1 of 23

Telemetri Deteksi Temperatur Pada Ruang Combustion Chamber �PT. Indonesia Power

2 of 23

Disusun oleh:

Khaerul Umam

3.32.20.2.12

Rafif Naufal N

3.32.20.2.19

EK-3C

3 of 23

TABLE OF CONTENTS

01

02

03

04

LATAR BELAKANG & TUJUAN

ALAT DAN KOMPONEN

CARA KERJA

DIAGRAM ALIR

DIAGRAM PENGAWATAN &

DIAGRAM BLOK

05

PROGRAM

06

MANFAAT & KESIMPULAN

4 of 23

INTRODUCTION

  • Combustion Chamber merupakan peralatan utama
  • Terdapat parameter-parameter Pengukuran yang harus dipantau Langsung Oleh Operator
  • Terdapat udara Panas di area Patrol cek
  • Ada kemungkinan terjadinya kebocoran Udara panas pada area combuster

G

5 of 23

LATAR BELAKANG�& TUJUAN

01

6 of 23

Kenaikan Temperatur Udara pada Area Combuster Camber dapat Membahayakan SDM dan Menggangu Kinerja Alat Instrumen pendukung

​

Tekanan panas berlebih di tubuh baik akibat proses metabolisme tubuh maupun paparan panas dari lingkungan kerja dapat menimbukan masalah kesehatan dari yang ringan seperti heat rash, heat syncope, heat cramps, heat exhaustion, transient heat fatigue hingga yang serius yaitu fainting dan heat stroke.

​

Perumusan masalah yang diangkat adalah bagaimana membuat indikator peringatan temperatur ruangan combustion chamber yang akan memberi pengamanan pada SDM dan Peralatan instrumen yang berada di sekitar area tersebut.

​

Tujuan dibuatnya alat ini adalah untuk mempermudah pemantauan ruang combustion chamber dan memberikan informasi secara real time serta dapat dipantau dengan smartphone secara mudah

7 of 23

ALAT DAN KOMPONEN�CARA KERJA

02

8 of 23

INPUT

Control

Output

Jaringan

/Telemetri

9 of 23

CARA KERJA

Gambaran secara umum, system ini menggunakan sensor ds18b20 berjumlah 3 sebagai media untuk mendeteksi terjadinya temperature high pada ruang combustion. System diaktifkan menggunakan sumber 5v, pada awal system akan menghidupkan LCD, ds18b20 dan ESP32. Kemudian ESP32 akan terkoneksi dengan internet melalui Wifi yang sudah diatur, Selanjutnya hasil pembacaan sensor ds18b20 akan di proses kemudian dikirimkan datanya melalui ifttt yang nantinya akan dikirimkan ke spreadtsheet, dan mengirimkan data fire base untuk dilanjutkan ke MIT APP dan lcd monitor. Dengan menggunakan spreadsheet system ini bisa menghasilkan data logger secara realtime yang dapat diakses oleh penggunanya. Lain halnya dengan spreadsheet, firebase digunakan untuk mengirimkan data kepada MIT APP untuk memantau suhu dengan menggunakan smartphone dan memberikan alarm pada smartphone apabila terjadi suhu dalam keadaan high temperature. Jika suhu lebih dari 80 C makan led warna biru dan buzzer menyala dan jika suhu kurang dari 80 C led hijau menyala dan buzzer mati serta indicator value pada App menyesuaikan suhu juga, hijau=aman//merah=bahaya.

10 of 23

DIAGRAM ALIR

03�

11 of 23

12 of 23

DIAGRAM PENGAWATAN DAN DIAGRAM BLOK

04

13 of 23

DIAGRAM PENGAWATAN

14 of 23

DIAGRAM BLOK

15 of 23

PROGRAM

05

16 of 23

PROGRAM ESP32

17 of 23

PROGRAM ESP32

18 of 23

PROGRAM ESP32

19 of 23

PROGRAM ESP32

20 of 23

PROGRAM MIT APP

INVENTOR

21 of 23

MANFAAT DAN KESIMPULAN

05

22 of 23

MANFAAT

Dengan dibuat dan diterapkannya alat ini pada unit pembangkit maka diperoleh beberapa manfaat antara lain:

  • Mendeteksi kebocoran dini pada area combustion chamber.
  • Mencegah kecelakaan kerja dengan mengetahui naiknya temperatur yang melebihi nilai ambang batas akibat kebocoran gas panas di area combustion chamber.
  • Mencegah kegagalan system.
  • Menambah penilaian K3 dikarenakan bertambahnya kelengkapan rambu-rambu/ tanda peringatan untuk deteksi suhu pada ruangan kerja.

​

23 of 23

KESIMPULAN

Dengan adanya alat ini dapat:

  1. Mencegah kecelakaan kerja akibat dampak dari temperatur ruangan kerja yang melebihi batas suhu maksimum yang diizinkan untuk pekerja
  2. Mencegah kegagalan sistem atau trip unit akibat dari unfungsional(work failure) peralatan instrumen pada area combustion chamber dikarenakan suhu yang terlalu tinggi
  3. Memantau suhu ruang combustion chamber dengan mudah