YESUS,� SAHABAT BAGI MEREKA YANG KEHILANGAN
“ Lihatlah. Ia sungguh mengasihi dia ! “
( TB. Yoh 11 : 36 )
PERTEMUAN KE 2
LATAR BELAKANG
PENDAHULUAN
Gagasan Teologis Injil Yohanes
PENAFSIRAN PERIKOP
PENAFSIRAN PERIKOP
Peristiwa kematian dan kebangkitan Lazarus mengisyaratkan apa yang akan terjadi dengan Yesus yang pergi ke Yudea untuk mati dan dibangkitkan dari kematian.
Maria (kakak Marta) pergi ke kubur Lazarus untuk meratap dan bertemu Yesus, mengantisipasi Maria Magdalena yang menangis di makam dan bertemu dengan Yesus yang bangkit (Yoh. 20:11-16).
STRUKTUR KISAH
Yesus memutuskan untuk pergi ke Yudea dan diprotes oleh murid-muridNya.
Yesus mengungkapkan diriNya sebagai kebangkitan dan hidup, tetapi Marta keliru memahaminya.
Maria pergi untuk meratapi Lazarus di kuburnya bersama-sama dengan orang Yahudi lainnya.
Yesus memanggil dan membangkitkan Lazarus sehingga orang-orang yang meragukan dan tidak percaya menjadi percaya bahwa Yesus adalah Dia yang diutus oleh Allah.
PENAFSIRAN PERIKOP �(membaca secara mendalam)
Siapa Lazarus, Marta, dan Maria? Apa persoalan yang menimpa keluarga tersebut? Bagaimana sikap dan reaksi Yesus terhadap persoalan yang menimpa keluarga itu.
Bagaimana pertentangan Yesus dengan murid-muridNya atas keputusan Yesus? Apa arti perkataan Yesus “Lazarus, saudara kita, telah tertidur.” ?
“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.” (Ayat 25-26a). Penting direnungkan: Percaya kepada-Nya merupakan jalan satu-satunya menuju kebangkitan dan hidup.
Bagaimana relasi Yesus dengan Maria? Bagaimana reaksi Yesus ketika mendatangi kubur Lazarus?
Yesus memanggil dan membangkitkan Lazarus. Orang yang meragukan dan tidak percaya menjadi percaya bahwa Yesus, Dia yang diutus Allah. Renungkan doa Yesus kepada Bapa sebelum peristiwa pembangkitan.
PESAN DAN PENERAPAN