1 of 17

Desain Penelitian

22 - 29 Maret 2021

Desain penelitian yang merupakan pedoman dalam melakukan melaksanakan penelitian

Mahasiswa memahami desain

penelitian dan mendesain sebuah

penelitian kecil dari sebuah studi

kasus

Desain penelitian merupakan pedoman dalam melakukan proses penelitian diantaranya dalam menentukan instrumen pengambilan data, penentuan sampel, pengumpulan data serta analisa data. Dengan pemilihan desain penelitian yang tepat diharapkan akan dapat membantu peneliti dalam menjalankan penelitian secara benar. Tanpa desain yang benar

seorang peneliti tidak akan dapat melakukan penelitian dengan baik karena tidak memiliki pedoman penelitian yang jelas.

2 of 17

Metodologi Penelitian - Desain Penelitian

2

Tipe-Tipe Desain Penelitian

Ada beberapa terminologi antara metode penelitian dengan metodologi penelitian yang hingga saat ini masih banyak orang rancu memahaminya.

“Metode adalah bagian dari metodologi baik berupa metode, teknik, prosedur, dan berbagai macam alat (tools), dengan tahap-tahap tertentu dalam suatu penelitian disebut dengan metodologi.”

Metode penelitian atau yang bisa juga disebut dengan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ada beberapa macam. Cara mengkategorisasikan penelitian berdasarkan riset desainnya dibagi berdasarkan;

  1. dikotonomi penelitian dasar dan
  2. penelitian aplikatif.

Contoh metode penelitian dalam sebuah metodologi penelitian.

  1. Metode pengumpulan data
  2. Metode pengolahan data.

3 of 17

Metodologi Penelitian - Desain Penelitian

3

Macam-Macam Desain Penelitian

4 of 17

Metodologi Penelitian - Desain Penelitian

4

Metodologi penelitian tersebut bisa berupa hasil dari kerangka konseptual dan asumsi yang digunakan dalam penelitian dan bisa juga merupakan elaborasi dari berbagai hasil penelitian. Sebagai contoh dalam analisis dan perancangan sistem informasi, misalnya SDLC.

  1. Pada waktu melakukan planning kita bisa menggunakan teknik wawancara untuk menangkap apa yang digunakan oleh klien, kita menggunakan brain chart untuk project plan.
  2. Menggunakan template tertentu untuk menuliskan apa yang menjadi bisnisnya, constrain,
  3. pada tahapan analisis meng-capture functional requirement dan non-functional requirement.

Ada beberapa macam desain penelitian yang bisa kita pilah sesuai dengan penelitian yang ingin kita lakukan, antara lain;

  1. metode correlational,
  2. metode causal comparative,
  3. metode experimental,
  4. metode ethnographic yang biasanya digunakan dalam bidang sosial,
  5. metode historycal research,
  6. metode survey dan action research dimana penelitian ini para penelitinya terlibat langsung di dalamnya, penelitian ini biasanya digunakan dalam penelitian bidang sosial.
  7. Dalam bidang ilmu teknologi informasi desain penelitian yang paling banyak digunakan adalah desain eksperimental dan studi kasus (case study). Untuk lebih jelasnya, masing-masing dari metode penelitian di atas akan diuraikan secara lebih rinci.

5 of 17

Metodologi Penelitian - Desain Penelitian

5

1. Riset Eksperimental

Riset eksperimental merupakan “Research that allows for the causes of behavior to be Determined”. Untuk menggambarkan riset eksperimental bisa dilakukan pada dua kelompok dimana kelompok satu disebut kontrol tanpa diberi perlakukan apapun sedangkan pada kelompok ke dua diberikan perlakuan (treatment). Diasumsikan kedua kelompok ini sama.

Ada beberapa faktor yang terkait dengan penelitian eksperimental, antara lain:

  1. Independent Variable (IV) merupakan faktor yang bisa dimanipulasi.
  2. Dependent Variable (DV) adalah faktor yang tidak bisa dimanipulasi atau faktor tetap.
  3. Experimental Condition (group) adalah grup atau kelompok yang merupakan manipulasi dari eksperimen.
  4. Control condition (group) yang merupakan kumpulan grup yang tidak termanipulasi.
  5. Confounding variable misalnya cuaca, hama, kesuburan lahan tapi tidak diukur namun harus disebutkan inilah yang disebut dengan batasan penelitian
  6. An uncontrolled variable yang merupakan variable yang diikuti dengan indipendent variable.

Misalnya penelitian eksperimental yang dilakukan pada dua petak sawah. Pada petakan sawah pertama tidak diberikan pupuk dan pada petak sawah kedua diberikan pupuk.

6 of 17

Metodologi Penelitian - Desain Penelitian

6

Contoh lainnya misalnya apakah ada pengaruh peningkatan hasil belajar mahasiswa yang menggunakan e-learning dengan yang tidak menggunakan e-learning. Bila dengan adanya e-learning hasilnya lebih baik, maka benar adanya bahwa e-learning efektif meningkatkan proses pembelajaran. Eksperimen merupakan salah satu prosedur dimana terdapat satu atau lebih faktor yang bisa dimanipulasi dengan syarat semua faktor tesebut konstan.

Pembanding atau kontrol diantara kedua contoh diatas disebut dengan experimental design. Dimana ada penyebab yang berkorelasi dengan dampak. Penyebab muncul sebelum dampak atau bisa juga disebabkan oleh adanya kemungkin faktor-faktor lain yang berpengaruh.

Contoh lainnya perlakuan yang diberikan pada dua petak tanaman jagung yang diberikan pupuk. Pada tanaman jagung tersebut ada hal yang diasumsikan sama tetapi ternyata hasilnya tidak sama. Hal ini bisa diakibatkan oleh beberapa faktor yang berpengaruh, salah satunya adalah tingkat kesuburan tanah yang berbeda sehingga memberikan hasil yang berbeda pula. Inilah yang kita sebut sebagai kelemahan dari desain eksperimental. Terkadang asumsi yang digunakan merupakan dari dampak. Asumsi yang dikenakan dari dampak sebaiknya diungkapkan dalam tulisan. Misalnya walaupun letak geografisnya berbeda tingkat kesuburan dan tingkat kemiringannya sama. Untuk membangun penelitian yang bersifat eksperimental usahakan agar ada pembanding antara yang satu dengan yang lainnya.

7 of 17

Metodologi Penelitian - Desain Penelitian

7

8 of 17

Metodologi Penelitian - Desain Penelitian

8

9 of 17

Metodologi Penelitian - Desain Penelitian

9

Berdasarkan data yang kita dapatkan dapat digambarkan grafik yang berbeda-beda dimana setiap pertambahan satu satuan indipendent variable akan menghasilkan grafik yang berbeda. Pada grafik ini yang menjadi indipendent variablenya adalah pemupukan dan dependent variablenya adalah tingkat produksi yang dihasilkan. Karena pupuk yang diberikan berbeda-beda maka akan didapatkan hasil yang berbeda juga. Kondisi penelitian eksperimental yang diberikan perlakuan inilah yang kita sebut sebagai batasan dari penelitian.

10 of 17

Metodologi Penelitian - Desain Penelitian

10

2. Quasi Eksperimental

11 of 17

Metodologi Penelitian - Desain Penelitian

11

3. Causal – Comparative Research

Causal – Comparative Research disebut juga dengan penelitian sebab akibat merupakan salah satu ide berpikir ilmiah untuk menyusun suatu riset metodologi. Penelitian kausal bisa dimasukkan dalam penelitian eksperimen namun bisa juga dimasukkan dalam bentuk lain misalnya dalam bentuk komperatif riset. Indipendent variable pada penelitian komperatif tidak bisa dimanipulasi dan tidak bisa diberikan perlakuan (treatment).

Penelitian komparatif lebih terfokus pada dampak atau efek yang terjadi dengan cara mencari apa yang menjadi penyebab dari dampak tersebut serta melihat perbedaan yang yang terjadi diantara dua grup atau lebih dan berikan penjelasan terhadap perbedaan diantara kedua kelompok/grup. Misalnya kenapa perusahaan IT multinasional lebih inovatif daripada perusahaan IT lokal?

Untuk memanipulasi data bisa digunakan berbagai macam cara penghitungan atau uji statistik. Bila interest ingin melihat apakah pada grafik yang didapatkan terdapat perbedaan atau tidak biasanya dilakukan uji powerfull dengan menggunakan uji statistik seperti uji t, uji z maupun uji covariance.

Bila penelitian yang dilakukan lebih ke arah penelitian deskriptif, maka hasil yang didapatkan berupa grafik sudah cukup untuk memberikan gambaran penelitian, namun apabila kita ingin mengetahui secara lebih jauh apakah grafik tersebut signifikan atau tidak, maka harus diuji dengan statistik.

12 of 17

Metodologi Penelitian - Desain Penelitian

12

13 of 17

Metodologi Penelitian - Desain Penelitian

13

Penelitian yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif biasanya memiliki sampel yang terbatas, sedangkan untuk penelitian kuantitatif sampelnya cukup besar. Kombinasi dari kedua penelitian tersebut bersifat saling menguatkan. Penelitian yang bersifat kualitatif kualitas datanya harus reliable, valid, dan designnya harus benar. Kualitatif bukan berarti berkualitas. Misalnya kita ingin melihat bagaimana tingkat penjualan IT multinsional dalam tiga tahun terakhir. Bila rata-ratanya menunjukkan hasil yang tidak signifikan maka perlu diuji lanjut dengan menggunakan statistik, dimana uji z lebih powerull daripada uji t. Uji statistik ini dilakukan untuk mencari penyebab perbedaan berdasarkan indipenden dan dependent variablenya.

Misalnya Perusahaan IT international lebih inovatif daripada perusahaan IT nasional. Ukur dalam 3 tahun terakhir bagaimana produktivitas lihat polanya dengan unit yang sama kita bandingkan ini disebut komperatif riset. Bila rata-rata yang satu 5.4 dan 5.0 dengan sampel masing-masing 10, belum tentu yang 5.4 significan daripada 5.0 musti diuji dulu dengan uji secara statistik. Pada eksperimental design kita bisa memanipulasi indipendent variablenya. Bila pada tabelnya terlihat hasil yang berbeda secara signifikan maka perlu diuji dengan statistik. Apa penyebab dari meningkatnya produktivitas dari perusahaan ini.

Kesimpulan yang harus diambil adalah bahwa kegagalan IT mungkin terjadi karena tidak adanya peran atau komitmen dari pihak top manajemen. Hal ini merupakan kontribusi dari suatu riset karena sudah merupakan suatu fenomena. Contoh lain, dalam suatu penelitian ada yang mengatakan bahwa 85 % proyek IT gagal. Porsi terbesar penyebab gagalnya produk IT ini adalah karena adanya kesalahan pada requirementnya.

14 of 17

Metodologi Penelitian - Desain Penelitian

14

Kita tidak bisa mengontrol produk orang lain, karena bersifat komperatif. Tidak ada unsur objektivitas yang mengatakan bahwa produk yang kita buat lebih baiak daripada produk pesaing, tanpa didukung oleh data-data dan hasil penelitian. Ada nya robustnest dalam suatu penelitian tidak menjadi masalah, asal diungkapkan desain yang digunakan.

Data yang tidak valid diungkapkan kembali. Mendesain suatu riset berupa peluang dimana SI bisa diusulkan. Misalnya: SI untuk ketahanan pangan. Setiap lahan diukur produktivitasnya. Setiap ada perubahan fungsi lahan bisa diolah. Sehingga data tahun lalu dengan data sekarang bisa dioverlade berapa perubahan yang terjadi. Misalnya berapa lahan persawahan yang berubah jadi lahan pemukiman. Hingga dibuat kebijakan yang tepat sasaran misalnya tidak ada lagi ijin untuk mendirikan bangunan karena mengancam ketahanan pangan nasional.

15 of 17

Metodologi Penelitian - Desain Penelitian

15

4. Correlational Research

Bentuk penelitian lain yang sering disebut penelitian kuantitatif ialah penelitian korelasional (ex post facto). Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan diantara dua variable. Korelasi tidak menjamin adanya kausaliti (hubungan sebab akibat), tetapi kausaliti menjamin adanya korelasi.

Misalnya tingkat pertumbuhan bayi di jakarta dengan tingginya curah hujan di Bogor. Semakin tinggi curah hujan semakin tinggi tingkat kelahiran bayi. Lihat korelasinya bermakna atau tidak. Korelasi bisa diinterpretasikan walaupun geografisnya jauh. Kita harus kritis waktu melihat korelasi bermakna atau tidak, bila tidak maka korelasi tersebut akan gugur.

Contoh lainnya, kita ingin melihat tingkat Gross National Product (GNP) suatu negara dengan adanya keterlibatan IT. Maka hipotesis yang dibuat adalah semakin besar pembelanjaan IT suatu negara semakin tinggi GNP-nya. Hipotesis tersebut bisa benar dan bisa juga tidak. Untuk itu maka perlu dikaji apakah benar strategi bisnis tertentu di negara tersebut terkait dengan peran IT. Walaupun mungkin ada faktor-faktor lain yang tidak kita amati.

16 of 17

Metodologi Penelitian - Desain Penelitian

16

Korelasi menghitung derajat keterhitungan antara dua atau lebih variable. Bila kita melakukan korelasi maka kita melakukan forcasting atau peramalan. Misalnya ada hubungan antara IT investment dengan meningkatnya kinerja suatu perusahaan. Apakah hubungan tersebut bersifat kausaliti maka harus dikaji dan diteliti lagi faktor- faktor apa saja yang berperan di dalamnya. Selain korelasi dan kausaliti juga perlu dibedakan antara asumsi dengan simulasi. Asumsi merupakan sesuatu yang take it for granted. Contoh, dua petak sawah diasumsikan tingkat kesuburannya sama, intensitas penerimaan cahaya mataharinya sama, kemiringan ketinggiannya dari permukaan lautnya juga sama.

Contoh lain, simulasi untuk mengukur recall dan precision. Recall tidak bisa diukur. Bila kita mencari suatu artikel di google maka dalam menerapkan asumsi tadi kita tidak akan tahu berapa jumlah dokumen yang relevan untuk diambil. Untuk itu, maka perlu diasumsikan bahwa untuk mengukur precision maka jumlah dokumen yang relevan diambil dibagi dengan jumlah dokumen yang terambil. Recall ada berupa jumlah dokumen yang relevan tapi tidak terambil. Maka disimulasi, untuk menggambarkan presisinya.

Asumsi bukan tidak bisa diterima. Bukan angka asumsi yang dipake. Cari katagorikal interval yang telah dibuat orang lain. Cari reverensinya. Bangun argumen, cari referensi interval yang telah dibuat oleh orang lain.

Misalnya ada suatu kasus yang mengukur kontaminasi udara dengan suatu alat ukur. Diukur disel genser dengan disel. Datanya tidak representatif karena data kontimasi udara yang dilakukan diukur disamping knalpot motor atau mobil. Tidak bisa diasumsikan bahwa faktorfaktor lingkungan dianggap tetap.

17 of 17

Metodologi Penelitian - Desain Penelitian

17

Pembulatan bedanya makin besar. Kemungkinan adanya kontribusi erorr dari pembulatan. Masalah teknis. Asumsi berupa sesuatu yang tidak kita teliti. Misl. Normal distribution. Bila menguji IQ harus diuji dulu normalitinya, ada ketidaknormalan dalam sampel/populasi misal ada 10 orang autis akan merusak normality. Tidak pernah diujikan normaliti namun hanya diasumsikan sampel yang representatif maka dia menyebar normal. Fungsi normal, diuji dulu tapi tidak dilakukan bahwa IQ rate 100/120 bila dicacah/sensus menyebar normal. Dalam korelasi tidak ada yang kontrol satu sama lain sama aja perannya.

Penelitian yang menggunakan teknik korelasional adalah penelitian yang menyelidiki hubungan diantara beberapa variabel penelitian. Analisa data yang digunakan adalah analisa statisyik dengan menggunakan uji regresi dan korelasi.