Mata Kuliah
Perspektif &
Teori Komunikasi
UNIVERSITAS LAMPUNG
TAHUN 2022
MIKOM
05
KELOMPOK
“Pulih Lebih Kuat
Lulus Lebih Cepat”
2
EDI SUMARWAN
2226031005
MUHAMMAD FADLIL
2226031010
ELYSA WAHYUNI
2226031015
A.A. NGR. HENRY DARMAWAN
2226031020
ATIKA NURWAN INDRIANI
2226031025
DENY PERMADI
2226031030
HARNO
2226031036
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Tim Kelompok 05
2021 UPT TIK UNILA | All Rights Reserved
2
3
05
Sumber
Referensi Makalah - 1 of 1
04
Contoh Penelitian
Tradisi Sosiokultural - 1 of 4
03
Perkembangan
Tradisi Sosiokultural - 1 of 1
02
Tokoh
Tradisi Sosiokultural - 1 of 4
01
Makna / Definisi
Dan Beberapa Teori Tradisi Sosiokultural - 1 of 17
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelitian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
4
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelitian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Makna atau Definisi Tradisi Sosiokultural -1 of 7
Definisi Tradisi Sosiokultural
Tradisi sosiokultural terdiri dari dua kata yakni socius yang berarakar pada Ilmu Sosiologi dan kultural yang mengarah pada Ilmu Antropologi. Secara etimologi, sosiokultural bisa diartikan sebagai budaya yang dikonstruk dalam sosial (https://baruga.id/tradisi-sosio-kultural/).
Littlejohn (2009: 65-67) menyebutkan bahwa tradisi sosiokultural mengutamakan fokusnya dengan cara memperhatikan segala bentuk interaksi antar manusia menjadi hal yang utama ketimbang menyaksikan karakteristik individu tersebut. Sebuah tempat dalam tradisi ini hadir di mana segala bentuk nilai budaya, makna, lakon, serta aturan menjadi sebuah area bertumbuhnya tempat tersebut yang dikenal dengan interaksi. Tradisi sosiokultur salah satunya terpengaruh oleh etnografi atau observasi tentang bagaimana kelompok sosial membangun makna melalui perilaku linguistik dan non linguistik mereka.
5
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelitian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Makna atau Definisi Tradisi Sosiokultural -2 of 7
Definisi Tradisi Sosiokultural
Pendekatan sosiokultural dalam teori komunikasi membahas bagaimana berbagai pengertian, makna, norma, peran, dan aturan yang ada bekerja dan saling berinteraksi dalam proses komunikasi (Rorong, 2019, p. 101). Teori sosiokultur dalam ilmu komunikasi mendalami dunia interaksi di mana di dalamnya manusia hidup. Teori ini menekankan gagasan bahwa realitas dibangun melalui suatu proses interaksi yang terjadi dalam kelompok, masyarakat, dan budaya.
Teori sosiokultural mengatakan bahwa interaksi yang terjadi di Bumi ini menjelaskan realitas bukanlah seperangkat susunan di luar kita, melainkan dibentuk melalui proses interaksi di dalam banyak kelompok, komunitas, atau budaya.
6
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelitian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Makna atau Definisi Tradisi Sosiokultural -3 of 7
Definisi Tradisi Sosiokultural
Tradisi sociocultural menteoritisasikan komunikasi dalam sebuah konsep ”reproduksi tatanan sosial”. Dalam hal ini interaksi sebagai pembahasan peristiwa komunikasi menjadi sebuah aktifitas yang melibatkan simbol-simbol yang dilatari oleh peristiwa pemaknaan, interpretasi. Dan dalam interaksi ada juga sebuah konvensi, sebuah kesepakatan berdasarkan pembagian makna simbol-simbol antar anggota komunitas yang mendeterminasikan faktor internal (konsep diri, ataupun identitas dan lain-lain) dari setiap anggota kelompok, sehingga tatanan atau aturan berubah seiring aktualitas dari komunikasi itu sendiri (Eko Nugroho, 2019, p. 251).
Tradisi sosiokultur berfokus pada pola-pola interaksi antar manusia daripada hal-hal yang terkait dengan sifat atau jiwa yang dimiliki seorang individu. Pemikiran tradisi sosiokultur ini secara jelas menunjukkan ketertarikannya pada proses komunikasi yang terjadi pada situasi-situasi yang sebenarnya. Banyak pendukung teori sosiokultural memberikan perhatian kepada bagaimana identitas dibangun melalui interaksi yang terjadi dalam berbagai kelompok sosial dan budaya.
7
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelitian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Makna atau Definisi Tradisi Sosiokultural -4 of 7
Definisi Tradisi Sosiokultural
Identitas menjadi suatu bentuk penyatuan (fusion) dari diri kita sebagai individu yang memiliki pesan sosial dengan diri kita sebagai individu yang memiliki peran sosial dengan diri kita sebagai anggota masyarakat, dan juga sebagai anggota budaya. Para ahli teori sosiokultur memfokuskan perhatiannya pada bagaimana identitas di negosiasikan dari satu situasi ke situasi lainnya. Budaya memberikan konteks (context) bagi tindakan dan interpretasi dalam situasi komunikasi. Karena komunikasi adalah sesuatu yang terjadi di antara manusia, maka masyarakat memiliki peran penting dalam tradisi ini.
Dalam hal ini meskipun individu menyeleksi informasi yang ia terima dalam benaknya sendiri, namun yang utama dalam tradisi ini adalah untuk dapat lebih ingin memahami gaya, aturan, cara yang tumbuh di antara manusia tersebut yang mampu menghadirkan realitasnya sebagai kelompok.
8
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelitian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Makna atau Definisi Tradisi Sosiokultural -5 of 7
Definisi Tradisi Sosiokultural
Sosiokultural mengatur tingkah laku seseorang dalam kelompok, membuat seseorang sensitif terhadap status, dan membantunya mengetahui apa yang diharapkan orang lain terhadap dirinya dan apa yang akan terjadi jika tidak memenuhi harapan-harapan mereka.
Sosiokultural membantu seseorang untuk mengetahui seberapa jauh dirinya dapat berperan sebagai individu dan apa tanggung jawab dirinya terhadap kelompok.
9
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelitian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Makna atau Definisi Tradisi Sosiokultural -6 of 7
Asumsi Dasar Tradisi Sosiokultural
Pendekatan sosiokultural terhadap teori komunikasi menunjukkan cara pemahaman kita terhadap makna, norma, peran dan peraturan yang dijalankan secara interaktif dalam komunikasi. Premis tradisi ini adalah ketika orang berbicara, mereka sesungguhnya sedang memproduksi dan memproduksi kembali budaya. sebagian besar dari kita beranggapan bahwa kata-kata mencerminkan apa yang sebenarnya terjadi. Pandangan kita tentang realitas dibentuk oleh bahasa yang telah kita gunakan sejak lahir.
Ahli bahasa Universitas Chikago, Edwar Sapir dan Benyamin Lee Whorf adalah pelopor tradisi sosiokultural. Hipotesis yang diusungnya adalah struktur bahasa suatu budaya menentukan apa yang orang pikirkan dan lakukan. Dapat dibayangkan bagaimana seseorang menyesuaikan dirinya dengan realitas tanpa menggunakan bahasa, dan bahwa bahasa hanya semata-mata digunakan untuk mengatasi persoalan komunikasi atau refleksi tertentu. Hipotesis ini menunjukkan bahwa proses berpikir kita dan cara kita memandang dunia dibentuk oleh struktur gramatika dari bahasa yang kita gunakan.
10
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelitian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Makna atau Definisi Tradisi Sosiokultural - 7 of 7
Asumsi Dasar Tradisi Sosiokultural
Secara fungsional, bahasa adalah alat yang dimiliki bersama untuk mengungkapkan gagasan (socially shared), karena bahasa hanya dapat dipahami bila ada kesepakatan di antara anggota-anggota kelompok sosial untuk menggunakannya. Bahasa diungkapkan dengan kata-kata dan kata-kata tersebut sering diberi arti arbiter (semaunya).
Contoh: terhadap buah pisang, orang sunda menyebutnya cau dan orang jawa menyebutnya gedang.
Secara Normal, bahasa adalah semua kalimat yang terbayangkan, yang dapat dibuat menurut peraturan bahasa. Setiap bahasa dapat dikatakan mempunyai tata bahasa/ grammar nya tersendiri.
Contoh: sebuah kalimat dalam bahasa Indonesia yang berbunyi “di mana saya dapat menukar uang ini?”, maka akan ditulis dalam bahasa inggris “where can I Change some money ?” (Radiah Ap, 2012, pp. 40–41).
11
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelitian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Teori-Teori Tradisi Sosiokultural -1 of 10
Teori sosiokultural memberikan penjelasan dalam banyak konteks komunikasi. Secara umum, tradisi ini menjelaskan ide-ide berikut (Littlejhon dan Foss, 2005:45).
12
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelitian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Teori-Teori Tradisi Sosiokultural -2 of 10
Teori sosiokultural memberikan penjelasan dalam banyak konteks komunikasi. Secara umum, tradisi ini menjelaskan ide-ide berikut (Littlejhon dan Foss, 2005:45).
Misalnya tradisi ini membedakan antara pikiran dan bahasa, di mana pikiran adalah proses internal yang membangun suatu endapan dari masa lalu dan memanggil atau melogikakan serta mengkategorisasi endapan tersebut, lalu timbullah kategori simbolis.
Sedangkan bahasa adalah simbol-simbol dengan perangkat aturannya yang digunakan dalam interaksi aktual. Masa lalu hanya endapan yang kemudian dipotong potong untuk dibahasakan.
Jadi masa lalu tidak memiliki pengaruh terhadap konstruksi bahasa atau bahasa tidak dipengaruhi oleh masa lalu (actual) tetapi dipengaruhi oleh aktifitas pikiran tentang masa lalu. Ini merupakan konsep present thinking (Charon, 2007 dalam Eko Nugroho, 2019, p. 240).
13
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelitian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Teori-Teori Tradisi Sosiokultural -3 of 10
Teori pengelolaan identitas
yang membantu kita melihat bagaimana hubungan dapat memperoleh identitasnya melalui komunikasi. Teori ini menjelaskan tentang faktor dan kekuatan yang berkaitan dengan identitas hubungan.;
Teori pengelolaan identitas dari Tadasu Todd Imahori dan William R. Cupach menunjukkan bagaimana identitas terbentuk, terjaga, dan berubah dalam hubungan.
Dalam membentuk identitas sebuah hubungan, perbedaan budaya terlihat jelas ketika terjadi komunikasi intercultural (intercultural communication).Teori pengelolaan identitas banyak menjelaskan tentang hubungan di mana perbedaan budaya sangat penting dan jelas. Negosiasi identitas intercultural terjadi mengenai apa yang diinginkan oleh pihak yang menjalani hubungan, serta tentang dukungan dan/atau ancaman terhadap identitas budayanya.
01
14
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelitian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Teori-Teori Tradisi Sosiokultural -4 of 10
Teori pengelolaan identitas
Tantangan atau ancaman terhadap masing-masing pihak yang menjalani hubungan dengan latar belakang budaya berbeda (ancaman terhadap karya rupa) dapat terjadi dalam empat cara:
01
15
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelitian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Teori-Teori Tradisi Sosiokultural -5 of 10
Teori pengelolaan identitas
Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi kemungkinan munculnya masalah antara lain dengan tinggal pada zona nyaman yang tetap berdasarkan pada apa yang telah dipelajari tentang satu sama lain, menggunakan tanda-tanda peringatan yang jelas atau tersembunyi tentang apa yang harus dan tidak boleh dikatakan, menghindari atribut budaya bersama-sama, atau memberikan dukungan non-verbal.
Imahori dan Cupach menyebutkan bahwa dalam pengelolaan identitas, pasangan menghadapinya dengan cara berbeda pada setiap tahap hubungan yang berbeda:
01
16
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelitian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Teori-Teori Tradisi Sosiokultural -6 of 10
Teori Dialogis
yang menyatakan bahwa hubungan menggabungkan sebuah campuran dari beragam suara yang menarik dan mendorong hubungan itu terus-menerus.
Karya Bakhtin mendasari sebuah teori penyilangan yang berkaitan dengan tradisi komunikasi karena karya tersebut berperan pada sudut pandang sosiokultural dan kritikal. Dalam pemahaman metafora, Bakhtin membantu untuk memahami hubungan dalam masyarakat:
Gagasan yang hanya mengacu pada dunia yang biasa. Dunia sehari-hari dipandang sebagai salah satu kegiatan dan kreativitas konstan serta titik awal untuk segala macam perubahan yang berjalan lambat, di mana keputusan-keputusan penting dibuat. Dengan metafora fisika, dikenal dua kekuatan umum yang memengaruhi kehidupan sehari-hari ini, yaitu sentripetal dan sentrifugal. Centripetal force mencoba menjatuhkan perintah pada kekacauan yang nyata dalam kehidupan, sementara centrifugal force mengganggu perintah tersebut.
Fokus Bakhtin pada kelaziman menghadirkan sebuah aspek penting dari teorinya-kementahan, bawa dunia bukan hanya tempat yang berantakan dan kacau balau, melainkan terbuka dan bebas, tidak lengkap dan statis, kita membantu menyusun semua kejadian dan konteks yang membuat dunia menjadi dunia yang kompleks.
02
17
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelitian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Teori-Teori Tradisi Sosiokultural -7 of 10
Teori Dialogis
Bahwa dunia terbentuk dari heteroglossia (banyak suara) yang semuanya berkontribusi terhadap perubahan yang konstan dan perubahan dunia.
d. Gagasan tentang dialog
Dialog adalah tentang bagaimana kita berinteraksi dalam interaksi khusus. Tidak ada bahasa umum yang disuarakan oleh suara umum, selalu ada seseorang yang berbicara dengan orang lain, bahkan ketika berbicara dengan dirinya sendiri. Karenanya, dialog adalah sesuatu yang terjadi dalam sebuah situasi tertentu bagi pelaku dialog tertentu.
e. Gagasan tentang ucapan
Merupakan inti konsepsi tentang dialog yang mengacu pada bahasa yang diucapkan pada sebuah konteks. Pelaku komunikasi mengungkapkan sebuah gagasan dan membuat sebuah penilaian tentang gagasan tersebut, mengantisipasi respons dari pihak lain. Dialog merupakan sebuah jaringan hubungan dengan orang lain yang kompleks. Dialog merepresentasikan sebuah subjek bahasan kontekstual yang berlanjut dan berkembang yang memperbesar definisi konstan dari pelaku dalam dialog juga. Dialog membentuk kebudayaan karena setiap interaksi dialogis merupakan sebuah pandangan terhadap setiap kebudayaan dari pendirian tertentu. Dalam dialog terjadi negosiasi atas pemahaman, pandangan, pendirian satu sama lain melalui interaksi yang dibangun.
02
18
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelitian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Teori-Teori Tradisi Sosiokultural -8 of 10
Teori dialektis dari Mikhail Bakhtin
yang menelusuri tekanan yang diakibatkan oleh kekuatan yang tidak sesuai dalam hubungan.
Dialogis-hubungan diartikan melalui sebuah dialog antara banyak suara. Dialektis-hubungan merupakan sebuah tempat yang menangani pertentangan. Dialektis mengacu pada sebuah tekanan antara kekuatan-kekuatan yang berlawanan dalam sebuah system. Tekanan dialektis dapat terlihat dengan sangat mudah dalam institusi masyarakat yang lebih besar.
Dialog secara umum adalah suara-suara berbeda yang menyatu dalam sebuah percakapan. Baxter memandang dialog sebagai percakapan yang mendefinisikan dan mendefinisikan ulang hubungan ketika hubungan muncul dalam situasi sebenarnya. Hubungan bersifat dinamis dan komunikasi adalah hal yang mengatur persamaan dan perbedaan. Berikut ini adalah beberapa pandangan Baxter:
03
19
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelitian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Teori-Teori Tradisi Sosiokultural -9 of 10
Teori dialektis dari Mikhail Bakhtin
Aspek perubahan kualitas ketika hubungan berkembang (Carol Werner dan Leslie Baxter) :
1) Amplitudo-kekuatan perasaan, perilaku, atau keduanya.
2) Kepentingan-fokus pada masa lalu, masa sekarang, atau masa depan.
3) Skala-seberapa lama pola-pola tersebut bertahan.
4) Rangkaian-susunan kejadian dalam hubungan.
5) Langkah/irama-kecepatan kejadian dalam hubungan dan jarak antar kejadian.
d. Dialog adalah estetika yang melibatkan pemahaman akan keseimbangan, keterkaitan, bentuk dan kesatuan.
e. Dialog adalah wacana yang tidak pernah berhenti yang menjadikan hubungan tidak dapat diakhiri.
03
20
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelitian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Teori-Teori Tradisi Sosiokultural -10 of 10
Teori pengaturan privasi dari Sandra Petronio
yang menunjukkan bagaimana hubungan sebenarnya mempengaruhi pengaturan pengungkapan dan rahasia pribadi.
Communication privacy management (CPM) membahas tekanan antara keterbukaan dan rahasia pribadi, antara sesuatu yang bersifat public dan rahasia dalam hubungan.
Teori ini membagi gagasan bahwa pekerjaan sebuah hubungan bukanlah pekerjaan individu, melainkan usaha gabungan yang dibicarakan dalam komunikasi. Teori ini memiliki dasar sibernetika yang kuat, yang menjelaskan bagaimana sesuatunya dikerjakan melalui gerakan maju-mundur, atau interaksi.
04
21
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelitian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Tokoh Tradisi Sosiokultural -1 of 4
Littejohn dan Fos dalam (Eko Nugroho, 2019, pp. 248–249)
Pelopor tradisi sosiokultur adalah Edward Sapir dan siswanya Benjamin Lee dari Universitas Cicago. Hipoetsis Sapir-Worf yaitu semua bahasa sama dan kata-kata bertindak sebagai peerangkat netral yang bermakna. Bahasa merupakan struktur persepsi kita mengenai realita. Melalui proses komunikasi realita diproduksi, dipertahankan, diperbaiki, dan dipertukarkan.
Mengatakan bahwa tradisi sosiokultural ini melihat beberapa hal yaitu yang pertama, adanya penciptaan realitas oleh kelompok sosial di mana proses informasi dipengaruhi oleh komunikasi yang tercipta secara sosial, atau interaksi sosial mempengaruhi relasi dari seseorang dalam suatu masyarakat atau kelompok.
Kedua, teori-teori di tradisi ini cenderung tertarik pada bagaimana makna dibuat dalam interaksi sosial. Penekanannya jelas pada pembagian atau berbagi makna antara anggota masyarakat dan kelompok.
Ketiga, identitas yang dibangun melalui interaksi, sekali lagi interaksi disini dimaknai secara ritual yaitu anggota kelompok berbagai makna tentang sesuatu dan dengan interaksi dalam sebuah komunitas maka terbentuk identitas dalam individu anggota komunitas.
Keempat, komunikasi terbentuk oleh konteks tertentu, pada tradisi ini konsep konteks komunikasi dibeberkan dalam sebuah penjelasan eksplisit menjadi bagian dari premis-premis ataupun asumsi-asumsi yang diajukan.
Kelima, penekanan pada simbol, ada makna yang berbeda dari simbol seiring perubahan konteks dari individu dalam masyarakat. Seiring dengan pergerakannya dari tempat satu ke tempat lain ataupun perubahan waktu, maka makna dari simbol berbeda. Dimana simbol bermakna dalam kerangka acuan yang aktual.
22
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelitian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Tokoh Tradisi Sosiokultural -2 of 4
Sudut Pandang Sosiokultural (Littlejohn, 2009 : 66)
Paham Interaksi Simbolis (symbolic interactionism)
Paham interaksi simbolis berasal dari kajian sosiologi melalui penelitian Herbert Blumer dan George Herbert Mead yang menekankan pentingnya observasi partisipan dalam kajian komunikasi sebagai cara dalam mengeksplorasi hubungan-hubungan sosial.
Sudut pandang interaksi simbolis dalam tradisi ini memandang bahwa hubungan sosial antar individu dapat dibongkar dengan jalan observasi partisipan dan sudut pandang kedua yaitu sosiokultural yang memahami bahwa interaksi sosialah yang akhirnya yang membentuk pengetahuan manusia.
01
23
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelitian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Tokoh Tradisi Sosiokultural -3 of 4
Sudut Pandang Sosiokultural (Littlejohn, 2009 : 66)
Kajian Bahasa dan Budaya (Sosiolinguistik)
Sebagaimana kita ketahui manusia menggunakan bahasa secara berbeda dalam kelompok budaya dan kelompok sosial yang berbeda. Selanjutnya adalah sosiolinguisitk dimana hal utamanya adalah bahwa manusia menggunakan Bahasa secara berbeda dalam kelompok budaya dan kelompok sosial yang berbeda. Tradisi ini memandang Bahasa adalah salah satu indikator yang menentukan jati diri manusia sebagai mahkluk sosial dan berbudaya.
03
Etnografi (ethnomethodology)
Observasi tentang bagaimana kelompok sosial membangun makna melalui perilaku linguistik dan non linguistik. Etnografi merupakan observasi yang bertujuan untuk menggali bangunan makna dalam kelompok sosial yang diciptakan melalui perilaku linguistik dan nonlinguistik anggota kelompok tersebut.
04
24
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelitian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Tokoh Tradisi Sosiokultural -4 of 4
Sudut Pandang Sosiokultural (Littlejohn, 2009 : 66)
Etnometodologi (ethnomethodology)
komunikasi etnometodologi telah mempengaruhi bagaimana kita melihat percakapan, termasuk cara-cara partisipan mengelola alur percakapan dengan bahasa dan perilaku non verbal.
Sedangkan etnometodologi merupakan observasi cermat akan perilakuperilkau kecil dalam situasi nyata. Pendekatan ini melihat bahwa manusia perilaku manusia dikelola dan berhubungan dengan interaksi sosialnya dalam kurun waktu tertentu.
05
Larson dan Smalley (1972: 39) menggambarkan sociocultural sebagai sebuah blue print yang menuntun perilaku manusia dalam sebuah masyarakat dan ditetaskan dalam kehidupan keluarga.
25
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelitian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Perkembangan Tradisi Sosiokultural
Perkembangan Tradisi Sosiokultural
Sociocultural Communication Tradition Pendekatan sosiokultural terhadap teori komunikasi membahas cara pemahaman, makna, norma, peran, dan aturan kita bekerja secara interaktif dalam komunikasi. Tradisi ini berfokus pada pola interaksi antara orang daripada karakteristik individu atau model mental. Para peneliti dalam tradisi ini ingin memahami cara-cara di mana orang secara kolektif menciptakan realitas kelompok sosial, organisasi, dan budaya mereka. Struktur dan makna sosial diciptakan dan dipertahankan dalam interaksi sosial, sehingga interaksionisme simbolik telah sangat berpengaruh dalam tradisi ini, yang menekankan pentingnya pengamatan partisipan dalam studi komunikasi sebagai cara mengeksplorasi hubungan sosial. Garis kedua pekerjaan dalam tradisi sosiokultural adalah konstruksi sosial, yang menyelidiki bagaimana pengetahuan manusia dibangun melalui interaksi sosial. Sifat dunia tidak sepenting bahasa yang digunakan untuk menyebut, mendiskusikan, dan berorientasi ke dunia itu. (Devito, 2013).
Pengaruh ketiga dalam tradisi komunikasi sosiokultural adalah sosiolinguistik, atau studi tentang bahasa dan budaya. Penting dalam tradisi ini adalah bahwa orang menggunakan bahasa secara berbeda dalam kelompok sosial dan budaya yang berbeda. Terakhir, perspektif lain yang berpengaruh dalam pendekatan sosiokultural adalah etnografi, atau pengamatan tentang bagaimana kelompok sosial aktual membangun makna melalui perilaku linguistik dan nonlinguistik mereka (Rorong, 2019, p. 101).
26
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelitian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Contoh Penelitian Tradisi Sosiokultural -1 of 5
Tradisi Tahlilan Dalam Kehidupan Masyarakat Desa Tegalangus (Analisis Sosio Kultural) ditulis Muhammad Iqbal Fauzi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Judul Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi masyarakat desa Tegalangus dalam menghadiri pelaksanaan tahlilan di tempat orang yang meninggal dan untuk mengetahui nilai-nilai positif dan negatif dari tradisi tahlilan di desa Tegalangus terhadap masyarakatnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi.
Kemudian teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Masyarakat desa Tegalangus memiliki motivasi yang berbeda-beda dalam menghadiri pelaksanaan tahlilan di tempat orang yang meninggal, Seperti, masyarakat akan lebih termotivasi untuk hadir dan mengikuti pelaksanaan tahlilan jika orang yang meninggal atau keluarga yang tertimpa musibah (yang ditinggal oleh salah satu anggota keluarganya) adalah temannya, keluarga temannya, atau bahkan seorang tokoh masyarakat.
Tradisi tahlilan di desa Tegalangus memiliki nilai positif dan negatif bagi masyarakatnya. Silaturrahmi, solidaritas sosial dan ceramah agama yang berisi pengetahuan agama merupakan nilai-nilai positif dari tradisi tersebut. Selain nilai positif tersebut, tahlilan juga memiliki nilai negatif bagi masyarakat desa Tegalangus. Tahlilan membentuk kebiasaan masyarakat dalam menyuguhkan aneka hidangan untuk Jama’ah tahlilan yang memberatkan keluarga, terutama keluarga yang tidak mampu, tahlilan juga sering dijadikan ranah politik, banyak yang menjual tahlilan untuk kepentingan politik, terlebih jelang pemilihan umum.
27
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelitian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Contoh Penelitian Tradisi Sosiokultural -2 of 5
Tradisi Tahlilan Dalam Kehidupan Masyarakat Desa
Judul Penelitian
01
Metode Penelitian
Deskriptif Kualitatif
Hasil Penelitian
Tradisi tahlilan di desa Tegalangus memiliki nilai positif dan negatif
Pola Interaksi Keberagamaan Masyarakat Di Desa Pengastulan Kecamatan Seririt ( Perspektif Pendidikan Sosiokultural ). Gata, W., Interaksi, P., Multikultur, M., Pendidikan, P., Pengastulan, D., & Pengastulan, D. (2022). 5(1), 60–73.
Judul Penelitian
02
Metode Penelitian
kualitatif-Deskripktif
Hasil Penelitian
Interkasi Di Masyarakat Desa Pengastulan, Upaya-upaya dalam melakukan Interaksi Di Desa Pengastulan, tidak hanya upaya, Kendala-Kendala dalam Interaksi juga terdapat didalamnya. Beragam kendala yang terdapat dalam interaksi sebagai berikut seperti:kurangnya tingkat pendidikan, klaster ekonomi yang beragam dan penyesuaian diri dengan lingkungan.
28
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelitian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Contoh Penelitian Tradisi Sosiokultural -3 of 5
Konflik Sunni-Syiah dan dampaknya terhadap komunikasi intra-religius pada komunitas di Sampang-Madura. Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 28(1), 34. (Ida & Dyson, 2015)
Judul Penelitian
03
Metode Penelitian
Survey kualitatif dengan dua pendekatan yakni sosio-kultural historis dan Komunikasi Antar-Budaya
Hasil Penelitian
Studi ini menemukan bahwa akar masalah konflik yang terjadi bermula dari persoalan keluarga yang meluas pada persoalan komunitas/komunal, yang kemudian menjalar pada persoalan ideology dan identitas kelompok agama. Perbedaan pandangan, persepsi dan sikap kelompok Sunni dan Syiah menjadi isu kunci keduanya untuk memperjuangkan kepentingan identitas agama dan keyakinan atas Islam yang benar versi masing-masing. Akibatnya, dampak terhadap kehidupan Komunikasi intra-religius menjadi macet dan lumpuh diantara kedua kelompok tersebut.
29
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelitian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Contoh Penelitian Tradisi Sosiokultural -4 of 5
Proses Komunikasi Dalam Pernikahan Etnis Madura. Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(2) (Rahmadani et al., 2019)
Judul Penelitian
04
Metode Penelitian
Metode kualitatif dengan mengaplikasikan tradisi sosiokultural
Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Madura masih melakukan praktik perjodohan. Pernikahan dini dan sataretanan di kalangan masyarakat Madura berawal dari perjodohan dan terjadi disebabkan keinginan untuk meningkatkan status kedudukan maupun menjaga kehormatan. Oleh karena kedua pernikahan tersebut berawal dari perjodohan, maka proses komunikasinya berkaitan dengan teori penetrasi sosial, di mana komunikasi antar individu bergerak ke komunikasi yang lebih intim. Komunikasi non-verbal dalam hal ini dapat ditemui dalam busana dan adat pernikahan. Adat pernikahan tersebut meliputi pra-nikah, resepsi hingga pasca pernikahan. Dalam proses pernikahan etnis Madura, pemuka agama memiliki peran yang sangat penting, yaitu mulai dari sebagai penata acara hingga sebagai penghulu, tergantung adat desa masing- masing
30
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelitian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Contoh Penelitian Tradisi Sosiokultural –5 of 5
Refleksi Trilogi Filsafat: Jilbab Dalam Persepektif Filosofis, Agamamis, Dan Sosio-Kultural. Journal of Management Development, 8(2), 851–868. (Kismunthofiah et al., 2020)
Judul Penelitian
05
Metode Penelitian
Studi Kepustakaan
Hasil Penelitian
Dari segi sosio-kultural menunjukan bahwa ada beberapa orang yang mengganggap bahwa pemakaian jilbab sebagai gaya hidup, simbol politik dari meningkatnya kekuatan fundamentalisme agama di dunia. Secara fungsilonal ada juga yang menyebut sebagai alat identifikasi dan simbolisasi kerendahan hati seorang wanita.
31
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Sumber Pembahasan Materi Tradisi Sosiokultural
Referensi
Eko Nugroho. (2019). Teoritisasi Komunikasi Dalam Tradisi Sosiokultural. Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(2), 236–253. https://doi.org/10.21009/communicology.012.09
Ida, R., & Dyson, L. (2015). Konflik Sunni-Syiah dan dampaknya terhadap komunikasi intra-religius pada komunitas di Sampang-Madura. Masyarakat, Kebudayaan Dan Politik, 28(1), 34. https://doi.org/10.20473/mkp.v28i12015.34-50
Kismunthofiah, Azizah, N., Harisuddin, M., & Hidayatullah, A. F. (2020). Refleksi Trilogi Filsafat: Jilbab Dalam Persepektif Filosofis, Agamamis, Dan Sosio-Kultural. Journal of Management Development, 8(2), 851–868. https://www.medrxiv.org/content/10.1101/2020.05.02.20088567v1
Radiah Ap. (2012). Sosiologi Komunikasi. In D. Anggaraini (Ed.), アジア経済 (1st ed.). Alauddin University.
Rahmadani, N. F., & Farhany, G. (2019). Proses Komunikasi Dalam Pernikahan Etnis Madura. Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(2), 157–168. https://doi.org/10.30596/interaksi.v3i2.3353
Rorong, M. J. (2019). Penempatan Teori Dalam Ilmu Komunikasi. Commed : Jurnal Komunikasi Dan Media, 4(1), 90–107. https://doi.org/10.33884/commed.v4i1.1417
32
Definisi
01
Tokoh
02
Perkembangan
03
Contoh Penelitian
04
Sumber
05
Magister Ilmu Komunikasi Unila 2022
“Pulih Lebih Kuat Lulus Lebih Cepat”
UNIVERSITAS LAMPUNG
MIKOM
Q & A
Data Penanya: nama. Dewi, NPM. 22260310.., Kel. 1
01
Pertanyaan: Apakah?
Jawaban: Benar,
Terima Kasih
2022 KELOMPOK 5 | All Rights Reserved
2021 UPT TIK UNILA | All Rights Reserved
33