LEMBAGA PERWAKILAN RAKYAT
Dr. Fatmawati, S.H., M.H.
Fakultas Hukum
Universitas Indonesia
��Thomas Hobbes, Leviathan (1651)
Thomas Hobbes, Leviathan (1651)
Thomas Hobbes, Leviathan (1651)
�
Thomas Hobbes, Leviathan (1651)
Thomas Hobbes, Leviathan (1651)
KELEMAHAN:
John Locke, Two Treatises of Government, (London: Printed for Thomas Tegg, 1823)
John Locke, Two Treatises of Government (1690)
John Locke, Two Treatises of Government (1690)
KELEBIHAN:
John Locke, Two Treatises of Government (1690)
John Locke, Two Treatises of Government (1690)
KELEMAHAN:
Jean-Jacques Rousseau, The Social Contract, (1762)
Jean-Jacques Rousseau, The Social Contract (1762)
Jean-Jacques Rousseau, The Social Contract (1762)
Jean-Jacques Rousseau, The Social Contract (1762)
Jean-Jacques Rousseau, The Social Contract (1762)
Jean-Jacques Rousseau, The Social Contract (1762)
KELEBIHAN:
Jean-Jacques Rousseau, The Social Contract (1762)
KELEMAHAN:
Jean-Jacques Rousseau, The Social Contract (1762)
John Locke, Two Treatises of Government (1690)
John Locke, Two Treatises of Government (1690)
John Locke, Two Treatises of Government (1690)
Charles-Louis de Secondat, Baron de Montesquieu, L’Esprit des Lois, atau The Spirit of Laws (1748)
Charles-Louis de Secondat, Baron de Montesquieu, The Spirit of Laws (1748)
Charles-Louis de Secondat, Baron de Montesquieu, The Spirit of Laws (1748)
Jimly Asshiddiqie, Pengantar Ilmu HTN
Istilah LPR
Selain istilah representative assembly, juga dikenal istilah lainnya, yaitu legislature (lembaga pembuat UU) sebagaimana yang dikemukakan oleh K.C. Wheare
Istilah LPR
K.C. Wheare.
PARLIAMENTS AND CONGRESSES and other similar assemblies are commonly called ‘legislatures’. The use of the name is convenient and indeed justifiable, but it can mislead. For a large part of the time of this bodies is not devoted to law-making at all. One of their most important functions is to critize the executive. In some countries they make or unmake governments. They debate the great issues of public concern. They constitute ‘a grand inquest of the nation’….
Istilah LPR
Arend Lijphart mengemukakan pendapatnya bahwa:
“…the bicameral legislatures as a whole is usually called Congress in presidential systems…and Parliament in parliamentary systems of government. However the term “parliament “ is also often used generically as a synonym for “legislature.”….”
Istilah LPR
Dari 75 negara yang menggunakan sistem pemerintahan parlementer:
Istilah LPR
Dari 27 negara yang menggunakan sistem pemerintahan presidensil:
Metode Seleksi
a. Semua anggota pada kamar pertama (first chambers) dipilih secara langsung oleh pemilih.
b. Anggota-anggota kamar kedua (second chambers) bervariasi, yaitu:
i. dipilih secara langsung oleh pemilih
dipilih-sebagian dan dipilih seluruhnya
ii. dipilih secara tidak langsung
garis keturunan & pengangkatan
Metode Seleksi
George Tsebelis dan Jeannette Money meneliti golongan warga negara yang diwakili pada upper house pada 52 negara. Golongan tersebut dapat berupa:
Arend Lijphart, Patterns of Democracy: Government Forms and Performance in Thirty-Six Countries
Dari penelitian yang dilakukan terhadap 36 negara, dari 36 negara tersebut, semua negara berbentuk federal (9 negara) menggunakan sistem bikameral; dan dari 27 negara kesatuan, 13 negara menggunakan sistem unikameral, 13 negara menggunakan sistem bikameral, dan 1 negara menggunakan sistem satu setengah kamar (Norwegia).
Struktur LPR
Struktur LPR
Berdasarkan beberapa konstitusi negara di dunia, diketahui pula bahwa LPR dapat memiliki 3 kamar (tricameralism), bahkan lebih (multicameralism).
Kriteria Kamar (Fatmawati)
1. Memiliki fungsi-fungsi tersendiri.
2. Memiliki anggota tersendiri
3. Memiliki struktur kelembagaan tersendiri dan aturan-aturan tersendiri tentang prosedur dalam lembaga tersebut
George Tsebelis dan Jeannette Money (Bicameralism)
Dua aspek bagi justifikasi dari sistem bikameral
(1) Dalam sistem bikameral, hak veto disediakan secara kelembagaan untuk mencegah tirani mayoritas.
George Tsebelis dan Jeannette Money
(2)Sistem bikameral mencegah tirani minoritas karena kedua kamar mensyaratkan adanya dukungan dari konstituen yang luas untuk mendukung pembentukan UU.
(3)Sistem bikameral mengurangi potensi tirani dari pemimpin individual karena dalam sistem bikameral setiap usulan yang dimajukan harus menghadapi berbagai alternatif yang diajukan oleh kamar kedua.
George Tsebelis dan Jeannette Money (Bicameralism)
(1)Pembuat UU yang efisien menghasilkan legislasi yang lebih baik dan hasil yang lebih stabil.
(2) Kehadiran kamar kedua menciptakan kemungkinan kontrol kualitas (quality control).
George Tsebelis dan Jeannette Money (Bicameralism)
(3) Mengurangi korupsi dan memperlambat proses legislasi, karena kemungkinan dilakukannya kolusi dalam sistem bikameral lebih sulit jika dibandingkan dengan sistem unikameral.
(4)Mengurangi biaya-biaya dalam menghasilkan keputusan, sebab adanya mekanisme conference committees dalam sistem bikameral.
George Tsebelis dan Jeannette Money (Bicameralism)
George Tsebelis dan Jeannette Money, Bicameralism
Dua karakteristik khusus dalam sistem bikameral adalah sebagai berikut:
1. Keanggotaan dari kedua kamar berdasarkan metode seleksi dan kategori dari warga negara yang diwakili.
Pada sebagian besar lower house (majelis rendah) dipilih secara langsung oleh warga negara, sedangkan seleksi pada upper house (majelis tinggi) dapat melalui metode seleksi atau golongan yang diwakili (the type of representation).
George Tsebelis dan Jeannette Money, Bicameralism
2. Kewenangan kedua kamar yang tercermin pada mekanisme penyelesaian jika terjadi perbedaan.
Fungsi Legislasi
Menurut Jimly Asshiddiqie, pelaksanaan fungsi legislasi dalam pembentukan UU, menyangkut 4 (empat) bentuk kegiatan, yaitu:
Fungsi Pengawasan
Jimly Asshiddiqie mengemukakan tentang fungsi pengawasan (control), yaitu: