1 of 45

www.genailabs.id

Optimalisasi AI sebagai Mitra Berpikir dalam Penyusunan Modul Ajar yang Kontekstual

Oleh Arsyad Riyadi

Slide 1 / 40

Arsyad Riyadi

2 of 45

3 of 45

Paradigma Baru AI

Slide 2 / 40

Beban Administrasi

Banyaknya waktu guru yang terserap untuk menyusun modul ajar, rubrik penilaian, dan laporan kinerja administratif harian.

Esensi Eksperimen

Waktu berharga guru yang seharusnya didedikasikan untuk mempersiapkan bahan praktikum fisik di lab sains menjadi tereduksi.

Realitas Lapangan Guru Sains

4 of 45

Paradigma Baru AI

Slide 3 / 40

AI tidak akan pernah menggantikan peran guru sains yang hebat. Namun, guru sains yang menggunakan AI secara cerdas akan menggantikan mereka yang tidak menggunakannya.

— Refleksi Pendidikan Modern

Mitos vs Fakta Kecerdasan Artifisial

5 of 45

Referensi

6 of 45

Paradigma Baru AI

Slide 4 / 40

Navigasi Cepat, Kendali Tetap

Posisikan AI seperti instrumen autopilot dalam kokpit pesawat.

AI membantu kalkulasi, menyarankan draf aktivitas, dan memformat materi dasar dengan instan.

Namun, keputusan arah terbang tetaplah otoritas mutlak pilot utama—yaitu Anda.

AI sebagai Co-Pilot Guru

7 of 45

3 model pengawasan:

Paradigma Baru AI

Slide 5 / 40

Human-in-the-Loop

Manusia terlibat aktif mengoreksi draf dan memodifikasi instruksi pada setiap iterasi keluaran teknologi.

Human-on-the-Loop

Manusia bertindak sebagai supervisor sistem, memantau integritas penilaian sains secara makro.

Human-in-Command

Manusia memegang kendali penuh mutlak dalam mengambil keputusan keselamatan praktikum fisis.

Mengenal Kerangka Kontrol Manusia

8 of 45

Paradigma Baru AI

Slide 6 / 40

100%

OVERSIGHT AKTIF

Kurasi Baris demi Baris

Dalam mode Human-in-the-Loop (HITL), setiap rancangan materi, butir pertanyaan, atau alur laboratorium yang dihasilkan oleh AI wajib dibaca, ditelaah, disunting, dan disaring oleh pendidik sebelum diperlihatkan ke murid.

Level 1 - Human-in-the-Loop

9 of 45

Paradigma Baru AI

Slide 7 / 40

Menjaga Objektivitas Asesmen

Dalam mode Human-on-the-Loop (HOTL), teknologi membantu proses otomatisasi berskala besar, seperti analisis rubrik kinerja lab atau pengelompokan tingkat remedial siswa.

Guru berperan mengawasi sistem dari luar untuk mengeliminasi potensi bias atau kesalahan penilaian.

Level 2 - Human-on-the-Loop

10 of 45

LEVEL 3 - HUMAN-IN-COMMAND

Kontrol Mutlak di Tangan Guru

Pendidik memegang hak prerogatif penuh untuk menonaktifkan gawai atau menghentikan saran AI saat situasi pembelajaran menghendaki interaksi emosional langsung, atau ketika keselamatan fisik praktikum IPA berada dalam risiko.

Paradigma Baru AI

Slide 8 / 40

11 of 45

Logika Backward Design & Teori Pedagogis

Menyelaraskan Perencanaan Sains Menggunakan Alur Berpikir Mundur (Understanding by Design)

Backward Design

Slide 9 / 40

12 of 45

Perencanaan yang matang dimulai dari hasil akhir yang diinginkan, bergerak mundur ke pembuktian, baru mendesain aktivitas belajar:

Backward Design

Slide 10 / 40

Tujuan Pembelajaran

Mengidentifikasi kompetensi sains inti & materi esensial.

Rencana Asesmen

Menyusun bukti belajar (KKTP) sebelum aktivitas.

Rancangan Aktivitas

Mendesain langkah praktikum inkuiri aktif.

Refleksi Pembelajaran

Mengevaluasi efektivitas kualitatif metode.

Bagan Alur Backward Design

13 of 45

Backward Design

Slide 11 / 40

01

TARGET KOMPETENSI

Fokus Pada Esensi CP

Jangan terburu-buru merancang praktikum seru. Pikirkan terlebih dahulu: kompetensi esensial apa yang wajib dikuasai siswa di akhir bab? Rumuskan Capaian Pembelajaran (CP) tersebut menjadi Tujuan Pembelajaran (TP) yang terukur fisis.

Langkah 1: Menentukan Hasil Akhir

14 of 45

Backward Design

Slide 12 / 40

02

RENCANA EVALUASI

Asesmen yang Valid

Bagaimana siswa menunjukkan bahwa ia telah memahami konsep? Susun kriteria ketercapaian (KKTP) dan rancang instrumen evaluasi (formatif/sumatif) terlebih dahulu sebelum mengumpulkan lembar kerja praktikum.

Langkah 2: Bukti Sebelum Eksplorasi

15 of 45

Backward Design

Slide 13 / 40

Aktivitas Kelas yang Efektif

Setelah tujuan ditentukan dan alat ukur (asesmen) siap, barulah guru menyusun rincian langkah aktivitas belajar sains di kelas atau laboratorium. Desain aktivitas harus fokus menuntun siswa mengumpulkan bukti belajar mereka.

Langkah 3: Aktivitas yang Selaras

16 of 45

Fokus sasaran tingkat kognitif untuk peserta didik jenjang SMP agar melatih nalar ilmiah:

Pembelajaran IPA SMP menggeser porsi C1 (Mengingat fakta) menuju ranah penerapan dan analisis variabel fisis (C2-C4).

Landasan Pedagogis

Slide 14 / 40

Pilar 1: Taksonomi Bloom (C2-C4)

17 of 45

Landasan Pedagogis

Slide 15 / 40

Sistem Pemrosesan Kognitif

Bagaimana siswa mengolah informasi, melakukan klasifikasi objek hidup, serta menyusun generalisasi data pengamatan laboratorium.

Sistem Diri & Metakognisi

Membantu murid memahami mengapa konsep sains ini penting bagi kehidupan mereka serta merefleksikan cara belajar mandiri.

Pilar 2: Sistem Kognitif Marzano

18 of 45

Model evaluasi pemahaman mendalam dari Wiggins & McTighe (UbD):

Landasan Pedagogis

Slide 16 / 40

1. Menjelaskan

Mampu merumuskan teori, hukum, dan fenomena secara logis-ilmiah.

2. Menginterpretasikan

Membaca makna tersirat dari tabel data fisis/grafik secara runtut.

3. Menerapkan

Menggunakan ilmu sains untuk memecahkan kasus nyata di sekitar.

Pilar 3: Enam Aspek Pemahaman

19 of 45

Bahaya Miskonsepsi Sains

Landasan Pedagogis

Slide 17 / 40

Halusinasi Ilmiah AI

AI generatif rentan melahirkan formula fisis yang keliru atau kesalahan identifikasi taksonomi biologi.

Di sinilah peran krusial pendidik sebagai kurator materi sains diuji.

20 of 45

Landasan Pedagogis

Slide 18 / 40

Cek Keaslian Konsep: Jangan menelan bulat-bulat RPP buatan AI. Lakukan kurasi formula fisis secara ketat.

Sesuaikan Ketersediaan Lab: Modifikasi aktivitas yang disarankan AI agar sesuai dengan kondisi alat laboratorium sekolah Anda.

Suntikkan Teori Pedagogis: Pastikan Anda secara aktif menyuruh AI menyelaraskan tujuan dengan level taksonomi kognitif.

Mencegah Penurunan Mutu Desain

21 of 45

Membedah 3 Pendekatan KKTP Praktis

Menyusun Bukti Belajar Terukur dan Otoritatif Berdasarkan Panduan 2025

Teori & Teknis KKTP

Slide 19 / 40

22 of 45

Kurikulum Merdeka menggeser porsi dominasi sumatif akhir menuju perluasan penilaian proses (Formatif & Reflektif).

Teori & Teknis KKTP

Slide 20 / 40

Keseimbangan Segitiga Asesmen

23 of 45

Kriteria biner kualitatif untuk materi Tekanan Hidrostatis (Kelas 9):

Teori & Teknis KKTP

Slide 21 / 40

Indikator Kinerja Ketercapaian

Belum Tercapai

Tercapai

1. Merumuskan hipotesis hubungan kedalaman dengan pancaran air secara logis.

2. Melakukan eksperimen mandiri menggunakan botol bekas berlubang secara aman.

3. Menyajikan data jarak pancaran air pada kedalaman berbeda dalam bentuk tabel runtut.

4. Menganalisis korelasi matematis variabel massa jenis terhadap besaran tekanan.

Pendekatan 1: Deskripsi Kriteria

24 of 45

Teori & Teknis KKTP

Slide 22 / 40

Ketentuan Kelulusan

Siswa dinyatakan mencapai TP jika minimal 3 kriteria berstatus "Tercapai". Berdasarkan contoh laporan sebelumnya, murid hanya memenuhi 2 kriteria saja.

Intervensi Khusus

Guru wajib melakukan remedial parsial untuk menuntun murid memperbaiki penyajian tabel data dan memperkuat analisis kausalitas variabel.

Analisis Kasus Deskripsi Kriteria

25 of 45

Teori & Teknis KKTP

Slide 23 / 40

Menilai Proses Secara Adil

Pendekatan rubrik membagi pencapaian murid menjadi beberapa tingkatan performa yang terukur nyata secara fisik, mulai dari Baru Berkembang, Layak, Cakap, hingga Mahir. Sangat ideal untuk menilai performa keterampilan praktikum.

Pendekatan 2: Rubrik Gradasi

26 of 45

Teori & Teknis KKTP

Slide 24 / 40

Aspek Penilaian

Baru Berkembang

Layak

Cakap

Mahir

Isi Laporan

Belum menyajikan data eksperimen hidrostatis yang relevan.

Pernyataan hipotesis dan data jelas, namun urutan paragraf tidak runtut.

Hubungan kedalaman dan jarak pancar terbukti runtut logis disertai data.

Kriteria cakap terpenuhi disertai fakta pendukung yang relevan.

Keterampilan Alat

Membutuhkan bantuan penuh untuk menggunakan alat praktikum.

Merakit alat secara mandiri, namun pengambilan data tidak teratur.

Melakukan eksperimen mandiri, aman, dan data konsisten.

Mampu memodifikasi variabel fisis cairan secara mandiri & aman.

Contoh Rubrik Laporan Kinerja

27 of 45

Pendidik mengonversi rubrik kualitatif skala 1-5 menjadi skor kuantitatif terstandar untuk pemetaan:

Teori & Teknis KKTP

Slide 25 / 40

Pendekatan 3: Skala Interval Nilai

28 of 45

Kalkulasi pencapaian nilai fisis menggunakan model formula MathML:

Contoh: Skor Perolehan 13 dari Skor Maksimum 20 menghasilkan nilai: 65

Teori & Teknis KKTP

Slide 26 / 40

Formulasi Matematika KKTP

29 of 45

Teori & Teknis KKTP

Slide 27 / 40

Interval Nilai

Kategori

Tindakan Guru IPA

0 - 20

Belum Mencapai TP

Remedial Total: Mengulang penyampaian materi konsep.

21 - 60

Belum Mencapai TP

Remedial Sebagian: Pendampingan tutor sebaya dalam praktikum.

61 - 80

Sudah Mencapai TP

Tuntas: Melanjutkan pembelajaran ke unit berikutnya.

81 - 100

Sudah Mencapai TP

Tuntas (Istimewa): Memberikan aktivitas pengayaan teoritis.

Interval & Tindak Lanjut Pedagogis

30 of 45

Strategi Prompting & Formula CREATE

Menulis Instruksi Tingkat Tinggi untuk Mendapatkan Rancangan Sains yang Presisi

Strategi Prompting

Slide 28 / 40

31 of 45

Strategi Prompting

Slide 29 / 40

Garbage In, Garbage Out. Jika Anda mengirim instruksi instan seperti "Buatkan RPP IPA SMP", AI akan mengembalikan materi umum internet yang membosankan dan tidak realistis bagi laboratorium sekolah Anda.

— Hukum Rekayasa Instruksi

Bahaya "Prompt Asal"

32 of 45

Strategi Prompting

Slide 30 / 40

Context & Role

Jelaskan status sekolah (misal: keterbatasan alat) dan berikan peran ahli pada AI.

Explicit & Align

Ketik perintah detail dan tautkan teori belajar (Bloom/UbD) ke dalam instruksi.

Target & Eval

Tentukan bentuk luaran tabel markdown dan paksa AI mengevaluasi kelayakannya.

Membedah Formula C-R-E-A-T-E

33 of 45

Strategi Prompting

Slide 31 / 40

Penggunaan Utama

Teknik sekali kirim menggunakan formula lengkap CREATE untuk materi klasifikasi makhluk hidup atau materi prasyarat.

Kapan Digunakan?

Sangat ideal ketika Anda membutuhkan draf kerangka kurikulum sains secara cepat (kurang dari 5 menit) di ruang obrolan.

Skenario 1 - Prompt Murni

34 of 45

Contoh Prompt

Context: Saya adalah guru IPA SMP Kelas 7. Saya sedang merancang modul ajar berbasis Backward Design (UbD) sesuai standar Kurikulum Merdeka di Indonesia. Sekolah kami memiliki keterbatasan alat laboratorium, namun memiliki lingkungan sekitar (kebun sekolah) yang kaya.

Role: Bertindaklah sebagai Ahli Kurikulum IPA SMP sekaligus Pakar Desain Instruksional UbD.

Explicit Instruction & Target: Bedah Capaian Pembelajaran (CP) berikut: "Menelaah hasil identifikasi makhluk hidup

sesuai dengan karakteristiknya " menjadi struktur perencanaan pembelajaran yang lengkap dalam bentuk tabel dengan kolom-kolom berikut:

1. Tujuan Pembelajaran (TP): Jabarkan menjadi 2-3 TP spesifik yang logis dan merujuk pada Taksonomi Bloom (fokus level C2 hingga C4).

2. Asesmen (Bukti Belajar): Tentukan 1 bentuk asesmen formatif (Assessment for Learning) dan 1 asesmen sumatif (Assessment of Learning) untuk setiap TP.

3. KKTP (Kriteria Ketercapaian): Tentukan kriteria ketercapaian menggunakan pendekatan Deskripsi Kriteria (apa saja bukti minimal siswa dianggap mencapai TP).

4. Aktivitas Pembelajaran Utama: Rancang 1 aktivitas penemuan terbimbing (Inquiry Learning) berbasis lingkungan sekitar sekolah yang hemat biaya untuk mencapai TP tersebut.

Alignment: Pastikan rancangan ini menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran (student-centered) dan mendorong keterampilan proses sains (mengamati, mengelompokkan).

Constraints: Format output wajib berupa tabel Markdown yang rapi. Hindari eksperimen yang menggunakan bahan kimia berbahaya atau alat mahal yang sulit dijangkau. Tuliskan dalam Bahasa Indonesia yang profesional namun hangat.

35 of 45

Strategi Prompting

Slide 32 / 40

Few-Shot Prompting

Memberikan contoh draf acuan ideal terlebih dahulu (misalnya format rubrik model pencernaan) sebelum meminta materi baru.

Keunggulan Mutu

Teknik ini memandu AI untuk menghasilkan struktur dan kedalaman analisis materi sains baru yang persis setara contoh Anda.

Skenario 2 - Prompt + Contoh

36 of 45

Alur kolaborasi interaktif bertahap untuk menyusun modul ajar fisis kompleks:

Strategi Prompting

Slide 33 / 40

Langkah 1

Mengirim perintah membedah isi CP kurikulum.

Langkah 2

Menyusun TP & KKTP berbasis masukan Langkah 1.

Langkah 3

Merancang eksperimen aman berdasarkan TP terpilih.

Langkah 4

Kurasi mandiri K3 & format laporan.

Skenario 3 - Skenario Generator

37 of 45

Contoh Generator

38 of 45

Strategi Prompting

Slide 34 / 40

Tingkat Kecakapan

Keahlian Prompting Rendah

Keahlian Prompting Tinggi

Pedagogi Tinggi

The Craftsman: Guru paham konsep fisis, namun proses pengerjaan lambat & manual.

The Master Educator: Kolaborasi ideal. Hasil AI sangat presisi & akademis.

Pedagogi Rendah

The Surface User: Hasil RPP dari AI sangat dangkal dan rentan miskonsepsi.

The Delegator: Memasrahkan materi penuh ke AI tanpa proses kurasi/koreksi ilmiah.

Kuadran Pedagogi vs Prompting

39 of 45

Praktik Mandiri: Inisiasi - Iterasi - Edit

Mengalami Alur Kolaborasi Riil Bersama Asisten Kecerdasan Artifisial

Sesi Praktik Mandiri

Slide 35 / 40

40 of 45

Sesi Praktik Mandiri

Slide 36 / 40

Langkah 1: Inisiasi

Mengirimkan instruksi awal bernilai tinggi dengan kerangka formal C-R-E-A-T-E.

Langkah 2: Iterasi

Melakukan dialog konfirmasi, mengajukan koreksi, dan menyaring miskonsepsi sains.

Langkah 3: Edit Manual

Memberikan sentuhan akhir manusia, menyesuaikan K3 lab lokal, & melokalkan contoh tanaman.

Alur Kerja Kolaboratif 3 Langkah

41 of 45

Sesi Praktik Mandiri

Slide 37 / 40

Klasifikasi Makhluk Hidup

CP Fase D: "Menelaah hasil identifikasi makhluk hidup sesuai dengan karakteristiknya."

Gunakan alur kolaborasi untuk merancang aktivitas pengamatan lapangan kebun sekolah yang sederhana menggunakan tanaman Putri Malu dan Rumput Teki.

Studi Kasus: CP Kelas 7

42 of 45

Sesi Praktik Mandiri

Slide 38 / 40

Bentuk Tim: Berkumpullah dalam kelompok kecil beranggotakan 3-4 pendidik IPA sejenis.

Buka Gawai: Pilih salah satu materi CP esensial yang sedang atau akan Anda ajarkan bulan depan.

Jalankan Siklus: Lakukan siklus 3 langkah (Inisiasi - Iterasi - Editing) di platform AI pilihan Anda.

Siapkan Draf: Ekspor hasil akhir tabel TP, KKTP, dan rancangan aktivitas praktikum untuk presentasi kilat.

Panduan Kerja Kelompok (35 Menit)

43 of 45

Lakukan verifikasi ketat pada draf modul ajar hasil AI menggunakan parameter berikut:

Sesi Penutup & Kurasi

Slide 39 / 40

Akurasi Ilmiah: Apakah semua rumus, hukum fisis, atau taksonomi biologi sudah bebas dari bias halusinasi?

Keamanan Lab (K3): Apakah langkah praktikum yang disarankan aman dilakukan oleh anak SMP?

Ketersediaan Logistik: Apakah alat & bahan pengamatan realistis didapatkan di sekitar pasar lokal?

Keselarasan Asesmen: Apakah instrumen KKTP benar-benar mengukur kompetensi yang diminta dalam TP?

Checklist Kurasi Materi IPA SMP

44 of 45

Terima Kasih • Guru IPA Komandan Teknologi

Slide 40 / 40

Ada Pertanyaan?

Mari kita kuasai teknologi demi membimbing masa depan sains generasi muda Indonesia.

www.genailabs.id

45 of 45

https://miro.medium.com/1*fcIEL3Ot5dAuIDLwNanpKw.jpeg

Source: medium.com

https://media.istockphoto.com/id/469951129/photo/group-of-multi-ethnic-students-in-chemistry-lab.jpg?s=612x612&w=0&k=20&c=WbKS_5P0HrNGWXTmNifwjh6Dw0mzj_spghkbJYd9xnY=

Source: www.istockphoto.com

https://images.ctfassets.net/isq5xwjfoz2m/2jkQTelx7SfzYVChjoFRe1/bf50edda422521a350c934e2b7ef9300/MP_-_Biodiversity_-_2025.png?w=1980&h=804&q=80&fm=png

Source: www.ellenmacarthurfoundation.org

Image Sources