1 of 11

SISTEM PELUMAS

BAGIAN 1 KONSTRUKSI SISTEM PELUMAS

2 of 11

Minyak pelumas bahan dasarnya dari minyak dasar mineral

  • Viscositas / kekentalan minyak pelumas menunjukkan kemampuan terhadap laju aliran minyak. Suatu badan International yaitu Society of Automotive Enginers (SAE),

3 of 11

Contoh indek kekentalan minyak pelumas yang ada di Indonesia :��

  • Pelumas dengan kekentalan. Rendah Misalnya : ditandai dengan SAE 10 W, SAE 15 W, SAE 20 W. �
  • Sedangkan minyak pelumas untuk kebutuhan sampai temperatur 1000C, Misalnya :tidak ditandai dengan huruf W, tetapi SAE 30, SAE 40, SAE 90 dan seterusnya.�
  • Minyak pelumas yang dapat memenuhi kebutuhan pada saat mesin dingin dan dapat memenuhi kebutuhan saat mesin sudah panas, disebut minyak pelumas multi grade oil (serbaguna).

Misalnya : SAE 5 W ‑ 20, SAE 10 W ‑ 20, SAE 10 W ‑ 30, SAE 1OW ‑ 40, SAE 20 W ‑ 50 dan seterusnya. Misalnya SAE 20 W ‑ 40, �

4 of 11

Komponen system pelumasan

  • Pompa oli

  • Untuk menyalurkan minyak pelumas ke bagi­an komponen engine perlu adanya sistem pendistri­busian pelumas dari bak oli ke bagian lain

5 of 11

Model Pompa oli

  • 1. Model roda gigi (gear type pump)

  • 2. Model rotor (rotor type pump)

  • 3. Pompa Oli Jenis Baling‑Baling (Vane)

  • 4.Pompa o1i Jenis Plunyer

6 of 11

Pengaturan tekanan minyak pelumas�

7 of 11

Saringan oli dan sistemnya

  • 1. Sistem Penyaringan Bypass

  • 2. Sistem Penyaringan Paralel (Shunt)

  • 3. Sistem Penyaringan Aliran Penuh (full flow)

8 of 11

Ventilasi Ruang Engkol ( PCV )

  • Tipe Rod Draft

  • Tipe PCV terbuka

( Positive Crankcase Ventilation Open Type )

  • Tipe PCV Tertutup

( Positif Crankcase Ventilitation Close Type )

9 of 11

. Penunjuk Tekanan Oli

  • . Penunjuk Tekanan Jenis Kontak Tekanan

  • Penunjuk Tekanan OR jenis Kumparan

Elektromagnetik

10 of 11

. Pendingin oli

11 of 11

���SEKIAN DAN TERIMA KASIH