1 of 43

INTERAKSI DESA DAN KOTA

2 of 43

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

INDIKATOR

INTERAKSI KERUANGAN DESA KOTA

Menjelaskan pengertian desa

Memahami

ciri khas desa

Menganalisis struktur keruangan desa

Menganalisis perkembangan desa

Mengklasifikasikan desa

Memahami fungsi desa

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

3 of 43

MATERI

PENGERTIAN DESA

Menurut Ahli :

1. R. Bintarto :

Desa merupakan perwujudan geografis yang disebabkan unsur fisiografis, sosial, ekonomi, politik, dan budaya setempat dalam hubungan serta pengaruh timbal balik dengan daerah lain.

2. Daldjoeni :

Pemukiman manusia yang letaknya di luar kota dan penduduknya berjiwa agraris.

3. R.H Unang :

Suatu kesatuan masyarakat berdasarkan adat atau budaya dan hukum adat yang menetap di dalam suatu wilayah dengan batas tertentu. Masyarakat desa memiliki ikatan yang kuat karena berasal dari garis keturunan yang sama.

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

4 of 43

MATERI

CIRI KHAS DESA

1. Perbandingan lahan dengan manusia cukup besar

2. Mata pencaharian dominan agraris

3. Hubungan kekeluargaan sangat erat

4. Masih memegang teguh tradisi yang berlaku

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

5 of 43

MATERI

KLASIFIKASI DESA

NO

LUAS WILAYAH

JUMLAH PENDUDUK

KEPADATAN PENDUDUK

1.

Desa Terkecil

<800 Jiwa

2.

Desa Kecil

800-1.600 jiwa

3.

Desa Sedang

1.600-2.400 Jiwa

4.

Desa Besar

2.400-3.200 Jiwa

5.

Desa Terbesar

>3.200 Jiwa

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

6 of 43

MATERI

KLASIFIKASI DESA

Menurut Daldjoeni desa dibedakan atas:

Desa dapat diklasifikasikan berdasarkan kondisi topografis,

kegiatan ekonomi, dan kemampuan desa.

1. Desa Agrobisnis

2. Desa Agroindustri

3. Desa Wisata

4. Desa Industri Non Pertanian

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

7 of 43

MATERI

FUNGSI DESA

Sebagai hinterland bagi kota

Sebagai lumbung bahan mentah dan tenaga kerja

Sebagai desa agraris, manufaktur, industri, nelayan

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

8 of 43

STRUKTUR KERUANGAN DESA

MATERI

1. Topografi -> pegunungan, pantai, dataran rendah, landai, terjal

Faktor-faktor yang mempengaruhi bentuk struktur keruangan desa yaitu :

2. Iklim -> dipengaruhi ketinggian tempat

3. Jenis Tanah -> mempengaruhi kesuburan tanah

4. Sumber Air -> mempengaruhi manusia sebagai sumber kehidupan

Merupakan penyusun keruangan desa yang berkaitan dengan penggunaan lahan

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

9 of 43

MATERI

STRUKTUR KERUANGAN DESA

Menurut Daldjoeni struktur keruangan desa dikelompokkan dalam bentuk :

1. Bentuk Desa Menyusuri Pantai

2. Bentuk Desa Terpusat

3. Bentuk Desa Memanjang di Dataran Rendah/Linear

4. Bentuk Desa Mengelilingi Fasilitas Tertentu

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

10 of 43

MATERI

BENTUK DESA MENYUSURI PANTAI

Bentuk struktur keruangan desa ini identik dengan pemukiman masyarakat yang bermatapencaharian sebagai nelayan. Topografi berbentuk pantai menyebabkan masyarakat membangun pola pesebaran desa yang memanjang searah mengikuti garis pantai.

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

11 of 43

MATERI

BENTUK DESA TERPUSAT

Bentuk desa terpusat banyak dijumpai di daerah pegunungan. Pola desa memusat ini menunjukkan kondisi masyarakat yang masih sangat erat ikatan kekeluargaannya dan gotong royong. Arah perluasan wilayah dalam struktur desa seperti ini cenderung terjadi secara tidak terencana dan bergerak ke segala arah

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

12 of 43

MATERI

BENTUK DESA MEMANJANG DI DATARAN RENDAH

Bentuk desa linear banyak dijumpai di dataran rendah. Pemukiman penduduk sejalan dengan jalan raya atau sungai. Jalan raya dan sungai sebagai penghubung antar satu desa dengan yang lain. Arah pemekaran desa di wilayah ini dapat mengubah lahan pertanian mejadi areal pemukiman baru. Biasanya di daerah ini dihubungkan oleh ringroad

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

13 of 43

MATERI

BENTUK DESA MENGELILINGI FASILITAS TERTENTU

Bentuk desa ini juga dijumpai di dataran rendah dimana mengelilingi fasilitas tertentu seperti fasilitas pendidikan, pasar, kesehatan, bahkan pusat pemerintahan. Arah pemekaran wilayah ini berkembang ke segala arah.

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

14 of 43

MATERI

STRUKTUR KERUANGAN DESA

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

15 of 43

Bertujuan untuk mengubah suatu keadaan dari yang kurang baik menjadi lebih baik dalam waktu yang berbeda

MATERI

PERKEMBANGAN DESA

Desa merupakan awal dari pusat pertumbuhan karena menjadi satuan yang terkecil dari pembangunan suatu negara. Pembangunan suatu negara di dalamnya terdapat proses pemerataan yang menjadi stimulus daerah untuk bisa berkembang. Dengan begitu pemerintah berusaha menjadikan sebagai prioritas utama untuk membangun desa menjadi kekuatan dasar pembangunan secara nasional.

PEMBANGUNAN

Perkembangan di setiap wilayah tidaklah sama tergantung potensi yang dimiliki dan kendala yang dihadapi

PERKEMBANGAN

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

16 of 43

MATERI

PERKEMBANGAN DESA

Menurut Bintarto terdapat potensi fisik dan non fisik yang mempengaruhi pembangunan di desa meliputi :

FISIK

Tanah

Air

Lingkungan Geografis

SDM

SOSIAL

Lembaga Desa

Lembaga Pendidikan

Lembaga Kesehatan

Lembaga Ekonomi

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

17 of 43

MATERI

PERKEMBANGAN DESA

Berdasarkan tingkat pembangunan, desa dikelompokkan menjadi :

1. Desa Swadaya

2. Desa Swakarya

3. Desa Swasembada

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

18 of 43

MATERI

DESA SWADAYA

1. Lokasinya di daerah terpencil/pedalaman gunung

2. Bersifat Tradisional

3. Masih terikat Adat Istiadat

5. Mata pencaharian dikhususkan untuk memenuhi kebutuhan primer

4. Belum menerima perubahan dari luar

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

19 of 43

MATERI

DESA SWAKARYA

1. Sudah lebih berkembang dibanding dengan swadaya

2. Bersifat peralihan

3. Tidak begitu terikat pada kebiasaan adat istiadat

5. Mata pencaharian mulai berkembang

4. Pengaruh dari luar mulai masuk

6. Sarana prasarna mulai berkembang

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

20 of 43

DESA SWASEMBADA

MATERI

1. Sudah maju dan mampu memberdayakan desa

2. Bisa mengelola SDA desa untuk kegiatan pembangunan

3. Mata pencaharian sudah beragam

4. Fasilitas desa sudah maju

5. Lokasi berada di sekitar kota

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

21 of 43

Mengklasifikasikan tipologi perkotaan

INDIKATOR

INTERAKSI KERUANGAN DESA KOTA

Menjelaskan pengertian kota

Menguraikan kriteria perkotaan

Menguraikan karakteristik perkotaan

Menguraikan fungsi perkotaan

Menganalisis pola keruangan perkotaan

Menganalisis struktur ruang kota

Menganalisis perkembangan kota

1

2

3

4

5

6

7

8

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

22 of 43

MATERI

PENGERTIAN KOTA

Kota adalah permukiman penduduk yang hidup terutama dari perdagangan,bukan pertanian.

Burkhard H :

Kota merupakan pemusatan keruangan dari tempat tinggal dan tempat kerja manusia

Bintarto:

Kota merupakan suatu sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tingggi dan diwarnai dengan strata sosio ekonomi yang heterogen dan coraknya yang materialistis

PERMEN DALAM NEGERI NO 1 TAHUN 2008

Kawasan perkotaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian, dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan, pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial dan kegiatan ekonomi

Max Weber :

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

23 of 43

MATERI

KRITERIA BENTUK KAWASAN KOTA

Kriteria

Memiliki karakteristik kegiatan utama budi daya bukan pertanian

Memiliki karakteristik sebagai pemusatan dan distribusi pelayanan barang dan jasa

Bentuk Kawasan perkotaan :

1. Kota sebagai daerah otonom

2. Bagian dari kabupaten yang memiliki ciri perkotaan

3.Bagian dari dua atau lebih daerah kabupaten yang berbatasan langsung dan memiliki ciri perkotaan

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

24 of 43

PERENCANAAN KOTA

KUALITAS DAN KEINDAHAN

VEGETASI

IKLIM

KEPADATAN PERKOTAAN

RUANG TERBUKA

INFRASTRUKTUR

BANGUNAN

BENTUK DAN FITUR LAHAN

MATERI

UNSUR DAN KARAKTERISTIK KOTA

ASPEK FISIK

1

2

3

4

5

6

7

8

9

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

25 of 43

ASPEK SOSIAL

Meningkatkan produktivitas melalui konsentrasi dan spesialis tenaga kerja

Meningkatkan diversitas Intelektual, kebudayaan, dan kegiatan rekreatif

ASPEK EKONOMI

Ekonomi Publik : terkait kegiatan ekonomi pemerintahan -> APBD, APBN

Ekonomi Swasta : terkait perusahaan swasta -> penyediaan jasa dan barang

Ekonomi Khusus : terkait badan usaha non profit serta organisasi bebas pajak

MATERI

UNSUR DAN KARAKTERISTIK KOTA

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

26 of 43

MATERI

UNSUR DAN KARAKTERISTIK KOTA

Berdasarkan tinjauan aspek fisik, sosial dan ekonomi, kota memiliki kriteria sebagai :

1. Jumlah penduduk yang besar

2. Pemusatan kegiatan non pertanian

3. Masyarakat heterogen

4. Terdapat sarana dan prasarana yang lengkap

5. Terdapat lembaga sosial, ekonomi, dan politik

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

27 of 43

BERPIKIR KRITIS

APA PERBEDAAN KOTA DENGAN PERKOTAAN ?

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

28 of 43

MATERI

FUNGSI KOTA

BUDAYA

EKONOMI

Pusat Pemerintahan

Pusat Kebudayaan

Pusat Produksi

Pusat Perdagangan

Pusat Rekreasi

Pusat Pertahanan

ADMINISTRATIF

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

29 of 43

MATERI

TIPOLOGI KOTA

Tahap awal pembentukan kota yang diawali sebagai pedesaan dengan prekonomian agraris

Tahap ini menandakan sudah berkembangnya pola hidup masyarakat diantaranya munculnya spesialisasi mata pencaharian dan mekanisasi pertanian.

Tahap Metropolis ->

Merupakan sebuah kota yang berfungsi sebagai ibukota negara atau wilayah kekuasaan. Fase ini menjadi puncak perkembangan kota sebagai tempat kehidupan.

Tahap Megalopolis->

Pada fase ini kota sudah menunjukkan tahap pertama dari penurunan fungsi kota karena adanya berbagai masalah sosial maupun lingkungan.

Tahap Eopolis->

Tahap Polis ->

Tahap Trynapolis->

Pada tahap ini kota menunjukkan memburuknya situasi politik, dengan kekacauan dimana-mana.

Tahap Nekropolis->

Tahap ini adalah tahap akhir atau kematian sebuah kota. 

(Lewis Mumford)

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

30 of 43

TIPOLOGI KOTA

MATERI

(UU NO 26 TAHUN 2007)

Kota kecil, memiliki jumlah penduduk 20.000 hingga 50.000 jiwa.

Kota sedang, memiliki jumlah penduduk 50.000 sampai 100.000 jiwa.

Kota besar, memiliki jumlah penduduk 100.000 sampai 1 juta jiwa

Kota metropolitan, memiliki jumlah penduduk 1-5 juta jiwa.

Kota megapolitan, memiliki jumlah penduduk lebih dari 5 juta jiwa.

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

31 of 43

MATERI

POLA KERUANGAN KOTA

Pola ruang merupakan distribusi peruntukan ruang pada suatu wilayah sebagai fungsi lindung dan fungsi budidaya.

Pola ruang kota harus dirancang mempertimbangkan keseimbangan alam dan lingkungan.

Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/Prt/M/2011 tentang pedoman penyusunan ruang dan peraturan zonasi kabupaten/kota, rencana pola ruang terdapat dalam rencana detail tata ruang (RDTR) Kabupaten/Kota.

Peraturan zonasi adalah ketentuan yang mengatur tentang persyaratan pemanfaatan ruang dan ketentuan pengendaliannya dan disusun untuk setiap blok/ zona peruntukan yang penetapan zonanya dalam rencana perinci tata ruang.

RDTR adalah rencana secara terperinci tentang tata ruang wilayah kabupaten/kota yang dilengkapi dengan peraturan zonasi kabupaten/kota.

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

32 of 43

MATERI

POLA KERUANGAN KOTA

  1. Zona hutan lindung
  2. Zona yang memberikan perlindungan setempat yang meliputi zona bergambut dan zona resapan air
  3. Zona perlindungan setempat
  4. Zona ruang terbuka hijau
  5. Zona suaka alam dan cagar budaya
  6. Zona rawan bencana alam

ZONA LINDUNG

  1. Zona perumahan
  2. Zona perdagangan dan jasa
  3. Zona perkantoran
  4. Zona sarana pelayanan umum
  5. Zona industri
  6. Zona peruntukan khusus
  7. Zona peruntukan campuran

ZONA BUDIDAYA

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

33 of 43

BERPIKIR KRITIS

1.APA TUJUAN DITETAPKANNYA FUNGSI LINDUNG DAN FUNGSI BUDAYA DALAM PERENCANAAN KOTA?

2. LALU, MENGAPA DALAM PELAKSANAAN DI LAPANGAN PENGRUSAKAN KAWASAN LINDUNG MASIH TETAP TERJADI ?

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

34 of 43

MATERI

STRUKTUR RUANG KOTA

Struktur ruang kota dipengaruhi oleh fungsi kota

Misalnya : Kota industri -> mengarah pada jenis kegiatan industri

Peninjauan struktur ruang kota dilahat dari 2 aspek :

-> struktur ekonomi berkaitan pusat kegiatan ekonomi

-> struktur intern kota yang berhubungan bangunan dan laju penduduk

Teori Struktur Ruang Kota dibagi menjadi :

1. Teori Konsentris (Ernest W Burgess)

2. Teori Sektoral (Horner Hoyt)

3. Teori Inti Ganda (Chaunci Haris)

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

35 of 43

MATERI

TEORI KONSENTRIS

(Ernest W Burgess)

2

1

2

3

4

5

1. CBD/PUSAT KEGIATAN EKONOMI

2. ZONA TRANSISI

3. ZONA PEMUKIMAN BURUH

4. ZONA PEMUKIMAN MENENGAH

5. ZONA PENGLAJU

1. Pusat kota

2. Sub Urban

3. Sub Urban Fringe/ Jalur tepi sub daerah kota paling luar

4. Urban Fringe/ Jalur tepi daerah kota paling luar

5. Rural Urban Fringe/ Jalur batas desa dengan kota

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

36 of 43

MATERI

TEORI KONSENTRIS

Perkembangan kota dimulai dari pusat kemudian meluas ke wilayah yang jauh dari pusat akibat peningkatan jumlah penduduk, interaksi manusia dari segi ekonomi , sosial, politik, dan penggunaah lahan.

Kekurangan : hanya berlaku di beberapa negara (tidak semua menganut konsentris)

Kota-kota di Indonesia menganut teori konsentris.

Asumsi dan syarat :

1. Masyarakat heterogen

2. Industri komersil menjadi basis ekonomi

3. Jaringan transportasi harus mudah dan cepat

4. Adanya persaingan lahan untuk ruang ekonomi dan ruang pribadi

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

37 of 43

TEORI SEKTORAL

(Horner Hoyt)

MATERI

CBD/ PUSAT KEGIATAN

DAERAH GROSIR DAN MANUFAKTUR

PEMUKIMAN KELAS RENDAH

PEMUKIMAN KELAS MENENGAH

PEMUKIMAN KELAS ATAS

1

2

4

5

3

Teori sektoral berkaitan pada pertumbuhan kota akan mendorong perluasan wilayah dari pusat menuju luar pusat kota yang sangat dipengaruhi oleh jalur transportasi

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

38 of 43

MATERI

TEORI SEKTORAL

Perkembangan kota didasarkan adanya variasi penggunaan lahan di sekitar pusat kota lalu berkembang meluas ke zona lain. Pengelompokan penggunaan lahan kota menjulur seperti irisan kue tar dan bersifat bebas.

Kekurangan teori : mengabaikan penggunaan lahan lain selain pemukiman

Kota yang menganut teori ini : California, Boston

Asumsi dan syarat teori sektoral :

1. Daerah dengan sewa tanah tinggi berada di luar pusat kota

2. Daerah dengan harga sewa rendah merupakan jalur yang memanjang dari pusat ke perbatasan kota.

3. Zona pusat sebagai pusat kegiatan

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

39 of 43

MATERI

TEORI INTI GANDA

1. CBD/PUSAT KEGIATAN

2. TEMPAT GROSIR/ INDUSTRI KECIL

3. PEMUKIMAN KELAS RENDAH

4. PEMUKIMAN KELAS MENENGAH

5. PEMUKIMAN KELAS ATAS

6. MANUFAKTUR BERAT

7. DAERAH DI LUAR

8. PEMUKIMAN SUB URBAN

9. INDUSTRI SUB URBAN

(Chaunci Haris)

Teori inti ganda merupakan integrasi dari teori sektoral dan konsentris yang mana pertumbuhan kota cenderung tumbuh di sekitar beberapa pusat pertumbuhan (tidak hanya pada satu titik)

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

40 of 43

Teori inti ganda merupakan hasil dari pengamatan yang menunjukkan bahwa sebagian kota besar tidak tumbuh hanya dengan satu inti, melainkan adanya beberapa inti yang terpisah. Inti-inti tersebut berkembang sesuai dengan penggunaan lahannya yang fungsional dan keuntungan ekonomi menjadi dasar pertimbangan. Perkembangan kota juga melihat kepada situs kota dan sejarahnya sehingga tidak ada urutan yang teratur.

Asumsi dan syarat teori inti berganda :

  1. Perbedaan akan fasilitas yang dibutuhkan untuk kegiatan tertentu, misalnya kegiatan industri

3. Aktivitas yang serupa dapat dikelompokkan bersama untuk keuntungan ekonomi sehingga munculnya beberapa zona khusus untuk perekonomian

2. Aktivitas perekonomian dan nilai pendapatan yang berbeda menyebabkan adanya pemisahan zona untuk tempat tinggal

MATERI

TEORI INTI GANDA

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

41 of 43

MATERI

PERKEMBANGAN KOTA

Kota akan selalu mengalami perkembangan dari waktu ke waktu

Perubahan yang terjadi pada kota melalui 4 proses :

1. Proses konsentrasi ->

Proses penumpukan penduduk di suatu wilayah. Misalnya : proses urbanisasi masyarakat ke wilayah pusat kota

2. Proses dekonsentrasi ->

3. Proses sentralisasi ->

4. Proses desentralisasi ->

Wilayah yang padat penduduk akan menyebabkan pada kebutuhan lahan yang semakin meningkat, akibatnya harga tanah di kota semakin tinggi => menyebabkan penduduk dengan penghasilan rendah tidak bisa membeli akhirnya pindah ke tempat lain.

Pengelompokan di suatu kota lalu membentuk zona-zona tertentu => hampir sama dengan konsentrasi

Proses menjauh dari pusat wilayah akibat berkembangnya pusat pertumbuhan lain di suatu wilayah kota. Misalnya munculnya JABODETABEK menjadi desentralisasi kota Jakarta

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

42 of 43

MATERI

PERKEMBANGAN KOTA

Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kota meliputi 4 hal :

Faktor fisik kota => keadaan geografis, topografi, sejarah dan kebudayaan

Faktor fisik eksternal => terdapatnya sarana prasarana, jaringan transportasi

Faktor sosial => keadaan penduduk dan kualitas hidup masyarakat

Faktor ekonomi => kegiatan industri, perdagangan, jasa, dan penggunaan lahan

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN

43 of 43

EVALUASI

PENUGASAN VIA GOOGLE CLASSROOM

ALAMAT LINK : https://classroom.google.com/c/MTgxODIzNDQ2Nzkz/a/MTU1OTYxODAwNTk4/details

BATAS WAKTU :

SELASA, 20 OKTOBER 2020

JAM 18.00

BERANDA

INDIKATOR

MATERI

EVALUASI

TIM PLP GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA - SMAN 1 TAMAN