1 of 10

ugm.ac.id

Pengantar Pleno 2, Forum Nasional XVI

Tantangan Pendanaan Kesehatan: Membaca Masa Kini dan Masa Depan dengan Skenario

Merakyat, Mandiri, Berkelanjutan

Inclusive, Self-Reliant, Sustainable 

2 of 10

Pengantar

Pleno 2 ini membahas tantangan masa kini dan masa depan pendanaan kesehatan dengan pendekatan skenario

3 of 10

Pleno 2 membaca sumber dana pemerintah saat ini dan BPJS

3

​

APBN-APBD

BPJS

Askes Swasta

Filantropi

Out-of-pocket

ILP-Pelayanan Primer (Paralel 1)

​

​

​

​

​

Rumah Sakit (Paralel 2)

​

​

​

​

​

Bencana (Paralel 6)

​

​

​

​

​

Pleno 2: seluruh sumber dana untuk seluruh tujuan, dibaca bersama

Paralel 5 membahas efisiensi dana BPJS lewat pencegahan dan penindakan fraud.

Pleno 1

Apa yang terjadi dalam pendanaan kesehatan?

Pleno 2 (kita di sini)

Tantangan masa kini dan masa depan, dengan pendekatan skenario

Hari 2: Pleno 3

Ikhtiar pemerintah meningkatkan pendanaan

Hari 2: workshop dan Pleno 4

Arah revisi UU SJSN dan UU BPJS, advokasi

Forum Nasional XVI | Pleno 2: Pendanaan Kesehatan dengan Pendekatan Skenario

4 of 10

Sumber dana Pemerintah:

Ruang fiskal sempit: anggaran kesehatan hanya naik 1,7%, pagu Kemenkes turun 10%

Outlook 2026 vs RAPBN 2027 (Rp triliun)

Rehabilitasi 10.000 Puskesmas dijanjikan (±Rp4 M per unit ≈ Rp40 T, hitungan), padahal DAK fisik 2027 hanya Rp5 T.

Sumber: DJPb Kemenkeu 18 Agu 2026 (RAPBN 2027); Databoks Katadata

5 of 10

Pak Roni Palian, SE., MA

  • Perbedaan Fiskal Antar Daerah dan Keberlanjutan Pendanaan Kesehatan

Merakyat, Mandiri, Berkelanjutan | Inclusive, Self-Reliant, Sustainable 

6 of 10

Beban JKN melampaui iuran sejak 2023; penyangga dana tinggal 1,88 bulan klaim

Gambar : pendapatan iuran vs beban jaminan DJS Kesehatan, Rp triliun. Sumber gambar: Kemenkes (2026a) dari Laporan Pengelolaan Program JKN; BPJS Kesehatan (2026). 2025* belum diaudit; RKAT 2026 adalah rencana.

109,05%

rasio klaim 2025 (DJSN); versi lain 107,69–108,27%

±Rp2 T/bln

defisit DJS 2026: klaim Rp16–16,5 T vs iuran ±Rp14 T

Rp30,04 T

aset neto akhir 2025 (2024: Rp48,79 T) = 1,88 bulan klaim

Rp20 T

tambahan APBN Okt–Nov 2026 (PMK 73/2026); gagal bayar Juli 2027 bila tanpa intervensi

Sumber: DJSN Laporan Bulanan JKN Des 2025; Bisnis 2 Jul 2026 (aset neto); CNN Indonesia 10 Jun 2026 (Raker Komisi IX 9 Jun 2026); PMK 73/2026 (Kemenkeu, 1 Okt 2026); Suara.com 13 Okt 2026. Angka 2025 pada gambar (iuran 176,3; beban 190,3) berbeda tipis dari DJSN (176,7; 192,7).

7 of 10

Direktur Utama BPJS Kesehatan/Perwakilan

  • dr. Wahyudi Putra Pujianto Kepala Cabang BPJS Sleman 
  • Keberlanjutan Pembiayaan JKN dalam Menghadapi Perubahan Demografi dan Epidemiologi

​

Merakyat, Mandiri, Berkelanjutan | Inclusive, Self-Reliant, Sustainable 

8 of 10

Bagaimana situasi keuangan obat?

  • Prof.apt. Hesty Utami R, M.Clin.Pharm.,PhD
  • Follow the Money: Peran Pembiayaan dan Arus Kas dalam Pengadaan Obat di Indonesia --- Preliminary Findings �

Merakyat, Mandiri, Berkelanjutan | Inclusive, Self-Reliant, Sustainable 

9 of 10

Bagaimana Aspek Revisi Regulasi Hukum untuk perubahan kebijakan pemerintah?

  • Dr. Rimawati, SH., MH
  • Tantangan Regulasi Pendanaan Kesehatan: Apakah Kerangka Hukum Saat Ini Masih Layak?

​

Merakyat, Mandiri, Berkelanjutan | Inclusive, Self-Reliant, Sustainable 

10 of 10

Mari kita ikuti…

Merakyat, Mandiri, Berkelanjutan | Inclusive, Self-Reliant, Sustainable