1 of 15

Al Mustafa

Open

University

Perempuan dalam Islam 1

Siti Zinatun, M.A.

2024

2 of 15

6. Tema Pembahasan:

Peran Historis Perempuan dalam Islam

3 of 15

Pengantar

  • Menurut Al-Quran, perempuan memiliki kemampuan untuk berperan dalam berbagai aspek kehidupan sosial, sama seperti laki-laki.

4 of 15

  1. Peranan di ranah Akidah dan Agama

  • Al-Quran mencatat kehadiran pertama perempuan dalam urusan iman pada masa Nabi Muhammad Saw
  • Mereka berkomitmen berada di pihak Nabi melalui baiat kepadanya, seperti dalam Baiat Aqabah pertama, di mana sejumlah penduduk Yatsrib, termasuk seorang perempuan bernama Afrâ’ binti Ubaid, berjanji melindungi Nabi meski berada di bawah tekanan orang-orang kafir.
  • Keikut sertaannya di baiat ini, pada zaman dimana perempuan terhalang dari hak-haknya secara individu dan sosial, merupakan hal yang luar biasa. Al-Quran dalam hal ini mengatakan:

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اِذَا جَاۤءَكَ الْمُؤْمِنٰتُ يُبَايِعْنَكَ عَلٰٓى اَنْ لَّا يُشْرِكْنَ بِاللّٰهِ شَيْـًٔا وَّلَا يَسْرِقْنَ

وَلَا يَزْنِيْنَ وَلَا يَقْتُلْنَ اَوْلَادَهُنَّ وَلَا يَأْتِيْنَ بِبُهْتَانٍ يَّفْتَرِيْنَهٗ بَيْنَ اَيْدِيْهِنَّ وَاَرْجُلِهِنَّ

وَلَا يَعْصِيْنَكَ فِيْ مَعْرُوْفٍ فَبَايِعْهُنَّ وَاسْتَغْفِرْ لَهُنَّ اللّٰهَ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Qs al Mumtahanah: 12

5 of 15

2. Peranan Aktif Politik Perempuan

  • Pada tahun berikutnya, 75 orang dari umat Islam mendeklarasikan dirinya untuk berada di barisan Rasulullah saw, yang dikenal dengan nama Baia`t Aqabah kedua.
  • Di dalam baiat ini beberapa orang perempuan juga turut hadir, diantaranya Nashibah putri Haris bin Anshari, Ummu Muni` dan Asma putri Amru bin Ady serta Nashibah putri Ka`ab dari Bani Khazraj. Rasul Ja`fariyân, Târîkh Siyâsî Eslâm, jld. 1, hal: 346.
  • Pada periode awal Islam, banyak perempuan berada di barisan terdepan dalam membela agama beberapa dari mereka berasal dari keluarga yang awalnya menentang Islam, misalnya putri Walid bin Mughirah istri Shafwan bin Umayyah, Ummu Hakim putri Haris bin Hisyam yang bersuamikan Ikrimah bin Abi Jahal.
  • Saudah adalah perempuan pertama yang masuk Islam bersama suaminya pada hari-hari menakutkan dan penyiksaan. Dia berhijrah ke Habasyah atas perintah Nabi Saw. Setelah kembali, dia kemudian menanggung derita atas kematian suaminya, kemudian ia dijadikan istri oleh Rasulullah saw. Nafîsah Sâmî Ad-Dabûnî, Mâdarî Kamâl-e Zan, hal. 216.

6 of 15

3. Kisah Ramlah, Juwairiyah dan Sumayah

Ramlah adalah contoh lain perempuan yang terkemuka dalam keyakinan.

  • Ramlah adalah putri Abu Sufyan, dia masuk Islam dari pusat kesyirikan, dia meninggalkan ayahnya di puncak kekuasaan dan kebanggaan.
  • Dia berhijrah ke Habasyah bersama Muhajirin yang lain, dan di sana dia kehilangan suaminya.
  • Ia bersama umat Islam yang lain melanjutkan perjuangannya sampai akhirnya dia menikah dengan Rasulullah Saw.

Juwairah adalah teladan perempuan lain yang berjihad di jalan Islam bersama pasukan Rasulullah Saw.

Sumayah sangat teguh dalam menjaga akidah dan iman, hingga nafasnya yang terakhir, dia tidak sudi untuk menuruti permintaan orang-orang Musyrik. Dia bertahan bagaikan gunung yang kokoh menghadapi siksaan musuh yang zalim hingga ia mati syahid.

7 of 15

4. Bermusyawarah dengan bijaksana

  • Al-Quran sangat menekankan untuk bermusyawarah dalam perkara yang baik:

وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَمْرِۚ فَاِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِۗ

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ QS Ali Imran: 159

  • Musyawarah dalam segala urusan yang penting, khususnya dalam masalah politik, adalah hal yang sangat membangun dan mencegah para praktisi politik dari kesalahan.
  • Al-Quran menjelaskan peran tersebut dalam bentuk kisah Balqis, seorang ratu Saba`.
  • Ratu Balqis adalah seorang perempuan praktisi politik yang mengatur negaranya dengan bermusyawarah dengan para pemikir dan orang-orang yang pandai.
  • Ketika ia menerima surat dari Nabi Sulaiman as, ia mengumpulkan para pejabat negara, Alquran mengisahkan:

قَالَتْ يٰٓاَيُّهَا الْمَلَؤُا اِنِّيْٓ اُلْقِيَ اِلَيَّ كِتٰبٌ كَرِيْمٌ QS An-Naml: 29

8 of 15

  • Ratu Balqis menyampaikan tentang bagaimana surat itu bisa sampai ke tangannya, burung yang mengantar surat itu, dan mengenai isi surat itu kepada mereka. Dia menyebut surat itu mulia dan sakral karena dua alasan.
  • Yang pertama karena isi surat itu sendiri, yang dimulai dengan menyebut nama “Allah” yang disifati dengan sifat Maha Pengasih dan Maha Penyayang.
  • Yang kedua karena pengirim surat memiliki kemuliaan lahir dan batin serta kerajaan materi dan spiritual.
  • Ketika berbagai hadiah yang mahal dikirim beserta delegasi kepada Nabi Sulaiman as. Nabi Sulaiman as mengembalikan semua hadiah tersebut dan beliau mengajak Ratu Balqis untuk tunduk kepada pemerintahannya. Perempuan cerdas dan praktisi politik ini paham bahwa Nabi Sulaiman as adalah utusan Allah, lalu ia tunduk kepada kebenaran.

9 of 15

5. Manajerial Ratu Balqis

  • Al-Quran menjelaskan manajerial Ratu Balqis sebagai seorang perempuan yang menekankan perpolitikan berdasarkan akal sehat dan pengelolaan bijak serta mengutamakan musyawarah. Para pemimpin militer tertipu dengan kekuatan bala tentaranya dan menyarankan untuk memerangi Nabi Sulaiman as.
  • Para penasehat Ratu Balqis berkata:

قَالُوْا نَحْنُ اُولُوْا قُوَّةٍ وَّاُولُوْا بَأْسٍ شَدِيْدٍ ەۙ

وَّالْاَمْرُ اِلَيْكِ فَانْظُرِيْ مَاذَا تَأْمُرِيْنَ

Qs An Naml: 33

  • Ratu Balqis adalah perempuan yang bijaksana dan cerdas, Al-Quran memberitakan pikiran panjang dan kemampuan manajerialnya.

قَالَتْ اِنَّ الْمُلُوْكَ اِذَا دَخَلُوْا قَرْيَةً اَفْسَدُوْهَا وَجَعَلُوْٓا اَعِزَّةَ اَهْلِهَآ اَذِلَّةً ۚوَكَذٰلِكَ يَفْعَلُوْنَ

Qs an-Naml: 34

10 of 15

6. Peranan Ummu Salamah

  • Ummu Salamah adalah istri Rasulullah Saw, termasuk perempuan dalam sejarah yang aktif di ranah politik.
  • Dia perempuan yang salehah dan sangat berpihak kepada Imam Ali as.

Kegiatan-kegiatan strategis Ummu Salamah di beberapa periode hidupnya merupakan pelajaran partisipasi dalam pelbagai sektor sosial, di antaranya:

  1. Beralih menganut agama Islam di tahun-tahun awal dakwah Islam.
  2. Bersabar atas kesyahidan suaminya di perang Uhud.
  3. Mengasuh anak-anak yatim piatu.
  4. Bermusyawarah dengan Rasulullah Saw pada perjanjian Hudaibiyah dan selalu memberikan beliau dukungan moral.
  5. Memuliakan Ali as dan Fathimah sa di depan khalayak umum.

(Ahmad Behesyti, Zanân Nâmdâr dan Qur`ân va Hadist, jld. 1, hal. 111-112, Nafîsah Sâmî Ad-Dabûnî, Mâdarî Kamâl-e Zan, hal. 216)

11 of 15

7. Peran Khadijah binti Khuwailid, Sang Pembela Rasulullah

  • Di ranah ekonomi pun perempuan seperti halnya laki-laki memiliki peran kesejarahan.
  • Peran aktif Khadijah istri Rasulullah Saw di ranah perekonomian menjadi bukti hal tersebut.
  • Khadijah adalah perempuan konglomerat dan termasyhur Quraisy. Kemuliaan, kebangsawanan, kewibawaan, dan keluhuran budi pekertinya menjadi perbincangan di kalangan masyarakat umum dan khusus
  • Sebelum menikah dan mengenal agama Rasulullah Saw, dia memainkan perannya di dunia sosial dengan baik, memiliki kemandirian finansial, memiliki harta kekayaan yang melimpah dari hasil perniagaan, dan menjadi seorang interpreneur yang sukses dan mandiri
  • Setelah menikah dengan Rasulullah SAW, ia menghabiskan sekitar 25 tahun hidup bahagia dan harmonis bersama beliau. Ia menjadi penolong utama Rasulullah SAW dan banyak membantu dalam perjuangan menyebarkan ajaran Islam.

12 of 15

8. Peran Sayidah Fatimah sa di ranah kebudayaan

  • Di waktu luang beliau, para sahabat duduk mengitarinya serta belajar darinya mengenai poin-poin pelajaran yang berharga serta nasehat-nasehat yang bernilai.
  • Fathimah sa sangat pandai melantunkan syair dan menggubah kasidah-kasidah yang menggetarkan, mengetahui dengan sempurna hukum-hukum fikih dan syariat agama dan sangat banyak meriwayatkan hadis dari Rasulullah Saw. (Nafîsah Sâmî Ad-Dabûnî, Mâdarî Kamâl-e Zan, hal. 226)

13 of 15

Peran Fatimah Zahra sa di ranah politik

  • Fathimah sa adalah sosok wanita teladan dan panutan bagi seluruh alam semesta.
  • Beliau dalam Al-Quran disebut sebagai “kebaikan yang melimpah”
  • اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ QS. Al-Kautsar 1.
  • Kebaikan yang melimpah memiliki misdaq yang bermacam-macam: panutan yang sempurna dan selalu hidup di segala zaman, baik bagi perempuan maupun laki-laki, di berbagai lini kehidupan yang berbeda-beda, seperti di ranah politik.
  • Peran aktifnya di ranah politik dalam membela perkara tanah Fadak merupakan bukti wawasan dan rasa tanggung jawab dalam menghadapi penyimpangan-penyimpangan sistem politik zaman itu.
  • Beliau, sejak kecil hingga menikah, sejak menikah hingga wafatnya, selalu membela pikiran, kebijakan dan jalan sunnah Rasulullah Saw dan Imam Ali as.

14 of 15

9. Peran Zainab sa di ranah politik

  • Sayidah Zainab adalah pelanjut sang Ibunda, Fatimah Zahra.
  • Pada peristiwa Karbala, ketika mendampingi saudaranya, dan setelah peristiwa tersebut, ia memikul tanggung jawab menjadi pemimpin rombongan tawanan, peran aktifnya dalam kancah perpolitikan sebagai seorang perempuan dalam perubahan sosial cukup untuk menunjukkan kualitasnya, bahkan setelah menghadapi berbagai kesulitan dan musibah yang sangat pelik dan melelahkan pun dia tidak berhenti berjuang dan mengambil tanggung jawab misi menjaga perjuangan para syuhada.
  • Dia berceramah di beberapa titik jalan kafilah tawanan untuk membongkar kebusukan rezim Yazid, menjelaskan tujuan-tujuan mulia perjuangan saudaranya dalam melawan pemerintahan zalim dan tirani, membangkitkan naluri menuntut atas kematian dan revolusi pada pengikut Syiah untuk melawan rezim tiran dan lain-lain.

15 of 15

Sekian dan Terima kasih