Uji Normalitas Data
Putri Pradita Nuramalia
Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis adalah metode statistik yang digunakan untuk membuat keputusan tentang klaim atau asumsi yang dibuat mengenai suatu populasi berdasarkan sampel data dari populasi tersebut.
Penyusunan Hipotesis
Penentuan Signifikansi
Pemilihan Metode Uji Statistik
Memilih uji statistik yang sesuai berdasarkan jenis data dan pernyataan hipotesis.
Pengumpulan dan Analisis Data
Penarikan Kesimpulan
Kesalahan Tipe I dan Tipe II
Hipotesis Komparatif
"Hipotesis komparatif" adalah istilah yang mungkin merujuk pada hipotesis perbandingan dalam konteks penelitian atau ilmu pengetahuan. Hipotesis komparatif biasanya melibatkan perbandingan antara dua atau lebih variabel atau kelompok dalam suatu penelitian. Hipotesis ini dirumuskan untuk menguji perbedaan atau hubungan antara variabel-variabel tersebut.
Misalkan kita tertarik untuk meneliti apakah ada perbedaan signifikan dalam tingkat dalam konteks perbandingan pengukuran volume paru menggunakan teknik right lateral decubitus dan CT Thorax:��Hipotesis Nol (H0): Tidak ada perbedaan signifikan dalam akurasi pengukuran volume paru antara teknik right lateral decubitus dan CT Thorax.��Hipotesis Alternatif (H1): Terdapat perbedaan signifikan dalam akurasi pengukuran volume paru antara teknik right lateral decubitus dan CT Thorax.��Dalam penelitian ini, para peneliti akan mengumpulkan data volume paru dari subjek yang menjalani kedua metode pengukuran tersebut. Volume paru yang diukur dengan teknik right lateral decubitus akan dibandingkan dengan volume paru yang diukur menggunakan CT Thorax.��Analisis data kemudian akan dilakukan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan signifikan dalam akurasi pengukuran volume paru antara dua metode tersebut. Hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang seberapa handal masing-masing teknik dalam mengukur volume paru, dan hal ini dapat berkontribusi pada pemilihan metode yang lebih efektif dalam situasi klinis tertentu.
Jenis Komparatif
Pasangan dan Jumlah Kelompok
Dua Kelompok Tidak Berpasangan
Seorang peneliti membandingan hasil radiograf pada pasien yang melakukan foto thorax dengan posisi tangan bengsingkat pinggang dan merangkul bucky stand.
Dua Kelompok Berpasangan
Seorang peneliti membandingan volume batu ginjal pada pasien yang melakukan prosedur ESWL pada persiapan (pre) dan setelah (post) tindakan.
Kelompok Berpasangan Karena Matching
Komparatif
Kategorik
Tidak Berpasangan
Chi square
Kolmogorov-Smirnov/Mann-Whitney
Berpasangan
Pengukuran Berulang
Mc Nemar/ Wilcoxon
Friedman+Post hoc Mc Nemar/Wilcoxon
Matching/Crossed Over
Mc Nemar/ Wilcoxon
Friedman+Post hoc Mc Nemar/Wilcoxon
Numerik
Tidak Berpasangan
2 Kelompok
T test tidak berpasangan varian sama/varian beda
Mann Whitney
2 Kelompok
One way anova+post hoc
Kruskal Wallis+Post hoc Mann Whitney
Berpasangan
Pengukuran Berulang
T test berpasang
Wilcoxon
Matching/Crossed Over
T test berpasang
Wilcoxon
Rate
Analisis survival : Kaplain Meler, Cox regression
AUC
Perbandingan AUC
Kesesuaian
Kategorik
Kappa
Numerik
Bland-Altman
Distribusi Normal
Terdapat dua metode untuk mengetahui set data memiliki sebaran normal, yaitu metode deskriptif dan metode analitik.
Metode | Parameter | Kriteria Sebaran Normal | Keterangan |
Deskriptif (hitung) | Koefisien varians (CoV) | Koefisien varian <30% | |
Rasio skewness (RS) | -2 sd 2 | | |
Rasio kurtosis (RK) | -2 sd 2 | | |
Deskriptif (gambar) | Histogram | Simetris, tidak terlalu tinggi maupun terlalu rendah. | - |
Box plot | Simetris, median tepat di tengah segi empat, tidak ada oulier atau ekstrem. | - | |
Normal q-q plot | Data menyebar segitar garis. | - | |
Detrendes q-q plot | Data menyebar segitar garis. | - | |
Analitik | Kolmogorov-Smirnov | p>0,05 | Jumlah subjek > 50 |
Shapiro-Wilk | p>0,05 | Jumlah subjek ≤ 50 |
Metode Shapiro-Wilk
Uji normalitas SPSS Shapiro Wilk merupakan metode ataupun rumus perhitungan yang dibuat oleh Shapiro serta Wilk pada sebaran data. Metode ini merupakan metode untuk uji normalitas efektif serta valid untuk dipergunakan pada sampel dengan jumlah kecil.
Syarat Uji Shapiro Wilk
Shapiro-Wilk Test pada SPSS
Cara membaca hasil dari perhitungan pengujian ini adalah dengan cara mengamati nilai Shapiro-Wilk untuk selanjutnya dihitung serta tingkat signifikansinya.�Tentunya pada hasil pengujian tadi, nilai dari Shapiro akan dihitung dengan memperlihatkan nilai VALUE sementara signifikansinya akan diperlihatkan menggunakan nilai Sig.�Cara membaca hasil dari perhitungan uji Shapiro-Wilk yaitu dengan mengamati nilai Shapiro-Wilk hitung serta tingkat Signifikansinya. Pada hasil uji normalitas SPSS, nilai Shapiro hitung diperlihatkan dengan nilai VALUE, sementara signifikansinya diperlihatkan dengan nilai Sig.
SPSS akan menghasilkan output yang mencakup sejumlah informasi statistik deskriptif dan uji normalitas, termasuk Shapiro-Wilk Test. Nilai signifikansi pada hasil output menunjukkan apakah data terdistribusi normal atau tidak. Nilai signifikansi yang tinggi (p > 0,05) menunjukkan bahwa data tidak terdistribusi normal.
Metode Kolmogorov Smirnov
Uji normalitas Kolmogorov SPSS dapat diartikan sebagai suatu metode statistik yang dapat dipergunakan guna menguji hipotesis komparatif yang berasal dari dua sampel independen yang mana bentuk datanya ordinal dan disusun di tabel distribusi frekuensi kumulatif memakai sistem interval kelas.
Penerapan
Kelebihan dan Kekurangan
Pengujian ini memiliki kelebihan yakni tidak akan muncul banyak persepsi di antara pengamat yang mana ini lebih banyak ditemukan di uji normalitas dengan basis grafik. Kelebihan lainnya yaitu pengujian ini tergolong sederhana.
Kelemahan pengujian ini ketika hasilnya tidak normal akan sulit di dalam memutuskan transformasi model yang dapat dipergunakan untuk melakukan normalisasi data. Selain itu pengujian ini umumnya hanya akan sensitif di area pusat distribusi dibandingkan pada ujungnya.
Langkah perhitungan manual
Langkah Perhitungan dengan SPSS
SPSS akan menghasilkan output yang termasuk nilai uji statistik dan nilai signifikansi. Anda dapat memeriksa nilai signifikansi untuk menentukan apakah data terdistribusi normal atau tidak. Nilai signifikansi yang tinggi (p > 0,05) mengindikasikan bahwa data tidak dapat dianggap terdistribusi normal.
Terimakasih