PENGOLAHAN BENIH�(SEED PROCESSING)
TUJUAN
KEGIATAN
1. PEMANENAN
Panen biji = Panen buah
Waktu panen : berdasarkan kemasakan buah
l
1. PEMANENAN
INDIKATOR | KRITERIA |
VISUAL |
|
FISIK |
|
FISIOLOGIS |
|
1. PEMANENAN
INDIKATOR | KRITERIA |
ANALISIS KIMIA |
|
KOMPUTASI |
|
1. PEMANENAN
Keuntungan | Kerugian |
|
|
Bila dipanen saat fisiologis
1. PEMANENAN
Contoh: manga, pisang, cempedak, Nangka, alpukat, dll
Contoh: salak, nenas, anggur, cabe, rambutan, dll
1. PEMANENAN
TEKNIK
1. PEMANENAN
TEKNIK
EKSTRAKSI BIJI/BENIH
EKSTRAKSI BIJI/BENIH
EKSTRAKSI BIJI/BENIH
BUAH BASAH
EKSTRAKSI BIJI/BENIH
EKSTRAKSI BENIH
BUAH KERING
2. PENGERINGAN
Tujuan:
Mengurangi kadar air benih sehingga:
2. PENGERINGAN
Kadar air benih memengaruhi viabilitas benih
2. PENGERINGAN
Pengaruh Kadar Air Terhadap Aktivitas Benih
KA benih | Proses |
> 45% | Proses perkecambahan berlangsung |
> 18% | Respirasi sangat tinggi (baik respirasi benih maupun mikroorganisme) sehingga akan menyebabkan terjadinya pemanasan |
12-14 % | Jamur tumbuh pada permukaan dan di dalam benih |
8-9 % | Kadar air aman untuk penyimpanan beberapa jenis benih, sedikit atau tidak ada aktivitas insekta |
4-8% | Aman untuk penyimpanan tertutup |
2. PENGERINGAN
Jenis benih berkaitan dengan pengeringan benih
benih yang tahan terhadap pengeringan (tahan disimpan dalam kadar air benih rendah dan suhu rendah)
benih yang tidak tahan terhadap pengeringan (tidak tahan simpan dengan kadar air benih rendah dan suhu rendah)
2. PENGERINGAN
Teknik:
2. PENGERINGAN
Hal yang harus diperhatikan dalam penjemuran:
2. PENGERINGAN
Beberapa tipe mesin pengering:
2. PENGERINGAN
Beberapa tipe mesin pengering :
2. PENGERINGAN
Suhu pengeringan dipengaruhi oleh :
2. PENGERINGAN
Contoh suhu pengeringan
Jenis benih | Kadar air awal (%) | Suhu max (oC) |
Gandum, Barley | Di atas 24% | 44 |
| 24% atau lebih rendah | 49 |
Kubis-kubisan | 18-20% | 27 |
| 10-17% | 38 |
Tropical grasses | Di atas 18% | 32 |
| 10-18% | 37 |
| Di bawah 10% | 43 |
Kedelai | 20% | 40 |
Jagung (tongkol) | 25-40% | 35 |
| Di bawah 25% | 40 |
3. PEMBERSIHAN DAN PEMILAHAN
3. PEMBERSIHAN DAN PEMILAHAN
3. PEMBERSIHAN DAN PEMILAHAN
3. PEMBERSIHAN DAN PEMILAHAN
No | BJ benih (g/mL) | DB (%) | Vigor (%) | Bobot 100 butir (g) |
1. | < 1,125 | 55,0 c | 45,0 a | 1,75 c |
2. | > 1,125 – 1,150 | 82,0 b | 79,0 b | 2,28 bc |
3. | > 1,150 – 1,175 | 96,5 a | 86,0 a | 2,48 b |
4. | > 1,175 – 1,200 | 97,5 a | 86,5 a | 2,64 a |
5. | > 1,200 | 99,5 a | 88,5 a | 2,70 a |
Daya berkecambah & vigor benih dengan BJ berbeda
4. PERLAKUAN BENIH
Alasan produsen benih melakukan seed treatment:
4. PERLAKUAN BENIH
Jenis seed treatment berdasarkan sifat dasar dan maksud perlakuan:
Bertujuan menghancurkan patogen yang telah menginfeksi benih dan menetap di dalam kulit benih atau jaringan-jaringan yang lebih dalam
Bertujuan untuk menghancurkan spora/patogen yang menempel di kulit/permukaan benih tanpa menempel /menginfeksinya.
4. PERLAKUAN BENIH
Jenis seed treatment berdasarkan sifat dasar dan maksud perlakuan:
Bertujuan menyelimuti/melindungi benih/kecambah muda dari infeksi atau kerusakan oleh patogen, terutama pada awal pertumbuhannya.
SEED COATING AND PELLETING
Metode untuk meningkatkan performa seed dan seedling dengan bahan kimia tertentu.
Tujuan : untuk perlindungan biji dari pathogen, dan meningkatkan perkecambahan
Teknik pelapisan benih : seed coating dan seed pelleting
4. PERLAKUAN BENIH
SEED-COATING : penyemprotan polimer pada benih sehingga benih terlapisi secara solid dan tipis.
4. PERLAKUAN BENIH
SEED PELLETING melapisi benih lebih tebal dengan pellet matrix, mengandung filling materials dan perekat
Tujuan:
4. PERLAKUAN BENIH
4. PERLAKUAN BENIH
5. PENGEMASAN BENIH
Tujuan :
5. PENGEMASAN BENIH
Jenis Kemasan :
5. PENGEMASAN BENIH
Penentuan jenis kemasan dan cara pengemasan benih :
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENGOLAHAN BENIH
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PENGOLAHAN BENIH