Materi 3:
Interpretasi Data dan Bukti untuk Penguatan Kebijakan Kesehatan:
Kasus DM
Laksono Trisnantoro,
Juni 2024
1
1.
Peran Riset Implementasi dalan Penyusunan Kebijakan berkualitas
Siklus Kebijakan Kesehatan
2018
2017
2016
1. Agenda Setting
2. Policy Formulation
3. Policy Implementation
4. Policy Evaluation
5. Policy Change
6. Policy Termination
Bevaola Kusumasari, FISIPOL UGM
Bagaimana menyusun Kebijakan Kesehatan Berkualitas?
Evidence Based Medicine (EBM) and �Evidence Based Policy Making (EBP)
Sackett DL, Rosenberg WMC, Muir Gray JA, Haynes RB, Richardson WS. Evidence-based medicine: what it is and what it isn’t. BMJ 1996: 312:71-2
Cookson R. Evidence-based policy making in health care: what it is and what it isn’t. Journal of Health Service Research Policy. Vol 10 No 2 April 2005.
Sackett et.al defined EBM as: “ the conscientious, explicit, and judicious use of current best evidence in making decisions about the case of individual patient’.
Cookson defined Evidence Based Policy Making similar with Evidence Based Medicine but focus in public policy for society use.
Evidence-informed policy-making
to ensure that the best available research evidence is used to inform decision-making.
It is characterized by systematic and transparent access to and appraisal of evidence as an input into the policy-making process.
WHO/Europe uses the term “evidence-informed”, rather than “evidence-based”, recognizing that research evidence is only one input into a policy decision. Other considerations include the political and social culture, financial concerns, timing and relationship to other priorities.
Model of Evidence Informed Policy Making
Scientific Evidence
Values
Trust
Experiences
Anecdote
Opinion
Obstacles: Politic, economy, regulation, and ethics
Policy Making
1
2.
Kasus Diabetes Mellitus
Pengantar:
Diabetes Melitus merupakan sumber dari berbagai penyakit katastropis:
Masalah DM yang meningkat terus �(diukur dengan klaim INA-CBG)
Selama JKN berlangsung pengeluaran pengeluaran BPJS untuk penyakit-penyakit yang diawali Diabetes Mellitus meningkat terus
Data: Sample 1% BPJS
Data: Sample 1% BPJS
Apakah terjadi situasi Pembiaran?
Tidak ada kebijakan public, termasuk kebijakan BPJS yang berusaha mengurangi laju kenaikan klaim ini?
Intepretasi data: Apakah terjadi situasi Pembiaran?
Data: Sample 1% BPJS
Di Pemerintah Pusat, BPJS, PERKENI, PERSADIA
Daerah belum ada sistem pencegahan dan pengelolaan DM
Tantangan
Peran pemerintah daerah dan masyarakat sangat penting
Penanganan detil untuk Diabetes Mellitus
Tidak mungkin dilakukan pemerintah pusat sendirian
cocok untuk pencegahan DM
Kebijakan Transformasi yang dilandasi UU Kesehatan 2023
yang menghasilkan Impact
Untuk mendorong kesadaran Kabupaten/Kota akan DM perlu menggunakan prinsip:
Interpretasi
Pengalaman Balikpapan
Kota Balikpapan
Sumber: Profil Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, 2022
Jumlah Kasus Diabetes Melitus Per Kecamatan di Kota Balikpapan
Kecamatan | Kelompok Diagnosis Diabetes Melitus | |||||||||
DM type I | DM type II | Malnutrisi + DM | Other Specified DM | Unspecified DM | ||||||
2021 | 2022 | 2021 | 2022 | 2021 | 2022 | 2021 | 2022 | 2021 | 2022 | |
Balikpapan Selatan | 2.708 | 2.590 | 23.272 | 23.910 | 10 | 2 | 120 | 60 | 678 | 1.006 |
Balikpapan Tengah | 264 | 103 | 9.229 | 11.119 | 0 | 0 | 1 | 4 | 488 | 335 |
Balikpapan Utara | 89 | 136 | 1.171 | 1.651 | 3 | 0 | 4 | 0 | 2.133 | 2.468 |
Balikpapan Timur | 2 | 0 | 438 | 1.073 | 0 | 0 | 1 | 0 | 0 | 1 |
Balikpapan Barat | 0 | 0 | 0 | 1 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 | 0 |
Kota Balikpapan | 3.063 | 2.829 | 34.110 | 37.754 | 13 | 2 | 126 | 64 | 3.299 | 3.810 |
Biaya Klaim BPJS untuk Diabetes Melitus
Kelompok Diagnosis Diabetes Melitus | Tahun 2021 | Tahun 2022 | ||
Jumlah Klaim Rawat Jalan | Jumlah Klaim Rawat Inap | Jumlah Klaim Rawat Jalan | Jumlah Klaim Rawat Inap | |
DM type I | Rp 590,949,100 | Rp 507,801,700 | Rp 492,963,300 | Rp 2,295,952,600 |
Diabetes Mellitus type II | Rp 7,951,061,700 | Rp 24,927,701,100 | Rp 7,722,031,800 | Rp 29,723,635,050 |
Malnutrisi + Diabetes Melitus | Rp 970,600 | Rp 94,850,500 | Rp 197,600 | Rp 4,632,400 |
Other Specified Diabetes Mellitus | Rp 33,127,300 | Rp 253,210,500 | Rp 35,083,600 | Rp 46,844,700 |
Unspecified Diabetes Mellitus | Rp 835,991,600 | Rp 2,779,691,834 | Rp 825,166,800 | Rp 3,462,515,700 |
Total Klaim | Rp 9,412,100,300 | Rp 28,563,255,634 | Rp 9,075,443,100 | Rp 35,533,580,450 |
Interpretasi:
Apakah terjadi situasi Pembiaran?
Tantangan di Kota Balikpapan
Tidak ada Pembiaran
diperlukan Koordinasi mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai monitoring untuk menghasilkan impact terbaik
Membutuhkan pendampingan dari Konsultan Manajemen Program
Tapi terlihat seperti
sendiri-sendiri
Dalam situasi ini:
Perlu ada kebijakan inovatif yang melibatkan banyak pelaku dan berorientasi pada Impact yang terukur
Apa yang disebut sebagai Impact?
a powerful effect that something, especially something new, has on someone or something:
Kebijakan Baru tentang DM
Berbagai indicator, termasuk besaran klaim INA-CBG terkait DM
Menggambarkan bagaimana kontak antara kebijakan baru DM yang inovatif dengan berbagai indikator, termasuk laju perkembangan besaran klaim INA-CBG
Cara berfikir: Impact kebijakan untuk pengendalian pengeluaran BPJS
Kebijakan-kebijakan tentang DM di level nasional dan daerah
Apakah kebijakan-kebijakan DM di masa depan dapat mengurangi laju pertumbuhan claim Tindakan-Tindakan yang terkait dengan Diabetes Mellitus di berbagai daerah?
Data: Sample 1% BPJS
Apa kebijakan DM yang inovatif?
Pelaku-Pelaku di tahap pencegahan, pelayanan primer, sampai rujukan
Hulu
Hilir
Mencegah faktor resiko
Merubah Perilaku
Melakukan screening diagnosis dini
Melakukan pengobatan untuk mencegah komplikasi
Melakukan Tindakan klinis untuk DM
Tujuan:
Penurunan
DM
sebagai Impact
Perubahan Perilaku
Perubahan Level Glukose Darah
Perubahan Klaim INA-CBG
Kebijakan DM yang inovatif dapat menggunakan prinsip transformasi kesehatan
Diadopsi untuk DM menjadi……
Pelaku-pelaku dalam Diabetes Mellitus
Pelaku-Pelaku di tahap pencegahan, pelayanan primer, sampai rujukan
Hulu
Hilir
Mencegah faktor resiko
Merubah Perilaku
Melakukan screening diagnosis dini
Melakukan pengobatan untuk mencegah komplikasi
Melakukan Tindakan klinis untuk DM
Tujuan:
Penurunan
DM
sebagai Impact
Perubahan Perilaku
Perubahan Level Glukose Darah
Perubahan Klaim INA-CBG
Tantangan:
Perlu ada:
Dari tahap-tahap kegiatan di atas, dilaksanakan secara offline, online, maupun hybrid.
Konsultan Manajemen bekerja sebagai pendamping di Tahap-tahap yang ada
Ada Laporan Tahunan tentang DM
Akan dikembangkan di level Propinsi (Kalimantan Timur) tahun 2024
yang menghasilkan Impact, dan dapat dimonitor dengan riset implementasi
Penutup:
Interpretasi ini membutuhkan data Rutin, bukan data Survey
Dengan menguasai Data Lokal dan Actionnya: para dosen tidak menjadi penonton dinamika dunia nyata
Data rutin lokal
Riset Operasional
Mari kita bahas................Terimakasih