Pendekatan Fenomenologi�Penelitian Kualitatif
Kelompok 2
KELOMPOK 2
Ikeu Nurhidayah
Indanah
Arianti
Dewy Haryanti Parman
Elsa Navianti
NPM : 2106683076
NPM : 2106683082
NPM : 2106769931
NPM : 2006566242
NPM : 2006512492
02
01
Pendekatan Fenomenologi
Kelebihan & Keterbatasan
03
Rancangan Studi
04
Sampling, Tempat & Kasus
05
Pengumpulan Data
PENDEKATAN FENOMENOLOGI
Issue Etik
06
PENDEKATAN FENOMENOLOGI
01
Studi Fenomenologi
Studi fenomenologi
Peneliti kualitatif
Riset ini membantu untuk memahami pengalaman orang lain dan makna yang didapat atau dirasakan dengan melihat dunia individu tersebut melalui pandangan orang lain (Cresswell & Pot, 2018).
Edmund Husserl & Heidegger : fenomenologi deskriptif
Edmund Husserl (1859-1938)
Sejarah & Belakang Fenomenologi
Diperkenalkan pertama kali pd abad 20
Heidegger (1889-1976)
Afiyati & Rachmawati, 2014)�
memberikan deskripsi, refleksi, interpretasi, dan modus riset yang menyampaikan intisari dari pengalaman kehidupan individu yang diteliti
mengambil sikap yang lebih interpretatif yang mengakui latar belakang peneliti dan pengetahuan yang melekat pada fenomena
Sejarah & Belakang Fenomenologi
Fokus pendekatan fenomenologi
Tujuan studi fenomenologi
memahami keunikan fenomena dunia kehidupan individu, bahwa realitas dunia kehidupan masing-masing individu itu berbeda
mendeskripsikan, menginterpretasikan & menganalaisis data secara mendalam, lengkap , terstruktur untuk memperoleh intisari (essence) pengalaman hidup individu membentuk kesatuan makna atau arti dari pengalaman hidup tersebut dalam bentuk cerita, narasi, dan bahasa/perkataan masing-masing individu
Fenomenologi sering dihubungkan dengan istilah hermeneutics (ilmu tentang interpretasi dan eksplanasi) (Afiyati & Rachmawati, 2014)
Fenomenologi Transenden / Deskriptif
JENIS & VARIASI PENDEKATAN FENOMENOLOGI (Van Manen, 2011)
Fenomenologi hermeneutik
Fenomenologi linguistik
Fenomenologi eksistensialis
Edmund Husserl, 1859-1938
Martin Heidegger, 1889-1976
Merleau-Ponty, 1908-1961 & Jean-Paul Sartre, 1905-1980
Fenomenologi dalam keperawatan (Wojar & Swanson, 2007)
Fenomenologi Hermeunetik (Interpretatif)
Fenomenologi Deskriptif
Perbandingan Pendekatan Deskriptif dan Interpretive �pada Metode Fenomenologi (Wojnar & Swanson, 2007)
Pendekatan Descriptive | Pendekatan Interpretive |
|
|
02
RANCANGAN STUDI
KERANGKA KERJA
�
fenomenologi harus mengacu :
kegiatan-kegiatan:
MASALAH & PERTANYAAN PENELITIAN
Creswell (2013) permasalahan membutuhkan pendekatan kualitatif :
pemahaman pada fenomena yang akan diteliti ataupun yang mendasarinya sangat kompleks
masih terdapat kerancuan atau bias data/ informasi dari fenomena yang diteliti atau masih terdapat kesenjangan/ gap antara informasi satu dengan lainnya;
belum komprehensifnya temuan-temuan yang ada dalam menjelaskan fenomena yang diteliti, / variabel-variabel atau teori dasar yang menjelaskan fenomena yang diteliti belum diketahui;
situasi-situasi untuk memahami kehidupan manusia yang kompleks dan multidimensi sebagai individu yang unik yang membutuhkan pemahaman lebih mendalam dan terinci dari temuan-temuan sebelumnya;
diperlukannya pengembangan suatu gagasan atau ide untuk menghasilkan suatu teori atau kerangka konsep yang merefleksikan berbagai realitas sosial dari fenomena yang diteliti; serta
kebutuhan untuk memberdayakan individu untuk berbagi cerita, mendengarkan cerita pengalaman hidupnya, dan mendekatkan hubungan yang sering kali terjadi di antara peneliti dan individu yang diteliti.
“Apa pengalaman subjek terhadap suatu fenomena.
Apa perasaannya terhadap fenomena tersebut.
Apa makna yang diperoleh subjek atas fenomena tersebut.
Contoh pertanyaan penelitian dalam studi fenomenologi (Kahija, 2017)
Tujuan Penelitian Studi Fenomenologi�
Tujuan Penelitian Studi Fenomenologi
mendeskripsikan, menginterpretasikan dan menganalisis data secara mendalam, lengkap, dan terstruktur untuk memperoleh inti pengalaman hidup individu membentuk kesatuan makna atau arti dari pengalaman hidup tersebut dalam bentuk cerita, narasi, dan bahasa/perkataan masing-masing individu
SAMPEL, TEMPAT & KASUS
Besaran sampel 10 / tergantung dari kejenuhan data
Cresswell, 2014
Lokasi bisa di tempat tertetu atau tersebar
Penulis harus bisa menjelaskan secara detail
Sampel / Informasn tergantung dari kapabilitas yang akan di wawancara sesuai dengan pengalaman hidup
Pengumpulan data Pendekatan Fenomenologi
Penelitian kualitatif memiliki ciri fleksibel, terbuka dan responsive terhadap konteks
pengambilan sampel, pengumpulan data, analisis dan interpretasi dalam kualitatif adalah saling berkaitan, dan bukan mengikuti tahapan satu demi satu
(Fossey , 2002)
langkah maju-mundur yang bisa berulang antara pengumpulan dan analisis data
Studi Dokumentasi
Metode Pengumpulan Data Kualitatif Fenomenologi
Observasi
Kelompok Fokus
Wawancara semi Terstruktur
Reading and re-reading;
Initial noting;
Developing emergent themes
Searching for connection across emergent themes;
Moving the next cases;
Looking for patterns across cases.
Wawancara : �In Depth Interview�Dianalisis dengan Interpretative Phenomenological Analysisis (IPA)
ISSUE ETIK
tiga aspek Kode Etik Penelitian Kualitatif :
etika penelitian,
Etika berprilaku,
Etika publikasi
ISSUE ETIK
Menurt Creswell, terdapat empat tantangan yang umumnya dihadapi para peneliti fenomenologi
Peneliti dituntut memiliki pemahaman yang kuat dan mendalam dalam hal persepktif filosofis terhadap fenomena yang diteliti.
Peneliti harus berhati-hati dalam pemilihan dan penentuan subjek penelitian.
Menentukan batasan atau pengertian ikhwal pengalaman. Pengalaman yang diangkat dalam fenomenologi haruslah mempunyai batasan yang jelas.
Peneliti dtuntut memiliki kejelian dalam hal memutuskan bagaimana dan dengan cara apa pengalaman pribadinya bisa terlibat dalam peneltian yang dilakukan.
Kelebihan/keunggulan dan keterbatasan studi fenomenologi
�
No | Kelebihan | Keterbatasan |
1 | Meningkatkan pemahaman tentang pengalaman sehari-hari | Risiko kurang tepat merepresentasikan fenomena |
2 | Pendekatan yang memfasilitasi pengumpulan informasi secara sistematis tentang bagaimana individu melewati suatu peristiwa | Risiko penyampaian temuan yang tidak lengkap |
3 | Menggambarkan deskripsi peristiwa secara lengkap | Ketidakmampuan menggeneralisasi dari pengalaman yang telah digali |
4 | Kemampuan orang lain untuk mengenali pengalaman mereka | Risiko menggali pengalaman traumatik terutama pada kelompok yang rentan (contoh partisipan dengan post traumatic syndrom disorder) |
Kelemahan Lain Studi Fenomenologi�
Peneliti dapat menjadi tidak reflektif
peneliti harus memiliki komitmen pada dirinya sendiri untuk mengawasi dirinya sendiri. Hal tersebut bermaksud agar data penelitian benar berasal dari subjek yang diteliti.
Hal ini rentan terjadi pada penelitian pada topik sensitif dan ada hubungannya dengan peneliti.
Kelemahan Lain Studi Fenomenologi�
Kelemahan penelitian fenomenologi dapat muncul dari peneliti sebagai alat penelitian itu sendiri.
Peneliti fenomenologi harus mampu menerima bahwa persepsi itu relatif, peneliti dapat menjalankan epoche, peneliti harus memiliki kemempuan mendengarkan dan peneliti harus mampu menjalankan empati. Bila hal tersebut kurang mampu dipenuhi oleh peneliti maka penelitian yang dihasilkan kurang dapat menggambarkan kondisi yang akan diteliti
Referensi