1 of 28

Sistem Reproduksi Tumbuhan part 2

By Erika Warastuti Purnami

2 of 28

Poin Pembelajaran

Tunggal dan Ganda

Pembuahan

Gymnospermae dan Angiospermae

Perbedaan

Reproduksi Seksual

Ciri Khas

Reproduksi Seksual

Pengertian

3 of 28

Perkembangbiakan secara seksual melalui penyerbukan - perkawinan

Reproduksi Generatif Tumbuhan

4 of 28

Pengertian

  • Perkembangbiakan secara seksual melalui terjadinya pertemuan antara sel sperma dari benang sari dan sel telur dalam bakal buah.
  • Terjadi pada tumbuhan berbiji

5 of 28

Ciri Khas Reproduksi Seksual

3

1

Ada Bunga

Ada Biji

Alat Kelamin Betina

Alat Kelamin Jantan

Penyerbukan

6

Pembuahan

2

4

5

1

6 of 28

Alat Reproduksi Tumbuhan

7 of 28

Bagian-bagian Bunga

Bunga

  1. Mahkota Bunga
  2. Kelopak Bunga
  3. Dasar Bunga
  4. Tangkai Bunga
  5. Benang sari
  6. Putik

8 of 28

Bagian Bunga dan Fungsinya

Mahkota Bunga

01

Kelopak Bunga

02

Dasar Bunga

03

Berfungsi sebagai tempat melekatnya mahkota bunga

bagian bunga paling luar yang menyelimuti mahkota ketika masih kuncup. Fungsi dari kelopak bunga adalah melindungi mahkota bunga ketika masih kuncup. Kelopak bunga akan terbuka ketika mahkota mekar

Memiliki bentuk paling indah, memiliki warna tertentu. Fungsi mahkota bunga digunakan untuk menarik serangga. membantu proses penyerbukan

9 of 28

Bagian Bunga dan Fungsinya

Tangkai Bunga

04

Putik

05

Benangsari

Merupakan alat kelamin jantan, terdiri atas kepala sari dan tangkai sari

06

Bagian bunga yang berada pada bagian bawah bunga. Fungsi tangkai bunga adalah menopang bunga dan menghubungkannya dengan bagian tumbuhan lainnya

merupakan alat kelamin betina, terdiri atas kepala putik, tangkai putik, dan bakal buah.

10 of 28

Klasifikasi Bunga

Berdasarkan Alat Perkembangbiakan Bunga

Dibagi menjadi:

  • Bunga Sempurna ( memiliki putik dan benangsari)

Contoh : bunga kembang sepatu, bunga tulip

  • Bunga Tidak Sempurna ( memiliki salah satu putik atau benangsari

Contoh: bunga pepaya, bunga salak

Add Text

Add Text

Berdasarkan Kelengkapan Penyusun Bunga

Dibagi menjadi:

  • Bunga Lengkap ( memiliki mahkota, kelopak, putik dan benangsari)

Contoh : bunga kembang sepatu, bunga mawar, bunga bakung

  • Bunga Tidak Lengkap ( memiliki salah satu putik atau benangsari

Contoh: bunga kelapa, bunga kamboja

11 of 28

Klasifikasi Bunga

Add Text

Add Text

Penyerbukan

  • proses jatuhnya serbuk sari dari kepala putik bunga.
  • terjadi melalui bantuan udara, air, hewan ataupun manusia.

12 of 28

Macam Penyerbukan

Autogami

Geitonogami

Alogami

Hibridisasi

Penyerbukan sendiri

Proses perpindahan serbuk sari ke kepala putik pada bunga yang sama (bunga sempurna)

Penyerbukan silang

Proses perpindahan serbuk sari ke kepala putik pada bunga pohon lain yang sejenis

Penyerbukan tetangga

Proses perpindahan serbuk sari ke kepala putik pada bunga yang yang berbeda tapi 1 pohon atau 1 tumbuhan

Penyerbukan Bastar

Proses perpindahan serbuk sari ke kepala putik pada bunga pohon lain yang berbeda jenis namun genus sama

13 of 28

Macam Perantara Penyerbukan

Bunga tidak berwarna

Penyerbukan dengan bantuan angin ( Anemogami)

Penyerbukan dengan bantuan hewan ( Zoidiogami)

Kepala putik besar

Serbuk sari banyak, ringan

Jagung, kelapa, rerumputan

Hewan perantara serangga, burung kolibri, kelelawar

Kamboja

Memiliki kelenjar madu, bau khas, lengket

Bunga berwarna menarik

14 of 28

Macam Perantara Penyerbukan

Habitat tumbuhan di air

Penyerbukan dengan bantuan air ( Hidrogami)

Penyerbukan dengan bantuan manusia ( Antropogami)

Terjadi saat hujan

Serbuk sari jatuh di putik

Hydrilla, Elodia

Serbuk sari ditempelkan di kepala putik

Anggrek, vanili, salak

Penyerbukan Buatan

Tidak ada perantara

15 of 28

Anemogami

Zoidiogami

16 of 28

Antropogami, bunga vanili

Hidrogami,

Bunga Elodia

17 of 28

Perbedaan bunga Gymnospermae dan Angiospermae:

Bunga Gymnospermae memiliki bagian bunga 3 atau kelipatannya

Bunga Angiospermae memiliki bagian bunga 4, 5 atau kelipatannya

Gymnospermae

Perbedaan Bunga

Angiospermae

18 of 28

Terjadi pada tumbuhan Gymnospermae

Pembuahan Tunggal

01

02

Terjadi pada tumbuhan Angiospermae

Pembuahan Ganda

Pembuahan

Merupakan peleburan antara sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina

19 of 28

PEMBUAHAN TUNGGAL

20 of 28

Terjadi pada tumbuhan Gymnospermae atau tumbuhan berbiji terbuka. Serbuk sari akan sampai pada tetes penyerbukan, kemudian dengan mengeringnya tetes penyerbukan, serbuk sari yang telah jatuh di dalamnya akan diserap masuk ke ruang serbuk sari melalui mikrofil. Serbuk sari ini sesungguhnya terdiri atas dua sel, yaitu sel generatif atau yang kecil dan sel vegetatif yang besar, hampir menyelubungi sel generatif. Serbuk sari ini kemudian tumbuh membentuk buluh serbuk sari, yang kemudian bergerak ke ruang arkegonium. Karena pembentukan buluh serbuk sari maka sel-sel yang terdapat di antara ruang serbuk sari dan ruang arkegonium terdesak ke samping akan terlarut. Sementara itu di dalam buluh ini sel generatif membelah menjadi dua dan menghasilkan sel dinding atau sel dislokator, dan sel spermatogen atau calon spermatozoid.

21 of 28

Sel spermatogen kemudian membelah menjadi dua sel permatozoid. Setelah sampai di ruang arkegonium, sel vegetatif lenyap, dan kedua sel spermatozoid lepas ke dalam ruang arkegonium yang berisi cairan, sehingga spermatozoid dapat berenang di dalamnya. Pada ruang arkegonium terdapat sejumlah sel telur yang besar. Tiap sel telur bersatu dengan satu spermatozoid, sehingga pembuahan pada Gymnospermae selalu mengasilkan zigot yang kemudian tumbuh dan berkembang menjadi embrio. Pembuahan tunggal seperti ini misalnya terjadi pada pohon Pinus.

22 of 28

PEMBUAHAN GANDA

23 of 28

Terjadi pada tumbuhan Angiospermae atau tumbuhan berbiji tertutup.

1. Perkembangan serbuk sari

Serbuk sari yang jatuh di kepala putih terdiri atas satu sel dengan dua dinding pembungkus, yaitu: eksin (selaput luar) dan intin (selaput dalam). Eksin pecah, kemudian intin tumbuh memanjang membuat buluh serbuk sari. Buluh serbuk sari ini akan tumbuh menuju ke ruang bakal biji. Bersamaan dengan ini inti sel serbuk sari membelah menjadi 2, yang besar didepan adalah inti vegetatif sebagai penunjuk jalan, dan yang kecil di belakang adalah inti generatif. Inti generatif membelah lagi menjadi dua inti generatif atau spermatozoid, yaitu inti generatif 1 dan inti generatif 2.

2. Pembentukan sel telur

Bersamaan dengan perkembangan serbuk sari dalam buluh serbuk sari, di dalam ruang bakal biji sel induk megaspora (megasporosit/makrosporosit) membelah secara meiosis menjadi 4 sel. Tiga di antaranya mati dan yang satu tumbuh menjadi sel megaspora/makrospora (inti kandung lembaga primer). Inti sel megaspora ini selanjutnya membelah mitosis 3x, sehingga terbentuklah 8 inti. Ke-8 inti tersebut kemudian masing-masing akan terbungkus membran sehingga menjadi sel yang terpisah. Karena itu sel-sel di dalam bakal biji sering disebut multigamet.

24 of 28

Langkah berikutnya, 8 sel tersebut membentuk formasi di dalam bakal biji. Tiga sel menempatkan diri di bagian atas bakal biji disebut antipoda. Yang di bagian bawah dekat mikrofil, 3 sel menempatkan diri berdekatan. Yang tengah adalah ovum, sedang mengapitnya sebelah kanan dan kiri adalah sinergid. Dua sel yang tersisa bergerak ke tengah bakal biji dan bersatu melebur membentuk inti kandung lembaga sekunder sehingga menjadi sel yang diploid (2n).

Jika terjadi pembuahan inti generatif 1 membuahi ovum membentuk zigot, sedang inti generatif 2 membuahi inti kandung lembaga sekunder menghasilkan endosperm (3n) sebagai cadangan makanan untuk zigot. Inilah yang dinamakan pembuahan ganda. Sementara itu inti vegetatif akan mati setelah sampai di bakal biji.

inti generatif 1 (n) + ovum (n) —–> zigot (2n)

inti generatif 2 (n) + inti kandung lembaga sekunder (2n) —–> endosperm (3n)

Masuknya inti generatif ke dalam ruang bakal biji ada beberapa cara, yaitu:

Porogami : bila dalam pembuahan masuknya spermatozoid melalui mikrofil.

Aporogami : bila masuknya spermatozoid tidak melalui mikrofil. Bila masuknya spermatozoid melalui kalaza, maka disebut kalazogami.

25 of 28

Embrio pada tumbuhan berbiji dapat terjadi karena:

a) Amfiksis (amfmiksis), yaitu terjadinya embrio melalui peleburan antara ovum dan sel spermatozoid.

b) Apomiksis,embrio terjadi bukan dari peleburan sel telur dengan sel spermatozoid. Apomiksis dapat terjadi karena:

  • Partenogenesis, yaitu pembentukan embrio dari sel telur tanpa adanya pembuahan.
  • Apogami, yaitu embrio yang terjadi dari bagian lain dari kandung lembaga tanpa adanya pembuahan, misalnya dari sinergid atau antipoda.
  • Embrioni adventif, yaitu embrio yang terjadi dari selain kandung lembaga. Misalnya, dari sel nuselus.

Terjadinya amfimiksis dan apomiksis secara bersama-sama menyebabkan terdapatnya lebih dari satu embrio dalam satu biji. Peristiwa ini disebut poliembrioni. Poliembrioni sering dijumpai pada jeruk, mangga, nangka, dan sebagainya.

26 of 28

See You @ Reproduksi Hewan

Keep Healthty

Keep Happy

27 of 28

Wassalamu’alaikum

28 of 28

Thank you