1 of 10

Al Mustafa

Open

University

Perempuan dalam Islam 1

Siti Zinatun, M.A.

2024

2 of 10

4. Tema Pembahasan:

  • Faktor internal
  • Faktor eksternal

Hal-hal yang menghalangi perempuan dan laki-laki dalam memperoleh kesempurnaan: Faktor internal dan faktor eksternal

3 of 10

Pengantar -1

  • Allah Swt yang menciptakan manusia, telah membekali manusia sarana untuk mencapai spiritualitas dan menyiapkan jalan suluk untuk bergerak di jalan yang lurus/mustaqim
  • Para Imam as menafsirkan jalan yang lurus ini dan mengajak semua orang, baik laki-laki maupun perempuan, untuk berjalan di atasnya. Allah berfirman:

« وَإِنَّ اللَّهَ لَهَادِ الَّذِينَ آَمَنُوا إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ»

QS al Hajj: 54

  • Untuk mencapai kesempurnaan hakiki, seseorang harus memiliki keimanan dan ketakwaan, dan untuk mencapai kedudukan orang-orang shaleh serta termasuk orang-orang yang mendapatkan ridha Allah, maka hal itu hanya dapat dicapai melalui usaha dan ketaatan serta melaksanakan kehendak-Nya.

4 of 10

Pengantar – 2

  • Selain itu, hendaknya seseorang menjauhi dosa.
  • Namun seringkali manusia akan terhalangi untuk berbuat baik dan ada musuh yang membuat manusia menyimpang dari jalan yang benar.
  • Dalam Al-Qur'an, faktor-faktor seperti mengikuti hawa nafsu, sikap lalai, sombong, mengagung-agungkan diri sendiri, ketergantungan pada dunia adalah faktor-faktor internal yang bisa menghalangi seseorang untuk mendapatkan kedudukan maknawi, sedangkan faktor-faktor luar seperti godaan setan, dan mengikuti jiwa hewani (berkehendak dan menyerang) adalah faktor eksternal yang bisa menghalangi baik Perempuan maupun laki-laki menuju jalan kesempurnaan.

5 of 10

Faktor-faktor dari dalam

  1. Mengikuti Hawa nafsu

  • Dalam ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis-hadis, jiwa-lah yang memerintahkan keburukan dan merupakan musuh yang paling dibenci.«

«اِنَّ النَّفْسَ لَاَمَّارَةٌ ۢ بِالسُّوْۤءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيْۗ» QS. Yusuf: 53

  • Nabi Muhammad saw bersabda: «أَعْدَى عَدُوِّكَ نَفْسُكَ اَلَّتِي بَيْنَ جَنْبَيْكَ»
  • Faktor terpenting dari kerusakan dan kehancuran jiwa adalah mengikuti keinginan hawa nafsu. Sikap ini mengajak manusia untuk berbuat dosa dan kejahatan dan hal ini akan membuat manusia sengsara.
  • Hawa nafsu adalah sifat buruk manusia dan menyebabkan datangnya dosa dan manusia menjadi mudah untuk dikuasai oleh setan. (Thib, Abdul Hasan, Athib al Bayan fi Tafsir al-Quran, jil. 5. hal. 299)

6 of 10

2- Lalai

  • Sikap lalai akan membawa kepada kedudukan manusia ke tingkat yang paling rendah, bahkan terkadang sampai ke tingkat binatang.
  • Orang yang lalai akan memerintahkan orang lain supaya berbuat baik dan melarang berbuat mungkar, padahal ia sendiri yang lebih butuh untuk menerima perintah dan larangan tersebut.
  • Sungguh kezaliman terhadap jiwa dan kerugian yang nyata bagi seseorang jika seseorang lalai terhadap keadaan dirinya sendiri, sebagaimana firman Allah Swt dalam Al-Qur'an:

«أَ تَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَ تَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَ أَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتابَ

أَ فَلا تَعْقِلُونَ»

QS al Baqarah: 44

7 of 10

3. Sombong

  • Kesombongan adalah faktor yang mengusir setan dari pintu Tuhan.
  • Orang yang merasa benar sendiri ingin menunjukkan dirinya lebih tinggi dari orang lain dan menganggap hamba Tuhan sebagai hambanya.
  • Kesombongan adalah salah satu faktor kehancuran diri.
  • Kesombongan berarti seseorang ingin menunjukkan dirinya lebih tinggi dan lebih besar dari orang lain.
  • Dalam Al-Qur'an, Allah telah memperingatkan manusia terhadap tindakan ini

«وَ لا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحاً» QS Lukman: 18

«مرح» diartikan sebagai sombong dan angkuh.

8 of 10

2. Faktor eksternal

1- Godaan Setan

  • Allah Swt telah memperkenalkan setan sebagai musuh yang nyata dan melarang manusia untuk menyembahnya karena setan akan menyesatkan manusia.

«اَلَمْ اَعْهَدْ اِلَيْكُمْ يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ اَنْ لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطٰنَۚ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ. وَاَنِ اعْبُدُوْنِيْ ۗ

هٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيْمٌ. وَلَقَدْ اَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلًّا كَثِيْرًا ۗاَفَلَمْ تَكُوْنُوْا تَعْقِلُوْنَ»QS Yasin: 60-62

  • Setan mengacu pada tingkat jiwa yang menimbulkan pikiran buruk dan tidak murni serta mengajak manusia untuk melakukan hal-hal buruk dan merusak dalam masyarakat.
  • Dengan merefleksikan dan mencermati ayat-ayat tentang laki-laki dan perempuan, bakat dan kapabilitas, tujuan dan nilai, menunjukkan bahwa perempuan mempunyai kepribadian yang utuh dan mandiri sebagaimana halnya laki-laki, serta tidak ada perbedaan identitas manusia antara laki-laki dan perempuan.
  • Baik laki-laki maupun perempuan sama-sama mampu tumbuh dan berkembang, juga bisa saja akan terpeleset dan menyimpang, rentan dan merusak orang lain.

9 of 10

2. Jiwa hewani

  • Dalam ayat-ayat dan riwayat, jiwa manusia dibagi menjadi dua kategori: jiwa manusia, yang merupakan mutiara yang sangat berharga, dan jenis jiwa lainnya adalah jiwa hewani, yang diperkenalkan sebagai makhluk jahat, yaitu musuh manusia, dan sumber kejahatan.
  • Jiwa hewan dikenal sebagai penguasa kejahatan
  • Imam Ali as berkata:

 انّ النفس لامّاره بالسوء فمن ائتمنها خانته و من استنام الیها اهلکته

و من رضى عنها اوردته شرّ الموارد

  • Jiwa selalu memerintahkan kejahatan. Oleh karena itu, siapa pun yang mempercayainya akan mengkhianatinya, dan siapa pun yang mempercayainya akan menghancurkannya, dan siapa pun yang puas dengannya akan membawanya ke hal yang paling buruk. (Amadi, Abdul Wakhid bin Muhamamd, Ghurar al Hikam wa Dur al-Kalim, hal. 226)

10 of 10

Sekian dan Terima kasih