Bahasa Indonesia
MEDIA MENGAJAR
UNTUK SD/MI KELAS 2
PERASAAN YANG PERNAH KUALAMI
BAB 1
TUJUAN PEMBELAJARAN:
2.1 menjelaskan kata dan ekspresi tentang perasaan (membaca dan memirsa);
3.1 menceritakan pengalaman tentang perasaan dengan bantuan peta berpikir (berbicara);
2.2 mengidentifikasi ungkapan pujian, pemberitahuan, dan petunjuk (membaca);
4.1 menulis ungkapan pujian, pemberitahuan, dan petunjuk (menulis);
1.1 mengidentifikasi ucapan ajakan, imbauan berupa perintah, tolong, penolakan, dan permintaan maaf (menyimak);
3.2 memperagakan percakapan berisi ucapan ajakan, imbauan berupa perintah, tolong, penolakan, dan permintaan maaf (berbicara);
4.2 menulis kalimat menggunakan huruf kapital pada awal kalimat dan unsur nama orang (menulis).
Pernahkah kamu merasa senang atau marah?
Senang dan marah merupakan contoh perasaan.
Macam-macam perasaan adalah sebagai berikut:
Macam-Macam Perasaan
sedih
bangga
takut
malu
terkejut
Perasaan muncul karena sebab tertentu.
Kamu senang karena
menang lomba mewarnai.
Kamu sedih karena mainanmu rusak.
Kamu terkejut ketika mendengar suara petir
atau balon meletus.
Ucapan adalah kata yang diucapkan. Ucapan disebut juga ungkapan.
Ucapan dapat berisi:
pujian
pemberitahuan
petunjuk
Ucapan pujian untuk memuji seseorang atau sesuatu. Contoh kalimat pujian:
Wah, indah sekali pelangi itu!
Ucapan pemberitahuan untuk memberikan informasi kepada orang lain.
Contoh:
“Citra, kamu diminta Pak Guru untuk menjadi Dokter Kecil.”
Beni, kamu ditunjuk Ibu Guru untuk menjadi petugas upacara Senin nanti.
Nak, bagaimana cara ke rumah Pak RT, ya?
Bapak berjalan ke
arah sana.
Nanti di pertigaan, Bapak belok ke kiri.
Rumah Pak RT ada di kanan jalan.
Ucapan petunjuk untuk menjelaskan cara melakukan sesuatu.
Contoh:
“Gambarlah motif bunga di selembar kertas.
Selanjutnya, warnailah gambar tersebut.”
Contoh: “Ayo, Beni, kita pulang bersama!”
Ucapan imbauan dapat berupa perintah.
Contoh: “Gunakan helm dan pelindung lutut ketika bersepeda!”
Contoh: “Tolong bantu aku membawa buku-buku ini, ya.”
Ucapkan penolakan saat tidak bisa atau
tidak ingin melakukan sesuatu.
Gunakan kata maaf saat mengucapkan penolakan.
Contoh: “Maaf, Beni, aku tidak bisa ikut bersepeda.
Aku ada les nanti sore.”
Ucapkan permintaan maaf saat melakukan kesalahan.
Contoh: “Maaf, aku tidak sengaja menjatuhkan pensilmu.”
Saat menulis, ada kata-kata yang perlu ditulis menggunakan huruf kapital.
Huruf kapital disebut juga huruf besar.
Huruf kapital digunakan pada:
Kue itu dari Citra.
Huruf kapital pada awal kalimat.
Huruf kapital pada nama orang.