Ekonomi pertanian adalah cabang dari ilmu pertanian yang mempelajari tentang aspek sosial ekonomi di bidang pertanian.
Ekonomi pertanian dibagi menjadi dua yaitu :
Ilmu Sosiologi Pertanian → mempelajari tentang masyarakat pertanian, yaitu interaksi internal maupun eksternal yang mempengaruhi kehidupan masyarakat pertanian.
Ilmu Ekonomi Pertanian → mempelajari tentang tataniaga, ekonomi produksi pertanian, dan lain-lain yang berkaitan dengan masalah ekonomi di bidang pertanian.
3 of 8
Ilmu ekonomi pertanian mempelajari tentang fenomena-fenomena dan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan:
Pertanian mikro → analisis ekonomi pada proses produksi pertanian → hubungan antara faktor-faktor produksi, faktor produksi dan hasil produksi, dan beberapa hasil produksi dalam satu proses produksi.
Pertanian makro→ menganalisis, menginterpretasikan, dan menghubungkan persoalan-persoalan pertanian dengan pembangunan ekonomi, misalnya persoalan pendapatan nasional, konsumsi, investasi di bidang pertanian, lapangan kerja.
4 of 8
Produksi Pertanian
Kegiatan berproduksi merupakan kegiatan yang membahas aspek mikro yaitu hubungan antara input dan output .
Perananan input terhadap output bukan hanya dalam faktor jumlah dan ketersediaan, tapi juga efisiensi penggunaannya.
5 of 8
Konsep efisiensi pada usahatani terdiri dari:
Efisiensi teknis → Jika petani mampu mengalokasikan faktor produksi yang dipakai sehingga menghasilkan produksi yang tinggi.
Efisiensi alokatif (efisiensi harga) → Jika petani mendapatkan keuntungan yang besar karena pengaruh harga faktor produksi yang digunakan.
Efisiensi ekonomi → Jika usaha pertanian tersebut mencapai efisiensi teknis dan sekaligus juga mencapai efisiensi harga
6 of 8
Senjang produktivitas adalah perbedaan produktivitas yang dapat disebabkan oleh:
Teknologi yang tak dapat dipindahkan dan perbedaan lingkungan → yield gap I.
Kendala biologi dan kendala sosial ekonomi → yield gap II.
7 of 8
Upaya peningkatan produktivitas perlu dilakukan melalui peran serta pemerintah dalam membuat kebijaksanaan perangsang berproduksi.
Kebijaksanaan perangsang berproduksi dikategorikan menjadi dua, yaitu :
Kebijaksanaan harga
Kebijaksanaan non harga
Apabila petani dalam menjalankan usahataninya menerapkan konsep efisiensi, maka peningkatan produksi dapat dilakukan.
8 of 8
Hal yang harus diperhatikan petani selanjutnya adalah masalah pemasaran → bagaimana memasarkan produksi yang dihasilkan.
Aspek pemasaran sangat ditentukan oleh keseimbangan antara permintaan dan penawaran → menentukan harga.
Faktor eksternalitas juga dapat mempengaruhi keseimbangan permintaan dan penawaran → peraturan pemerintah, bencana alam, perubahan iklim, dll.