Sistem Reproduksi Tumbuhan part 2
By Erika Warastuti Purnami
Poin Pembelajaran
Tunggal dan Ganda
Pembuahan
Gymnospermae dan Angiospermae
Perbedaan
Reproduksi Seksual
Ciri Khas
Reproduksi Seksual
Pengertian
Perkembangbiakan secara seksual melalui penyerbukan - perkawinan
Reproduksi Generatif Tumbuhan
Pengertian
Ciri Khas Reproduksi Seksual
3
1
Ada Bunga
Ada Biji
Alat Kelamin Betina
Alat Kelamin Jantan
Penyerbukan
6
Pembuahan
2
4
5
1
Alat Reproduksi Tumbuhan
Bagian-bagian Bunga
Bunga
Bagian Bunga dan Fungsinya
Mahkota Bunga
01
Kelopak Bunga
02
Dasar Bunga
03
Berfungsi sebagai tempat melekatnya mahkota bunga
bagian bunga paling luar yang menyelimuti mahkota ketika masih kuncup. Fungsi dari kelopak bunga adalah melindungi mahkota bunga ketika masih kuncup. Kelopak bunga akan terbuka ketika mahkota mekar
Memiliki bentuk paling indah, memiliki warna tertentu. Fungsi mahkota bunga digunakan untuk menarik serangga. membantu proses penyerbukan
Bagian Bunga dan Fungsinya
Tangkai Bunga
04
Putik
05
Benangsari
Merupakan alat kelamin jantan, terdiri atas kepala sari dan tangkai sari
06
Bagian bunga yang berada pada bagian bawah bunga. Fungsi tangkai bunga adalah menopang bunga dan menghubungkannya dengan bagian tumbuhan lainnya
merupakan alat kelamin betina, terdiri atas kepala putik, tangkai putik, dan bakal buah.
Klasifikasi Bunga
Berdasarkan Alat Perkembangbiakan Bunga
Dibagi menjadi:
Contoh : bunga kembang sepatu, bunga tulip
Contoh: bunga pepaya, bunga salak
Add Text
Add Text
Berdasarkan Kelengkapan Penyusun Bunga
Dibagi menjadi:
Contoh : bunga kembang sepatu, bunga mawar, bunga bakung
Contoh: bunga kelapa, bunga kamboja
Klasifikasi Bunga
Add Text
Add Text
Penyerbukan
Macam Penyerbukan
Autogami
Geitonogami
Alogami
Hibridisasi
Penyerbukan sendiri
Proses perpindahan serbuk sari ke kepala putik pada bunga yang sama (bunga sempurna)
Penyerbukan silang
Proses perpindahan serbuk sari ke kepala putik pada bunga pohon lain yang sejenis
Penyerbukan tetangga
Proses perpindahan serbuk sari ke kepala putik pada bunga yang yang berbeda tapi 1 pohon atau 1 tumbuhan
Penyerbukan Bastar
Proses perpindahan serbuk sari ke kepala putik pada bunga pohon lain yang berbeda jenis namun genus sama
Macam Perantara Penyerbukan
Bunga tidak berwarna
Penyerbukan dengan bantuan angin ( Anemogami)
Penyerbukan dengan bantuan hewan ( Zoidiogami)
Kepala putik besar
Serbuk sari banyak, ringan
Jagung, kelapa, rerumputan
Hewan perantara serangga, burung kolibri, kelelawar
Kamboja
Memiliki kelenjar madu, bau khas, lengket
Bunga berwarna menarik
Macam Perantara Penyerbukan
Habitat tumbuhan di air
Penyerbukan dengan bantuan air ( Hidrogami)
Penyerbukan dengan bantuan manusia ( Antropogami)
Terjadi saat hujan
Serbuk sari jatuh di putik
Hydrilla, Elodia
Serbuk sari ditempelkan di kepala putik
Anggrek, vanili, salak
Penyerbukan Buatan
Tidak ada perantara
Anemogami
Zoidiogami
Antropogami, bunga vanili
Hidrogami,
Bunga Elodia
Perbedaan bunga Gymnospermae dan Angiospermae:
Bunga Gymnospermae memiliki bagian bunga 3 atau kelipatannya
Bunga Angiospermae memiliki bagian bunga 4, 5 atau kelipatannya
Gymnospermae
Perbedaan Bunga
Angiospermae
Terjadi pada tumbuhan Gymnospermae
Pembuahan Tunggal
01
02
Terjadi pada tumbuhan Angiospermae
Pembuahan Ganda
Pembuahan
Merupakan peleburan antara sel kelamin jantan dengan sel kelamin betina
PEMBUAHAN TUNGGAL
Terjadi pada tumbuhan Gymnospermae atau tumbuhan berbiji terbuka. Serbuk sari akan sampai pada tetes penyerbukan, kemudian dengan mengeringnya tetes penyerbukan, serbuk sari yang telah jatuh di dalamnya akan diserap masuk ke ruang serbuk sari melalui mikrofil. Serbuk sari ini sesungguhnya terdiri atas dua sel, yaitu sel generatif atau yang kecil dan sel vegetatif yang besar, hampir menyelubungi sel generatif. Serbuk sari ini kemudian tumbuh membentuk buluh serbuk sari, yang kemudian bergerak ke ruang arkegonium. Karena pembentukan buluh serbuk sari maka sel-sel yang terdapat di antara ruang serbuk sari dan ruang arkegonium terdesak ke samping akan terlarut. Sementara itu di dalam buluh ini sel generatif membelah menjadi dua dan menghasilkan sel dinding atau sel dislokator, dan sel spermatogen atau calon spermatozoid.
�
Sel spermatogen kemudian membelah menjadi dua sel permatozoid. Setelah sampai di ruang arkegonium, sel vegetatif lenyap, dan kedua sel spermatozoid lepas ke dalam ruang arkegonium yang berisi cairan, sehingga spermatozoid dapat berenang di dalamnya. Pada ruang arkegonium terdapat sejumlah sel telur yang besar. Tiap sel telur bersatu dengan satu spermatozoid, sehingga pembuahan pada Gymnospermae selalu mengasilkan zigot yang kemudian tumbuh dan berkembang menjadi embrio. Pembuahan tunggal seperti ini misalnya terjadi pada pohon Pinus.
�
PEMBUAHAN GANDA
Terjadi pada tumbuhan Angiospermae atau tumbuhan berbiji tertutup.
1. Perkembangan serbuk sari
Serbuk sari yang jatuh di kepala putih terdiri atas satu sel dengan dua dinding pembungkus, yaitu: eksin (selaput luar) dan intin (selaput dalam). Eksin pecah, kemudian intin tumbuh memanjang membuat buluh serbuk sari. Buluh serbuk sari ini akan tumbuh menuju ke ruang bakal biji. Bersamaan dengan ini inti sel serbuk sari membelah menjadi 2, yang besar didepan adalah inti vegetatif sebagai penunjuk jalan, dan yang kecil di belakang adalah inti generatif. Inti generatif membelah lagi menjadi dua inti generatif atau spermatozoid, yaitu inti generatif 1 dan inti generatif 2.
2. Pembentukan sel telur
Bersamaan dengan perkembangan serbuk sari dalam buluh serbuk sari, di dalam ruang bakal biji sel induk megaspora (megasporosit/makrosporosit) membelah secara meiosis menjadi 4 sel. Tiga di antaranya mati dan yang satu tumbuh menjadi sel megaspora/makrospora (inti kandung lembaga primer). Inti sel megaspora ini selanjutnya membelah mitosis 3x, sehingga terbentuklah 8 inti. Ke-8 inti tersebut kemudian masing-masing akan terbungkus membran sehingga menjadi sel yang terpisah. Karena itu sel-sel di dalam bakal biji sering disebut multigamet.
Langkah berikutnya, 8 sel tersebut membentuk formasi di dalam bakal biji. Tiga sel menempatkan diri di bagian atas bakal biji disebut antipoda. Yang di bagian bawah dekat mikrofil, 3 sel menempatkan diri berdekatan. Yang tengah adalah ovum, sedang mengapitnya sebelah kanan dan kiri adalah sinergid. Dua sel yang tersisa bergerak ke tengah bakal biji dan bersatu melebur membentuk inti kandung lembaga sekunder sehingga menjadi sel yang diploid (2n).
Jika terjadi pembuahan inti generatif 1 membuahi ovum membentuk zigot, sedang inti generatif 2 membuahi inti kandung lembaga sekunder menghasilkan endosperm (3n) sebagai cadangan makanan untuk zigot. Inilah yang dinamakan pembuahan ganda. Sementara itu inti vegetatif akan mati setelah sampai di bakal biji.
inti generatif 1 (n) + ovum (n) —–> zigot (2n)
inti generatif 2 (n) + inti kandung lembaga sekunder (2n) —–> endosperm (3n)
Masuknya inti generatif ke dalam ruang bakal biji ada beberapa cara, yaitu:
Porogami : bila dalam pembuahan masuknya spermatozoid melalui mikrofil.
Aporogami : bila masuknya spermatozoid tidak melalui mikrofil. Bila masuknya spermatozoid melalui kalaza, maka disebut kalazogami.
Embrio pada tumbuhan berbiji dapat terjadi karena:
a) Amfiksis (amfmiksis), yaitu terjadinya embrio melalui peleburan antara ovum dan sel spermatozoid.
b) Apomiksis,embrio terjadi bukan dari peleburan sel telur dengan sel spermatozoid. Apomiksis dapat terjadi karena:
Terjadinya amfimiksis dan apomiksis secara bersama-sama menyebabkan terdapatnya lebih dari satu embrio dalam satu biji. Peristiwa ini disebut poliembrioni. Poliembrioni sering dijumpai pada jeruk, mangga, nangka, dan sebagainya.
See You @ Reproduksi Hewan
Keep Healthty
Keep Happy
Wassalamu’alaikum
Thank you