BAB 7 �TEKANAN ZAT DAN PENERAPANNYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
A. TEKANAN PADA ZAT PADAT
B. TEKANAN PADA GAS (TEKANAN UDARA)
1. MENGUKUR TEKANAN UDARA
Tekanan udara pertama kali diselidiki oleh Evangelista Torricelli pada tahun 1643.
76 cmHg = 1 atmosfer = 100.000 Pascal
2. TEKANAN UDARA DAN KETINGGIAN TEMPAT
Dirumuskan:
h = (760 – x) . 10
Keterangan:
h : ketinggian suatu tempat (m)
x : tekanan tempat tersebut (mmHg)
Alat pengukur tekangan adalah Barometer.
3. TEKANAN UDARA DALAM RUANG TERTUTUP
4. HUKUM BOYLE
C. TEKANAN PADA ZAT CAIR
Sifat-sifat tekanan zat cair pada dinding tabung antara lain sebagai berikut.
a. Zat cair menekan ke segala arah.
b. Semakin dalam letak suatu titik dari permukaan zat cair, tekanannya semakin besar.
c. Tekanan zat cair tidak tergantung pada bentuk wadahnya, melainkan tergantung pada kedalaman dari permukaan zat cair.
d. Tekanan zat cair bergantung pada massa jenis zat cair. Berikut ini akan kita pelajari hal-hal yang berkaitan dengan tekanan pada zat cair.
1. TEKANAN HIDROSTATIS
2. HUKUM ARCHIMEDES
1) jembatan ponton,
2) kapal,
3) pesawat terbang,
4) tank amfibi,
5) pesawat amfibi, dan
6) hidrometer.
3. HUKUM PASCAL
4. TEKANAN PADA DARAH
KLASIFIKASI TEKANAN DARAH PADA ORANG DEWASA MENURUT JNC VII
Kategori | Tekanan Darah Sistolik | Tekanan Darah Diastolik |
Normal | < 120 mmHg | (dan) < 80 mmHg |
Pre-hipertensi | 120-139 mmHg | (atau) 80-89 mmHg |
Stadium 1 | 140-159 mmHg | (atau) 90-99 mmHg |
Stadium 2 | >= 160 mmHg | (atau) >= 100 mmHg |
NILAI TEKANAN DARAH NORMAL (MMHG)
Kategori Usia | Tekanan Diastol (mmHg) | Tekanan Sistol (mmHg) |
Bayi | 50 | 70-90 |
Anak-anak | 60 | 80-100 |
Remaja | 60 | 90-110 |
Dewasa muda | 60-70 | 110-125 |
Umur lebih tua | 80-90 | 130-150 |
1) HUBUNGAN JENIS AKTIVITAS SESEORANG DENGAN TEKANAN DARAH SISTOL, DIASTOLE DAN PULSE
2) ALIRAN DARAH
P = (1.3 x 104 N/m2)(0.83 x 10-4 m3/s)
= 1.1 Nm/s = 1.1 J/s = 1.1 w
3) PENGATURAN TEKANAN DARAH
4) KADAR GARAM DALAM DARAH
6) KELAINAN PADA JANTUNG YANG BERHUBUGAN DENGAN TEKANAN DARAH�
5. TRANSPORTASI AIR PADA TUMBUHAN
1) PENGANGKUTAN EKSTRAVASKULER
Pengangkutan sepanjang jalur ekstraseluler yang terdiri atas bagian tak hidup dari akar tumbuhan, yaitu dinding sel dan ruang antar sel. air masuk dengan cara difusi, aliran air secara apoplas tidak tidak dapat terus mencapai xilem karena terhalang oleh lapisan endodermis yang memiliki penebalan dinding sel dari suberin dan lignin yang dikenal sebagai pita kaspari. Dengan demikian, pengangkutan air secara apoplas pada bagian korteks dan stele menjadi terpisah.
Pada pengangkutan ini, setelah masuk kedalam sel epidermis bulu akar, air dan mineral yang terlarut bergerak dalam sitoplasma dan vakuola, kemudian bergerak dari satu sel ke sel yang lain melalui plasmodesmata. Sistem pengangkutan ini , menyebabkan air dapat mencapai bagian silinder pusat. Adapun lintasan aliran air pada pengangkutan simplas adalah sel - sel bulu akar menuju sel - sel korteks, endodermis, perisikel, dan xilem. dari sini , air dan garam mineral siap diangkut keatas menuju batang dan daun.
2) PENGANGKUTAN INTRAVASKULER
DAYA HISAP DAUN (TARIKAN TRANSPIRASI)
KAPILARITAS BATANG
TEKANAN AKAR
3) PENGANGKUTAN HASIL FOTOSINTESIS
SEKIAN