BAB 3��MENJAGA KELESTARIAN LINGKUNGAN
By : Ali Mahfuzh
Penjelasan :
Allah menunjukkah dalam ayat ini, bahwa telah terjadi kerusakan di bumi,
baik di daratan dan lautan. Kejadian-kejadian di alam itu membuat
ketidakseimbangan alam seperti perubahan musim, cuaca yang ekstrim, kemarau yang
berkepanjangan yang menyengsarakan manusia.
Allah juga menjelaskan kepada manusia bahwa kerusakan yang terjadi di
muka bumi adalah karena perilaku manusia sendiri. Baik disebabkan perilaku maksiat
maupun kesalahan pengelolaan bumi.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :
ظَهَرَ الْفَسَا دُ فِى الْبَرِّ وَا لْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّا سِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ
zhoharol-fasaadu fil-barri wal-bahri bimaa kasabat aidin-naasi liyuziiqohum ba'dhollazii 'amiluu la'allahum yarji'uun
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 41)
قُلْ سِيْرُوْا فِى الْاَ رْضِ فَا نْظُرُوْا كَيْفَ كَا نَ عَا قِبَةُ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلُ ۗ كَا نَ اَكْثَرُهُمْ مُّشْرِكِيْنَ
qul siiruu fil-ardhi fangzhuruu kaifa kaana 'aaqibatullaziina ming qobl, kaana aksaruhum musyrikiin
"Katakanlah (Muhammad), "Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang menyekutukan (Allah).""
(QS. Ar-Rum 30: Ayat 42)
Penjelasan :
Allah swt. menjelaskan bahwa Dia menjadikan langit, bumi dan makhluk apa saja yang berada di antaranya, tidaklah sia-sia. Langit dengan segala bintang yang menghiasi, matahari yang memancarkan sinarnya di waktu siang, dan bulan yang menampakkan bentuknya berubah-rubah dari malam ke malam, sangat bermanfaat bagi manusia. Begitu juga bumi dengan segala isinya, baik yang tampak di permukaannya ataupun yang tersimpan dalam perutnya, sangat besar artinya bagi kehidupan manusia. Kesemuanya itu diciptakan Allah swt. atas kekuasaan dan kehendak-Nya sebagai rahmat yang tak ternilai harganya. Apabila orang mau memperhatikan dengan seksama terhadap makhluk-makhluk yang ada di jagat raya ini, pastilah ia mengetahui bahwa semua makhluk yang ada itu tunduk pada ketentuan-ketentuan yang berlaku, yang tak bisa dihindari. Kesemuanya menaati ketentuan-ketentuan yang berlaku baginya. Begitu juga penciptaan manusia, mereka tidak dapat melepaskan diri dari ketentuan-ketentuan Allah swt., begitu lahir sudah tunduk pada gaya tarik bumi, ia bernafas dengan zat asam dan sebagainya. Tak pernah ada manusia yang menyimpang dari ketentuan ini. Dan apabila sampai dewasa, ia memerlukan kawan hidup untuk mengisi kekosongan jiwanya, dan untuk melaksanakan tujuan hidupnya mengembangkan keturunan. Kemudian kalau ajal telah datang merenggutnya, ia kembali ke asalnya. Ia akan dihidupkan kembali di kampung akhirat, guna mempertanggungjawabkan segala amalnya semasa hidup di dunia.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَآءَ وَا لْاَ رْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَا طِلًا ۗ ذٰلِكَ ظَنُّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا ۚ فَوَيْلٌ لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنَ النَّا رِ
wa maa kholaqnas-samaaa-a wal-ardho wa maa bainahumaa baathilaa, zaalika zhonnullaziina kafaruu fa wailul lillaziina kafaruu minan-naar
"Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan sia-sia. Itu anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang yang kafir itu karena mereka akan masuk neraka."
(QS. Sad 38: Ayat 27)
Sekian
Terimakasih