1 of 37

UMKM Sulawesi Go International

Prodi III Kepabeanan dan Cukai – PKN STAN

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara�Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai

Juli 2022

Kuliah Umum Teknis Kepabeanan II

2 of 37

LATAR BELAKANG�KEGIATAN

Mata Kuliah Teknis Kepabeanan II adalah mata kuliah yang membahas seputar ekspor baik dari sisi petugas bea dan cukai maupun dari sisi pengguna jasa.

Kuliah Umum

Teknis Kepabeanan II

Dari agen penerimaan menjadi agen perekonomian. Perekonomian Indonesia (negara dengan kekayaan SDA dan SDM memiliki potensi besar untuk tumbuh meningkatkan produktivitas (PDB), salah satunya melauaskan pasar penjualan melaui ekspor.

Perubahan Paradigma DJBC

Sebagai salah satu unit vertikal DJBC, Kanwil Sulbagtara telah aktif melaksanakan kegiatan yang menggerakkan ekspor baik industri besar maupun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Kanwil DJBC Sulbagtara x UMKM Orientasi Ekspor

2

3 of 37

PERUBAHAN PARADIGMA DJBC

dari Revenue Collector menjadi Trade Facilitator, Industrial Assistance dan Community Protector yang bertujuan untuk dapat mendorong pertumbuhan industri dan investasi dalam negeri.

Salah satu Potensi DJBC dalam Tema Pelayanan adalah Pertumbuhan jumlah IKM yang naik dari tahun ke tahun.

dan, Salah satu Tantangan DJBC dalam Tema Pelayanan adalah Minimnya akses langsung kepada IKM.

Perubahan Prioritas Tugas Utama DJBC

berkontribusi mendukung arah kebijakan pembangunan nasional, salah satunya penguatan kewirausahaan, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan koperasi melalui strategi mencapai sasaran berupa:

  • Meningkatkan kapasitas usaha dan akses pembiayaan bagi wirausaha melalui penyediaan insentif fiskal yang berorientasi ekspor untuk IKM
  • Pengembangan kewirausahaan, UMKM, dan koperasi dengan cara mendukung pengembangan KEK, Kawasan Industri, kawasan pariwisata, dsb

DJBC dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024

inisiatif strategis Program PRKC yang masih berjalan di tahun 2022 salah satunya adalah Pemberian Dukungan bagi IKM yang memiliki program kerja dengan tema peningkatan fasilitas melalui insentif KITE IKM dan pengembangan klinik ekspor.

Program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC)

3

4 of 37

PROFIL �KANWIL DJBC SULAWESI BAGIAN UTARA

18/07/2022

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DIREKTORAT JENDERAL BEA DAN CUKAI

COMMUNITY PROTECTOR

INDUSTRIAL ASSISTANCE

REVENUE COLLECTOR

TRADE FACILITATOR

5 of 37

Kantor Bantu: 161

Pos Pengawasan: 648

PMK 183/PMK.01/2020 perubahan atas PMK 188/PMK.01/2016 tentang OTK Instansi Vertikal DJBC

INSTANSI VERTIKAL DJBC

1 6 2 5 7

PEGAWAI

Data 1 November 2021 09:00 AM

SULBAGTARA

5

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai

Kementerian Keuangan RI

6 of 37

Kepala Kantor Wilayah

Kepala Bagian Umum

Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai

Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai

Kepala Bidang Kepatuhan Internal

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan

Kepala Subbagian Kepegawaian

Kepala Subbagian Rumah Tangga

Kepala Subbagian Tata Usaha & Keuangan

Kepala Seksi Pemeriksaan

Kepala Seksi Keberatan dan Banding

Kepala Seksi Penerimaan dan Pengelolaan Data

Kepala Seksi Bantuan Hukum

Kepala Seksi Perijinan dan Fasilitas I

Kepala Seksi Perijinan dan Fasilitas II

Kepala Seksi Perijinan dan Fasilitas III

Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat

Kepala Seksi Intelejen

Kepala Seksi Penindakan I

Kepala Seksi Penindakan II

Kepala Seksi Narkotika dan Barang Larangan

Kepala Seksi Penyidikan dan Barang Hasil Penyidikan

Kepala Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pelayanan

Kepala Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Pengawasan

Kepala Seksi Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Administrasi

KPPBC TMP C MANADO

KPPBC TMP C LUWUK

KPPBC TMP C PANTOLOAN

KPPBC TMP C BITUNG

KPPBC TMP C GORONTALO

KPPBC TMP C MOROWALI

PSO PANTOLOAN

SATKER DIBAWAH KANWIL DJBC SULBAGTARA

7 of 37

Tugas Kanwil :

melaksanakan koordinasi, bimbingan, pengendalian, analisis, dan evaluasi atas pelaksanaan tugas kepabeanan dan cukai dalam wilayah kerjanya

Fungsi Kanwil:

  • pengendalian dan evaluasi atas pelaksanaan peraturan perundang-undangan di bidang kepabeanan dan cukai;
  • pemberian bimbingan teknis, pengawasan teknis, dan penyelesaian masalah di bidang kepabeanan dan cukai pada unit-unit operasional di daerah wewenang Kantor Wilayah;
  • pengendalian, evaluasi, perijinan dan pemberian fasilitas di bidang kepabeanan dan cukai;
  • penelitian atas keberatan terhadap keputusan di bidang kepabeanan dan cukai;
  • pemberian bantuan hukum terhadap permasalahan hukum yang timbul akibat pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai;
  • pengendalian, evaluasi, pengoordinasian, dan pelaksanaan intelijen di bidang kepabeanan dan cukai
  • pengendalian , evaluasi, dan koordinasi pelaksanaan patroli dan operasi pencegahan pelanggaran peraturan perundang-undangan, penindakan, dan penyidikan tindak pidana kepabeanan dan cukai;
  • pengendalian dan pemantauan tindak lanjut hasil penindakan dan penyidikan tindak pidana di bidang kepabeanan dan cukai;
  • perencanaan dan pelaksanaan audit, serta evaluasi hasil audit di bidang kepabeanan dan cukai;
  • pengoordinasian dan pelaksanaan pengolahan data, penyajian informasi, dan laporan di bidang kepabeanan dan cukai;
  • pengendalian , pengelolaan, dan pemeliharaan sarana operasi dan senjata api Kantor Wilayah;
  • pengoordinasian dan pelaksanaan pengawasan pelaksanaan tugas dan evaluasi kinerja; dan
  • pelaksanaan administrasi Kantor Wilayah.

8 of 37

Tugas dan fungsi

8

Revenue Collector

Community Protector

Trade Facilitator

Industrial Assistance

Memungut penerimaan negara

Sebagai aparatur pengawasan lalu lintas barang dalam rangka melindungi kepentingan masyarakat

Memberikan fasilitasi perdagangan melalui berbagai upaya strategis

Memberikan dukungan kepada industri dalam negeri

DIREKTORAT JENDERAL

BEA DAN CUKAI

9 of 37

Revenue collector

Mengoptimalkan penerimaan negara melalui penerimaan Bea Masuk, Bea Keluar, Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI), Cukai, dan PPH hasil Tembakau

Pungutan bea dan cukai

Mencegah terjadinya kebocoran penerimaan negara

Pengawasan penerimaan

9

DIREKTORAT JENDERAL

BEA DAN CUKAI

10 of 37

KONTRIBUSI PENERIMAAN

10

PENERIMAAN Bea cukai tahun 2021

Semester 1 tahun 2022, total penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp167,6 triliun atau 68,4 persen dari target APBN 2022 yang sebesar Rp245 triliun

125,1%

DIREKTORAT JENDERAL

BEA DAN CUKAI

PENERIMAAN Bea cukai tahun 2022

Realisasi penerimaan pada tahun 2021 mencapai Rp269 triliun dengan target Rp 215 triliun. Capaian ini tumbuh tumbuh sebesar 26,23 persen year on year (yoy)

68,4%

11 of 37

community protector

Keamanan negara

Kesehatan masyarakat

barang tidak memenuhi standar

Pencegahan terhadap masuknya barang-barang yang membahayakan keamanan negara

11

Pencegahan barang-barang yang merusak kesehatan dan meresahkan masyarakat

Perlindungan masyarakat terhadap masuknya barang yang tidak memenuhi standar

DIREKTORAT JENDERAL

BEA DAN CUKAI

12 of 37

kontribusi penindakan BARANG ILEGAL

12

Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan pada tahun 2021 jumlah penindakan penyelundupan barang ilegal mencapai 29.119 penindakan

Penindakan di Kantor Wilayah DJBC Sulawesi Bagian Utara

Penindakan NPP 40 kg Oleh Kapal Patroli Bea Cukai

Penindakan Rokok Illegal sebanyak 3.2 Juta batang di Pelabuhan Bitung

Pemusnahan

Minuman Keras

Bulan Oktober 2020

Sebanyak 26.400

botol

DIREKTORAT JENDERAL

BEA DAN CUKAI

13 of 37

TRADE FACILITATOR

Perdagangan kondusif

Menciptakan iklim perdagangan yang kondusif

Perdagangan ilegal

Mencegah terjadinya perdagangan ilegal

ARUS BARANG

Meningkatkan kelancaran arus barang dan perdagangan

eKONOMI

Menekan ekonomi biaya tinggi agar cost logistic barang menjadi murah

13

DIREKTORAT JENDERAL

BEA DAN CUKAI

02

04

01

03

14 of 37

PEN Kanwil Sulbagtara - Direct Call Ekspor

Menjadikan Sulut sebagai Hub Internasional untuk wilayah Indonesia Timur

Meningkatkan kinerja ekspor, meningkatkan daya saing produk dalam negeri, serta membuka kesempatan produk lokal untuk merambah pasar internasional.

KANTOR WILAYAH DJBC SULAWESI BAGIAN UTARA

DCE Jepang

DCE Singapura

DCE Bitung

Jumlah Eksportir Baru

Hasil Binaan Kanwil Sulbagtara

Total Tonase

Total Devisa

65.193,72 Kg

646.481,75 USD

Total Tonase

Total Devisa

323.468,02 Kg

2.400.327,19 USD

Wilayah

Jumlah Eksportir

Sulawesi Bagian Utara

33

Manado

10

Bitung

2

Tujuan

On Progress

**Direct Call Ekspor adalah kegiatan Ekspor yang dilakukan secara langsung tanpa transit di daerah lain

15 of 37

Success Story Kanwil DJBC Sulbagtara dalam membimbing UMKM

16 of 37

Industrial assistance

Melindungi industri dalam negeri dari masuknya barang-barang secara ilegal

Membantu meningkatkan daya saing industri dalam negeri

Mendukung peningkatan daya saing produk ekspor

Barang ilegal

asistensi

Pemberian fasilitas

16

DIREKTORAT JENDERAL

BEA DAN CUKAI

17 of 37

Success Story Kanwil DJBC Sulbagtara dalam membimbing UMKM

18 of 37

Success Story Kanwil DJBC Sulbagtara dalam membimbing UMKM

Kelas Ekspor Milenial yang Diadakan Bea Cukai Sulbagtara, Berhasil cetak Eksportir ke Pasar Eropa

Pelepasan Ekspor, Hasil Kelas Ekspor Milenieal yang diadakan BC Kanwil Sulbagtara

19 of 37

Kontribusi industri

19

Bea Cukai memegang peran penting sebagai industrial assistance dalam mendukung pertumbuhan industri. Oleh karena itu, Bea Cukai berupaya mewujudkan iklim usaha dan investasi yang kondusif melalui penyederhanaan prosedur kepabeanan dan cukai sehingga dapat memperlancar logistik impor dan ekspor

Kawasan Berikat: 4

  • PT Sinar Pure Foods International

(Pengalengan ikan)

  • PT Samudera Mandiri Sentosa

(Pengalengan ikan)

  • PT Agro Makmur Raya (Madidir)

(CPO)

  • PT Agro Makmur Raya (Pelabuhan)

(CPO)

Kawasan Berikat: 2

  • PT Tanjung Sarana Lestari

(CPO)

  • PT Tanjung Bina Lestari

(CPO)

KEK:

  • Bitung (Industri)
  • Likupang (Pariwisata)

KITE:

  • PT Delta Pacific Indotuna

(Pengalengan ikan)

KEK:

  • Palu (Industri)

Kawasan Berikat: 7

  • PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel

(Stainless steel)

  • PT Indonesia Ruipu Nickel & Chrome Alloy

(Stainless steel)

  • PT Sulawesi Mining Investment

(Stainless steel)

  • PT Tsingshan Steel Indonesia

(Nickel Pig Iron)

  • PT Indonesia Ghuang Ching Nickel & Stainless Steel Industry

(Nickel Pig Iron & Stainless steel)

  • PT COR Industri Indonesia

(Nickel Pig Iron & Ferronickel)

  • PT Anugrah Tambang Industri

(Penyelenggara Kawasan Berikat)

BITUNG

PANTOLOAN

MOROWALI

LUWUK

GORONTALO

MANADO

Fasilitas Migas:

  • Pertamina EP
  • JOB Pertamina – Medco E&P Tomori

Pemberian Fasilitas Kawasan Berikat, KITE, dan KEK untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada wilayah kerja DJBC Sulawesi Bagian Utara

Kegiatan Sosialisasi dan asistensi terhadap IKM/UMKM di Wilayah Kerja Sulawesi Bagian Utara

DIREKTORAT JENDERAL

BEA DAN CUKAI

Pada 2022, ada 1.393 perusahaan yang mendapat Fasilitas di Kawasan Berikat dan 471 perusahaan yang mendapat Fasilitas KITE di Indonesia

20 of 37

Perbandingan Nilai Impor dan Ekspor KITE

Tahun

Impor

Ekspor

Rasio

2019

75.987.669.200

351.024.846.396

462%

2020

74.167.082.000

375.025.598.564

506%

2021

61.453.864.959

297.819.919.797

485%

Total

211.608.616.159

1.023.870.364.757

484%

 

 

 

 

21 of 37

Perbandingan Nilai Impor Kawasan Berikat dengan Non Kawasan Berikat

JENIS KEGIATAN

PERIODE

TOTAL

JAN-NOV 2021

DESEMBER 2021

UNTUK DIPAKAI

Rp19.093.057.885.230

Rp10.301.726.548.789

Rp29.394.784.434.020

UNTUK DITIMBUN DI TPB

Rp27.251.285.994.034

Rp3.951.220.808.987

Rp31.202.506.803.021

TOTAL

Rp46.344.343.879.265

Rp14.252.947.357.776

Rp60.597.291.237.041

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara

  • UNTUK DIPAKAI
  • UNTUK DITIMBUN DI TPB

Rasio

52% & 48%

22 of 37

Rasio Devisa Hasil Ekspor KB dan Non KB

JENIS KEGIATAN

PERIODE

TOTAL

JAN-NOV 2021

DESEMBER 2021

TPB DARI KAWASAN BERIKAT

Rp107.131.146.850.542

Rp14.845.042.009.493

Rp121.976.188.860.035

UMUM

Rp65.739.546.188.942

Rp5.315.776.468.522

Rp71.055.322.657.464

TOTAL

Rp172.870.693.039.484

Rp20.160.818.478.014

Rp193.031.511.517.499

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara

  • TPB DARI KAWASAN BERIKAT
  • UMUM

23 of 37

23

KENAPA UMKM?

24 of 37

24

(Sumber: Kementerian Koperasi dan UKM, 2021 (Dikutip dari INDEF))

10,85%

KONTRIBUSI EKSPOR

(Satuan: Rp Milyar)

(Sumber: ADB, Oktober 2020)

DIREKTORAT JENDERAL

BEA DAN CUKAI

UMKM INDONESIA

1.2%

1.4%

2,3%

2,6%

10,8%

11,6%

85,6%

84,3%

(Sumber: SME Finance Forum, 2019)

Dibandingkan dengan Usaha Besar, UMKM sebanyak 64 juta mendominasi usaha di Indonesia namun kontribusi ekspor nya hanya 15,65% (Rp 339.189 M) sedangkan usaha besar berkontribusi sebesar 84,3% (Rp 1.827.889 M) di tahun 2019.

Sedangkan pada tahun 2018 ekspor UMKM 14,37% (Rp 293.840 M) sedangkan Usaha Besar 85,6% (Rp 1.750.649 M)

Kinerja ekspor UMKM Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan UMKM negara Thailand dan Malaysia

INDONESIA SEBAGAI NEGARA DENGAN UMKM TERPADAT

Per 1.000 orang terdapat lebih dari 50 UMKM sehingga dari 135 negara, Indonesia adalah negara tertinggi kepadatan UMKM nya yang kemudian disusul negara Nigeria dan San Marino.

Dari 322 juta jumlah UMKM dunia, sebanyak 196 juta ( 61% ) berada di negara emerging market.

Dan terdapat 102 juta diantaranya berada di East Asia dan Pacific

Per 1.000 people

(Sumber : Kemenkop)

MSME Density

25 of 37

25

9/10

dari bisnis di dunia

UMKM merupakan inti dari penciptaan lapangan pekerjaan:

1/2

dari GDP global

2/3

dari pekerjaan di dunia

Pada tahun 2030, 600 juta pekerjaan akan dibutuhkan

untuk menyerap pertumbuhan pekerja global

UMKM membutuhkan pembiayaan untuk berkembang:

131 juta atau 41 persen dari UMKM di negara berkembang memiliki kebutuhan pembiayaan yang belum terpenuhi

Usaha yang dimiliki oleh perempuan menyumbang 23 persen dari UMKM dan 32 persen dari kesenjangan finansial

Permintaan kredit yang tidak terpenuhi diperkirakan sebesar US$4.5 miliar

(Sumber: SME Finance Forum, 2021

DIREKTORAT JENDERAL

BEA DAN CUKAI

PERAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH

Mengapa UMKM itu sangat penting?

DALAM PEREKONOMIAN GLOBAL

KONTRIBUSI PDB

60,51%

61,07%

2018

2019

INVESTASI

60,03%

60,42%

2018

2019

Secara persentase kontribusi UMKM terhadap PDB mengalami penurunan sebesar 0,56%, namun secara nominal, mengalami kenaikan sebesar Rp518.181,3 Milyar (2018 sebesar Rp9.062.581,3; 2019 sebesar 9.580.762,7)

DALAM PEREKONOMIAN NASIONAL

Secara persentase, kontribusi UMKM terhadap investasi nasional mengalami penurunan sebesar 0,39%, namun secara nominal mengalami kenaikan sebesar Rp54.832,5 Milyar

(2018 sebesar Rp2.564.549,5; 2019 sebesar 2.619.382,0)

TENAGA KERJA

96,92%

97%

2018

2019

Secara jumlah tahun 2019 mengalami peningkatan menjadi 119.562.843 orang dibandingkan tahun 2018 sejumlah 116.978.631 orang

(Sumber: Kemenkop UMKM)

26 of 37

26

Hasil Survei Dampak COVID-19 terhadap Pelaku Usaha, antara lain menunjukkan 84,20% Usaha Mikro Kecil (UMK) dan 82,29% Usaha Menengah Besar (UMB) cenderung mengalami penurunan pendapatan sejak terjadi pandemi COVID-19.

(Sumber: Analisis Hasil Survei Dampak COVID-19 terhadap Pelaku Usaha, BPS 2020)

DIREKTORAT JENDERAL

BEA DAN CUKAI

DAMPAK COVID-19 TERHADAP UMKM

(SURVEI BPS)

27 of 37

27

BAGAIMANA PERAN KANWIL DJBC SULBAGTARA DALAM PROGRAM PENINGKATAN EKSPOR DAN IKM/UMKM?

28 of 37

BAGAIMANA PERAN BEA CUKAI DALAM KEGIATAN EKSPOR

eksportir

Perijinan

BEA CUKAI

Pengurusan perijinan pada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Instansi Teknis dan Pemda

28

Bea cukai sebagai Instansi terkahir dalam pengurusan perizinan ekspor

  • NIB
  • Izin Usaha
  • Barang Ekspor

Untuk barang tertentu memerlukan perijinan ekspor seperti :

  • Health Certificate (HC)
  • pytosanitarian
  • Dokumen perijinan lain

PEB 🡪 NPE 🡪 Manifest

Pengurusan perijinan atas Barang yang dilarang/dibatasi seperti contoh:

  • Balai Karantina Pertanian
  • Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan
  • BPOM
  • Dan instansi lainnya

Persyaratan perijinan barang untuk diekspor dijadikan sebagai dokumen pelengkap pabean yg selanjutnya di teliti oleh bea dan cukai sebelum dilakukan ekspor

DIREKTORAT JENDERAL

BEA DAN CUKAI

BEA CUKAI SEBAGAI INSTANSI TERAKHIR DALAM KEGIATAN EKSPOR SEHINGGA SERING KALI MENJADI SASARAN TEMBAK APABILA ADA PERMASALAHAN EKDPOR

PERLU DILAKUKAN

PEMBINAAN EKSPORTIR (CALON EKSPORTIR), KOLABORASI DGN INSTANSI LAIN DAN PERBAIKAN PROSES BSINIS SERTA INSENTIF FISKAL ( IKM DAN UMKM)

29 of 37

29

STRATEGI YANG DILAKUKAN DALAM MENINGKATKAN EKSPOR DAN UMKM

EDUKASI MASYARAKAT

  • Kelas Ekspor Impor
  • Customs Go To School
  • Customs Go to Campus

SINERGI DAN KOLABORASI

  • Pemda
  • Instansi Vertikal
  • Asosiasi
  • Kadin

KLINIK EKSPOR

Melakukan Pendampingan dan Membantu Pelaku Usaha

EDUKASI PELAKU USAHA

  • Sosialisasi
  • CVC
  • Kelas Ekspor
  • Kelas Ekspor IMpor

KOMUNIKASI PUBLIK

  • Memperkuat Kehumasan untuk menyampaikan Hasil yang dicapai
  • Mendengar masukan

PEMBERIAN INSENTIF FISKAL

  • KITE IKM
  • KITE
  • Kawasan Berikat
  • Pembebasan Bea Masuk
  • Pembebasan Cukai

KONTRAK KINERJA

  • Program Asistensi UMKM menjadi bagian dari IKU
  • Wajib Membuat Program Strategis

CUSTOMS VISIT CUSTOMERS

Melakukan Kunjungan ke Pelaku Usaha untuk mengetahui kondisi dan permasalahan

30 of 37

30

PROGRAM KANWIL DJBC SULBAGTARA DALAM RANGKA PENINGKATAN EKSPOR DAN UMKM

Mendorong Optimaslisasi Direct Call via Bandara

Manado – Narita

Manado – Singapore

Manado – Lainnya (HK, Korea)

Mendorong Pelaku Usaha untuk menggunakan Fasilitas Kepabeanan dan Cukai

Sosialisasi Importir atas Fasilitas KC (KITE-IKM) melalui Kelas Fasilitas

Mendorong Optimalisasi KEK Bitung dan Likupang

Sosialisasi dengan asosiasi pengusaha dan pelaku usaha dan isntansi lainnya terkait KEK

Memberikan Edukasi Ekspor kepada Masyarkat

Mengadakan Kelas Ekspor-Impor

Mendorong Ekspor oleh UMKM

Koordinasi dengan Instansi Kemenkeu dan Non-Kemenkeu: Disperindag Sulut, Balai Karantina Pertanian Manado, BKIPM Manado, dsb

Mendorong Ekspor Kaum Milenial

Mengedukasi komunitas milenial SGE terkait kegiatan ekspor melalui Kelas Ekspor

Peran Kanwil DJBC Sulbagtara dalam Menggerakkan Ekspor

di Sulawesi Bagian Utara

Mendorong Optimalisasi Ekspor melalui Hub Bitung

Koordinasi dengan pelaku usaha dan instansi terkait

Wilayah

Jumlah Eksportir (IKM dan UMKM)

Manado

11

USD 13,99 Juta

Bitung

3

USD 0.944 Juta

Sulawesi Utara

14

USD 14,93 Juta

Penambahan eksportir baru di Sulawesi Utara

Program direct call

Negara Tujuan

Tonase (ton)

Devisa (miliar Rupiah)

Jepang

321,41

Rp34.571,54

Singapura

103,69

Rp18,02

Jumlah

425,1

Rp34.589,56

Sinergi Kemenkeu Satu: Pemberdayaan UMKM Sulawesi Utara

Membuat grand design proses bisnis pemberdayaan UMKM yang mengedepankan sinergi dan kolaborasi Satuan Kerja Kemenkeu di Sulut

Asistensi CVC

Mendatangi pelaku usaha memberikan dukungan, edukasi dan arahan ttg ekspor

31 of 37

Kegiatan�Kanwil DJBC Sulbagtara yang telah berjalan

Direct Call Manado - Jepang

Ekspor langsung dari Bandara International Sam Ratulangi Manado ke Changi Singapura

Direct Call Manado - Singapura

Target IKU (indeks kinerja utama) berupa penambahan jumlah eksportir dan adanya eksportir baru di Sulawesi Bagian Utara

IKU Penambahan Jumlah Eksportir

Dalam Rangka

Upaya Peningkatan Ekspor dan UMKM

di Sulawesi Utara

Ekspor langsung dari Bandara International Sam Ratulangi Manado ke Narita Jepang

31

32 of 37

Melakukan FGD bersama Dinas Perindustrian Minut sekaligus memberikan pelatihan terkait eskpor kepada para pelaku usaha IKM di Minahasa Utara

FGD terkait IKM di Minahasa Utara

Melakukan FGD bersama Disperindag Provinsi Sulut dan Kota Manado di waktu yang berbeda untuk memberikan sosialisasi ekspor kepada pelaku usaha UMKM di Manado

FGD terkait UMKM dengan Disperindag Provinsi dan Kota Manado

Memberikan pelatihan secara periodik kepada komunitas milenial Manado (Sulut Go Ekspor) terkait eksportasi, yang melibatkan BC Manado dan Bitung serta Instansi terkait lainnya seperti Kantor Pos Manado, Baranta Manado dan Pelindo Bitung

Pembinaan Milenial Manado melalui Kelas Ekspor

Melakukan FGD bersama instansi pemerintahan lainnya dan pelaku usaha terkait upaya pelaksanaan ekspor langsung dari pelabuhan bitung

FGD terkait Hub Bitung

Melakukan FGD dengan pelaku usaha dan instansi pemerintah seperti Satker Kanwil DJBC, Pemda, Administrator KEK, Pajak, Pertanahan, Imigrasi, dsb sebagai upaya optimalisasi pemanfaatan fasilitas KEK

FGD terkait KEK Bitung dan Likupang

Melakukan FGD bersama instansi pemerintah lainnya dan KJRi Davao City untuk kerja sama pengawasan perbatasan Indonesia - Filipina

FGD terkait perbatasan

32

33 of 37

Sinergi dengan BDK Manado, memberikan edukasi terkait Kepabeanan dan Cukai kepada masyarakat umum tanpa dikenakan biaya, yang dilakukan secara daring untuk 17 episode (setiap hari selasa dimulai tanggal 5 Juli 2022)

Kelas Ekspor Impor

Melakukan asistensi dan sosialisasi fasilitas Kepabeanan kepada pelaku usaha baik yang telah mendapatakan fasilitas maupun yang belum mengetahui atau mendapatkan fasilitas kepabeanan

Kelas Fasilitas

33

34 of 37

34

BAGAIMANA DAMPAKNYA?

35 of 37

35

36 of 37

36

2021

2022

Q1

Q2

Q3

Q4

3,69%

5,01%

-

-

-

Ekspor

2021

2022

Jan s.d Mei

Mei

Rp. 3.310,4 T

Rp 1.664 T

Rp 307,5 T

Impor

2021

2022

Jan s.d Mei

Mei

Rp 2.748,4 T

Rp 1.360,9 T

Rp 266,1 T

Pertumbuhan Ekonomi

Ekspor

2021 = 4,16 %

2021 = Rp 16 Triliun

 

2022

Q1

Q2

Q3

Q4

 3,86 %

-

-

-

2022

Mei

Jan - Mei

Rp 1,74 Triliun

Rp 7,24 Triliun

Pertumbuhan Ekonomi

Ekspor

2021 = 11,7 %

2021 = Rp 173,6 Triliun

 

Pertumbuhan Ekonomi

Ekspor

2021 = 2,41 %

2021 = Rp 597,7 Miliar

Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Sulawesi Utara

Sulawesi Tengah

Gorontalo

Pertumbuhan Ekonomi Sulbagtara

YoY

MoM

21,29%

C to C

36,34%

YoY

30,74%

MoM

5,81%

27 %

YoY 5,01%

Q to Q 0,96%

YoY

3,86%

Q to Q

8,32%

YoY

0,87%

C to C

29,6%

MoM

33,1%

2022

Q1

Q2

Q3

Q4

 10,49%

-

-

-

YoY

10,49%

Q to Q

1,09%

2022

Mei

Jan - Mei

Rp 24,17 Triliun

Rp 106,7 Triliun

YoY

78,36%

C to C

82,57%

MoM

0,38%

2022

Q1

Q2

Q3

Q4

 3,17%

-

-

-

YoY

3,17%

Q to Q

1,06%

2022

Mei

Jan - Mei

Rp 15,73 Miliar

Rp 128,7 Miliar

YoY

69,44%

C to C

45,12%

MoM

0,01%

PORSI = 0,44%

PORSI = 0,01%

PORSI = 6,49%

Ekspor

2020

2021

Jan s.d Mei

Mei

Rp 118,5 Triliun

Rp 64,26 Triliun

Rp 14,18 Triliun

Ekspor

2021

2022

Jan s.d Mei

Mei

Rp 190,2 Triliun

114,07 Triliun

Rp 25,92 Triliun

EKSPOR KANWIL DJBC SULBAGTARA

C to C

77,5%

YoY

82,7%

1,32%

PORSI = 6,94%

MoM

Menempati Peringkat ke-4 setelah Jawa Barat, Kalimantan Timur, Jawa Timur dan Riau

KONDISI MAKRO EKONOMI

37 of 37

Thank You!

Any questions?