EVENT BASED SURVEILLANCE�(SURVEILANS BERBASIS KEJADIAN)
Substansi Surveilans �Pelatihan Penggunaan Aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR)
Bagi Petugas Surveilans di Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota
Yogyakarta, 11-13 Januari 2022
EDY PURWANTO, SKM, M.KES��EPIDKES AHLI MADYA �DIREKTORAT SURVEILANS DAN KARANTINA KESEHATAN�EDY.SUKSES.MULYA@GMAIL.COM�081315346823
Hasil Pembelajaran�(TPU)
Peserta mampu melakukan surveilans berbasis kejadian (EBS)
Indikator Hasil Belajar
Peserta mampu:
Apa yang dimaksud dengan
Surveilans Berbasis Kejadian
(Event Based Surveillance)???
LANGKAH-LANGKAH IDENTIFIKASI DAN PENYARINGAN RUMOR PENYAKIT.�
POKOK BAHASAN
Pengertian Surveilans Berbasis Kejadian/ Event Based Surveilans
Surveilans berbasis kejadian (EBS):
Pengumpulan, pemantauan, penilaian dan interpretasi informasi ad hoc yang sebagian besar tidak terstruktur mengenai kejadian atau risiko kesehatan, yang mungkin merupakan risiko akut bagi kesehatan manusia.
Sumber EBS
Sumber utama termasuk laporan ad hoc dari fasilitas kesehatan (RS, puskesmas), laboratorium, masyarakat, bidan desa, kader kesehatan di masyarakat, praktik pengobatan tradisional, pengobatan alternative, pharmasi, KKP, hotline kesehatan, instansi pendidikan, industry, NGO, PMI, lintas sektor (sektor kesehatan hewan, satwa liar, terutama untuk penyakit zoonosis), entomolog, pengendali vektor, institusi keamanan pangan, polisi, media, internet, sosal media. Crossborder / komunikasi pada daerah lintas batas.
Definisi Rumor
Rumor penyakit adalah informasi penyakit yang dapat berpotensi menimbulkan KLB, tetapi belum terverifikasi kebenarannya.
Rumor penyakit didapatkan dari informasi media, masyarakat, fasilitas kesehatan dan sumber informasi lainnya.
Langkah-langkah Identifikasi Rumor Penyakit
Pasif: petugas menerima laporan rumor dari sumber rumor.
Aktif: petugas melakukan identifikasi rumor melalui media massa (TV, radio, media sosial, website, dll).
Langkah-Langkah Penyaringan Rumor Penyakit
Penyaringan rumor dilakukan dengan triase yang terdiri dari penyaringan, seleksi untuk identifikasi sinyal untuk verifikasi lebih lanjut.
Triase informasi EBS dibagi dalam dua langkah
Langkah 1: Penyaringan (Filtering)
Langkah 2: Seleksi/ Pemilihan
Langkah 1: Penyaringan (Filtering)
Penyaringan adalah proses menyaring duplikat dan informasi yang tidak relevan.
Seleksi/ Pemilihan
Seleksi adalah pemilahan informasi menurut kriteria prioritas sebuah kejadian yang termasuk sebuah kejadian serius, tidak biasa dan tidak terduga.
“Mengeluarkan” informasi dan laporan tentang penyakit yang tidak diprioritaskan seperti: flu biasa, atau terkait dengan peningkatan kasus yang konsisten dengan periodisitas musiman yang sudah diketahui.
Berdampak besar pada kapasitas EBS untuk memberikan deteksi dini.
Dilakukan oleh personil terlatih secara epidemiologi untuk mengidentifikasi kejadian yang perlu dilakukan verifikasi dan dinilai risikonya.
Perlu memperhatikan tingkat kejadian (termasuk di tingkat provinsi dan lokal), musiman biasa dan variasi tahunan, distribusi regional penyakit, yang diketahui pada populasi berisiko dan tingkat keparahan kejadian yang dilaporkan.
Contoh perangkap klasik harus dihindari dalam penilaian informasi
Contoh kejadian biasa dan kasus yang tidak biasa
Kejadian Biasa:
Kejadian Tidak Biasa
Elemen lain yang terkait dengan kejadian yang perlu juga dipertimbangkan dalam proses seleksi:
Kriteria seleksi untuk sinyal kewas-padaan
Geografi/ Populasi | Keparahan | Agen penyakit |
|
|
|
Quiz
Mana yang relevan informasi di bawah ini masuk ke dalam Event Based Surveillance:
A. Kantor Kesehatan Pelabuhan melaporkan ke Dinas Kesehatan adanya 5 ABK Kapal dari China yang sakit parah pneumonia membutuhkan pertolongan medis dan perlu perawatan.
B. Laporan dari RS adanya korban kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan 10 orang luka ringan, 2 orang luka berat dan 1 orang meninggal dunia.
C. Informasi dari panitia penyelenggara lari marathon bahwa ada 2 peserta dari LN yang menderita pneumonia
VERIFIKASI RUMOR PENYAKIT MENGGUNAKAN PRINSIP-PRINSIP PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI
POKOK BAHASAN
Verifikasi Rumor:
Contoh verifikasi bervariasi menurut sumber dan kejadian
Analisis Risiko
Proses Penilaian Risiko
Penilaian Bahaya
Penilaian Paparan
Analisis Konteks
Karakterisasi Risiko
Penilaian Bahaya
Penilaian Paparan
Analisis Konteks
Karakteristik Risiko
Karakterisasi Kejadian
Discard (Dikeluarkan) | Peristiwa yang tidak menimbulkan risiko langsung terhadap kesehatan manusia harus dikeluarkan. |
Monitor | Klasifikasi ini sesuai ketika respons spesifik belum diperlukan, tetapi ada potensi kejadian yang serius dan membutuhkan respons yang tepat. Kategori ini dapat mencakup situasi di mana informasi tambahan sedang dikumpulkan, hasil laboratorium tertunda, ada peristiwa internasional dengan potensi impor kasus ke negara tersebut, ada risiko kesehatan tanpa kasus manusia untuk saat ini, dll. Tindak lanjut dan penilaian risiko tambahan harus diulang berdasarkan informasi yang baru diterima. |
Respon | Respon harus terjadi ketika penyelidikan lapangan lebih lanjut atau tindakan pengendalian diperlukan untuk menghentikan transmisi. Respon dapat berupa saran teknis, penyelidikan epidemiologi dan penaggulangan, atau koordinasi tanggapan untuk wabah multi-provinsi. |
Ditutup (Closed) | Kejadian harus ditutup ketika tidak ada tindakan lebih lanjut yang diperlukan berdasarkan penilaian risiko. Misalnya, risiko terhadap kesehatan manusia dapat hilang, kasus berhenti dilaporkan, atau hasil laboratorium negatif. |
Prinsip-Prinsip Penyelidikan Epidemiologi
Penentuan KLB atau Tidak KLB
Suatu daerah dapat ditetapkan dalam keadaan KLB, apabila memenuhi salah satu kriteria sebagai berikut:
Quiz
Pilih “Benar” atau “Salah” dari pernyataan berikut ini:
MELAKUKAN PELAPORAN SURVEILANS BERBASIS KEJADIAN
POKOK BAHASAN
EBS
Quiz
Pilih “Benar” atau “Salah” dari pernyataan berikut ini:
MELAKUKAN PERENCANAAN, PELAKSANAAN, DAN FOLLOW-UP RESPONS TERHADAP RUMOR
POKOK BAHASAN
Perencanaan
Pelaksanaan
Follow Up
Rangkuman
Terima Kasih
Praktek/ Penugasan
Event Based Surveillance
Daftar Peran