1 of 13

MEDIA MENGAJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

UNTUK SMP KELAS VIII

2 of 13

Peradaban Islam pada Masa Abbasiyah (750–1258M)

BAB 5

3 of 13

Masa Keemasan Islam Daulah Bani Abbasiyah (750–1258 M)

Pada tahun 750 M, Abdullah bin Saffah mendirikan Daulah

Bani Abbasiyah. Asal muasal nama Daulah Bani Abbasiyah diambil dari nama paman Nabi Muhammad Saw. Dalam perkembangannya, Daulah Bani Abbasiyah mampu berdiri dan berkembang pesat selama lima abad. Ini merupakan bukti bahwa peradaban Islam mencapai puncak prestasi yang gemilang. Khalifah yang mampu membawa Daulah Bani Abbasiyah mencapai puncak kejayaan, yaitu Khalifah Harun Al-Rasyid, kemudian dilanjutkan oleh Khalifah Al-Ma’mun.

4 of 13

Keindahan Seni di Masa Daulah Bani Abbasiyah (1)

Indahnya seni arsitektur bangunan, di antaranya Masjid Jami’ Al-mansur,�Masjid Raya Samarra, Istana Ukhaidir, dan lain-lain

Kota Baghdad dikenal sebagai kota Alfu Lailah�wa Lailah (kota seribu satu malam). Tidak ketinggalan dibangun juga kota satelit atau penyangga ibu kota demi kemajuan Daulah�Bani Abbasiyah.

1. Seni Arsitektur

2. Seni Tata Kota

5 of 13

Keindahan Seni di Masa Daulah Bani Abbasiyah (2)

Baghdad juga menjadi sebuah kota yang menjadi pusat�kegiatan para sastrawan dan penyair.

Kemajuan musik dan lagu berkembang pesat sehingga memunculkan para musisi terkenal, penulisan kitab musik, pendidikan seni musik, pabrik pembuat�alat musik, seni tari serta seni ukir.

4. Seni Musik dan Bunyi

3. Seni Sastra

6 of 13

Bait Al-Hikmah sebagai Bentuk Keharmonisan�Intelektual Antaragama

Pada masa Khalifah Harun Al-Rasyid dibangunlah pusat penelitian dan kajian intelektual yang diberi nama Bait al-Hikmah dan diteruskan oleh putranya, yaitu Al-Ma’mun. Tujuan utama lembaga ini adalah menerjemahkan ilmu pengetahuan asing ke dalam Bahasa Arab. Hasil dari program ini menjadikan Islam sangat maju dalam bidang ilmu pengetahuan dan peradaban.

7 of 13

Pusat penerjemahan ilmu-ilmu klasik dari Yunani, Persia, dan Mesir

Peran Bait al-Hikmah

Dalam perkembangannya, Bait al-Hikmah merupakan pusat studi ilmu pengetahuan yang tidak hanya melibatkan banyak ilmuwan muslim tetapi juga nonmuslim.

Bait al-Hikmah menjadi perpustakaan besar yang digunakan sebagai tempat penelitian dan kajian dari berbagai disiplin ilmu. Peran Bait al-Hikmah :

Pusat perpustakaan dan pendidikan, karena terdapat banyak buku-buku sehingga masyarakat dapat belajar dengan leluasa

Pusat perkembangan ilmu agama

Pusat kajian ilmu umum

Akulturasi budaya besar

Lembaga pendidikan

8 of 13

Melaksanakan Ajaran Agama Islam untuk Mencari Ilmu, Literasi, dan Produktif dalam Berkarya (1)

  ... اَلْيَوْمَ اَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَاَتْمَمْتُ عَلَيْكُم نِعْمَتِيْ وَرَضِيْتُ لَكُمُ الْاِسْلَامَ دِيْنًاۗ ... (٣)

Artinya: “. . . Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu�untukmu, telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku�ridai Islam sebagai agamamu. . . .”

(Q.S. Al-Mā’idah/5: 3)

Hikmah yang diambil adalah kita harus melaksanakan ajaran-ajaran agama Islam dalam kehidupan sehari-hari. Orang yang melaksanakan ajaran Islam, hidupnya akan memperoleh ketenangan, ketenteraman, serta kebahagiaan di dunia dan akhirat

9 of 13

Melaksanakan Ajaran Agama Islam untuk Mencari Ilmu, Literasi, dan Produktif dalam Berkarya (2)

كَذٰلِكَ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ اَنْۢبَاۤءِ مَا قَدْ سَبَقَۚ وَقَدْ اٰتَيْنٰكَ مِنْ لَّدُنَّا ذِكْرًا ۚ (٩٩)

Hikmah yang diambil adalah kisah umat terdahulu berupa pelajaran, baik hal-hal positif maupun negatif, agar di masa sekarang dapat menjadi manusia yang bermanfaat

Artinya: “Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (Nabi Muhammad) sebagian kisah umat yang terdahulu dan sungguh, telah Kami anugerahkan kepadamu suatu peringatan (Al-Qur’an) dari sisi Kami.”

(Q.S. Tāhā/20: 99)

10 of 13

Melaksanakan Ajaran Agama Islam untuk Mencari Ilmu, Literasi, dan Produktif dalam Berkarya (3)

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ(١) خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ (٢) اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ (٣) الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ (٤) عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ (٥)

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang�menciptakan! (1) Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. (2) Bacalah! Tuhanmulah Yang Mahamulia, (3) yang mengajar (manusia) dengan pena. (4) Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. (5)”

(Q.S. Al-‘Alaq/96: 1–5)

Agama Islam adalah agama yang mewajibkan setiap�pemeluknya untuk bersemangat dalam membaca. Setiap muslim harus bisa membaca. Hal-hal yang dibaca dan dipelajari merupakan sebuah ilmu. � �

11 of 13

Penerapan Sikap Meneladani Kemajuan Bani Abbasiyah dalam Kehidupan Sehari-hari (1)

Sikap meneladani kemajuan ilmu pengetahuan pada masa Daulah Bani Abbasiyah, di antaranya sebagai berikut :

    • Menyempatkan membaca minimal selama 10 menit setiap hari
    • Berdiskusi tentang sesuatu yang kita baca atau pelajari
    • Membuat perpustakaan kecil, baik di rumah maupun di kelas
    • Membaca buku-buku terbaru sebagai sumber informasi
    • Memberikan informasi mengenai pentingnya membaca,�karena membaca mampu membuka jendela dunia.

12 of 13

Penerapan Sikap Meneladani Kemajuan Bani Abbasiyah dalam Kehidupan Sehari-hari (2)

    • Mengajak teman atau orang terdekat untuk sering berkunjung ke perpustakaan
    • Mengikuti kegiatan literasi/membaca yang dicanangkan di�sekolah
    • Rajin menulis hal-hal baru�Melakukan eksperimen bersama teman kalian di bawah�bimbingan guru
    • Mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang diadakan oleh sekolah sesuai dengan minat dan bakat yang kalian miliki
    • Senantiasa arif dan bijaksana dalam literasi digital
    • Memilah dan memilih bahan atau informasi yang bersumber dari internet

13 of 13

Selamat Belajar!