian kuantitatif dan kualitatif.
  8. Sebutkan urutan kegiatan penelitian.

3 of 34

Mengapa orang mengadakan penelitian?

  • Karena ingin mengetahui kebenaran.
  • Karena orang ingin menggali secara luas tentang sebab-sebab yang mempengaruhi terjadinya sesuatu.
  • Karena orang mempunyai masalah dan ingin mencari jawaban terhadap masalah tersebut.

4 of 34

Apakah masalah itu?

Masalah adalah kesenjangan antara realitas dan harapan. Beberapa contoh:

​

Realitas

Harapan

Angka putus sekolah tinggi.

Pelayanan administrasi sekolah jelek.

Prestasi belajar matematika siswa rendah.

Penerapan pembelajaran digital di sekolah tidak lancar.

​

Angka putus sekolah rendah.

Pelayanan administrasi sekolah memuaskan.

Prestasi belajar matematika siswa tinggi.

Penerapan pembelajaran digital di sekolah berjalan lancar.

5 of 34

Masalah Penelitian = Sumber Pengetahuan

Hamlet (si peragu) berseru kepada Ophelia:

Ragukan bahwa bintang-bintang itu api;

Ragukan bahwa matahari itu bergerak;

Ragukan bahwa kebenaran itu dusta;

Tapi jangan ragukan cintaku.

Doubt thou the stars are fire;

doubt the sun doth move;

doubt truth to be a liar;

But never doubt I love.

(William Shakespeare, Hamlet, Babak II, Adegan 2)

​

6 of 34

Richard Feynman, What is Science (1999, 184-185)

  • Pada suatu masa di planet ini berlangsung evolusi kehidupan … Pelan-pelan beberapa hewan dapat belajar dari pengalamannya sendiri dan dari pengalaman hewan lain dengan cara mengamati … kemudian bahkan dapat mengajarkannya kepada hewan lain …
  • Pada mulanya, cara belajar itu tidak efisien sehingga banyak hewan keburu mati sebelum dapat meneruskan apa yang dipelajari ke hewan lain.

7 of 34

Richard Feynman, What is Science (1999, 184-185)

  • Barangkali lalu ada masa kecepatan belajar sekelompok hewan meningkat begitu rupa sehingga apa yang dipelajari diteruskan ke hewan-hewan lain sebelum keburu lenyap …

​

  • Lahirlah dalam kelompok itu kemungkinan mengumpulkan pengetahuan ….

8 of 34

  • Ini adalah gejala baru di muka Bumi: ada species punya sehimpunan pengetahuan dan mewariskan ke generasi berikut.
  • Akan tetapi, semua itu bukannya tanpa kelemahan: ada kemungkinan pengetahuan yang tidak menguntungkan bagi species ikut diteruskan … aneka prasangka dan kepercayaan aneh, ganjil … tidak semua ide/pengetahuan bermanfaat.
  • Kemudian, ditemukanlah cara untuk menghindari kelemahan itu dengan keraguan: Apa yang diteruskan dari masa lalu belum tentu benar … Lahirlah Upaya mencari tahu dari permulaan apa duduk perkara sebetulnya.

9 of 34

SAINS

Buah penemuan bahwa memeriksa kembali gejala sesuatu melalui pengalaman yang dijalani sendiri merupakan hal berharga dan tidaklah perlu selalu percaya pada pengalaman sebelumnya.

(Feynman 1999, 185)

10 of 34

Pengertian Pengetahuan

Beberapa pertanyaan penting seputar pengetahuan:

    • Apa itu pengetahuan?
    • Bagaimana memperoleh pengetahuan?
    • Bagaimana kita tahu bahwa kita mengetahui sesuatu?

​

Itulah pertanyaan-pertanyaan penting yang ingin dijawab oleh para filsuf selama berabad-abad.

11 of 34

Pengetahuan

Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui atau hasil pemahaman seseorang terhadap suatu obyek melalui pengalaman atau pendidikan. Pengetahuan dapat berupa fakta, konsep, atau keterampilan yang diperoleh melalui penginderaan, pengalaman langsung, atau pendidikan, dan menjadi pedoman dalam bertindak.

12 of 34

Bagaimana Data Diubah Menjadi Pengetahuan?

Data

Naming,

Collecting

and Organizing

Information

Organizing,

interpreting

Knowledge

Interpreting,

Integrating,

Understading

Wisdom

Understanding,

Applying,

Integrating service

with compassion

Increasing interaction and inter-relationships

Increasing complexity

Constant flux

13 of 34

Perbedaan Data vs Informasi vs Pengetahuan vs Kebijaksanaan

Lapisan

Arti

Contoh

Data

Fakta atau angka mentah

“45, 76, 89”

Informasi

Data yang diproses dengan konteks

“Rata-rata usia pelanggan adalah 45 tahun”

Pengetahuan

Informasi terorganisir yang digunakan untuk tindakan

“Targetkan generasi milenial untuk rencana baru”

Kebijaksanaan

Menerapkan pengetahuan untuk membuat keputusan yang cerdas

“Luncurkan kampanye digital pertama”

14 of 34

Dua Jenis Pengetahuan

Pengetahuan Proposional

Pengetahuan yang dapat dinyatakan dengan pernyataan-pernyataan atau proposisi

​

Pengetahuan Praktis

Pengetahuan yang diperoleh melalui pengalaman dan dapat dibuktikan dengan tindakan

15 of 34

Empirisme & Rasionalisme

Salah satu pendekatan lain untuk menjawab pengertian pengetahuan adalah dengan melihat beberapa teori pengetahuan.

​

Dua teori yang penting adalah: Empirisme dan Rasionalisme

​

Empirisme: pengetahuan diperoleh melalui pengalaman dan observasi terhadap dunia tempat kita hidup

​

Rasionalisme: pengetahuan diperoleh melalui pemikiran dan refleksi

16 of 34

Aliran Empirisme

  • Bagaimana anak (siswa) memperoleh pengetahuan?

​

  • Aliran realisme: pengetahuan merupakan suatu tiruan atau replika dari suatu realita dalam pemikiran manusia. Ini berarti pengetahuan itu dpt dipindahkan seutuhnya dari pikiran pengajar ke pikiran pelajar.
  • Konsekuensinya, pengajar memfokuskan diri pd upaya penuangan pengetahuan ke kepala siswa.

17 of 34

Aliran Rasionalisme

  • Bagaimana anak (siswa) memperoleh pengetahuan?
  • Aliran rasionalisme: pengetahuan ada secara apriori pada pikiran anak (siswa); pengetahuan diperoleh melalui proses berpikir terlepas dari pengalaman manusia itu sendiri.

18 of 34

Memperoleh Masalah Penelitian

  • Pengalaman sehari-hari
  • Membaca buku / laporan penelitian
  • Diberi orang lain

19 of 34

Memilih masalah penelitian

  1. Sesuai dengan minat peneliti
  2. Dapat dilaksanakan
  3. Tersedia faktor pendukung
  4. Hasil penelitian bermanfaat

20 of 34

Jenis Permasalahan

  1. Problema untuk mengetahui status dan mendeskripsikan fenomena. Penelitiannya bersifat deskriptif (termasuk di dalamnya survei), penelitian historis, dan filosofis.
  2. Problema utk membandingkan dua fenomena atau lebih (problema komparasi). Peneliti berusaha mencari permasalahan dari perbedaan fenomena, dan mencari arti dan manfaat dari adanya persamaan dan perbedaan yg ada.
  3. Problema utk mencari hubungan antara dua fenomena (problema korelasi). Ada dua korelasi, korelasi sejajar dan korelasi sebab akibat.

21 of 34

Bisakah masalah diatasi tanpa melalui penelitian, hanya berdasarkan intuisi?

Bisa, tetapi kemungkinan gagal sangat besar. Penyelesaian masalah dengan cara intuisi bersifat coba-coba atau trial and error. Cara demikian tidak dapat dipertanggung-jawabkan secara ilmiah.

22 of 34

Apa yang dimaksud kebenaran ilmiah?

Kebenaran ilmiah adalah kebenaran yang diperoleh melalui prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah melalui pengujian (testing), bukan diperoleh melalui sumber pengetahuan lainnya, spt pengalaman/pengamatan pribadi, intuisi, kepercayaan dan tradisi, dan otoritas (penguasa, dlsb).

23 of 34

Teori Kebenaran

  • Teori koherensi: suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dg pernyataan-pernyataan sebelumnya yg dianggap benar.
  • Teori korespondensi: suatu pernyataan adlh benar jika materi pengetahuan yg dikandung pernyataan itu berkorespondensi (berhubungan) dg obyek yg dituju pernyataan itu.
  • Teori pragmatis: suatu pernyataan adlh benar apabila pernyataan itu atau konsekuensi dari pernyataan itu mempunyai kegunaan praktis dlm kehidupan manusia.

24 of 34

Sejauh mana kebenaran hasil penelitian bisa dipertanggungjawabkan?

Tergantung pada cara atau prosedur yang digunakan dalam penelitian tersebut. Tergantung pada metode penelitian yang digunakan, yaitu prosedur atau teknik yang digunakan dalam mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data.

25 of 34

Apakah metodologi penelitian itu?

Orang sering merancukan antara metode penelitian dan metodologi penelitian. Metodologi penelitian adalah ilmu yang mempelajari tentang metode-metode penelitian, membandingkan kelebihan dan kekurangan dari masing-masing metode penelitian tersebut. Secara filosofis, metodologi penelitian merupakan bagian dari ilmu pengetahuan yang mempelajari bagaimana prosedur kerja mencari kebenaran. Kualitas kebenaran terkait langsung dengan kualitas prosedur kerja (Muhadjir, 2000).

26 of 34

Remark

Penelitian merupakan kegiatan kreatif manusia. Oleh karena itu, kita tidak boleh terpancang hanya pada satu pendekatan. Peneliti harus bisa secara kreatif menggabungkan berbagai unsur metode penelitian sedemikian rupa sesuai dengan tujuan penelitian.

27 of 34

Kontinum Kualitatif – Kuantitatif�(Krathwohl, 1998: 25)

​

​

Description

Validation

Case studies

Experiment

Exploration for explanation

Validation of explanation

Typically as close to natural situation

as possible

Often a laboratory situation

Verbal description

Measurement and statistics

Unstructured and spontaneous

data collection

Structured and carefully planned

data collection

Rarely any treatment

Treatment administreted to subjects

28 of 34

Perbedaan Penelitian Kualitatif dengan Kuantitatif (Suharsimi A., 1997: 11)

Kualitatif

  • Kejelasan unsur: subyek sampel, sumber data tdk mantap dan rinci, fleksibel, timbul dan berkembangnya sambil jalan (emergent).
  • Langkah penelitian: baru diketahui dengan mantap dan jelas setelah penelitian selesai.

Kuantitatif

  • Kejelasan unsur: tujuan, pendekatan, subyek, sampel, sumber data sudah mantap dan rinci sejak awal.
  • Langkah penelitian: segala sesuatu direncanakan sampai matang ketika persiapan disusun.

29 of 34

Kualitatif

  • Hipotesis: a). tidak mengemukakan hipotesis sebelumnya, tetapi dapat lahir selama penelitian berlangsung --- tentatif.

b). Hasil penelitian terbuka.

Kuantitatif

  • Hipotesis: (jika memang perlu): a). Mengajukan hipotesis yang akan diuji dalam penelitian.

b). Hipotesis menentukan hasil yang diramalkan --- a priori

30 of 34

Kualitatif

  • Desain: Fleksibel dengan langkah dan hasil yang tidak dapat dipastikan sebelumnya.
  • Pengumpulan data: selalu harus dilakukan sendiri oleh peneliti.
  • Analisis data: dilakukan bersama-sama dengan pengumpulan data.

Kuantitatif

  • Desain: dalam desain jelas langkah-langkah penelitian dan hasil yang diharapkan.
  • Pengumpulan data: kegiatan pengumpulan data memungkinkan untuk diwakilkan.
  • Analisis data: dilakukan sesudah semua data terkumpul.

31 of 34

Rantai Nalar (Krathwohl, 1998)

Bagan Kegiatan Penelitian

32 of 34

Rantai Nalar

  • Mencari hubungan dengan penelitian sebelumnya.
  • Menjelaskan latar belakang, alasan, tujuan dan manfaat penelitian.
  • Merumuskan pertanyaan penelitian, hipotesis, atau model.
  • Membuat desain penelitian.
  • Menentukan subyek penelitian, situasi, perlakuan atau variabel bebas, observasi atau pengukuran, dasar untuk menilai sifat/perilaku atau perubahan, dan prosedur.
  • Menentukan teknik analisis.
  • Membuat kesimpulan.
  • Kaitan dengan penelitian selanjutnya (rekomendasi)

33 of 34

Urutan Kegiatan Penelitian

1. Memilih Masalah

2. Studi Pendahuluan

3. Merumuskan Masalah

4. Merumuskan Anggapan Dasar 4.a. Hipotesis

5. Memilih Pendekatan

6.a. Menentukan variabel

6.b. Menentukan Sumber Data

7. Menentukan dan Menyusun Instrumen

8. Mengumpulkan Data

9. Analisis Data

10. Menarik Kesimpulan

11. Menyusun Laporan

34 of 34

Pustaka

  • Krathwohl, D.R. (1998). Methods of Educational & Social Science Research (An Integrated Approach). New York: Longman.
  • Muhadjir, N. (2002). Metode Penelitian Kualitatif (Edisi IV). Yogyakarta: Rake Sarasin.
  • Suharsimi-Arikunto. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
  • Suriasumantri, J.S. (2003). Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.