1 of 25

Tatap muka 2��KONSEPSI BENIH

Pengertian Biji, Benih dan Bibit (sebelum UU RI No.12 1992)

  • Biji = hasil perbiakan generatif tanaman
  • Benih = biji untuk tujuan agronomis
  • Bibit = benih yang telah berkecambah menjadi tanaman kecil

(setelah UU RI No.12 1992)

Benih digunakan baik bahan pertanaman hasil perbiakan generatif maupun vegetatif, istilah bibit dipakai untuk ternak

1

27/02/2014

2 of 25

Tatap muka 2

Biji

  • Merupakan alat untuk mempertahankan kelanjutan hidup jenis (species) suatu tumbuhan dengan memperpanjang kehidupan embryonic axis yang kemudian berubah menjadi kehidupan bentuk baru.
  • Makanan cadangan berupa karbohidrat, protein dan lipids pada endosperm atau cotyledons semata-mata disediakan untuk makanan embryonic axis
  • Dapat menjadi pangan

3 of 25

Tatap muka 2

Batasan - batasan benih

    • Biologis (ovul yang dibuahi, embrio-endosperm-testa)
    • Agronomis (bahan pertanaman untuk produksi maksimal, viabilitas benih menjadi fokus benih)
    • Teknologis (wahana input teknologi maju/ mekanisasi; mutu benih dg keseragaman mjd perhatian agar dpt ditanam scr maksimal; seed peleting, seed coating)
    • UU No. 12/1992 ttg Sistem Budidaya

3

27/02/2014

4 of 25

BENIH DAN KEHIDUPAN

  • Untuk apa? (Boswell, 1961):
    • Cara tanaman mempertahankan keturunan/generasi, germplasm renewal & conservation, keberlanjutan sumberdaya alam dan lingkungan
    • Pelindung dan pemelihara kelestarian jenisnya
    • Kendaraan penyebaran kehidupan baru
    • Food utk manusia dan khewan
    • Bahan baku pangan, sandang, dan industri
    • Kekayaan bagi yang mengusahakannya
    • Harapan hari esok
    • Sesuatu yg menyullitkan (dormansi, rekalsitransi, dsb)

4

27/02/2014

5 of 25

BENIH, MUTU BENIH, DAN PERTANIAN

  • Cikal bakal pertanian; perubahan budaya mengumpulkan makanan ke budaya bertanam karena adanya benih
  • Driving force modernisasi pertanian; majunya perbenihan memberikan modal bagi dilakukannya modernisasi pertanian (pertanian maju jika perbenihan maju)
  • Unsur input utama usaha pertanian (meski ada lahan, pupuk dan pestisida; tanpa benih kegiatan bertanam tidak dapat dilakukan)

5

27/02/2014

6 of 25

BENIH, MUTU BENIH, DAN PERTANIAN

  • Kontributor peningkatan produktivitas pertanian;
    • Sarfo & Kone (1938): benih menyumbang 20% dari peningkatan produksi
    • Becker (2000) : benih menyumbang 30 – 50% dari peningkatan produksi
    • Woodstock (1973): produksi menurun 5% akibat benih tidak bermutu
    • FAO: penurunan 2.6% produksi per generasi akibat benih tdk murni
    • Deptan (2007): penggunaan benih non sertiikat menurunkan produksi 10%.

6

27/02/2014

7 of 25

  • 7
  • Persentase Peningkatan Produktivitas Akibat Penggunaan Benih Bersertifikat

No

Provinsi

Peningkatan Produktivitas

< 5 %

5 – 10%

>10%

.............. % petani ..............

1

Sumatera Utara

0

0

100

2

Jambi

23

23

50

3

Jawa Barat

24

6

72

4

Jawa Timur

0

41

59

5

Kalimantan Barat

0

33

67

6

Sulawesi Selatan

0

90

10

Rata-rata

7.8

32.2

60.0

  • Sumber: Analisis data primer.

8 of 25

BENIH, MUTU BENIH DAN PERTANIAN

  • Komersialisasi usaha pertanian; usahatani berorientasi pada pasar dituntut standar mutu pasar dari produk yg akan dipenuhi dg penggunaan benih bermutu
  • Komoditas perdagangan dan industri; bisnis benih cukup menjanjikan yg mendorong skala pengusahaannya pada skala industri
  • Penyangga ketahanan pangan negara; kebutuhan pangan yg kontinyu dan cenderung meningkat menuntut dilakukannya produksi secara kontinyu, yg membutuhkan stok benih yg cukup tersedia pada saat musim tanam.
    • Semua mengerucut pada tuntutan tersedianya benih bermutu
    • Fokus benih adalah pada mutu

8

27/02/2014

9 of 25

BENIH, MUTU BENIH DAN PERMASALAHANNYA

  • Realitas (Indonesia) , ketersediaan benih terbatas
    • Padi (38%)
    • Jagung (30%)
    • Kedelai (5%)
    • Sayuran (<1%)
  • Dilema antara kalangan industri vs petani
    • Petani lemah dlm pemahaman dan daya beli
    • Industri menghadapi resiko (high risk-low profit; benih komoditas hidup)
    • Peran pemerintah perlu ditingkatkan (BUMN, Lembaga produksi benih & pengendali mutu benih, dsb)
  • Peredaran benih non sertifikat dominan (lokal-import)

9

27/02/2014

10 of 25

  • 10

Persentase Petani yang Tidak Menggunakan Benih Bersertifikat Berdasarkan Alasan

No

Provinsi

Alasan

Harga benih mahal

Benih bersertifikat sulit diperoleh

Tidak memberikan alasan/lain2

........ % petani .........

1

Sumatera Utara

33

0

67

2

Jambi

62

38

0

3

Jawa Barat

28

16

56

4

Jawa Timur

53

40

7

5

Kalimantan Barat

0

100

0

6

Sulawesi Selatan

76

24

0

11 of 25

  • 11

Beberapa permasalahan terkait penggunaan benih berlabel TANAMAN PANGAN oleh petani:

      • Benih sebar kedelai ada yang tidak tersalurkan karena petani kurang yakin terhadap label benih
      • Ditemukan varietas baru yang belum stabil
      • Sebagian petani belum menanam varietas unggul karena belum tahu keunggulannya
      • Petani padi lebih suka menggunakan benih pokok (BP) karena bermutu lebih baik

12 of 25

  • 12

5. Menurut petani mutu benih berlabel tidak berbeda dengan mutu benih produksi sendiri.

6. Sering terjadi benih tidak tepat varietas

        • Petani tidak membeli benih bermutu karena tidak memiliki uang dan tidak tahu arti benih bermutu.
        • Benih jagung komposit (non hibrida) tidak disukai oleh petani karena pertumbuhannya tidak seragam.

Beberapa permasalahan

terkait penggunaan benih berlabel

TANAMAN PANGAN oleh petani

13 of 25

  • 13
          • Belum seluruh petani mengenal varietas-varietas baru, selalu menanam varietas yang sama 🡪 varietas unggul baru yang lebih baik kurang diminati.

2. Tidak seluruh bibit buah-buahan, termasuk jeruk, yang diperjualbelikan memiliki sertifikat, tetapi karena masih rendahnya pengetahuan petani tentang ciri-ciri bibit unggul maka bibit tidak bersertifikatpun tetap dibeli konsumen.

Beberapa permasalahan terkait penggunaan benih berlabel TANAMAN HORTIKULTURA oleh petani:

14 of 25

  • 14

3. Benih sayuran, termasuk cabe, yang digunakan sebagian besar petani bukan benih bersertifikat dan bukan varietas yang sudah dilepas.

4. Peredaran benih sayuran bersertifikat di pasaran masih terbatas; yang ada adalah benih kemasan dengan informasi mutu yang dikeluarkan oleh produsen yang bersangkutan.

Beberapa permasalahan

terkait penggunaan benih berlabel

TANAMAN HORTIKULTURA oleh petani:

15 of 25

  • 15
        • Varietas cabe yang disenangi petani beragam antar wilayah
        • Sebagian besar petani kentang masih menggunakan benih kentang turunan G4
        • Benih kentang unggul belum bisa memenuhi kebutuhan benih petani sehingga produktivitas kentang rendah

8. Varietas unggul spesifik daerah belum banyak tersedia

9. Pertumbuhan benih bersertifikat di lapang kadang tidak seragam (sertifikat tidak menjamin mutu)

Beberapa permasalahan

terkait penggunaan benih berlabel

TANAMAN HORTIKULTURA oleh petani

16 of 25

  • 16
          • Tidak ada perbedaan signifikan antara menggunakan benih unggul dengan benih asalan

          • Anggapan petani bahwa yang terpenting dalam budidaya tanaman perkebunan adalah teknik budidaya terutama pemupukan

3. Harga bibit unggul mahal dan sulit mendapatkannya

Kesadaran petani untuk menggunakan benih unggul TANAMAN PERKEBUNAN masih rendah dengan alasan:

17 of 25

BAGIAN-BAGIAN BIJI

  1. Embrio : Suatu tanaman baru yang terjadi dari bersatunya gamet-gamet jantan dan betina pada suatu proses pembuahan.

Embrio yang perkembangannya sempurna akan terdiri dari struktur-struktur sebagai berikut:

a). Epikotil (calon pucuk),

b). hipokotil (calon akar), dan

c). kotiledon (calon daun).

17

27/02/2014

18 of 25

BAGIAN-BAGIAN BIJI

  1. Jaringan Penyimpan Cadangan Makanan

Pada biji ada beberapa struktur yang dapat berfungsi sebagai jaringan penyimpan makanan:

  1. Kotiledon; ex. pada jenis kacang-kacangan (Legumes), semangka, dan labu (Cucurbita lepo L)
  2. Endosperm; ex. pada jagung, gandum & golongan serealia lainnya. Pada kelapa bagian dalamnya yang berwarna putih & dapat dimakan merupakan bagian endospermnya.
  3. Perisperm; misalnya pada family chenopodiaceae dan Caryophyllaceae (Dianthus sp dan Agros temaa sp)
  4. Gametophyte betina yang haploid misalnya pada jenis Gymnospermae yaitu pinus (pinus sp).

Cadangan makanan yang tersimpan dalam biji umumnya terdiri dari karbohidrat, lemak, protein dan mineral.

18

27/02/2014

19 of 25

BAGIAN-BAGIAN BIJI

  1. Pelindung Biji.
  2. Dapat terdiri dari kulit biji, sisa-sisa nucleus dan endosperm dan kadang-kadang bagian dari buah.
  3. Tetapi pada umumnya kulit biji (testa) berasal dari integument ovule yang mengalami modifikasi selama proses pembentukan biji berlangsung.
  4. Biasanya kulit biji keras dan kuat berwarna kecoklatan sedangkan bagian dalamnya tipis dan berselaput.
  5. Kulit biji berfungsi sebagai pelindung khususnya dari kekeringan, kerusakan mekanis, atau serangan cendawan, bakteri dan insektisida

19

27/02/2014

20 of 25

Struktur Umum Biji

20

27/02/2014

21 of 25

Perbedaan penggunaan cadangan makanan antara sub kelas monokotil dan dikotil:

21

27/02/2014

Sub Kelas Monokotil

Sub Kelas Dikotil

Cadangan makanan dalam endosperm baru akan dicerna setelah biji masak & dikecambahkan serta telah menyerap air.

Contoh : jagung, padi, gandum, dll

Cadangan makanan yang terdapat dalam kotiledon atau perisperm sudah mulai dicerna dan diserap oleh embrio sebelum biji masak. Contoh : jenis kacang-kacangan, bunga matahari, labu, dll.

22 of 25

Perkembangan Biji

Tujuan utama perkembangan biji :

  • Pemantapan pola dasar tubuh tumbuhan, sumbu akar –pucuk
  • Akumulasi cadangan makanan untuk proses perkecambahan
  • Persiapan dormansi biji

Selama perkembangan biji, embrio berdiferensiasi menjadi 2 sistem organ, yaitu :

  • Sumbu embrio, terdiri atas meristem akar dan pucuk yang akan membentuk tumbuhan dewasa setelah perkecambahan biji.
  • Kotiledon, merupakan sistem organ yang berdiferensiasi paling akhir, yang akan mengalami penuaan setelah perkecambahan dan bertanggung jawab untuk mensintesis dan menyimpan cadangan makanan untuk proses perkecambahan.

22

27/02/2014

23 of 25

EMBRIOGENESIS

  • mencakup perkembangan dari saat fertilisasi sampai fase dormansi.
  • Peristiwa utama yang terjadi selama embriogenesis :

1.Pemantapan bentuk dasar tumbuhan.

• Pola aksial : pembentukan sumbu basal-apikal (pucuk–akar)

• Pola radial menghasilkan tiga sistem jaringan

2.Penyusunan jaringan meristematik untuk mengelaborasi struktur setelah masa embrio (daun, akar, bunga dsb.).

3.Pemantapan penyimpanan cadangan makanan yang cukup untuk perkecambahan embrio sampai kecambah bersifat autotrof

23

27/02/2014

24 of 25

FERTILISASI

  • Fertilisasi pada tumbuhan Angiospermae merupakan fertilisasi ganda,

– sel telur difertilisasi oleh satu sperma membentuk zigot yang diploid

– intipolar difertilisasi oleh inti sperma lainnya membentuk endosperm yang triploid atau poliploid.

  • Pada saat terjadinya fertilisasi, tabung pollen menembus kantung embrio pada ujung mikropil dan melepaskan isinya ke salah satu sel sinergid.
  • Kedua inti sperma kemudian berpindah ke arah ujungk halaza dari sinergid, satu inti sperma berfusi dengan inti sel telur dan inti lainnya berfusi dengan intipolar

24

27/02/2014

25 of 25

25

27/02/2014

THANK YOU