INTERAKSI DESA DAN KOTA
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
INDIKATOR
INTERAKSI KERUANGAN DESA KOTA
Menjelaskan pengertian desa
Memahami
ciri khas desa
Menganalisis struktur keruangan desa
Menganalisis perkembangan desa
Mengklasifikasikan desa
Memahami fungsi desa
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
MATERI
PENGERTIAN DESA
Menurut Ahli :
1. R. Bintarto :
Desa merupakan perwujudan geografis yang disebabkan unsur fisiografis, sosial, ekonomi, politik, dan budaya setempat dalam hubungan serta pengaruh timbal balik dengan daerah lain.
2. Daldjoeni :
Pemukiman manusia yang letaknya di luar kota dan penduduknya berjiwa agraris.
3. R.H Unang :
Suatu kesatuan masyarakat berdasarkan adat atau budaya dan hukum adat yang menetap di dalam suatu wilayah dengan batas tertentu. Masyarakat desa memiliki ikatan yang kuat karena berasal dari garis keturunan yang sama.
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
MATERI
CIRI KHAS DESA
1. Perbandingan lahan dengan manusia cukup besar
2. Mata pencaharian dominan agraris
3. Hubungan kekeluargaan sangat erat
4. Masih memegang teguh tradisi yang berlaku
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
MATERI
KLASIFIKASI DESA
NO | | LUAS WILAYAH | JUMLAH PENDUDUK | KEPADATAN PENDUDUK |
1. | Desa Terkecil | | <800 Jiwa | |
2. | Desa Kecil | | 800-1.600 jiwa | |
3. | Desa Sedang | | 1.600-2.400 Jiwa | |
4. | Desa Besar | | 2.400-3.200 Jiwa | |
5. | Desa Terbesar | | >3.200 Jiwa | |
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
MATERI
KLASIFIKASI DESA
Menurut Daldjoeni desa dibedakan atas:
Desa dapat diklasifikasikan berdasarkan kondisi topografis,
kegiatan ekonomi, dan kemampuan desa.
1. Desa Agrobisnis
2. Desa Agroindustri
3. Desa Wisata
4. Desa Industri Non Pertanian
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
MATERI
FUNGSI DESA
Sebagai hinterland bagi kota
Sebagai lumbung bahan mentah dan tenaga kerja
Sebagai desa agraris, manufaktur, industri, nelayan
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
STRUKTUR KERUANGAN DESA
MATERI
1. Topografi -> pegunungan, pantai, dataran rendah, landai, terjal
Faktor-faktor yang mempengaruhi bentuk struktur keruangan desa yaitu :
2. Iklim -> dipengaruhi ketinggian tempat
3. Jenis Tanah -> mempengaruhi kesuburan tanah
4. Sumber Air -> mempengaruhi manusia sebagai sumber kehidupan
Merupakan penyusun keruangan desa yang berkaitan dengan penggunaan lahan
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
MATERI
STRUKTUR KERUANGAN DESA
Menurut Daldjoeni struktur keruangan desa dikelompokkan dalam bentuk :
1. Bentuk Desa Menyusuri Pantai
2. Bentuk Desa Terpusat
3. Bentuk Desa Memanjang di Dataran Rendah/Linear
4. Bentuk Desa Mengelilingi Fasilitas Tertentu
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
MATERI
BENTUK DESA MENYUSURI PANTAI
Bentuk struktur keruangan desa ini identik dengan pemukiman masyarakat yang bermatapencaharian sebagai nelayan. Topografi berbentuk pantai menyebabkan masyarakat membangun pola pesebaran desa yang memanjang searah mengikuti garis pantai.
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
MATERI
BENTUK DESA TERPUSAT
Bentuk desa terpusat banyak dijumpai di daerah pegunungan. Pola desa memusat ini menunjukkan kondisi masyarakat yang masih sangat erat ikatan kekeluargaannya dan gotong royong. Arah perluasan wilayah dalam struktur desa seperti ini cenderung terjadi secara tidak terencana dan bergerak ke segala arah
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
MATERI
BENTUK DESA MEMANJANG DI DATARAN RENDAH
Bentuk desa linear banyak dijumpai di dataran rendah. Pemukiman penduduk sejalan dengan jalan raya atau sungai. Jalan raya dan sungai sebagai penghubung antar satu desa dengan yang lain. Arah pemekaran desa di wilayah ini dapat mengubah lahan pertanian mejadi areal pemukiman baru. Biasanya di daerah ini dihubungkan oleh ringroad
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
MATERI
BENTUK DESA MENGELILINGI FASILITAS TERTENTU
Bentuk desa ini juga dijumpai di dataran rendah dimana mengelilingi fasilitas tertentu seperti fasilitas pendidikan, pasar, kesehatan, bahkan pusat pemerintahan. Arah pemekaran wilayah ini berkembang ke segala arah.
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
MATERI
STRUKTUR KERUANGAN DESA
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
Bertujuan untuk mengubah suatu keadaan dari yang kurang baik menjadi lebih baik dalam waktu yang berbeda
MATERI
PERKEMBANGAN DESA
Desa merupakan awal dari pusat pertumbuhan karena menjadi satuan yang terkecil dari pembangunan suatu negara. Pembangunan suatu negara di dalamnya terdapat proses pemerataan yang menjadi stimulus daerah untuk bisa berkembang. Dengan begitu pemerintah berusaha menjadikan sebagai prioritas utama untuk membangun desa menjadi kekuatan dasar pembangunan secara nasional.
PEMBANGUNAN
Perkembangan di setiap wilayah tidaklah sama tergantung potensi yang dimiliki dan kendala yang dihadapi
PERKEMBANGAN
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
MATERI
PERKEMBANGAN DESA
Menurut Bintarto terdapat potensi fisik dan non fisik yang mempengaruhi pembangunan di desa meliputi :
FISIK
Tanah
Air
Lingkungan Geografis
SDM
SOSIAL
Lembaga Desa
Lembaga Pendidikan
Lembaga Kesehatan
Lembaga Ekonomi
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
MATERI
PERKEMBANGAN DESA
Berdasarkan tingkat pembangunan, desa dikelompokkan menjadi :
1. Desa Swadaya
2. Desa Swakarya
3. Desa Swasembada
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
MATERI
DESA SWADAYA
1. Lokasinya di daerah terpencil/pedalaman gunung
2. Bersifat Tradisional
3. Masih terikat Adat Istiadat
5. Mata pencaharian dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan primer
4. Belum menerima perubahan dari luar
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
MATERI
DESA SWAKARYA
1. Sudah lebih berkembang dibanding dengan swadaya
2. Bersifat peralihan
3. Tidak begitu terikat pada kebiasaan adat istiadat
5. Mata pencaharian mulai berkembang
4. Pengaruh dari luar mulai masuk
6. Sarana prasarna mulai berkembang
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
DESA SWASEMBADA
MATERI
1. Sudah maju dan mampu memberdayakan desa
2. Bisa mengelola SDA desa untuk kegiatan pembangunan
3. Mata pencaharian sudah beragam
4. Fasilitas desa sudah maju
5. Lokasi berada di sekitar kota
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
Mengklasifikasikan tipologi perkotaan
INDIKATOR
INTERAKSI KERUANGAN DESA KOTA
Menjelaskan pengertian kota
Menguraikan kriteria perkotaan
Menguraikan karakteristik perkotaan
Menguraikan fungsi perkotaan
Menganalisis pola keruangan perkotaan
Menganalisis struktur ruang kota
Menganalisis perkembangan kota
1
2
3
4
5
6
7
8
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
MATERI
PENGERTIAN KOTA
Kota adalah permukiman penduduk yang hidup terutama dari perdagangan,bukan pertanian.
Burkhard H :
Kota merupakan pemusatan keruangan dari tempat tinggal dan tempat kerja manusia
Bintarto:
Kota merupakan suatu sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tingggi dan diwarnai dengan strata sosio ekonomi yang heterogen dan coraknya yang materialistis
PERMEN DALAM NEGERI NO 1 TAHUN 2008
Kawasan perkotaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian, dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi
Max Weber :
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
MATERI
KRITERIA BENTUK KAWASAN KOTA
Kriteria
Memiliki karakteristik kegiatan utama budi daya bukan pertanian
Memiliki karakteristik sebagai pemusatan dan distribusi pelayanan barang dan jasa
Bentuk Kawasan perkotaan :
1. Kota sebagai daerah otonom
2. Bagian dari kabupaten yang memiliki ciri perkotaan
3.Bagian dari dua atau lebih daerah kabupaten yang berbatasan langsung dan memiliki ciri perkotaan
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
PERENCANAAN KOTA
KUALITAS DAN KEINDAHAN
VEGETASI
IKLIM
KEPADATAN PERKOTAAN
RUANG TERBUKA
INFRASTRUKTUR
BANGUNAN
BENTUK DAN FITUR LAHAN
MATERI
UNSUR DAN KARAKTERISTIK KOTA
ASPEK FISIK
1
2
3
4
5
6
7
8
9
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
ASPEK SOSIAL
Meningkatkan produktivitas melalui konsentrasi dan spesialis tenaga kerja
Meningkatkan diversitas Intelektual, kebudayaan, dan kegiatan rekreatif
ASPEK EKONOMI
Ekonomi Publik : terkait kegiatan ekonomi pemerintahan -> APBD, APBN
Ekonomi Swasta : terkait perusahaan swasta -> penyediaan jasa dan barang
Ekonomi Khusus : terkait badan usaha non profit serta organisasi bebas pajak
MATERI
UNSUR DAN KARAKTERISTIK KOTA
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
MATERI
UNSUR DAN KARAKTERISTIK KOTA
Berdasarkan tinjauan aspek fisik, sosial dan ekonomi, kota memiliki kriteria sebagai :
1. Jumlah penduduk yang besar
2. Pemusatan kegiatan non pertanian
3. Masyarakat heterogen
4. Terdapat sarana dan prasarana yang lengkap
5. Terdapat lembaga sosial, ekonomi, dan politik
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
BERPIKIR KRITIS
APA PERBEDAAN KOTA DENGAN PERKOTAAN ?
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
MATERI
FUNGSI KOTA
BUDAYA
EKONOMI
Pusat Pemerintahan
Pusat Kebudayaan
Pusat Produksi
Pusat Perdagangan
Pusat Rekreasi
Pusat Pertahanan
ADMINISTRATIF
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
MATERI
TIPOLOGI KOTA
Tahap awal pembentukan kota yang diawali sebagai pedesaan dengan prekonomian agraris
Tahap ini menandakan sudah berkembangnya pola hidup masyarakat diantaranya munculnya spesialisasi mata pencaharian dan mekanisasi pertanian.
Tahap Metropolis ->
Merupakan sebuah kota yang berfungsi sebagai ibukota negara atau wilayah kekuasaan. Fase ini menjadi puncak perkembangan kota sebagai tempat kehidupan.
Tahap Megalopolis->
Pada fase ini kota sudah menunjukkan tahap pertama dari penurunan fungsi kota karena adanya berbagai masalah sosial maupun lingkungan.
Tahap Eopolis->
Tahap Polis ->
Tahap Trynapolis->
Pada tahap ini kota menunjukkan memburuknya situasi politik, dengan kekacauan dimana-mana.
Tahap Nekropolis->
Tahap ini adalah tahap akhir atau kematian sebuah kota.Â
(Lewis Mumford)
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
TIPOLOGI KOTA
MATERI
(UU NO 26 TAHUN 2007)
Kota kecil, memiliki jumlah penduduk 20.000 hingga 50.000 jiwa.
Kota sedang, memiliki jumlah penduduk 50.000 sampai 100.000 jiwa.
Kota besar, memiliki jumlah penduduk 100.000 sampai 1 juta jiwa
Kota metropolitan, memiliki jumlah penduduk 1-5 juta jiwa.
Kota megapolitan, memiliki jumlah penduduk lebih dari 5 juta jiwa.
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
MATERI
POLA KERUANGAN KOTA
Pola ruang merupakan distribusi peruntukan ruang pada suatu wilayah sebagai fungsi lindung dan fungsi budidaya.
Pola ruang kota harus dirancang mempertimbangkan keseimbangan alam dan lingkungan.
Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/Prt/M/2011 tentang pedoman penyusunan ruang dan peraturan zonasi kabupaten/kota, rencana pola ruang terdapat dalam rencana detail tata ruang (RDTR) Kabupaten/Kota.
Peraturan zonasi adalah ketentuan yang mengatur tentang persyaratan pemanfaatan ruang dan ketentuan pengendaliannya dan disusun untuk setiap blok/ zona peruntukan yang penetapan zonanya dalam rencana perinci tata ruang.
RDTR adalah rencana secara terperinci tentang tata ruang wilayah kabupaten/kota yang dilengkapi dengan peraturan zonasi kabupaten/kota.
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
MATERI
POLA KERUANGAN KOTA
ZONA LINDUNG
ZONA BUDIDAYA
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
BERPIKIR KRITIS
1.APA TUJUAN DITETAPKANNYA FUNGSI LINDUNG DAN FUNGSI BUDAYA DALAM PERENCANAAN KOTA?
2. LALU, MENGAPA DALAM PELAKSANAAN DI LAPANGAN PENGRUSAKAN KAWASAN LINDUNG MASIH TETAP TERJADI ?
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
MATERI
STRUKTUR RUANG KOTA
Struktur ruang kota dipengaruhi oleh fungsi kota
Misalnya : Kota industri -> mengarah pada jenis kegiatan industri
Peninjauan struktur ruang kota dilahat dari 2 aspek :
-> struktur ekonomi berkaitan pusat kegiatan ekonomi
-> struktur intern kota yang berhubungan bangunan dan laju penduduk
Teori Struktur Ruang Kota dibagi menjadi :
1. Teori Konsentris (Ernest W Burgess)
2. Teori Sektoral (Horner Hoyt)
3. Teori Inti Ganda (Chaunci Haris)
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
MATERI
TEORI KONSENTRIS
(Ernest W Burgess)
2
1
2
3
4
5
1. CBD/PUSAT KEGIATAN EKONOMI
2. ZONA TRANSISI
3. ZONA PEMUKIMAN BURUH
4. ZONA PEMUKIMAN MENENGAH
5. ZONA PENGLAJU
1. Pusat kota
2. Sub Urban
3. Sub Urban Fringe/ Jalur tepi sub daerah kota paling luar
4. Urban Fringe/ Jalur tepi daerah kota paling luar
5. Rural Urban Fringe/ Jalur batas desa dengan kota
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
MATERI
TEORI KONSENTRIS
Perkembangan kota dimulai dari pusat kemudian meluas ke wilayah yang jauh dari pusat akibat peningkatan jumlah penduduk, interaksi manusia dari segi ekonomi , sosial, politik, dan penggunaah lahan.
Kekurangan : hanya berlaku di beberapa negara (tidak semua menganut konsentris)
Kota-kota di Indonesia menganut teori konsentris.
Asumsi dan syarat :
1. Masyarakat heterogen
2. Industri komersil menjadi basis ekonomi
3. Jaringan transportasi harus mudah dan cepat
4. Adanya persaingan lahan untuk ruang ekonomi dan ruang pribadi
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
TEORI SEKTORAL
(Horner Hoyt)
MATERI
CBD/ PUSAT KEGIATAN
DAERAH GROSIR DAN MANUFAKTUR
PEMUKIMAN KELAS RENDAH
PEMUKIMAN KELAS MENENGAH
PEMUKIMAN KELAS ATAS
1
2
4
5
3
Teori sektoral berkaitan pada pertumbuhan kota akan mendorong perluasan wilayah dari pusat menuju luar pusat kota yang sangat dipengaruhi oleh jalur transportasi
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
MATERI
TEORI SEKTORAL
Perkembangan kota didasarkan adanya variasi penggunaan lahan di sekitar pusat kota lalu berkembang meluas ke zona lain. Pengelompokan penggunaan lahan kota menjulur seperti irisan kue tar dan bersifat bebas.
Kekurangan teori : mengabaikan penggunaan lahan lain selain pemukiman
Kota yang menganut teori ini : California, Boston
Asumsi dan syarat teori sektoral :
1. Daerah dengan sewa tanah tinggi berada di luar pusat kota
2. Daerah dengan harga sewa rendah merupakan jalur yang memanjang dari pusat ke perbatasan kota.
3. Zona pusat sebagai pusat kegiatan
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
MATERI
TEORI INTI GANDA
1. CBD/PUSAT KEGIATAN
2. TEMPAT GROSIR/ INDUSTRI KECIL
3. PEMUKIMAN KELAS RENDAH
4. PEMUKIMAN KELAS MENENGAH
5. PEMUKIMAN KELAS ATAS
6. MANUFAKTUR BERAT
7. DAERAH DI LUAR
8. PEMUKIMAN SUB URBAN
9. INDUSTRI SUB URBAN
(Chaunci Haris)
Teori inti ganda merupakan integrasi dari teori sektoral dan konsentris yang mana pertumbuhan kota cenderung tumbuh di sekitar beberapa pusat pertumbuhan (tidak hanya pada satu titik)
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
Teori inti ganda merupakan hasil dari pengamatan yang menunjukkan bahwa sebagian kota besar tidak tumbuh hanya dengan satu inti, melainkan adanya beberapa inti yang terpisah. Inti-inti tersebut berkembang sesuai dengan penggunaan lahannya yang fungsional dan keuntungan ekonomi menjadi dasar pertimbangan. Perkembangan kota juga melihat kepada situs kota dan sejarahnya sehingga tidak ada urutan yang teratur.
Asumsi dan syarat teori inti berganda :
3. Aktivitas yang serupa dapat dikelompokkan bersama untuk keuntungan ekonomi sehingga munculnya beberapa zona khusus untuk perekonomian
2. Aktivitas perekonomian dan nilai pendapatan yang berbeda menyebabkan adanya pemisahan zona untuk tempat tinggal
MATERI
TEORI INTI GANDA
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
MATERI
PERKEMBANGAN KOTA
Kota akan selalu mengalami perkembangan dari waktu ke waktu
Perubahan yang terjadi pada kota melalui 4 proses :
1. Proses konsentrasi ->
Proses penumpukan penduduk di suatu wilayah. Misalnya : proses urbanisasi masyarakat ke wilayah pusat kota
2. Proses dekonsentrasi ->
3. Proses sentralisasi ->
4. Proses desentralisasi ->
Wilayah yang padat penduduk akan menyebabkan pada kebutuhan lahan yang semakin meningkat, akibatnya harga tanah di kota semakin tinggi => menyebabkan penduduk dengan penghasilan rendah tidak bisa membeli akhirnya pindah ke tempat lain.
Pengelompokan di suatu kota lalu membentuk zona-zona tertentu => hampir sama dengan konsentrasi
Proses menjauh dari pusat wilayah akibat berkembangnya pusat pertumbuhan lain di suatu wilayah kota. Misalnya munculnya JABODETABEK menjadi desentralisasi kota Jakarta
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
MATERI
PERKEMBANGAN KOTA
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kota meliputi 4 hal :
Faktor fisik kota => keadaan geografis, topografi, sejarah dan kebudayaan
Faktor fisik eksternal => terdapatnya sarana prasarana, jaringan transportasi
Faktor sosial => keadaan penduduk dan kualitas hidup masyarakat
Faktor ekonomi => kegiatan industri, perdagangan, jasa, dan penggunaan lahan
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN
EVALUASI
PENUGASAN VIA GOOGLE CLASSROOM
ALAMAT LINK : https://classroom.google.com/c/MTgxODIzNDQ2Nzkz/a/MTU1OTYxODAwNTk4/details
BATAS WAKTU :
SELASA, 20 OKTOBER 2020
JAM 18.00
BERANDA
INDIKATOR
MATERI
EVALUASI
TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN