�
NAMA: ZIDNA NISWATA FAHIRA
KELAS:XII IPS4
MAPEL:Q-H (BAB2)
BERPIKIR POSITIF DAN SABAR ��DALAM MENGHADAPI UJIAN ��DAN COBAAN
1. MACAM-MACAM UJIAN DARI ALLAH SWT. QS AL-BAQARAH (2):155-157
{وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ (155) الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (156) أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ (157) }
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. QS al-Baqarah (2):155-157
-PENJELASAN
Sesungguhnya Allah akan menguji kaum muslimin dengan berbagai
Ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan (bahan makanan). Dengan ujian ini kaum muslimin menjadi umat yang kuat mentalnya, umat yang mempunyai keyakinan yang kokoh, jiwa yang tabah, dan tahan uji.
2. KENISCAYAAN UJIAN DALAM HIDUP QS ALI IMRAN (3):186
وَلَـتَسۡمَعُنَّ مِنَ الَّذِيۡنَ اُوۡتُوا الۡكِتٰبَ مِنۡ قَبۡلِكُمۡ وَمِنَ الَّذِيۡنَ اَشۡرَكُوۡۤا اَذًى كَثِيۡـرًاؕ وَاِنۡ تَصۡبِرُوۡا وَتَتَّقُوۡا فَاِنَّ ذٰلِكَ مِنۡ عَزۡمِ الۡاُمُوۡرِ
Terjemah
Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu Sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu Dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang
Menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang Demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan. QS Ali Imran (3):186�Penjelasan
Ayat ini mengandung pesan tentang kemuliaan orang-orang yang bersabar Dalam menghadapi cobaan. Keniscayaan ujian akan diberlakukan pada diri dan harta Setiap orang. Ujian pada diri seseorang bisa berupa sakit fisik, kelemahan, pembunuhan, peperangan atau bentuk ujian fisik yang lain. Ujian dalam harta berupa kekurangan, kemelaratan, pencurian, perampokan dan lain sebagainya.
3. SIKAP MUKMIN DALAM KEADAAN APAPUN. HR. MUSLIM DARI SUHAIB DAN HR. TIRMIDZI DARI MUS’AB BIN SA’AD
-Arti Hadis
Dari Shuhaib berkata: Rasulullah saw.. Bersabda: “Perkara orang mukmin Mengagumkan, sesungguhnya semua perihalnya baik dan itu tidak dimiliki seorang Pun selain orang mukmin, bila tertimpa kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik Baginya dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu baik baginya (HR. Muslim)�- Penjelasan hadis�Hadis di atas menunjukkan perbedaan antara orang yang beriman dan orang Kafir. Segala bentuk cobaan atau ujian dapat menjadikan setiap urusan yang Dihadapinya selalu bernilai kebaikan. Kandungan lain dari hadis di atas adalah sikap Bersyukur ketika mendapatkan kesenangan. Bersyukur dapat diartikan dengan dua Sisi. Pertama, pujian karena adanya kebaikan yang didapatkan. Pujian ini muncul dari Perasaan rida meskipun kebaikan yang diperoleh hanya sedikit. Namun ia selalu tetap Berbagi kesenangan tersebut dengan orang lain sebagai bentuk ekspresi rasa Syukurnya. Makna syukur yang kedua, perasaan puas dengan kebaikan yang Diterimanya meskipun kelihatan sedikit, ia tetap merasa bersyukur. Dan sikap yang Demikian pada hakikatnya ia telah memperoleh kebaikan yang banyak.
4. COBAAN BAGI ORANG MUKMIN. HR. TIRMIDZI DARI MUS’AB BIN SA’AD
Arti Hadis
Dari Mush‟ab bin Sa‟id dari ayahnya, ia berkata,“Wahai Rasulullah, manusia Manakah yang paling berat ujiannya?” Beliau menjawab, “Para Nabi, kemudian yang Semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi Agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula Ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas Agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga dia Berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa (HR. Tirmidzi)
Penjelasan
Hadis ini menegaskan bahwa setiap orang akan mendapatkan ujian dan Cobaan. Namun demikian setiap cobaan dan ujian itu sesuai dengan kemampuan Seseorang dalam menerima ujian tersebut.Ujian dan cobaan diberlakukan sesuai dengan tingkat keimanan seseorang. Karenanya para Nabi dan Rasul mendapatkan ujian paling berat kemudian orangorang yang imannya mendekati para nabi dan seterusnya. Semakin kuat iman, Semakin berat cobaan. Semakin ringan iman seseorang, maka cobaan yang juga Ringan. Begitulah Allah secara adil memberlakukan ujian dan cobaan.