1 of 21

MANAJEMEN�MUTU

2 of 21

Mampu menguraikan konsep manajemen mutu

  1. Konsep manajemen mutu
  2. Pengukuran mutu
  3. Pengendalian mutu
  4. Penggunaan alat pengendalian mutu
  5. Acceptence sampling
  6. Proses pengendalian mutu

3 of 21

KONSEP MANAJEMEN MUTU

3

  • Sebuah filsafat atau budaya organisasi yang menekankan kepada upaya menciptakan mutu yang konstan melalui setiap aspek organisasi.
  • 3 pilar utama dalam konsep manajemen mutu:
    1. Fokus kepada pelanggan (customer focus)
    2. Peningkatan berkesinambungan dengan berbasis fakta berdasarkan konsep kaizen dan siklus PDCA (Plan Do Check Action)
    3. Partisipasi menyeluruh dari semua tingkatan sumberdaya manusia (total participation)
  • Prinsip dasar manajemen mutu adalah:
    • Setiap orang memiliki pelanggan
    • Setiap orang bekerja dalam sistem
    • Semua sistem menunjukan variasi
    • Mutu bukan pengeluaran biaya tetapi investasi
    • Peningkatan mutu harus dilakukan sesuai perencanaan
    • Peningkatan mutu harus menjadi pandangan hidup
    • Manajemen berdasarkan fakta dan data
    • Fokus pengendalian (control) pada proses bukan pada hasil

4 of 21

4

KUALITAS ADALAH UKURAN SEBERAPA DEKAT SUATU BARANG ATAU LAYANAN SESUAI DENGAN STANDAR YANG DITENTUKAN

STANDAR MUTU

ATRIBUT

Kinerja

Keandalan

Penampilan

Komitmen

VARIABEL

Tampilan Produk

Ketahanan

Fungsi produk

5 of 21

PENGUKURAN MUTU

MUTU ADALAH SUATU KONDISI DINAMIS DARI KESELURUHAN CIRI ATAU KARAKTERISTIK PRODUK ATAU JASA DALAM TUJUANNYA UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN DAN HARAPAN PELANGGAN.

  • Element – element mutu:
    1. Usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan
    2. Produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan
    3. Kondisi yang selalu berubah
  • Mutu terbaik bukan pada produk akhir tetapi pada proses.
  • Dimensi mutu pada jasa: communication, credibility, security, knowing the customer, tangibles, reability, responsiveness, competence, access dan courtesy.
  • Langkah peningkatan mutu pada jasa:
    • Mengidentifikasi penentu utama mutu jasa
    • Mengelola harapan pelanggan
    • Mengelola mutu jasa
    • Mengembangkan budaya mutu

MUTU DALAM KONSEP RELATIF DIUKUR DARI SISI PELANGGAN INTERNAL DAN EKSTERNAL

5

6 of 21

PENGAWASAN MUTU

  • Pemilihan objek kontrol
  • Pemilihan satuan ukuran
  • Penetapan nilai standar
  • Pemilihan alat penginderaan yang bisa diukur
  • Pengukuran performa aktual
  • Penafsiran perbedaan antara aktual dan standar
  • Pengambilan tindakan.

6

Kontrol adalah proses di mana standar ditetapkan dan memenuhi standar.

7 of 21

FAKTOR FUNDAMENTAL YANG MEMPENGARUHI KUALITAS PRODUK DAN LAYANAN

  • Pasar
  • Uang
  • Manajemen
  • Tenaga kerja
  • Motivasi
  • Bahan
  • Mesin dan mekanisasi
  • Metode informasi modern
  • Peningkatan persyaratan produk

7

8 of 21

INSPEKSI

Tujuan inspeksi sebagai berikut:

  • Mendeteksi dan menghapus bahan baku yang rusak sebelum mengalami produksi.
  • Mendeteksi produk yang salah dalam produksi bilamana terdeteksi.
  • Menemukan kelemahan dan mengatasi masalah sebelum menjadi serius dengan membawa fakta tersebut kepada manajer.
  • Mencegah keluhan pelanggan dan memnuhi kepuasan pelanggan.
  • Mempromosikan reputasi kualitas dan keandalan produk

8

9 of 21

INSPEKSI

Tipe

  • Pemeriksaan dasar
  • Pemeriksaan terpusat
  • Inspeksi gabungan
  • Pemeriksaan fungsional
  • Inspeksi bagian pertama
  • Inspeksi bagian contoh
  • Pemeriksaan akhir

9

10 of 21

PENGENDALIAN MUTU

Suatu upaya yang dilaksanakan secara berkesinambungan dan sistematis dan objektif dalam memantau dan menilai barang, jasa, dan pelayanan yang dihasilkan oleh perusahaan dibandingkan dengan standar yang ditetapkan serta menyelesaikan masalah yang ditemukan dengan tujuan untuk memperbaiki mutu.

Dimensi Pokok Mutu

Bukti langsung (tangible)

Keandalan (reliability)

Daya tanggap (responsiveness)

Empati

Standart yang ditetapkan menyelesaikan masalah

LANGKAH – LANGKAH PERBAIKAN MUTU

10

11 of 21

Daming’s 14 Points

11

12 of 21

Faktor Penghambat 14 Points

  • Kurangnya keajengan tujuan
  • Penekanan pada laba jangka pendek
  • Sistem pemeriksaan personal berdasarkan sasaran tanpa menyediakan metode atau standart
  • Mobilitas manajemen dan pergantian personil dalam posisi kepemimpinan secara terus menerus
  • Hanya menggunakan data dan informasi yang tampak (visible) dalam pengambilan keputusan
  • Produk, proses, maupun tempat kerja yang tidak aman bagi keselematan kerja karyawan
  • Biaya hutang perusahaan berlebihan

12

13 of 21

ALAT PENGENDALIAN MUTU STATISTIK�(Kouru Ishikawa, 1968)

13

Check Sheet

Diagram Pareto

Diagram Tebar

Histogram

Grafik

14 of 21

ALAT PENGENDALIAN MUTU STATISTIK�(Mikel Harry dan Richard Schroeder, 1970)

14

  • Sigma dikenal dengan simpangan baku dalam statistik.
  • Six Sigma disebut strategi karena terfokus pada peningkatan kepuasan pelanggan, disebut disiplin ilmu karena mengikuti model formal, yaitu DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) dan alat karena digunakan bersamaan dengan yang lainnya, seperti Diagram Pareto (Pareto Chart) dan Histogram.
  • Suatu proses dikatakan baik apabila berjalan pada suatu rentang yang disepakati.
  • Rentang tersebut memiliki batas,
    • Batas atas atau USL (Upper Specification Limit)
    • Batas bawah atau LSL (Lower Specification Limit'')
  • Proses yang terjadi di luar rentang disebut cacat.
  • Proses Six Sigma adalah proses yang hanya menghasilkan DPMO (defect permillion opportunity).
  • Contoh rentang batas USL dan LSL Pada rokok jenis tertentu, perusahaan menginginkan kandungan nikotin rata-rata sebesar 1.8 miligram per batang dengan batas toleransi 0.05 mg. Dalam hal ini kita menyatakan bahwa nilai target adalah

T=1.8

USL=1.8 + 0.05=1.85

LSL=1.8 – 0.05 = 1.75

15 of 21

ALAT PENGENDALIAN MUTU STATISTIK�(Design of Experiment)

15

  • Design Of Experiment merupakan suatu uji dengan mengubah-ubah variabel faktor sehingga penyebab-penyebab perubahan pada respons diketahui.
  • Istilah –isitilah yang yang biasa muncul seperti Jumlah variable Faktor, Jumlah level pada setiap falktor,Replikasi, Randomisasi dan variable faktor terkelompok.
  • Variabel Respons disebut juga variable output atau Y
  • Variable factor disebut juga variable input atau x. variable faktor diseleksi dan variable yang hanya memilki pengaruh kuat terhadap variable respons yang dipilih.
  • Level disebut juga setting atau pengaturan. Level merupakan tingkatan dari faktor. Nilai tingkatan dapat kuantitatif maupun kualitatif.

16 of 21

ALAT PENGENDALIAN MUTU NON STATISTIK

  1. Single point lesson
  2. Suggestion Schame
  3. 5 5 Cando
  4. 5 Whys
  5. 7 Wastes
  6. Poka Yoke
  7. Siklus Deming (PDCA)
  8. Diagram Sebab Akibat (Fishbone)
  9. Source inspection
  10. Balanced Scorecard
  11. Flow Chart

16

17 of 21

ALAT PENGENDALIAN MUTU NON STATISTIK (4)

17

18 of 21

ALAT PENGENDALIAN MUTU NON STATISTIK (5)

18

19 of 21

ALAT PENGENDALIAN MUTU NON STATISTIK (6)

19

20 of 21

ALAT PENGENDALIAN MUTU NON STATISTIK (11)

20

21 of 21

THANK YOU!