BAB 4 TEKNIK KOMUNIKASI
1. Transmisi Asinkron
Strategi metode ini adalah mencegah problem pewaktuan dengan tidak mengirim aliran bit panjang yang tidak putus-putusnya, melainkan data ditransmisikan per karakter pada suatu waktu, di mana setiap karakter adalah 5 sampai 8 bit panjangnya. Timing atau sinkronisasi harus dipertahankan di antara setiap karakter. Pesawat penerima mempunyai kesempatan untuk menyinkronkan awal dari setiap karakter baru.
Komunikasi asinkron adalah sederhana dan murah tetapi memerlukan tambahan 2 sampai 3 bit per karakter untuk sinkronisasi. Presentase tambahan dapat dikurangi dengan mengirim blok-blok bit yang besar antara bit dan stop bit, tetapi akan memperbesar kesalahan pewaktuan kumulatif, solusinya yaitu transmisi sinkron
2. Tranmsisi Sinkron
Transmisi sinkron (synchronous) adalah level lain dari sinkronisasi yang diperlukan agar pesawat penerima dapat menentukan awal dan akhir suatu blok data. Untuk tiap blok dimulai dengan pola preamble bit dan diakhiri dengan pola postamble bit. Pola-pola ini adalah kontrol informasi.
Frame adalah data plus kontrol informasi. Format yang tepat dari frame tergantung metode transmisinya yaitu:
3. Transmisi bit-oriented
Blok data diperlakukan sebagai serangkaian bit. Kontrol informasi dalam bentuk 8 bit karakter.
Pada transmisi ini preamble bit panjangnya 8 bit dan dinyatakan sebagai suatu flag sedangkan postamblenya memakai flag yang sama pula, pesawat penerima mencari pola flag pada sinyal start dari frame yang diikuti oleh sejumlah kontrol field, kemudian sejumlah data filed, kontrol field dan akhirnya flagnya diulangi.
Perbedaan dari kedua metode diatas terletak pada format detail dan kontrol infromasinya
Keuntungan transmisi sinkron:
3. Transmisi Paralel
Dengan transmisi pararel, bit-bit yang berbentuk karakter dikirim secara bersamaan melewati sejumlah penghantar yang terpisah, dalam transmisi paralel terjadi prosedur yang dikenal sebagai handskaking yaitu prosedur yang diperlukan untuk mengakomodasi ketepatan waktu pengiriman data antara computer dengan terminal atau peripheral. Setiap bit dari suatu karakter ditansmisikan melewati saluran masing-masing. Metode ini juga menggunakan sinyal strobe atau clock yang melewati satu saluran tambahan untuk memberi tanda kepada pesawat penerima pada saat ada bit yang melewati saluran masing-masing sehingga nilainya dapat disusun. Metode pengiriman pararel biasa digunakan pada jaringan PC atau beberapa sistem digital lain karena memiliki proses transmisi yang lebih cepat. Sistem ini lebih efektif jika digunakan untuk transmisi data yang memiliki jarak yang lebih jauh maka biaya implementasinya jauh lebih besar dan sistem kendali yang lebih kompleks, pada dasarnya transmisi parallel akan mengalami kesulitan dalam mengirim dan menerima data pada saluran yang panjang.
Flag: berisi rangkaian biner yang membatasi awal frame, teknik ini dikenal dengan bit swuffing yang digunakan untuk menyisipkan nilai-nilai nol tambahan ke dalam data sehingga rangkaian flag tersebut tidak pernah tampil dimanapun kecuali pada awal dan akhir setiap frame.
Address: biasanya satu byte tetapi mungkin juga lebih, alamat ini digunakan untuk mengidentifikasikan pengirim atau penerima frame
Control: berukuran satu byte atau lebih yang memuat informasi tentang tipe frame
Data: payload dari frame yang merupakan field data. Field data bersifat transparasi
CRC: setelah field data memiliki dua byte field cylic redundancy check (CRC), nilai dari byte ini merupakan hasil dari kalkulasi arimetik berdasarkan bit-bit data diantara flag
Flag: frame diakhiri oleh karakter flag
Flag | Address | Control | Data | CRC | CRC | Flag |
4. Transmisi Serial
Dengan transmisi serial pengiriman data jarak jauh menjadi lebih efektif disbanding dengah transmisi parallel. Data pararel internal komputer dimasukkan ke pengubah parallel ke serial. Saluran seri mengirimkan setiap karakter per elemen sehingga hanya diperlukan satu atau dua penghantar, yaitu kirim data (TXD) dan diterima data (RXD). Tranmisi membutuhkan waktu yang relative lebih lama disbanding transmisi parallel, tetrapi transmisi serial memiliki tiga masalah pokok keperluan penyesuaian tranmisi di antaranya adalah:
Penyesuaian yang diperlukan dapat diperoleh secaraa sinkron maupun tak sinkron, data yamg dikirim oleh terminal ke computer lewat jalur RDX dimasukkan ke pengubah seri ke perarel sebelum diteruskan ke komputer.
5. Duplex
Duplex adalah sebuah istilah dalam bidang telekominikasi yang merujuk kepada komunikasi dua arah. Duplex terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
2. Half duplex
Merupakan sebuah mode komunikasi dimana data dapat ditansmisikan atau diterima secara dua arah tetapi tidak dapat secara bersama-sama, contoh, walkie-talkie dimana dua penggunanya harus menekan sebuah tombol untuk berbicara dan melepaskan tombol tersebut untuk mendengar, ketika dua orang menggunakan walkie talkie untuk berkomunikasi pada satu waktu tertentu, hanya salah saru diantara mereka yang dapat berbicara sementara pihak lainnya mendengar. Jika kedua-duanya mencoba untuk berbicara secara serentak, konisi tabrakan (collision) pun terjadi dan kedua pengguna walkie talkie tersebut tidak dapat mendengar apa yang dikatakan kawan biacaranya .
3.Full duplex
Dalam komunikasi full duplex dua pihak saling berkomunikasi akan mengirimkan informasi dan menerima informasi dalam waktu yang sama, dan umumnya membutuhkan dua jalur komunikasi. Komunikasi full duplex juga dapat diraih dengan menggunakan Teknik multiplexing, dimana sinyal yang berjalan dengan arah yang berbeda akan diletakkan pada slot waktu (time slot) yang berbeda. Kelemahan Teknik ini adalah bahwa tekniik ini memotong kecepatan transmisi yang mungkin menjadi setengahnya