UMKM Sulawesi Go International
Prodi III Kepabeanan dan Cukai – PKN STAN
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara�Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai
Juli 2022
Kuliah Umum Teknis Kepabeanan II
LATAR BELAKANG�KEGIATAN
Mata Kuliah Teknis Kepabeanan II adalah mata kuliah yang membahas seputar ekspor baik dari sisi petugas bea dan cukai maupun dari sisi pengguna jasa.
Kuliah Umum
Teknis Kepabeanan II
Dari agen penerimaan menjadi agen perekonomian. Perekonomian Indonesia (negara dengan kekayaan SDA dan SDM memiliki potensi besar untuk tumbuh meningkatkan produktivitas (PDB), salah satunya melauaskan pasar penjualan melaui ekspor.
Perubahan Paradigma DJBC
Sebagai salah satu unit vertikal DJBC, Kanwil Sulbagtara telah aktif melaksanakan kegiatan yang menggerakkan ekspor baik industri besar maupun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Kanwil DJBC Sulbagtara x UMKM Orientasi Ekspor
2
PERUBAHAN PARADIGMA DJBC
dari Revenue Collector menjadi Trade Facilitator, Industrial Assistance dan Community Protector yang bertujuan untuk dapat mendorong pertumbuhan industri dan investasi dalam negeri.
Salah satu Potensi DJBC dalam Tema Pelayanan adalah Pertumbuhan jumlah IKM yang naik dari tahun ke tahun.
dan, Salah satu Tantangan DJBC dalam Tema Pelayanan adalah Minimnya akses langsung kepada IKM.
Perubahan Prioritas Tugas Utama DJBC
berkontribusi mendukung arah kebijakan pembangunan nasional, salah satunya penguatan kewirausahaan, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi melalui strategi mencapai sasaran berupa:
DJBC dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024
inisiatif strategis Program PRKC yang masih berjalan di tahun 2022 salah satunya adalah Pemberian Dukungan bagi IKM yang memiliki program kerja dengan tema peningkatan fasilitas melalui insentif KITE IKM dan pengembangan klinik ekspor.
Program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC)
3
PROFIL �KANWIL DJBC SULAWESI BAGIAN UTARA
18/07/2022
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI
COMMUNITY PROTECTOR
INDUSTRIAL ASSISTANCE
REVENUE COLLECTOR
TRADE FACILITATOR
Kantor Bantu: 161
Pos Pengawasan: 648
PMK 183/PMK.01/2020 perubahan atas PMK 188/PMK.01/2016 tentang OTK Instansi Vertikal DJBC
INSTANSI VERTIKAL DJBC
1 6 2 5 7
PEGAWAI
Data 1 November 2021 09:00 AM
SULBAGTARA
5
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Kementerian Keuangan RI
Kepala Kantor Wilayah
Kepala Bagian Umum
Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai
Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai
Kepala Bidang Kepatuhan Internal
Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan
Kepala Subbagian Kepegawaian
Kepala Subbagian Rumah Tangga
Kepala Subbagian Tata Usaha & Keuangan
Kepala Seksi Pemeriksaan
Kepala Seksi Keberatan dan Banding
Kepala Seksi Penerimaan dan Pengelolaan Data
Kepala Seksi Bantuan Hukum
Kepala Seksi Perijinan dan Fasilitas I
Kepala Seksi Perijinan dan Fasilitas II
Kepala Seksi Perijinan dan Fasilitas III
Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat
Kepala Seksi Intelejen
Kepala Seksi Penindakan I
Kepala Seksi Penindakan II
Kepala Seksi Narkotika dan Barang Larangan
Kepala Seksi Penyidikan dan Barang Hasil Penyidikan
Kepala Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pelayanan
Kepala Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pengawasan
Kepala Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Administrasi
KPPBC TMP C MANADO
KPPBC TMP C LUWUK
KPPBC TMP C PANTOLOAN
KPPBC TMP C BITUNG
KPPBC TMP C GORONTALO
KPPBC TMP C MOROWALI
PSO PANTOLOAN
SATKER DIBAWAH KANWIL DJBC SULBAGTARA
Tugas Kanwil :
melaksanakan koordinasi, bimbingan, pengendalian, analisis, dan evaluasi atas pelaksanaan tugas kepabeanan dan cukai dalam wilayah kerjanya
Fungsi Kanwil:
Tugas dan fungsi
8
Revenue Collector
Community Protector
Trade Facilitator
Industrial Assistance
Memungut penerimaan negara
Sebagai aparatur pengawasan lalu lintas barang dalam rangka melindungi kepentingan masyarakat
Memberikan fasilitasi perdagangan melalui berbagai upaya strategis
Memberikan dukungan kepada industri dalam negeri
DIREKTORAT JENDERAL
BEA DAN CUKAI
Revenue collector
Mengoptimalkan penerimaan negara melalui penerimaan Bea Masuk, Bea Keluar, Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI), Cukai, dan PPH hasil Tembakau
Pungutan bea dan cukai
Mencegah terjadinya kebocoran penerimaan negara
Pengawasan penerimaan
9
DIREKTORAT JENDERAL
BEA DAN CUKAI
KONTRIBUSI PENERIMAAN
10
PENERIMAAN Bea cukai tahun 2021
Semester 1 tahun 2022, total penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp167,6 triliun atau 68,4 persen dari target APBN 2022 yang sebesar Rp245 triliun
125,1%
DIREKTORAT JENDERAL
BEA DAN CUKAI
PENERIMAAN Bea cukai tahun 2022
Realisasi penerimaan pada tahun 2021 mencapai Rp269 triliun dengan target Rp 215 triliun. Capaian ini tumbuh tumbuh sebesar 26,23 persen year on year (yoy)
68,4%
community protector
Keamanan negara
Kesehatan masyarakat
barang tidak memenuhi standar
Pencegahan terhadap masuknya barang-barang yang membahayakan keamanan negara
11
Pencegahan barang-barang yang merusak kesehatan dan meresahkan masyarakat
Perlindungan masyarakat terhadap masuknya barang yang tidak memenuhi standar
DIREKTORAT JENDERAL
BEA DAN CUKAI
kontribusi penindakan BARANG ILEGAL
12
Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan pada tahun 2021 jumlah penindakan penyelundupan barang ilegal mencapai 29.119 penindakan
Penindakan di Kantor Wilayah DJBC Sulawesi Bagian Utara
Penindakan NPP 40 kg Oleh Kapal Patroli Bea Cukai
Penindakan Rokok Illegal sebanyak 3.2 Juta batang di Pelabuhan Bitung
Pemusnahan
Minuman Keras
Bulan Oktober 2020
Sebanyak 26.400
botol
DIREKTORAT JENDERAL
BEA DAN CUKAI
TRADE FACILITATOR
Perdagangan kondusif
Menciptakan iklim perdagangan yang kondusif
Perdagangan ilegal
Mencegah terjadinya perdagangan ilegal
ARUS BARANG
Meningkatkan kelancaran arus barang dan perdagangan
eKONOMI
Menekan ekonomi biaya tinggi agar cost logistic barang menjadi murah
13
DIREKTORAT JENDERAL
BEA DAN CUKAI
02
04
01
03
PEN Kanwil Sulbagtara - Direct Call Ekspor
Menjadikan Sulut sebagai Hub Internasional untuk wilayah Indonesia Timur
Meningkatkan kinerja ekspor, meningkatkan daya saing produk dalam negeri, serta membuka kesempatan produk lokal untuk merambah pasar internasional.
KANTOR WILAYAH DJBC SULAWESI BAGIAN UTARA
DCE Jepang
DCE Singapura
DCE Bitung
Jumlah Eksportir Baru
Hasil Binaan Kanwil Sulbagtara
Total Tonase | Total Devisa |
65.193,72 Kg | 646.481,75 USD |
Total Tonase | Total Devisa |
323.468,02 Kg | 2.400.327,19 USD |
Wilayah | Jumlah Eksportir |
Sulawesi Bagian Utara | 33 |
Manado | 10 |
Bitung | 2 |
Tujuan
On Progress
**Direct Call Ekspor adalah kegiatan Ekspor yang dilakukan secara langsung tanpa transit di daerah lain
Success Story Kanwil DJBC Sulbagtara dalam membimbing UMKM
Industrial assistance
Melindungi industri dalam negeri dari masuknya barang-barang secara ilegal
Membantu meningkatkan daya saing industri dalam negeri
Mendukung peningkatan daya saing produk ekspor
Barang ilegal
asistensi
Pemberian fasilitas
16
DIREKTORAT JENDERAL
BEA DAN CUKAI
Success Story Kanwil DJBC Sulbagtara dalam membimbing UMKM
Success Story Kanwil DJBC Sulbagtara dalam membimbing UMKM
Kelas Ekspor Milenial yang Diadakan Bea Cukai Sulbagtara, Berhasil cetak Eksportir ke Pasar Eropa
Pelepasan Ekspor, Hasil Kelas Ekspor Milenieal yang diadakan BC Kanwil Sulbagtara
Kontribusi industri
19
Bea Cukai memegang peran penting sebagai industrial assistance dalam mendukung pertumbuhan industri. Oleh karena itu, Bea Cukai berupaya mewujudkan iklim usaha dan investasi yang kondusif melalui penyederhanaan prosedur kepabeanan dan cukai sehingga dapat memperlancar logistik impor dan ekspor
Kawasan Berikat: 4
(Pengalengan ikan)
(Pengalengan ikan)
(CPO)
(CPO)
Kawasan Berikat: 2
(CPO)
(CPO)
KEK:
KITE:
(Pengalengan ikan)
KEK:
Kawasan Berikat: 7
(Stainless steel)
(Stainless steel)
(Stainless steel)
(Nickel Pig Iron)
(Nickel Pig Iron & Stainless steel)
(Nickel Pig Iron & Ferronickel)
(Penyelenggara Kawasan Berikat)
BITUNG
PANTOLOAN
MOROWALI
LUWUK
GORONTALO
MANADO
Fasilitas Migas:
Pemberian Fasilitas Kawasan Berikat, KITE, dan KEK untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada wilayah kerja DJBC Sulawesi Bagian Utara
Kegiatan Sosialisasi dan asistensi terhadap IKM/UMKM di Wilayah Kerja Sulawesi Bagian Utara
DIREKTORAT JENDERAL
BEA DAN CUKAI
Pada 2022, ada 1.393 perusahaan yang mendapat Fasilitas di Kawasan Berikat dan 471 perusahaan yang mendapat Fasilitas KITE di Indonesia
Perbandingan Nilai Impor dan Ekspor KITE
Tahun | Impor | Ekspor | Rasio |
2019 | 75.987.669.200 | 351.024.846.396 | 462% |
2020 | 74.167.082.000 | 375.025.598.564 | 506% |
2021 | 61.453.864.959 | 297.819.919.797 | 485% |
Total | 211.608.616.159 | 1.023.870.364.757 | 484% |
|
|
|
|
Perbandingan Nilai Impor Kawasan Berikat dengan Non Kawasan Berikat
JENIS KEGIATAN | PERIODE | TOTAL | |
JAN-NOV 2021 | DESEMBER 2021 | ||
UNTUK DIPAKAI | Rp19.093.057.885.230 | Rp10.301.726.548.789 | Rp29.394.784.434.020 |
UNTUK DITIMBUN DI TPB | Rp27.251.285.994.034 | Rp3.951.220.808.987 | Rp31.202.506.803.021 |
TOTAL | Rp46.344.343.879.265 | Rp14.252.947.357.776 | Rp60.597.291.237.041 |
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara
Rasio
52% & 48%
Rasio Devisa Hasil Ekspor KB dan Non KB
JENIS KEGIATAN | PERIODE | TOTAL | |
JAN-NOV 2021 | DESEMBER 2021 | ||
TPB DARI KAWASAN BERIKAT | Rp107.131.146.850.542 | Rp14.845.042.009.493 | Rp121.976.188.860.035 |
UMUM | Rp65.739.546.188.942 | Rp5.315.776.468.522 | Rp71.055.322.657.464 |
TOTAL | Rp172.870.693.039.484 | Rp20.160.818.478.014 | Rp193.031.511.517.499 |
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara
23
KENAPA UMKM?
24
(Sumber: Kementerian Koperasi dan UKM, 2021 (Dikutip dari INDEF))
10,85%
KONTRIBUSI EKSPOR
(Satuan: Rp Milyar)
(Sumber: ADB, Oktober 2020)
DIREKTORAT JENDERAL
BEA DAN CUKAI
UMKM INDONESIA
1.2%
1.4%
2,3%
2,6%
10,8%
11,6%
85,6%
84,3%
(Sumber: SME Finance Forum, 2019)
Dibandingkan dengan Usaha Besar, UMKM sebanyak 64 juta mendominasi usaha di Indonesia namun kontribusi ekspor nya hanya 15,65% (Rp 339.189 M) sedangkan usaha besar berkontribusi sebesar 84,3% (Rp 1.827.889 M) di tahun 2019.
Sedangkan pada tahun 2018 ekspor UMKM 14,37% (Rp 293.840 M) sedangkan Usaha Besar 85,6% (Rp 1.750.649 M)
Kinerja ekspor UMKM Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan UMKM negara Thailand dan Malaysia
INDONESIA SEBAGAI NEGARA DENGAN UMKM TERPADAT
Per 1.000 orang terdapat lebih dari 50 UMKM sehingga dari 135 negara, Indonesia adalah negara tertinggi kepadatan UMKM nya yang kemudian disusul negara Nigeria dan San Marino.
Dari 322 juta jumlah UMKM dunia, sebanyak 196 juta ( 61% ) berada di negara emerging market.
Dan terdapat 102 juta diantaranya berada di East Asia dan Pacific
Per 1.000 people
(Sumber : Kemenkop)
MSME Density
25
9/10
dari bisnis di dunia
UMKM merupakan inti dari penciptaan lapangan pekerjaan:
1/2
dari GDP global
2/3
dari pekerjaan di dunia
Pada tahun 2030, 600 juta pekerjaan akan dibutuhkan
untuk menyerap pertumbuhan pekerja global
UMKM membutuhkan pembiayaan untuk berkembang:
131 juta atau 41 persen dari UMKM di negara berkembang memiliki kebutuhan pembiayaan yang belum terpenuhi
Usaha yang dimiliki oleh perempuan menyumbang 23 persen dari UMKM dan 32 persen dari kesenjangan finansial
Permintaan kredit yang tidak terpenuhi diperkirakan sebesar US$4.5 miliar
(Sumber: SME Finance Forum, 2021
DIREKTORAT JENDERAL
BEA DAN CUKAI
PERAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH
Mengapa UMKM itu sangat penting?
DALAM PEREKONOMIAN GLOBAL
KONTRIBUSI PDB
60,51%
61,07%
2018
2019
INVESTASI
60,03%
60,42%
2018
2019
Secara persentase kontribusi UMKM terhadap PDB mengalami penurunan sebesar 0,56%, namun secara nominal, mengalami kenaikan sebesar Rp518.181,3 Milyar (2018 sebesar Rp9.062.581,3; 2019 sebesar 9.580.762,7)
DALAM PEREKONOMIAN NASIONAL
Secara persentase, kontribusi UMKM terhadap investasi nasional mengalami penurunan sebesar 0,39%, namun secara nominal mengalami kenaikan sebesar Rp54.832,5 Milyar
(2018 sebesar Rp2.564.549,5; 2019 sebesar 2.619.382,0)
TENAGA KERJA
96,92%
97%
2018
2019
Secara jumlah tahun 2019 mengalami peningkatan menjadi 119.562.843 orang dibandingkan tahun 2018 sejumlah 116.978.631 orang
(Sumber: Kemenkop UMKM)
26
Hasil Survei Dampak COVID-19 terhadap Pelaku Usaha, antara lain menunjukkan 84,20% Usaha Mikro Kecil (UMK) dan 82,29% Usaha Menengah Besar (UMB) cenderung mengalami penurunan pendapatan sejak terjadi pandemi COVID-19.
(Sumber: Analisis Hasil Survei Dampak COVID-19 terhadap Pelaku Usaha, BPS 2020)
DIREKTORAT JENDERAL
BEA DAN CUKAI
DAMPAK COVID-19 TERHADAP UMKM
(SURVEI BPS)
27
BAGAIMANA PERAN KANWIL DJBC SULBAGTARA DALAM PROGRAM PENINGKATAN EKSPOR DAN IKM/UMKM?
BAGAIMANA PERAN BEA CUKAI DALAM KEGIATAN EKSPOR
eksportir
Perijinan
BEA CUKAI
Pengurusan perijinan pada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Instansi Teknis dan Pemda
28
Bea cukai sebagai Instansi terkahir dalam pengurusan perizinan ekspor
Untuk barang tertentu memerlukan perijinan ekspor seperti :
PEB 🡪 NPE 🡪 Manifest
Pengurusan perijinan atas Barang yang dilarang/dibatasi seperti contoh:
Persyaratan perijinan barang untuk diekspor dijadikan sebagai dokumen pelengkap pabean yg selanjutnya di teliti oleh bea dan cukai sebelum dilakukan ekspor
DIREKTORAT JENDERAL
BEA DAN CUKAI
BEA CUKAI SEBAGAI INSTANSI TERAKHIR DALAM KEGIATAN EKSPOR SEHINGGA SERING KALI MENJADI SASARAN TEMBAK APABILA ADA PERMASALAHAN EKDPOR
PERLU DILAKUKAN
PEMBINAAN EKSPORTIR (CALON EKSPORTIR), KOLABORASI DGN INSTANSI LAIN DAN PERBAIKAN PROSES BSINIS SERTA INSENTIF FISKAL ( IKM DAN UMKM)
29
STRATEGI YANG DILAKUKAN DALAM MENINGKATKAN EKSPOR DAN UMKM
EDUKASI MASYARAKAT
SINERGI DAN KOLABORASI
KLINIK EKSPOR
Melakukan Pendampingan dan Membantu Pelaku Usaha
EDUKASI PELAKU USAHA
KOMUNIKASI PUBLIK
PEMBERIAN INSENTIF FISKAL
KONTRAK KINERJA
CUSTOMS VISIT CUSTOMERS
Melakukan Kunjungan ke Pelaku Usaha untuk mengetahui kondisi dan permasalahan
30
PROGRAM KANWIL DJBC SULBAGTARA DALAM RANGKA PENINGKATAN EKSPOR DAN UMKM
Mendorong Optimaslisasi Direct Call via Bandara
Manado – Narita
Manado – Singapore
Manado – Lainnya (HK, Korea)
Mendorong Pelaku Usaha untuk menggunakan Fasilitas Kepabeanan dan Cukai
Sosialisasi Importir atas Fasilitas KC (KITE-IKM) melalui Kelas Fasilitas
Mendorong Optimalisasi KEK Bitung dan Likupang
Sosialisasi dengan asosiasi pengusaha dan pelaku usaha dan isntansi lainnya terkait KEK
Memberikan Edukasi Ekspor kepada Masyarkat
Mengadakan Kelas Ekspor-Impor
Mendorong Ekspor oleh UMKM
Koordinasi dengan Instansi Kemenkeu dan Non-Kemenkeu: Disperindag Sulut, Balai Karantina Pertanian Manado, BKIPM Manado, dsb
Mendorong Ekspor Kaum Milenial
Mengedukasi komunitas milenial SGE terkait kegiatan ekspor melalui Kelas Ekspor
Peran Kanwil DJBC Sulbagtara dalam Menggerakkan Ekspor
di Sulawesi Bagian Utara
Mendorong Optimalisasi Ekspor melalui Hub Bitung
Koordinasi dengan pelaku usaha dan instansi terkait
Wilayah | Jumlah Eksportir (IKM dan UMKM) | |
Manado | 11 | USD 13,99 Juta |
Bitung | 3 | USD 0.944 Juta |
Sulawesi Utara | 14 | USD 14,93 Juta |
Penambahan eksportir baru di Sulawesi Utara
Program direct call
Negara Tujuan | Tonase (ton) | Devisa (miliar Rupiah) |
Jepang | 321,41 | Rp34.571,54 |
Singapura | 103,69 | Rp18,02 |
Jumlah | 425,1 | Rp34.589,56 |
Sinergi Kemenkeu Satu: Pemberdayaan UMKM Sulawesi Utara
Membuat grand design proses bisnis pemberdayaan UMKM yang mengedepankan sinergi dan kolaborasi Satuan Kerja Kemenkeu di Sulut
Asistensi CVC
Mendatangi pelaku usaha memberikan dukungan, edukasi dan arahan ttg ekspor
Kegiatan�Kanwil DJBC Sulbagtara yang telah berjalan
Direct Call Manado - Jepang
Ekspor langsung dari Bandara International Sam Ratulangi Manado ke Changi Singapura
Direct Call Manado - Singapura
Target IKU (indeks kinerja utama) berupa penambahan jumlah eksportir dan adanya eksportir baru di Sulawesi Bagian Utara
IKU Penambahan Jumlah Eksportir
Dalam Rangka
Upaya Peningkatan Ekspor dan UMKM
di Sulawesi Utara
Ekspor langsung dari Bandara International Sam Ratulangi Manado ke Narita Jepang
31
Melakukan FGD bersama Dinas Perindustrian Minut sekaligus memberikan pelatihan terkait eskpor kepada para pelaku usaha IKM di Minahasa Utara
FGD terkait IKM di Minahasa Utara
Melakukan FGD bersama Disperindag Provinsi Sulut dan Kota Manado di waktu yang berbeda untuk memberikan sosialisasi ekspor kepada pelaku usaha UMKM di Manado
FGD terkait UMKM dengan Disperindag Provinsi dan Kota Manado
Memberikan pelatihan secara periodik kepada komunitas milenial Manado (Sulut Go Ekspor) terkait eksportasi, yang melibatkan BC Manado dan Bitung serta Instansi terkait lainnya seperti Kantor Pos Manado, Baranta Manado dan Pelindo Bitung
Pembinaan Milenial Manado melalui Kelas Ekspor
Melakukan FGD bersama instansi pemerintahan lainnya dan pelaku usaha terkait upaya pelaksanaan ekspor langsung dari pelabuhan bitung
FGD terkait Hub Bitung
Melakukan FGD dengan pelaku usaha dan instansi pemerintah seperti Satker Kanwil DJBC, Pemda, Administrator KEK, Pajak, Pertanahan, Imigrasi, dsb sebagai upaya optimalisasi pemanfaatan fasilitas KEK
FGD terkait KEK Bitung dan Likupang
Melakukan FGD bersama instansi pemerintah lainnya dan KJRi Davao City untuk kerja sama pengawasan perbatasan Indonesia - Filipina
FGD terkait perbatasan
32
Sinergi dengan BDK Manado, memberikan edukasi terkait Kepabeanan dan Cukai kepada masyarakat umum tanpa dikenakan biaya, yang dilakukan secara daring untuk 17 episode (setiap hari selasa dimulai tanggal 5 Juli 2022)
Kelas Ekspor Impor
Melakukan asistensi dan sosialisasi fasilitas Kepabeanan kepada pelaku usaha baik yang telah mendapatakan fasilitas maupun yang belum mengetahui atau mendapatkan fasilitas kepabeanan
Kelas Fasilitas
33
34
BAGAIMANA DAMPAKNYA?
35
36
2021 | 2022 | |||
Q1 | Q2 | Q3 | Q4 | |
3,69% | 5,01% | - | - | - |
Ekspor | ||
2021 | 2022 | |
Jan s.d Mei | Mei | |
Rp. 3.310,4 T | Rp 1.664 T | Rp 307,5 T |
Impor | ||
2021 | 2022 | |
Jan s.d Mei | Mei | |
Rp 2.748,4 T | Rp 1.360,9 T | Rp 266,1 T |
Pertumbuhan Ekonomi | Ekspor |
2021 = 4,16 % | 2021 = Rp 16 Triliun
|
2022 | |||
Q1 | Q2 | Q3 | Q4 |
3,86 % | - | - | - |
2022 | |
Mei | Jan - Mei |
Rp 1,74 Triliun | Rp 7,24 Triliun |
Pertumbuhan Ekonomi | Ekspor |
2021 = 11,7 % | 2021 = Rp 173,6 Triliun
|
Pertumbuhan Ekonomi | Ekspor |
2021 = 2,41 % | 2021 = Rp 597,7 Miliar |
Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Gorontalo
Pertumbuhan Ekonomi Sulbagtara
YoY
MoM
21,29%
C to C
36,34%
YoY
30,74%
MoM
5,81%
27 %
YoY 5,01%
Q to Q 0,96%
YoY
3,86%
Q to Q
8,32%
YoY
0,87%
C to C
29,6%
MoM
33,1%
2022 | |||
Q1 | Q2 | Q3 | Q4 |
10,49% | - | - | - |
YoY
10,49%
Q to Q
1,09%
2022 | |
Mei | Jan - Mei |
Rp 24,17 Triliun | Rp 106,7 Triliun |
YoY
78,36%
C to C
82,57%
MoM
0,38%
2022 | |||
Q1 | Q2 | Q3 | Q4 |
3,17% | - | - | - |
YoY
3,17%
Q to Q
1,06%
2022 | |
Mei | Jan - Mei |
Rp 15,73 Miliar | Rp 128,7 Miliar |
YoY
69,44%
C to C
45,12%
MoM
0,01%
PORSI = 0,44%
PORSI = 0,01%
PORSI = 6,49%
Ekspor | ||
2020 | 2021 | |
Jan s.d Mei | Mei | |
Rp 118,5 Triliun | Rp 64,26 Triliun | Rp 14,18 Triliun |
Ekspor | ||
2021 | 2022 | |
Jan s.d Mei | Mei | |
Rp 190,2 Triliun | 114,07 Triliun | Rp 25,92 Triliun |
EKSPOR KANWIL DJBC SULBAGTARA
C to C
77,5%
YoY
82,7%
1,32%
PORSI = 6,94%
MoM
Menempati Peringkat ke-4 setelah Jawa Barat, Kalimantan Timur, Jawa Timur dan Riau
KONDISI MAKRO EKONOMI
Thank You!
Any questions?