Pembelajaran
Mendalam
Transformasi Pembelajaran menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENСAH BADAN STANDAR, KURIKULUM, DAN ASESMEN PENDIDIKAN PUSAT KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN
Januari 2025
TUJUAN KEGIATAN HARI NI:
Tim Penyusun dan Tim Penelaah
2
Tim Penyusun
Ketua
Prof. (Em) Suyanto, M.Ed., Ph.D., Universitas Negeri Yogyakarta
Anggota
Anggota
Tim Penelaah
Ketua
Prof. (Em) Suyanto, M.Ed., Ph.D., Universitas Negeri Yogyakarta
Outline Naskah Akademik
Ringkasan Eksekutif
Pendahuluan
Latar Belakang, Tujuan, Ruang Lingkup
Landasan
Fisiologis dan Pedagogis, Teoretis, Sosiologis, Yuridis, Empiris
Kerangka Kerja PM
Dimensi Profil Lulusan, Prinsip Pembelajaran, Pengalaman Belajar, Kerangka Pembelajaran
Strategi Implementasi PM
Kurikulum, Proses Pembelajaran, dan Asesmen, Ekosistem, Regulasi, Guru, Kepala Sekolah, Pengawas, Orang Tua, Tahapan Implementasi, Implementasi pada Jenjang Pendidikan
Rekomendasi
Latar Belakang
4
Perubahan masa depan sulit diprediksi
Bonus Demografi 2035 dan Visi
Indonesia Emas 2045
Permasalahan mutu pendidikan: Literasi, Numerasi, HOTs, Ketimpangan Mutu Pendidikan
Kompetensi masa depan
PM sebagai solusi mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua
Kemampuan HOTS siswa Indonesia masih rendah
Sumber: Diolah dari hasil PISA 2018
MEMBACA
skor
MATEMATIKA
skor
SAINS
skor
Hasil PISA:
Siswa Indonesia hanya bisa menjawab materi Level fi-3 saja (lower order thinking skills = LOTS), sementara siswa negara lain sudah sampai Level 4-6 (higher order thinking skills = HOTS).
555
549
504 415
393
371
591
527
569
440
419
379
590
529
551
438
426
396
Indonesia
Indonesia
Indonesia
Tujuan & Ruang Lingkup Naskah Akademik
6
Tujuan
Ruang Lingkup
Apa Pembelajaran Mendalam?
Definisi :
Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan ( joyful) melalui olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika), dan olah raga (kinestetik) secara holistik dan terpadu.
7
Pembelajaran Mendalam sebagai Solusi
Pembelajaran Mendalam
Olah Pikir
Olah Hati
Olah Rasa
mewujudkan
Profil Lulusan (8 Dimensi)
Olah Raga
Berkesadaran
Bermakna
Menggembirakan
8 Dimensi Profil Lulusan
1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME
Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan Tuhan serta menghayati nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
3. Penalaran Kritis
Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis, dan reflektif dalam memahami, mengevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah.
2. Kewargaan
Individu yang memiliki rasa cinta tanah air, mentaati aturan dan norma sosial dalam kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian, tanggungjawab sosial, serta berkomitmen untuk menyelesaikan masalah nyata yang terkait keberlanjutan manusia dan lingkungan.
4. Kreativitas
Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat.
9
8 Dimensi Profil Lulusan
5. Kolaborasi
Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong royong untuk mencapai tujuan bersama melalui pembagian peran dan tanggung jawab.
7. Kesehatan
Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being).
6. Kemandirian
Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mengatasi hambatan, dan menyelesaikan tugas secara tepat tanpa bergantung pada orang lain.
8. Komunikasi
Individu yang memiliki kemampuan komunikasi intrapribadi untuk melakukan refleksi dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam berbagai situasi.
10
Landasan Filosofis
11
Filosofi Ki Hajar Dewantara
kebudayaan, membangkitkan kegembiraan (konsep “Taman”).
Filosofi K.H. Ahmad Dahlan
Landasan Teoritis
2010-sekarang
Integrasi teknologi, isu global, literasi digital
1990-2000an | | |
| | |
1970an | | |
Teori pembelajaran mendalam dan pembelajaran dangkal (Marton € Suljö, 1976)
Konstruktivisme,
Project-based Learning, keterampilan abad ke-21.
12
Konsep PM
Kerangka Pengetahuan
Landasan Sosiologis
13
Landasan Yuridis dan Empiris
14
KERANGKA KERJA PEMBELAJARAN MENDALAM
Prinsip Pembelajaran
Berkesadaran
Pengalaman belajar peserta didik yang diperoleh ketika mereka memiliki kesadaran untuk menjadi pembelajar yang aktif dan mampu meregulasi diri. Peserta didik memahami tujuan pembelajaran, termotivasi secara intrinsik untuk belajar, serta aktif mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan.
Bermakna
Peserta didik dapat menerapkan pengetahuannya ke dalam situasi nyata. Proses belajar peserta didik tidak hanya sebatas memahami informasi/ penguasaan konten, namun berorientasi pada kemampuan mengaplikasi pengetahuan.
Menggembirakan
Pembelajaran yang menggembirakan merupakan suasana belajar yang positif, menantang, menyenangkan, dan memotivasi. Rasa senang dalam belajar membantu peserta didik terhubung secara emosional, sehingga lebih mudah memahami, mengingat, dan menerapkan pengetahuan.
16
Surface vs Deep Learning Pembelajaran Mendasar vs Mendalam
| Pembelajaran Mendasar | 🡪 memahami |
Pembelajaran Mendalam | 🡪 memahami, mengaplikasi, merefleksi |
Pengalaman Belajar
The SOLO Taxonomy
(structure of observed learning outcomes)
Sumber: Diadaptasi dari https://www.johnbiggs.com.au/academic/solo_taxonomy
Taksonomi SOLO dan Bloom dalam Pembelajaran Mendalam
Tingkat Pembelajaran | Taksonomi SOLO | Taksonomi Bloom | Pengalaman Belajar PM | Deskripsi | |
Unggul (Excellence) | Pembelajaran Mendalam | Berpikir Abstrak yang Mendalam |
| Merefleksi | Memperluas dan menerapkan ide |
Cakap (Secure) | Relasional |
| Mengaplikasi | Menghubungkan ide-ide | |
Berkembang (Developing) | Pembelajaran Dasar | Multistruktural | Memahami | Memahami | Memiliki banyak ide |
Dasar (Foundation) | Unistruktural | Mengingat | Mengingat kembali | ||
Belum Berkembang (Incompetence) | Prastruktural | | | | |
Pengalaman Belajar
Memahami
Tahap awal peserta didik untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial (foundational knowledge), pengetahuan aplikatif (applied knowledge), dan pengetahuan nilai dan karakter (humanistic knowledge).
Mengaplikasi
Pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh oleh peserta didik melalui pendalaman pengetahuan (extending knowledge).
Merefleksi
Proses di mana peserta didik mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan. Tahap refleksi melibatkan regulasi diri (self regulation) sebagai kemampuan individu untuk mengelola proses belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap cara belajar mereka.
Kerangka Pembelajaran
Praktik Pedagogis
Strategi mengajar yang dipilih guru untuk mencapai tujuan belajar dalam mencapai dimensi profil lulusan. Untuk mewujudkan pembelajaran mendalam guru berfokus pada pengalaman belajar peserta didik yang autentik, mengutamakan praktik nyata, mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi dan kolaborasi.
Pemanfaatan Teknologi Digital
Pemanfaatan teknologi digital juga memegang peran penting sebagai katalisator untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif, dan kontekstual. Tersedianya beragam sumber belajar menjadi peluang menciptakan pengetahuan bermakna pada peserta didik.
Lingkungan Pembelajaran
Lingkungan pembelajaran menekankan integrasi antara ruang fisik, ruang virtual, dan budaya belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam. Ruang fisik dan virtual dirancang fleksibel sebagai tempat yang mendorong kolaborasi, refleksi, eksplorasi, dan berbagi ide, sehingga dapat mengakomodasi berbagai gaya belajar peserta didik dengan optimal.
Kemitraan Pembelajaran
Kemitraan pembelajaran (learning partnerships) membentuk hubungan yang dinamis antara guru, peserta didik, orang tua, komunitas, dan mitra profesional. Pendekatan ini memindahkan kontrol pembelajaran dari guru saja menjadi kolaborasi bersama.
21
Elemen Ekosistem
Resources
Deep Learning
Engage The World Change The world
Michael Fullan dan kawan-kawan
Definisi Deep Learning
Deep Learning adalah sebuah proses pemerolehan 6 kompetensi Global (Character, Civilization, Collaboration, Communication, Creativity, Critical Thinking)
6 Global Competencies
6 Global Competencies
6 Global Competencies
Pengalaman Pembelajaran yang Mendorong 6C
Saran Roosegaarde untuk bagaimana menumbuhkan lingkungan belajar untuk anak-anak:
1. Ciptakan pembelajaran yang didorong oleh rasa ingin tahu dimana pembelajar adalah seorang penerobos dan pembentuk masa depan. This artinya harus bekerja pada isu-isu yang relevan bagi para siswa sendiri dan dunia.
2. Ajari siswa menjadi desainer masalah. Ini akan mengubah pijakan awal dari berpikir 'apa itu' menjadi 'apa yang bisa di...
3. Ajukan masalah dimana siswa bisa dilibatkan, tidak hanya disuruh menyelesaikan masalah. Berikan kesempatan untuk menemukan solusi pada ambiguitas baru yang tidak hanya menemukan sebuah jawaban yang sudah terjawab sebelumnya.
4. Tumbuhkembangkan kehidupan sebagai seoranh amatir abadi di mana belajar adalah semuanya tentang mengambil resiko dan petualangan sepanjang hayat
5. Percayalah bahwa anak2 akan melampaui semua ekspektasi kita.. Di mana kita mengajari mereka untuk tidak takut (dari hal yang belum diketahui) namun lebih ke penasaran (ingin tahu)
6. Kenalilah bahwa inovasi dan kreativitas telah ada di DNA setiap manusia.
Strategi deep learning
contoh
Tujuan Pembelajaran:
Kegiatan Pembelajaran:
Transformasi Peran Curu dalam Ekosistem PM
Curu sebagai Activator
Curu sebagai Collaborator
Curu sebagai Culture Builder
Tahapan Implementasi PM
Rekomendasi Strategis
pembelajaran yang kondusif, kemitraan pembelajaran yang luas dan bermakna, dan pemanfaatan teknologi digital yang efektif.
Rekomendasi Strategis
Rekomendasi Strategis
Terima Kasih