1 of 47

BASTANA

BASIS TANGGUH BENCANA

By. ANDRIS KOBAN

2 of 47

BASTANA :

  • Sebuah pendekatan / bentuk untuk mengimplementasikan KATANA dalam Komunitas.
  • Menjembatani kesenjangan antara KATANA dengan DESTANA
  • Sebagai bentuk implementasi pencapaian DESTANA, karena dalam DESTANA ada 7 objek yang harus diperkuat Ketangguhannya, yaitu :
    1. Objek Pendidikan (Sekolah)
    2. Objek Kesehatan (Puskesmas, Pustu, Posyandu)
    3. Objek Ibadah (Gereja, Masjid, Pure, Wihara, dll)
    4. Objek Perkantoran (Kantor Desa, dll)
    5. Objek Perekonomian (Pasar)
    6. Objek Vital (
    7. Objek Pemukiman (RT, Dusun, Dasawisma, Kelompok Basis Gerejani-KBG, Majelis Ta’lim, KABILA)

  • Katana : pendekatan untuk kesiapsiagaan rumah tanggah menjadi tangguh bencana

3 of 47

17 Maret 2024 di KBG 3 Lingkungan Eugene Smith Paroki Wangatoa

4 of 47

BASIS TANGGUH BENCANA (BASTANA)

Melaksanakan Ketangguhan Bencana di Objek Pemukiman, dengan jumlah KK sebanyak 10 – 15 KK / Rumah :

  1. RT
  2. Dasawisma
  3. Kelompok Basis Gerejani (KBG)
  4. KABILA
  5. Majelis Ta’lim
  6. Dll

5 of 47

Kelompok Basis Gerejani (KBG) :

KBG adalah unit terkecil dari Gereja Katolik, berisi 10-15 KK / Rumah dalam satu Komunitas dalam wilayah Lingkungan/Stasi - Paroki.

Mempunyai kedekatan emosional dan kekeluargaan yang kuat karena sering bertemu dalam doa rutin bersama.

Dalam pertemuan doa bersama, juga sering dibicarakan/didiskusikan tentang berbagai problem dan persoalan.

Persoalan kebencanaan juga mulai didiskusikan tentang kebencanaan yang mulai sering dirasakan.

Secara Gereja Nasional juga mulai dinisiasi adanya Paroki Tangguh Bencana

6 of 47

KABILA

  • KABILA tempo dulu adalah suku atau kelompok Bangsa Arab yang diikat oleh tali keturunan sedarah.
  • Ikatan dalan KABILA sangat kuat
  • KABILA dalam konteks Komunitas tidak terlalu terdengar, namun dalam assessment, Kabila adalah komunitas non formal yang adalah penyebutan bagi beberapa KK/Rumah (10-15 KK/rumah) saling bertetangga

7 of 47

Majelis Ta’lim

Salah satu komunitas lokal keagamaan yang banyak ditemui di masyarakat yaitu majelis taklim atau kelompok pengajian. Majelis taklim dapat diartikan sebagai tempat untuk melaksanakan pengajaran atau pengajian agama Islam.

Majelis Taklim adalah organisasi pendidikan luar sekolah atau lembaga pendidikan islam yang bersifat non formal

Majelis taklim dapat didirikan oleh perseorangan, kelompok orang, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, masjid, dan mushala

8 of 47

KATANA��Di Uji Coba di Lembata Tahun 2017-2018 dalam Konsep “Perempuan, Guru Kesiapsiagaan di Rumah”�Finalisasi Konsep KATANA Di Bangka 11 Oktober 2019�Di Louncing FPRB Lembata 12 Oktober 2019 di Lamahora�Di Louncing BNPB Tgl 08 Desember 2019 di Pasie Jantang Aceh Besar.

9 of 47

"Pengurangan Risiko Bencana Sebagai Investasi Pembangunan“ - “Home Safe Home”

10 of 47

April 2018 BNPB mengeluarkan Buku Panduan Kesiapsiagaan Bencana untuk Keluarga�

11 of 47

12 of 47

13 of 47

.

14 of 47

Lima Hal Pokok BASTANA :��1. TAHU ANCAMAN �2. RUMAH AMAN BENCANA �3. KESIAPSIAGAAN KELUARGA�4. PERINGATAN DINI KELUARGA�5. SIMULASI KELUARGA

15 of 47

ANCAMAN

BENCANA BERASPEK GEOLOGI

1. Gempa Bumi

2. Tsunami

3. Letusan Gunung api

4. Longsor

 

BENCANA BERASPEK HIDROMETEOROLOGI

5. Banjir / BANJIR BANDANG

6. Angin Kencang / Badai

7. Gelombang Pasang

16 of 47

17 of 47

18 of 47

19 of 47

20 of 47

21 of 47

22 of 47

23 of 47

Peta kawasan rawan bencana gempa bumi Kabupaten Lembata

24 of 47

Ditemukan beberapa gunung bawah laut.

Baruna Komba,

Abang Komba dan

Ibu Komba.

25 of 47

26 of 47

27 of 47

Sejarah bencana 20 tahun terakhir

    • Desember 1992 : Gempa Flores
    • Maret 2007 : Letusan Gunung Batutara
    • 2008 : Gempa tektonik. Pusat gempa patahan Weber dan patahan Flores. Ile Ape paling berisiko.(beberapa desa mengungsi)
    • Oktober 2012 : Gempa Tektonik,masih pada pusat yang sama. Semakin meningkat.Ile Ape mengungsi 3.2017 orang. Gempa tektonik masih dari titik yang sama lagi -lagi Ile Ape mengungsi (jika dilihat ada siklus 5 tahunan)
    • Oktober 2017 : Gempa dan peningkatan Status Ile Lewotolok
    • Nopember 2020 : Erupsi/letusan gunung Ile Lewotolok (Vulkanik). Ile Ape seluruhnya terdampak.
    • Januari 2021 : hama Ulat Jagung
    • Januari 2021 : Wabah Hock Colera
    • Desember 2021 : Gempa Flores 7,4 SR.
    • 2021 : Banjir Bandang merata diseluruh wilayah Pantura Lembata. Korban jiwa semakin banyak.
    • 2019 - ...... : Pandemi Covid 19

28 of 47

2. RUMAH AMAN BENCANA

29 of 47

PENATAAN DALAM DAN LUAR RUMAH

  1. Penataan perabot rumah harus memperhatikan risiko apabila dilakukan evakuasi didalam rumah, terutama di malam hari dan lampu mati.
  2. Perabot rumah yang gampang jatuh atau roboh harus diperkuat.
  3. Perabot rumah yang berisiko menimbulkan luka, seperti kaca, sudut perabot yang tajam, dll, harus dikurangi risikonya.
  4. Pintu baiknya membuka keluar dan gampang dibuka.
  5. Penataan tangga harus memperhatikan risiko ketika evakuasi
  6. Penataan halaman harus memungkinkan untuk dilakukan evakuasi keluar secara aman.

30 of 47

3. KESIAPSIAGAAN KELUARGA

  1. NOMOR KONTAK SIAGA
  2. TAS SIAGA BENCANA
  3. PEMBAGIAN PERAN KELUARGA
  4. JALUR EVAKUASI
  5. TITIK KUMPUL / TITIK EVAKUASI

31 of 47

NOMOR KONTAK SIAGA

  1. NOMOR KONTAK KESIAPSIAGAAN BPBD
  2. NOMOR KONTAK KELUARGA DI LOKASI AMAN
  3. MENGHAFAL NOMER KONTAK KELUARGA

32 of 47

NOMOR KONTAK KESIAPSIAGAAN BENCANA BPBD�

  1. 081 339 354 483 (Tlp/WA)
  2. 0821 4481 2516 (IBU Dorce BPBD)
  3. 0813 5340 4830 (Adi BPBD)
  4. 0852 2021 0881 (Pa Yano BPBD)
  5. 0813 3926 0740 (Pa Mateus BPBD)
  6. 0821 4722 0685 (Pa Nar BPBD)
  7. 0812 3860 6277 (Pa Rinto BPBD)

33 of 47

��TAS SIAGA BENCANA�Setiap anggota keluarga dewasa menyiapkan TAS SIAGA BENCANA��1. Dokumen2 penting terbatas�2. Tikar Lipat kecil�3. Lipa/Selimut�4. Pakian (Jumlah terbatas)�5. Pakian dalaman (Terutama Perempuan, termasuk Softex)�6. Kebutuhan obat pribadi (Obat khusus, Balsem, Minyak Kayu Putih, dll)�7. Senter�8. Masker dan/atau Tudung dari Plastik Bening�9. Jas Hujan�10. Handsanitaiser�11. Nomor-Nomor Kontak Penting�12. Makanan Ringan (secukupnya utk satu kali perjalanan evakuasi)�13. Botol Air�14. Uang Tunai secukupnya�15. Pakaian/perlengkapan Bayi/balita (Bagi yang punya Bayi/Balita)�16. Perlengkapan khusus lainnya, misalkan untuk Difabel/Jompo atu Ibu Hamil��

34 of 47

PEMBAGIAN PERAN KELUARGA DALAM BASTANA

  1. BAGI PERAN DENGAN BAIK DAN MERATA (Misalnya Evakuasi). Semua anggota Keluarga dalam Basis saling perhatian dan membantu
  2. PRIORITAS KELOMPOK RENTAN
  3. KETERBATASAN ANGGOTA KELUARGA untuk dukungan Evakuasi, skema bantuan dalam Basis sudah terencana
  4. Evakuasi dari rumah ke Titik Kumpul Basis - Desa – Kecamatan – Kabupaten
  5. Anggota Basis saling menjaga dan memperhatikan serta menginformasikan anggota keluarga di Titik Kumpul.

35 of 47

JALUR EVAKUASI

  1. JAUHI DAERAH DATARAN RENDAH/LEMBAH DAN BANTARAN KALI/SUNGAI
  2. JANGAN MENYUSUR JALUR SEJAJAR PANTAI
  3. SELAIN JALAN UTAMA, DIPERTIMBANGKAN JUGA LORONG/GANG YANG MUDAH DILALUI

36 of 47

Cth. JALUR EVAKUASI DESA JONTONA

  1. Dari Titik Kumpul Rumah – Titik Kumpul Bastana
  2. Titik Kumpul Desa di GEREJA ATAU BALAI PERTEMUAN DESA JONTONA
  3. Jalur Evakuasi KE KANTOR LURAH SELANDORO

37 of 47

TITIK KUMPUL KELUARGA�Setiap anggota keluarga mengetahui, dimana TITIK KUMPUL KELUARGA�(Tiap Keluarga tentukan Titik Kumpul Keluarga)��Setiap anggota keluarga mengetahui, dimana TITIK KUMPUL BASTANA�(Titik Kumpul disepakati)��Setiap anggota keluarga mengetahui, dimana TITIK KUMPUL DESA/KELURAHAN/KOTA� (Tiap Desa tentukan Titik Kumpul Keluarga)��Setiap anggota keluarga mengetahui, dimana TITIK KUMPUL BASTANA DI DALAM TITIK KUMPUL DESA/KELURAHAN/KOTA� (Titik Kumpul disepakati)

38 of 47

PENTING

  1. BAWA BARANG YANG SANGAT PENTING, TERUTAMA JUGA HP DAN/ATAU RADIO KOMUNIKASI.
  2. JANGAN GUNAKAN KENDARAAN, TERUTAMA MOBIL.
  3. BERKUMPUL SAJA DI TITIK KUMPUL TERDEKAT, TIDAK PERLU HARUS KEMBALI KE TITIK KUMPUL YANG DEKAT RUMAH.

39 of 47

PENTING

3. BAWA BARANG YANG SANGAT PENTING, TERUTAMA JUGA HP DAN/ATAU RADIO KOMUNIKASI.

4. BERKUMPUL DI TITIK KUMPUL BASTANA/DESA, TIDAK PERLU HARUS KEMBALI KE TITIK KUMPUL YANG DEKAT RUMAH.

40 of 47

PERINGATAN DINI BENCANA BAGI KELUARGA

MASING-MASING KELUARGA HARUS MEMBANGUN SISITIM INFORMSI PERINGATAN DINI BERBASIS KELUARGA

41 of 47

1. Minimal Salah Satu Nomer Hp/WA Di Keluarga Terhubung Dengan Sistim Informasi Peringatan Dini Desa/ Kelurahan / Kecamatan / Kabupaten��2. GANTUNGKAN BLETOR DI RUMAH.�Sepakati sebuah bunyi peringatan dini bencana di rumah��3. RADIO KOMUNIKASI BENCANA (HT)

42 of 47

BASTANA��PAKET NON BUDGET

43 of 47

10 Proses Pelaksanaan BASTANA :

  1. Advokasi ke Pimpinan Komunitas (Ketua RT, Ketua Dasawisma, Ketua KBG, Pengurus Kabila, Pengurus Majelis Ta’lim
  2. Menentukan Jadwal
  3. Assessment/Kajian di Komunitas oleh Tim dan Pengurus
  4. Persiapan Bahan Peralatan
  5. Pembekalan Tim BASTANA
  6. Proses Sosialisasi, Pelatihan dan Simulasi ( 1 Paket Singkat untuk Advokasi)
  7. Pembuatan RTL
  8. Advokasi lanjutan
  9. Perencanaan Pelaksanaan Tahap 2
  10. Perencanaan Pelaksanaan Tahap Selanjutnya

44 of 47

Proses Sosialisasi, Pelatihan dan Simulasi ( 1 Paket Singkat untuk Advokasi) – 3 Jam

  1. 14.00 – 15.00 : Persiapan Tim di Lokasi Kegiatan
  2. 15.00 – 16.00 : Sosialisasi dan Materi
  3. 16.00 – 17.00 : Latihan & Praktek PPGD dan Evakuasi sampai Titik Kumpul (sambil Snack)
  4. 17.00 – 17.30 : Simulasi dan Evakuasi
  5. 17.30 – 18.00 : RTL

45 of 47

46 of 47

47 of 47