1 of 32

FORMASI STRATEGI: METODE DAN TEKNIK PERENCANAAN STRATEGIS

2 of 32

Agenda

1

2

3

4

5

Peran, Tujuan Metode dan Teknik Perencanaan Strategis

Pemilihan Metode

Metode SWOT

Analisis Pesaing (Competitor Analysis)

Model 7-S Mc Kinsey (The Mc Kinsey 7-S Model)

Presentation title

2

20XX

3 of 32

Agenda

6

7

Matriks Boston (Boston Matrix)

Model 5 kekuatan M. Porter (M. Porter’s 5 Forces Model)

Presentation title

3

20XX

4 of 32

PERAN, TUJUAN, METODE, DAN TEKNIK PERENCANAAN STRATEGIS�

Perencanaan strategis berperan sebagai panduan bagi organisasi untuk mencapai tujuan jangka panjang. Ini membantu organisasi mengidentifikasi peluang, mengelola risiko, dan mengalokasikan sumber daya secara efektif.

​

Contoh: Perusahaan Pupuk menggunakan perencanaan strategis untuk mempertahankan inovasi dan memimpin pasar teknologi.

4

5 of 32

Tujuan Perencanaan Strategis�

Menciptakan arah yang jelas bagi organisasi.

​

Meningkatkan koordinasi antar departemen.

​

Mengantisipasi perubahan lingkungan bisnis.

​

Meningkatkan daya saing.

6 of 32

Metode dan Teknik Perencanaan Strategis��Metode dan teknik yang digunakan dalam perencanaan strategis meliputi analisis lingkungan internal dan eksternal, penetapan tujuan, dan evaluasi strategi.��

“

”

Presentation title

6

20XX

7 of 32

​PEMILIHAN METODE

Faktor Pemilihan Metode

​

​Sifat Masalah: Apakah masalah bersifat kualitatif atau kuantitatif?

​

Sumber Daya: Ketersediaan waktu, anggaran, dan tenaga ahli.

​

Tujuan Organisasi: Apakah tujuan jangka pendek atau jangka panjang?�​

​

Contoh

Perusahaan startup mungkin memilih metode SWOT karena sederhana dan tidak memerlukan sumber daya besar.

Presentation title

7

20XX

8 of 32

1. ​METODE SWOT

Pengertian SWOT

​

​SWOT adalah alat analisis yang digunakan untuk mengevaluasi Strengths (Kekuatan), Weaknesses (Kelemahan), Opportunities (Peluang), dan Threats (Ancaman).

​

Langkah-Langkah Analisis SWOT

​

Langkah 1: Identifikasi Faktor Internal dan Eksternal

Kumpulkan data tentang kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.

Gunakan sumber seperti survei, wawancara, atau analisis pasar.

Langkah 2: Buat Matriks SWOT

Susun faktor-faktor tersebut dalam matriks untuk memudahkan analisis.

Langkah 3: Analisis dan Rumuskan Strategi

Gunakan kombinasi faktor SWOT untuk merumuskan strategi.

​

Contoh

Kekuatan: Brand yang kuat.

​

Kelemahan: Biaya produksi tinggi.

​

Peluang: Ekspansi pasar global.

​

Ancaman: Persaingan ketat.

Presentation title

8

20XX

9 of 32

Komponen SWOT�

a. Strengths (Kekuatan)

Faktor internal yang memberikan keunggulan kompetitif.

​

Contoh: Brand yang kuat, teknologi canggih, tim yang kompeten, atau sumber daya finansial yang memadai.

​

b. Weaknesses (Kelemahan)

Faktor internal yang menghambat kinerja organisasi.

​

Contoh: Biaya produksi tinggi, kurangnya inovasi, atau manajemen yang kurang efektif.

c. Opportunities (Peluang)

Faktor eksternal yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan.

​

Contoh: Ekspansi pasar, perubahan regulasi yang menguntungkan, atau tren industri yang positif.

​

d. Threats (Ancaman)

Faktor eksternal yang dapat menghambat kinerja organisasi.

​

Contoh: Persaingan ketat, perubahan regulasi yang merugikan, atau fluktuasi ekonomi.

Presentation title

9

20XX

10 of 32

MATRIK SWOT

Presentation title

10

20XX

11 of 32

2. ANALISIS PESAING (COMPETITOR ANALYSIS)

Pengertian Analisis Pesaing

​

​Analisis pesaing adalah proses mengevaluasi kekuatan dan kelemahan pesaing untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman.

Tujuannya adalah untuk mengembangkan strategi yang efektif guna meningkatkan daya saing organisasi.

Langkah-Langkah Analisis Pesaing

​

Langkah 1: Identifikasi Pesaing

Pesaing Langsung: Perusahaan yang menawarkan produk atau serupa.

Pesaing Tidak Langsung: Perusahaan yang menawarkan produk substitusi.

Pesaing Potensial: Perusahaan yang mungkin masuk ke pasar di masa depan.

Langkah 2: Kumpulkan Data

Gunakan sumber seperti laporan tahunan, situs web, media sosial, atau riset pasar.

Analisis informasi tentang produk, harga, distribusi, dan promosi pesaing.

Langkah 3: Evaluasi Kekuatan dan Kelemahan Pesaing

Gunakan alat analisis seperti Matriks Perbandingan Kompetitif atau SWOT Pesaing.

Langkah 4: Identifikasi Peluang dan Ancaman

Temukan celah pasar yang dapat dimanfaatkan.

Waspadai ancaman yang mungkin muncul dari tindakan pesaing.

Langkah 5: Rumuskan Strategi

Gunakan hasil analisis untuk mengembangkan strategi yang kompetitif.

​

Contoh

PT Pupuk Saraswanti dan PT Pupuk Kujang terus menganalisis satu sama lain untuk mempertahankan pangsa pasar.

Presentation title

11

20XX

12 of 32

MATRIK ANALISIS PESAING

Presentation title

12

20XX

13 of 32

3. MODEL 7-S MC KINSEY (THE MC KINSEY 7-S MODEL)

Pengertian Model 7-S

​

​Model ini terdiri dari 7 elemen yang saling terkait: Strategy, Structure, Systems, Shared Values, Skills, Style, dan Staff.

Penerapan Model 7-S

​

Strategy: Rencana untuk bersaing.

​

Structure: Hierarki organisasi.

​

Systems: Proses dan alur kerja.

​

Shared Values: Nilai inti organisasi.

​

Skills: Kemampuan karyawan.

​

Style: Gaya kepemimpinan.

​

Staff: Sumber daya manusia.

Contoh

PT Pupuk Indonesia menggunakan model ini untuk memastikan keselarasan antara inovasi dan budaya perusahaan.

Presentation title

13

20XX

14 of 32

Matriks Model 7-S Mc Kinsey

Presentation title

14

20XX

15 of 32

4. MATRIKS BOSTON (BOSTON MATRIX)

Pengertian Matriks Boston

​

Boston Consulting Group (BCG) Matrix, adalah alat analisis portofolio yang digunakan untuk mengevaluasi produk atau unit bisnis berdasarkan pangsa pasar relatif dan tingkat pertumbuhan pasar. Matriks ini membantu organisasi mengalokasikan sumber daya secara efektif.

Kategori dalam Matriks Boston

​

Bintang (Stars): Pangsa pasar tinggi, pertumbuhan tinggi.

​

Penghasil Uang (Cash Cows): Pangsa pasar tinggi, pertumbuhan rendah.

​

Tanda Tanya (Question Marks): Pangsa pasar rendah, pertumbuhan tinggi.

​

Anjing (Dogs): Pangsa pasar rendah, pertumbuhan rendah.

Contoh

Produk iPhone Apple adalah Bintang, sedangkan iPod adalah Cash Cow.

Presentation title

15

20XX

16 of 32

Komponen Matriks Boston�

  • Matriks Boston terdiri dari dua sumbu:
  • Sumbu X (Pangsa Pasar Relatif): Mengukur pangsa pasar produk dibandingkan dengan pesaing utama.
  • Sumbu Y (Tingkat Pertumbuhan Pasar): Mengukur tingkat pertumbuhan pasar di mana produk berada.

​

Presentation title

16

20XX

17 of 32

Komponen Matriks Boston�

a. Bintang (Stars)

  • Pangsa Pasar: Tinggi.
  • Pertumbuhan Pasar: Tinggi.
  • Karakteristik: Produk ini memerlukan investasi besar untuk mempertahankan pertumbuhan.

Contoh: Produk baru yang sedang naik daun.

b. Penghasil Uang (Cash Cows)

  • Pangsa Pasar: Tinggi.
  • Pertumbuhan Pasar: Rendah.
  • Karakteristik: Produk ini menghasilkan arus kas yang stabil dengan sedikit investasi.

Contoh: Produk yang sudah mapan di pasar.

​

Presentation title

17

20XX

18 of 32

Komponen Matriks Boston�

c. Tanda Tanya (Question Marks)

  • Pangsa Pasar: Rendah.
  • Pertumbuhan Pasar: Tinggi.
  • Karakteristik: Produk ini memerlukan investasi besar untuk meningkatkan pangsa pasar.
  • Contoh: Produk baru dengan potensi tinggi tetapi belum terbukti.

d. Anjing (Dogs)

  • Pangsa Pasar: Rendah.
  • Pertumbuhan Pasar: Rendah.
  • Karakteristik: Produk ini menghasilkan sedikit atau tidak ada keuntungan dan mungkin perlu dihentikan.
  • Contoh: Produk yang sudah ketinggalan zaman.

​

Presentation title

18

20XX

19 of 32

Analisis Matriks Boston

Presentation title

19

20XX

20 of 32

Strategi Berdasarkan Matriks Boston

a. Bintang (Stars)

​

  • Strategi: Investasi besar untuk mempertahankan pertumbuhan.

​

  • Contoh: Meningkatkan kapasitas produksi dan pemasaran.

b. Penghasil Uang (Cash Cows)

​

  • Strategi: Mempertahankan dan memaksimalkan arus kas.

​

  • Contoh: Mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi.

Presentation title

20

20XX

21 of 32

Strategi Berdasarkan Matriks Boston

c. Tanda Tanya (Question Marks)

�

  • Strategi: Investasi selektif atau divestasi.

​

  • Contoh: Meningkatkan promosi atau menghentikan produk.

d. Anjing (Dogs)

​

​

  • Strategi: Divestasi atau penghentian.

​

  • Contoh: Menghentikan produksi atau menjual unit bisnis.

Presentation title

21

20XX

22 of 32

5. MODEL 5 KEKUATAN M. PORTER (M. PORTER’S 5 FORCES MODEL)

Pengertian Model 5 Kekuatan

​

Model ini menganalisis lima kekuatan yang memengaruhi daya saing industri:

Persaingan Antar Pesaing.

Ancaman Pendatang Baru.

Ancaman Produk Substitusi.

Kekuatan Tawar Pemasok.

Kekuatan Tawar Pembeli.

​

Penerapan Model 5 Kekuatan

​

Contoh: Dalam industri penerbangan, ancaman pendatang baru rendah karena tingginya biaya masuk, tetapi persaingan antar pesaing sangat tinggi.

Langkah-Langkah Melakukan Analisis Model 5 Kekuatan

​

Langkah 1: Identifikasi Industri

Tentukan industri yang akan dianalisis.

Langkah 2: Kumpulkan Data

Kumpulkan informasi tentang kelima kekuatan yang memengaruhi industri.

Langkah 3: Evaluasi Setiap Kekuatan

Analisis tingkat pengaruh setiap kekuatan terhadap industri.

Langkah 4: Rumuskan Strategi

Gunakan hasil analisis untuk mengembangkan strategi yang kompetitif.

​

Presentation title

22

20XX

23 of 32

Matriks Model 5 Kekuatan M. Porter

Presentation title

23

20XX

24 of 32

Strategi Berdasarkan Model 5 Kekuatan M. Porter

a. Strategi Differensiasi

  • Menawarkan produk unik yang berbeda dari pesaing.
  • Contoh: Apple dengan desain dan ekosistem produk yang terintegrasi.

b. Strategi Harga Rendah

  • Menawarkan harga lebih rendah daripada pesaing.
  • Contoh: Xiaomi dengan produk berkualitas dan harga terjangkau.

c. Strategi Fokus

  • Fokus pada segmen pasar tertentu.
  • Contoh: Perusahaan yang fokus pada pasar gaming atau profesional.

​

Presentation title

24

20XX

25 of 32

Thank you

Porter, M. E. (2008). Competitive Strategy: Techniques for Analyzing Industries and Competitors. Free Press.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing Management (15th ed.). Pearson.

Johnson, G., Scholes, K., & Whittington, R. (2017). Exploring Strategy (11th ed.). Pearson.

Grant, R. M. (2016). Contemporary Strategy Analysis (9th ed.). Wiley.

Kaplan, R. S., & Norton, D. P. (1996). The Balanced Scorecard: Translating Strategy into Action. Harvard Business Review Press.

Mintzberg, H., Ahlstrand, B., & Lampel, J. (1998). Strategy Safari: A Guided Tour Through the Wilds of Strategic Management. Free Press.

Wheelen, T. L., & Hunger, J. D. (2017). Strategic Management and Business Policy (15th ed.). Pearson.

​

​

26 of 32

Quarterly performance

Presentation title

26

20XX

27 of 32

Areas of growth

Presentation title

27

20XX

​

B2B

Supply chain

ROI

E-commerce

Q1

4.5

2.3

1.7

5.0

Q2

3.2

5.1

4.4

3.0

Q3

2.1

1.7

2.5

2.8

Q4

4.5

2.2

1.7

70

28 of 32

Meet our team

Takuma Hayashi

President

Mirjam Nilsson

Chief Executive Officer

Flora Berggren

Chief Operations Officer

Rajesh Santoshi

VP Marketing

Presentation title

28

20XX

29 of 32

Meet our extended team

Takuma Hayashi

President

Graham Barnes

VP Product

​

Mirjam Nilsson

Chief Executive Officer

Rowan Murphy

SEO Strategist

​

Flora Berggren

Chief Operations Officer

Elizabeth Moore

Product Designer

​

Rajesh Santoshi

VP Marketing

Robin Kline

Content Developer

​

30 of 32

Plan for product launch 

Planning

Synergize scalable e-commerce

​

Marketing

Disseminate standardized metrics

​

Design

Coordinate e-business applications

Strategy

Foster holistically superior methodologies

​

Launch

Deploy strategic networks with compelling e-business needs

​

31 of 32

Timeline

Sep 20XX

Synergize scalable �e-commerce

Jan 20XX

Coordinate e-business applications

​

May 20XX

Deploy strategy networks with compelling e-business needs

​

Nov 20XX

Disseminate standardized �metrics

​

Mar 20XX

Foster holistically superior methodologies

​

32 of 32

Summary�

At Contoso, we believe in giving 110%. By using our next-generation data architecture, we help organizations virtually manage agile workflows. We thrive because of our market knowledge and great team behind our product. As our CEO says, “Efficiencies will come from proactively transforming how we do business.”

​

32