��������Komunikasi dan Penyuluhan Pertanian�
3. Falsafah, Prinsip dan Etika Penyuluhan Pertanian
Koordinator : Komariyati, SP, MP
Oleh : Shenny Oktoriana, SP, M.Sc
Email: shenny.oktoriana@faperta.untan.ac.id
Telp.: 082157747234
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian�Fakultas Pertanian - Universitas Tanjungpura
Falsafah Penyuluhan Pertanian
FALSAFAH
Landasan pemikiran berdasarkan kebijakan moral
(Dahama dan Bhatnagar, 1980)
Falsafah Penyuluhan pertanian:
Bekerja bersama dengan masyarakat untuk membantu agar mereka dapat meningkatkan harkatnya sebagai manusia
Falsafah Penyuluhan Pertanian
Berdasarkan falsafah penyuluhan tersebut, terkandung makna:
🡪 Swadaya, swakarsa, swadana, swakelola
Falsafah di Amerika 🡪 teach, truth, and trust (3T)
Falsafah Penyuluhan Pertanian
Falsafah Penyuluh Pertanian menurut Ensminger (1962)
Falsafah Penyuluhan Pertanian
Margono Slamet (1989) menyatakan perlunya menekankan falsafah penyuluhan terhadap falsafah negara 🡪 PANCASILA
Terutama Sila :
Falsafah Penyuluhan Pertanian
Loekman Soetrisno (1989) menekankan kaitan falsafah penyuluhan terhadap motto negara 🡪 Bhineka Tunggal Ika
Sehingga penyuluhan bersifat:
Prinsip Penyuluhan Pertanian
PRINSIP
Merupakan suatu pernyataan tentang kebijaksanaan yang dijadikan pedoman dalam pengambilan keputusan secara konsisten
Berlaku umum dan dapat diterima secara umum, sehingga dapat menjadi landasan pokok dalam pelaksanaan kegiatan
Penyuluhan merupakan bentuk pendidikan, oleh karena itu berpegangan pada prinsip:
Prinsip Penyuluhan Pertanian
Kegiatan penyuluhan semaksimal mungkin melibatkan masyarakat untuk ikut menegerjakan/menerapkan proses belajar
1. Mengerjakan
Kegiatan penyuluhan memberikan akibat atau pengaruh yang baik dan bermanfaat
2. Akibat
Setiap kegiatan penyuluhan harus dikaitkan dengan kegiatan lainnya, karena manusia cenderung mengaitkan kegiatan/peristiwa yang satu dengan lainnya
3. Asosiasi
Prinsip Penyuluhan Pertanian
Menurut Bhatnagar (1980), prinsip penyuluhan yaitu :
Prinsip Penyuluhan Pertanian
Penyuluhan akan efektif jika selalu mengacu pada minat dan kebutuhan masyarakat.
Karena itu perlu dikaji apa yang menjadi minat dan kebutuhan masyarakat
2. Organisasi masyarakat bawah
Penyuluhan akan efektif jika melibatkan/ menyentuh organisasi masyarakat bawah
3. Keragaman budaya
Perencanaan penyuluhan harus disesuaikan dengan budaya lokal yang beragam
Penyuluhan yang seragam di setiap wilayah seringkali akan menemui hambatan karena keragaman budaya
Prinsip Penyuluhan Pertanian
4. Perubahan budaya
Kegiatan penyuluhan akan mengakibatkan perubahan budaya
Harus menghindari perubahan budaya yang cenderung negatif, karena itu terlebih dahulu harus mempelajari budaya lokal
5. Kerjasama dan partisipasi
Penyuluhan akan efektif jika mampu menggerakkan partisipasi masyarakat untuk bekerjasama dalam melaksanakan kegiatan
6. Demokrasi dalam penerapan ilmu
Dalam kegiatan penyuluhan harus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menerapkan alternatif ilmu dan metode
Prinsip Penyuluhan Pertanian
7. Belajar sambil bekerja
Mengupayakan agar masyarakat dapat “belajar sambil bekerja” atau belajar dari pengalaman tentang segala yang dikerjakan
Penyuluhan memberikan kesempatan untuk memperoleh pengalaman melalui kegiatan praktis
8. Penggunaan metode yang sesuai
Penyuluhan dilakukan dengan metode yang sesuai kondisi (lingkungan, ekonomi, sosial, budaya)
9. Kepemimpinan
Penyuluh mampu menumbuhkan pemimpin lokal atau memanfaatkan pemimpin yang sudah ada untuk membantu kegiatan penyuluhan
Prinsip Penyuluhan Pertanian
10. Spesialis yang terlatih
Penyuluh merupakan orang yang mendapat pelatihan khusus tentang menjalankan fungsinya sebagai penyuluh
11. Segenap keluarga
Penyuluhan melibatkan seluruh anggota keluarga sebagai satu kesatuan unit sosial
12. Kepuasan
Penyuluh harus mampu mewujudkan kepuasan masyarakat terhadap keberhasilan program
Etika Penyuluhan Pertanian
Penyuluh merupakan suatu profesi, oleh karena itu diperlukan etika dalam pelaksanaannya
Etika merujuk pada tata pergaulan yang khas dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi, mengasosiasikan diri, dan dapat menjadi sumber motivasi untuk berkarya dan berprestasi bagi kelompok tertentu yang memilikinya
Etika Penyuluhan Pertanian
Etika ≠ Peraturan
Etika lebih cenderung berupa nilai-nilai moral, oleh karena itu bagi yang melanggar akan tercemar pribadinya
Kartono Muhammad (1987)
Penyuluh harus berperilaku sesuai etika agar masyarakat selalu memberikan dukungan yang tulus dalam menyukseskan kegiatan penyuluhan
Etika Penyuluhan Pertanian
Etika Penyuluh:
Terima Kasih