1 of 27

Pendekatan FenomenologiPenelitian Kualitatif

Kelompok 2

2 of 27

KELOMPOK 2

Ikeu Nurhidayah

Indanah

Arianti

Dewy Haryanti Parman

Elsa Navianti

NPM : 2106683076

NPM : 2106683082

NPM : 2106769931

NPM : 2006566242

NPM : 2006512492

3 of 27

02

01

Pendekatan Fenomenologi

Kelebihan & Keterbatasan

03

Rancangan Studi

04

Sampling, Tempat & Kasus

05

Pengumpulan Data

PENDEKATAN FENOMENOLOGI

Issue Etik

06

4 of 27

PENDEKATAN FENOMENOLOGI

01

5 of 27

Studi Fenomenologi

Studi fenomenologi

    • menggambarkan hal bermakna yang terjadi  pada individu sebagai fenomena dari pengalaman hidup mereka.
    • berfokus menggambarkan partisipan yang mengalami suatu fenomena yang sama.
    • Tujuan dasar fenomenologi adalah untuk mereduksi pengalaman individu menjadi deskripsi.

Peneliti kualitatif

    • mengidentifikasi fenomena bahwa pengalaman manusia merupakan sebuah objek.
    • Pengalaman manusia ini mungkin fenomena seperti insomnia, ditinggalkan, kemarahan, kesedihan, atau menjalani prosedur operasi.
    • Peneliti kemudian mengumpulkan data dari orang-orang yang telah mengalami peristiwa tersebut dan mengembangkan deskripsi gabungan dari pengalaman seluruh individu.
    • Deskripsi ini terdiri dari “apa” yang mereka alami dan “bagaimana” mereka mengalaminya (May & Holmes, 2012).

Riset ini membantu untuk memahami pengalaman orang lain dan makna yang didapat atau dirasakan dengan melihat dunia individu tersebut melalui pandangan orang lain (Cresswell & Pot, 2018). 

6 of 27

Edmund Husserl & Heidegger : fenomenologi deskriptif

Edmund Husserl (1859-1938)

Sejarah & Belakang Fenomenologi

Diperkenalkan pertama kali pd abad 20

Heidegger (1889-1976)

Afiyati & Rachmawati, 2014)�

memberikan deskripsi, refleksi, interpretasi, dan modus riset yang menyampaikan intisari dari pengalaman kehidupan individu yang diteliti

mengambil sikap yang lebih interpretatif yang mengakui latar belakang peneliti dan pengetahuan yang melekat pada fenomena

7 of 27

Sejarah & Belakang Fenomenologi

Fokus pendekatan fenomenologi

Tujuan studi fenomenologi

memahami keunikan fenomena dunia kehidupan individu, bahwa realitas dunia kehidupan masing-masing individu itu berbeda

mendeskripsikan, menginterpretasikan & menganalaisis data secara mendalam, lengkap , terstruktur untuk memperoleh intisari (essence) pengalaman hidup individu membentuk kesatuan makna atau arti dari pengalaman hidup tersebut dalam bentuk cerita, narasi, dan bahasa/perkataan masing-masing individu

Fenomenologi sering dihubungkan dengan istilah hermeneutics (ilmu tentang interpretasi dan eksplanasi) (Afiyati & Rachmawati, 2014)

8 of 27

Fenomenologi Transenden / Deskriptif

JENIS & VARIASI PENDEKATAN FENOMENOLOGI (Van Manen, 2011)

Fenomenologi hermeneutik

Fenomenologi linguistik

Fenomenologi eksistensialis

Edmund Husserl, 1859-1938

Martin Heidegger, 1889-1976

Merleau-Ponty, 1908-1961 & Jean-Paul Sartre, 1905-1980

9 of 27

Fenomenologi dalam keperawatan (Wojar & Swanson, 2007)

Fenomenologi Hermeunetik (Interpretatif)

Fenomenologi Deskriptif

10 of 27

Perbandingan Pendekatan Deskriptif dan Interpretive �pada Metode Fenomenologi (Wojnar & Swanson, 2007)  

Pendekatan Descriptive

Pendekatan  Interpretive

  1. Fokus atau menitikberatkan pada penggambaran esensi universal
  2. Melihat seseorang sebagai perwakilan dari dunia dimana ia tinggal
  3. Meyakini bahwa kesadaran adalah apa yang manusia bagikan
  4. Refleksi diri dan kesadaran merupakan hasil dari “pengupasan” pengetahuan sebelumnya membantu menyajikan deskripsi fenomena
  5. Kepatuhan pada ketetapan ilmiah yang untuk memastikan deskripsi esensi universal
  6. Bracketing memastikan bahwa interpretasi bebas dari bias
  1. Menekankan pemahaman fenomena dalam konteks
  2. Memandang seseorang sebagai makhluk yang menafsirkan diri sendiri
  3. Meyakini  bahwa konteks budaya, praktik, dan bahasa merupakan hal yang dibagikan oleh manusia
  4. Sebagai makhluk prarefleksif, peneliti secara aktif bersama-sama menciptakan interpretasi fenomena
  5. Seseorang perlu menetapkan kriteria kontekstual agar dapat mempercayai interpretasi yang diciptakan bersama
  6. Pemahaman bersama oleh peneliti dan partisipan yang membuat interpretasi menjadi bermakna

11 of 27

02

RANCANGAN STUDI

12 of 27

KERANGKA KERJA

fenomenologi harus mengacu :

    • manfaat,
    • aksesibilitas
    • homogenitas subjek

kegiatan-kegiatan:

    • bracketing,
    • intuisi,
    • analisis
    • deskripsi
    • interpretasi

13 of 27

MASALAH & PERTANYAAN PENELITIAN

Creswell (2013) permasalahan membutuhkan pendekatan kualitatif :

pemahaman pada fenomena yang akan diteliti ataupun yang mendasarinya sangat kompleks

masih terdapat kerancuan atau bias data/ informasi dari fenomena yang diteliti atau masih terdapat kesenjangan/ gap antara informasi satu dengan lainnya;

belum komprehensifnya temuan-temuan yang ada dalam menjelaskan fenomena yang diteliti, / variabel-variabel atau teori dasar yang menjelaskan fenomena yang diteliti belum diketahui;

situasi-situasi untuk memahami kehidupan manusia yang kompleks dan multidimensi sebagai individu yang unik yang membutuhkan pemahaman lebih mendalam dan terinci dari temuan-temuan sebelumnya;

diperlukannya pengembangan suatu gagasan atau ide untuk menghasilkan suatu teori atau kerangka konsep yang merefleksikan berbagai realitas sosial dari fenomena yang diteliti; serta

kebutuhan untuk memberdayakan individu untuk berbagi cerita, mendengarkan cerita pengalaman hidupnya, dan mendekatkan hubungan yang sering kali terjadi di antara peneliti dan individu yang diteliti.

14 of 27

“Apa pengalaman subjek terhadap suatu fenomena.

Apa perasaannya terhadap fenomena tersebut.

Apa makna yang diperoleh subjek atas fenomena tersebut.

Contoh pertanyaan penelitian dalam studi fenomenologi (Kahija, 2017)

15 of 27

Tujuan Penelitian Studi Fenomenologi�

Tujuan Penelitian Studi Fenomenologi

mendeskripsikan, menginterpretasikan dan menganalisis data secara mendalam, lengkap, dan terstruktur untuk memperoleh inti pengalaman hidup individu membentuk kesatuan makna atau arti dari pengalaman hidup tersebut dalam bentuk cerita, narasi, dan bahasa/perkataan masing-masing individu

16 of 27

SAMPEL, TEMPAT & KASUS

Besaran sampel 10 / tergantung dari kejenuhan data

Cresswell, 2014

Lokasi bisa di tempat tertetu atau tersebar

Penulis harus bisa menjelaskan secara detail

Sampel / Informasn tergantung dari kapabilitas yang akan di wawancara sesuai dengan pengalaman hidup

17 of 27

Pengumpulan data Pendekatan Fenomenologi

Penelitian kualitatif memiliki ciri fleksibel, terbuka dan responsive terhadap konteks

pengambilan sampel, pengumpulan data, analisis dan interpretasi dalam kualitatif adalah saling berkaitan, dan bukan mengikuti tahapan satu demi satu

(Fossey , 2002)

18 of 27

langkah maju-mundur yang bisa berulang antara pengumpulan dan analisis data

19 of 27

Studi Dokumentasi

Metode Pengumpulan Data Kualitatif Fenomenologi

Observasi

Kelompok Fokus

Wawancara semi Terstruktur

20 of 27

Reading and re-reading;

Initial noting;

Developing emergent themes

Searching for connection across emergent themes;

Moving the next cases;

Looking for patterns across cases. 

Wawancara : �In Depth Interview�Dianalisis dengan Interpretative Phenomenological Analysisis (IPA)

21 of 27

ISSUE ETIK

tiga aspek Kode Etik Penelitian Kualitatif :

etika penelitian,

Etika berprilaku,

Etika publikasi

22 of 27

ISSUE ETIK

Menurt Creswell, terdapat empat tantangan yang umumnya dihadapi para peneliti fenomenologi

Peneliti dituntut memiliki pemahaman yang kuat dan mendalam dalam hal persepktif filosofis terhadap fenomena yang diteliti.

Peneliti harus berhati-hati dalam pemilihan dan penentuan subjek penelitian.

Menentukan batasan atau pengertian ikhwal pengalaman. Pengalaman yang diangkat dalam fenomenologi haruslah mempunyai batasan yang jelas.

Peneliti dtuntut memiliki kejelian dalam hal memutuskan bagaimana dan dengan cara apa pengalaman pribadinya bisa terlibat dalam peneltian yang dilakukan.

23 of 27

Kelebihan/keunggulan dan keterbatasan studi fenomenologi

No

Kelebihan

Keterbatasan

1

Meningkatkan pemahaman tentang pengalaman sehari-hari

Risiko kurang tepat merepresentasikan fenomena

2

Pendekatan yang memfasilitasi pengumpulan informasi secara sistematis tentang bagaimana individu melewati suatu peristiwa

Risiko penyampaian temuan yang tidak lengkap

3

Menggambarkan deskripsi peristiwa secara lengkap

Ketidakmampuan menggeneralisasi dari pengalaman yang telah digali

4

Kemampuan orang lain untuk mengenali pengalaman mereka 

Risiko menggali pengalaman traumatik terutama pada kelompok yang rentan (contoh partisipan dengan post traumatic syndrom disorder)

24 of 27

Kelemahan Lain Studi Fenomenologi�

Peneliti dapat menjadi tidak reflektif

peneliti harus memiliki komitmen pada dirinya sendiri untuk mengawasi dirinya sendiri. Hal tersebut bermaksud agar data penelitian benar berasal dari subjek yang diteliti.

Hal ini rentan terjadi pada penelitian pada topik sensitif dan ada hubungannya dengan peneliti.

25 of 27

Kelemahan Lain Studi Fenomenologi�

Kelemahan penelitian fenomenologi dapat muncul dari peneliti sebagai alat penelitian itu sendiri.

Peneliti fenomenologi harus mampu menerima bahwa persepsi itu relatif, peneliti dapat menjalankan epoche, peneliti harus memiliki kemempuan mendengarkan dan peneliti harus mampu menjalankan empati. Bila hal tersebut kurang mampu dipenuhi oleh peneliti maka penelitian yang dihasilkan kurang dapat menggambarkan kondisi yang akan diteliti

26 of 27

Referensi

  1. Afiyanti, Y. & Rachmawati, N. I. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif dalam Riset keperawatan. Jakarta: Raja Grafindo Persada
  2. Asih, I. D. (2005). Fenomenologi Husserl: Sebuah Cara “Kembali ke Fenomena.” Jurnal Keperawatan Indonesia , 9(2), 75–80
  3. Busetto, L., Wick, W. & Gumbinger, C. How to use and assess qualitative research methods. Neurol. Res. Pract. 2, 14 (2020).
  4. Creswell. J.W. (2014). Reseach Design : Qualitative, Quantitative and Mixed Methodes Approaches, 4th EditionSAGE  Publcation. Inc. London.
  5. Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative Inquiry & Research Design. SAGE May, A. le, & Holmes, S. (2012). Introduction to Nursing Research. Taylor and Francis Group 
  6. Kahija. La. YF. (2017). Penelitian Fenomenologis Jalan Memahami Pengalaman Hidup. Yogyakarta: PT Kanisius. 
  7. May, A. le, & Holmes, S. (2012). Introduction to Nursing Research. Taylor and Francis Group 
  8. Spiegelberg, H. (1978). The phenomenological movement: A historical introduction. The hague: Matinus Nijhoff.
  9. Streubert, H. J., & Carpenter, D. R. (2003). Qualitative Research in Nursing: Advancing The Humanistic Imperative (3rd ed.). Phildelphia: Lippincott
  10. Wojnar, D. M., & Swanson, K. M. (2007). Phenomenology: an exploration. Journal of holistic nursing : official journal of the American Holistic Nurses' Association, 25(3), 172–185. https://doi.org/10.1177/0898010106295172.

27 of 27

Terima Kasih

CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo, including icons by Flaticon and infographics & images by Freepik