1 of 31

DINA PRASETYANINGRUM, M.M.

Orientasi dan Penempatan Pegawai

2 of 31

Sub Pokok Bahasan

  1. Hakikat dan Fungsi Orientasi dan Penempatan Pegawai
  2. Pengertian Orientasi
  3. Alasan Pelaksanaan Orientasi
  4. Konsep Penempatan Pegawai

3 of 31

Sejumlah tantangan yang dihadapi oleh organisasi, diantaranya berupa:

  1. Ketersediaan (supply) tenaga kerja yang rendah
  2. Adanya pegawai yang keluar, pensiun, atau meninggal dunia
  3. Peningkatan kepuasan, motivasi, dan semangat kerja
  4. Persaingan bisnis yang semakin ketat
  5. Perubahan-perubahan teknologi

Untuk menghadapi tantangan tersebut organisasi menjalankan usaha penempatan pegawai secara efektif dan orientasi kepada pegawai

Hakikat dan Fungsi Orientasi dan Penempatan Pegawai

4 of 31

Pengertian Orientasi

Suatu program untuk memperkenalkan pegawai baru pada peran-peran mereka, organisasi, kebijaksanaan-kebijaksanaan, nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, dan pada rekan kerja mereka

5 of 31

Orientasi Pegawai

Aspek-aspek Umum

Aspek-aspek Khusus

6 of 31

  • Aspek-aspek organisasi
  • Sejarah pendiri perusahaan
  • Organisasi perusahaan
  • Nama-nama pejabat kunci
  • Nama-nama pekerjaan dan departemen
  • Layout peralatan secara fisik
  • Masa percobaan
  • Produk atau jasa yang ditawarkan
  • dll
  • Manfaat yang didapat pegawai
  • Skala gaji
  • Cuti
  • Masa istirahat
  • Latihan dan pengembangan yang didapat
  • Bimbingan kerja
  • Asuransi
  • Program pensiun
  • Bantuan yang dapat diberikan perusahaan
  • Program-program rehabilitasi
  • Perkenalan
  • Perkenalan dengan supervisor
  • Perkenalan dengan rekan kerja
  • Perkenalan dengan pelatih
  • Perkenalan dengan pembina
  • Tugas-tugas
  • Lokasi pekerjaan
  • Tugas-tugas
  • Persyaratan keamanan kerja
  • Gambaran pekerjaan
  • Sasaran pekerjaan
  • Hubungan dengan pekerjaan lain

Aspek-aspek Umum

7 of 31

Aspek-aspek Khusus

Berkaitan langsung dengan pekerjaan yang lebih rinci

8 of 31

  • Jenis pekerjaan yang dilakukan
  • Jumlah feedback yang diterima
  • Ganjaran yang akan diterima
  • Kemampuan mengaplikasikan ilmu dalam pekerjaan
  • Keseimbangan antara tujuan pribadi dengan tujuan organisasi

Alasan Pelaksanaan Orientasi

Tantangan Pegawai Baru Memasuki Organisasi

Menghadapi kenyataan yang tidak realistis berkaitan dengan:

Mempelajari banyak mengenai tujuan karir pegawai

Menentukan tujuan yang penting pada organisasi dan diterima dengan rekan kerja dan atasan

9 of 31

2. Sosialisasi

1. Induksi

Tahapan Program Orientasi Pegawai

10 of 31

Manfaat Program Orientasi Pegawai

  • Mengurangi kecemasan karyawan
  • Karyawan baru bisa mempelajari tugasnya dengan lebih baik
  • Karyawan memiliki ekspektasi yang lebih realistis mengenai pekerjaannya
  • Mencegah pengaruh buruk dari rekan kerja atau atasannya yang kurang mendukung
  • Karyawan baru menjadi lebih mandiri
  • Karyawan baru bekerja lebih baik
  • Mengurangi kecenderungan karyawan baru mengundurkan diri dari pekerjaannya

11 of 31

Pengertian Penempatan

Proses penugasan/ pengisian jabatan atau penugasan kembali pegawai pada tugas/ jabatan baru atau jabatan yang berbeda

12 of 31

Penempatan Pegawai

Transfer

Pemutusan Hubungan Kerja

Promosi

Demosi

13 of 31

Promosi Pegawai

Yakni, didefinisikan sebagai suatu proses perpindahan pegawai dari satu jabatan ke jabatan lain yang memiliki hierarki wewenang dan tanggung jawab yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang dibebankan pada waktu yang sebelumnya

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam promosi pegawai:

  1. Apakah promosi didasarkan pada prestasi kerja atau senioritas?
  2. Bagaimana mengukur prestasi kerja?
  3. Apakah promosi dilakukan secara terbuka atau tertutup?

14 of 31

Tujuan Promosi Jabatan

  1. Untuk memberikan pengakuan, jabatan, dan imbalan jasa yang semakin besar kepada pegawai yang berprestasi tinggi
  2. Untuk menimbulkan kepuasan dan kebanggaan pribadi, status sosial yang tinggi dengan penghasilan yang semakin besar
  3. Untuk merangsang pegawai lebih bergairah dalam bekerja, berdisiplin tinggi, dan meningkatkan produktivitas kerja
  4. Untuk menjamin stabilitas kepegawaian
  5. Kesempatan promosi dapat menimbulkan multiplier effect, yakni timbulnya lowongan berantai
  6. Memberikan kesempatan kepada pegawai untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam bekerja
  7. Untuk menambah/ memperluas pengetahuan dan pengalaman kerja pegawai
  8. Untuk mengisi kekosongan jabatan
  9. Untuk mempermudah penarikan pelamar baru
  10. Promosi pegawai akan memperbaiki status pegawai

15 of 31

Kriteria Dasar Promosi Jabatan

Pengalaman

Kecakapan

Kombinasi Pengalaman dan Kecakapan

16 of 31

Asas-asas Promosi Pegawai

  1. Kepercayaan
  1. Keadilan
  1. Formasi

17 of 31

Syarat-syarat Promosi Pegawai

  1. Kejujuran
  2. Disiplin
  3. Prestasi Kerja
  4. Kerja sama
  5. Kecakapan/ Kemampuan
  6. Loyalitas
  7. Kepemimpinan
  8. Komunikatif
  9. Pendidikan

18 of 31

Beberapa alasan pegawai menolak dipromosikan, diantaranya:

  1. Perbedaan gaji/ upah yang diterima tidak sesuai dengan beban kerja
  2. Ketidakmauan pegawai meninggalkan kelompok lamanya atau memasuki kelompok baru
  3. Faktor keamanan dan keselamatan dalam bekerja
  4. Faktor keluarga
  5. Faktor kesehatan
  6. Faktor lokasi kerja

19 of 31

Transfer Pegawai

Yakni, pengalihan pegawai dari satu pekerjaan ke pekerjaan yang lain yang memiliki tingkat gaji, wewenang, dan hierarki yang sama dengan pekerjaan sebelumnya

20 of 31

Macam-macam Transfer Pegawai

Remedial Transfer

Shift Transfer

Production Transfer

Replacement Transfer

Versatility Transfer

21 of 31

Production Transfer

Yakni mengalihtugaskan pegawai dari satu bagian ke bagian lain secara horizontal karena pada bagian lain memiliki kekurangan tenaga kerja

Replacement Transfer

Yakni mengalihtugaskan pegawai yang memiliki masa kerja yang lama untuk menggantikan pegawai yang memiliki masa kerja kurang atau diberhentikan secara horizontal

22 of 31

Versatility Transfer

Yakni mengalihtugaskan pegawai dari satu jabatan ke jabatan lain secara horizontal dengan maksud agar pegawai yang bersangkutan menjadi cakap dalam berbagai bidang pekerjaan

Shift Transfer

Yakni mengalihtugaskan pegawai dari satu jabatan ke jabatan lain secara horizontal dengan pekerjaan yang sama

Remedial Transfer

Yakni mengalihtugaskan pegawai dari satu jabatan ke jabatan lain atas permintaan pegawai sendiri

23 of 31

Dilihat dari segi waktu, pemindahan (transfer) pegawai dibagi menjadi 2 (dua), diantaranya:

  1. Temporary transfer, yakni mengalihtugaskan pegawai dari satu jabatan ke jabatan lain yang bersifat sementara
  2. Permanent transfer, yakni mengalihtugaskan pegawai dari satu jabatan ke jabatan lain untuk jangka waktu yang lama

24 of 31

Demosi Pegawai

Yakni, suatu perpindahan pegawai dalam suatu organisasi dari satu posisi ke posisi yang lain yang melibatkan penurunan gaji/ upah dan status pegawai

Untuk memperbaiki unjuk kerja dan perilaku

Tujuan Pelaksanaan Demosi Pegawai

25 of 31

Pemutusan Hubungan Kerja

Yakni, pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja/ buruh dengan pengusaha

26 of 31

  1. Layoffs
  1. Termination
  1. Atrittion

Bentuk-bentuk Pemutusan Hubungan Kerja

27 of 31

Atrittion

Pengurangan tenaga kerja secara normal atau alamiah

Layoffs

Pemutusan hubungan kerja dari perusahaan akibat alasan ekonomi atau bisnis

Termination

Pemutusan hubungan kerja yang permanen

28 of 31

Alasan Pemutusan Hubungan Kerja

  1. Undang-undang
  2. Keinginan Perusahaan
  3. Keinginan Karyawan
  4. Pensiun
  5. Kontrak Kerja Berakhir
  6. Kesehatan Karyawan
  7. Meninggal Dunia
  8. Perusahaan Bangkrut
  9. dll

29 of 31

Keterkaitan antara Penempatan dengan Program Orientasi Pegawai

Meskipun dalam promosi, transfer, maupun demosi yang ditempatkan adalah para karyawan yang telah bekerja di perusahaan (bukan karyawan baru), namun mereka tetap perlu menjalani orientasi terkait dengan jabatannya yang baru

Meskipun pegawai lama sudah memahami aspek-aspek umum perusahaan, tetapi pegawai lama pun memiliki kecemasan terkait masalah interpersonal dan hal-hal lain yang berhubungan dengan pekerjaan barunya

30 of 31

�Terimakasih

31 of 31

Sumber Pustaka:

  • Hariandja, Marihot Tua Efendi. (2002). Manajemen Sumber Daya Manusia: Pengadaan, Pengembangan, Pengkompensasian, dan Peningkatan Produktivitas Pegawai. Grasindo (Gramedia Widiasarana Indonesia), Jakarta.
  • P. Zamani, Oktav. (2011). Pedoman Hubungan Industrial. PPM Manajemen, Jakarta
  • Samsudin, H. Sadili. (2010). Manajemen Sumber Daya Manusia. Pustaka Setia, Bandung.
  • Suwatno dan Donni Juni Priansa. (2011). Manajemen SDM dalam Organisasi Publik dan Bisnis. Alfabeta, Bandung
  • S. P. Hasibuan, Malayu. (2003). Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi Revisi. Bumi Aksara, Jakarta
  • Werther, W.B. & Davis, K., 1996, Human Resources and Personnel Management, 5th Ed., Boston: McGraw-Hil