1 of 36

Evaluasi Domain Kelembagaan

Pengelolaan Perikanan dengan Pendekatan

Ekosistem (EAFM)

2 of 36

3 of 36

4 of 36

5 of 36

6 of 36

7 of 36

8 of 36

9 of 36

Domain Kelembagaan dalam EAFM

Domain

Habitat

Penilaian

EAFM

Domain

Sumberdaya

Ikan

Domain

Teknologi

Domain

Ekonomi

Domain

Sosial

Domain

Kelembagaan

10 of 36

Tujuan Kompetensi Dasar

  1. Menyusun rencana evaluasi indikator EAFM untuk domain kelembagaan

  • Melakukan penilaian indikator dalam domain kelembagaan untuk evaluasi

  • Memberikan rekomendasi terhadap hasil evaluasi indikator EAFM untuk domain kelembagaan

11 of 36

Ecosystem Approach to Fisheries Assessment (EAFA)

Diagnosis

SD Ikan

Habitat

Tek.Penangkapan

Ekonomi

Sosial

Kelembagaan

Strategi

Taktik

Pengelolaan Perikanan – Pendekaan Penilaian

Adrianto, et.al (2014)

Reference Points

SD Ikan

Habitat

Tek.Penangkapan

Ekonomi

Sosial

Kelembagaan

Planning

Implementing

feedback

Spatial and

Temporal data

Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM)

12 of 36

Indikator Unjuk Kerja

Menyusun rencana evaluasi

indikator EAFM untuk domain

kelembagaan

Mampu merumuskan tujuan evaluasi

indikator EAFM untuk

domain kelembagaan

Mampu menyiapkan instrumen evaluasi

indikator EAFM untuk

domain kelembagaan

Mampu menentukan metode

pengumpulan data evaluasi indikator

EAFM untuk domain kelembagaan

Indikator

Unjuk Kerja

13 of 36

Indikator Unjuk Kerja

Melakukan penilaian

indikator dalam

domain kelembagaan

untuk evaluasi

kelembagaan

Mampu menganalisis data

indikator domain kelembagaan

Mampu menetapkan status kinerja domain kelembagaan

Indikator

Unjuk Kerja

14 of 36

Indikator Unjuk Kerja

Memberikan rekomendasi

terhadap hasil evaluasi

indikator EAFM untuk

domain kelembagaan

Mampu merumuskan rekomendasi

hasil evaluasi indikator dalam

domain kelembagaan

Mampu menyusun laporan

hasil evaluasi indikator

dalam domain kelembagaan

Indikator

Unjuk Kerja

15 of 36

fish resources

aquatic

ecosystem

fish resources, aquatic ecosystem

and human activities

fish resources,

aquatic ecosystem, human activities

and policies

Governance

Goods and services

flow

Preservation and

Rehabilitation

Adopted from Adrianto (2011)

Merumuskan Tujuan Evaluasi

16 of 36

Fisheries

Management

Sustainable

Fisheries

Coastal

and Marine

Ecosystem

Sector A

Sector B

Sector C

Sector D

Integrated Coastal

Management

Ecosystem Approach to Fisheries Management

system integration

policy and functional integration

State of the Coast

Kelembagaan/Governance

ICM Framework

Merumuskan Tujuan Evaluasi

17 of 36

Merumuskan Tujuan Evaluasi

Tujuan Evaluasi : Menilai keragaan (perfomances)

dari sebuah unit pengelolaan perikanan dari aspek

kelembagaan

18 of 36

Menyiapkan Instrumen Evaluasi

  1. Matriks Indikator EAFM Domain Kelembagaan

  • Mekanisme pengumpulan data

  • Menggunakan metode Flag Model sederhana

Indikator dan Parameter

Domain Kelembagaan

19 of 36

    • Unit analisis : unit kelembagaan yang sesuai dengan unit pengelolaan perikanan yang dievaluasi

    • Untuk EAFM berbasis target spesies : unit kelembagaan yang terkait dengan pengelolaan perikanan spesies tersebut. Misalnya : EAFM Rajungan, maka unit kelembagaan yang dinilai adalah kelompok pengguna sumberdaya rajungan yang ada di dalam unit “ekosistem” rajungan yang dievaluasi.

    • Untuk EAFM berbasis kawasan : unit kelembagaan yang sesuai dengan unit administrasi kawasan yang dinilai. Apabila ada lebih dari satu unit kelembagaan dalam kawasan tersebut, maka penilaiannya bersifat agregat

Domain Kelembagaan dalam EAFM

20 of 36

Indikator Domain Kelembagaan dalam EAFM

  1. Tingkat Kepatuhan terhadap Prinsip Perikanan yang Bertanggung Jawab

  • Kelengkapan Aturan Main dalam Pengelolaan Perikanan

  • Mekanisme Kelembagaan Pengelolaan Perikanan

  • Adanya Rencana Pengelolaan Perikanan

  • Tingkat Sinergitas Kebijakan dan Kelembagaan Pengelolaan Perikanan

  • Kapasitas Pemangku Kepentingan

21 of 36

Indikator 1 : Tingkat Kepatuhan

Semakin tinggi tingkat kepatuhan masyarakat terhadap aturan main formal

dan informal dalam perikanan

Semakin efektif kelembagaan pengelolaan perikanan

Semakin efektif pengelolaan perikanan

Konsep dan Interpretasi

22 of 36

Indikator 1 : Tingkat Kepatuhan

Historical analysis (rekord pelanggaran aturan formal/non-formal)

Misalnya : frekuensi pelanggaran dalam setahun terakhir

Metode Pengumpulan Data

No

Indikator

 

Kriteria dan Skor

 

 

 

1

2

3

 

 

 

 

 

1

Kepatuhan terhadap prinsip-prinsip perikanan yang bertanggung jawab

Terjadi lebih dari 5 kali pelanggaran per tahun

Terjadi 2-5 kali pelanggaran per tahun

Terjadi kurang dari 2 kali pelanggaran per tahun

 

 

 

 

 

 

Terjadi lebih dari 5 kali pelanggaran per tahun

Terjadi 2-5 kali pelanggaran per tahun

Terjadi kurang dari 2 kali pelanggaran per tahun

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Metode Analisis Data

23 of 36

Indikator 2 : Kelengkapan Aturan Main

Kelengkapan aturan menunjukkan rejim pengelolaan

perikanan yang bertanggung jawab. Semakin lengkap aturan

dalam pengelolaan perikanan

Semakin efektif kelembagaan pengelolaan perikanan

Semakin efektif pengelolaan perikanan

Konsep dan Interpretasi

24 of 36

Indikator 2 : Kelengkapan Aturan Main

Pengumpulan data sekunder untuk setiap tingkat peraturan yang terkait dengan pengelolaan perikanan

Metode Pengumpulan Data

Metode Analisis Data

2

Kelengkapan aturan main

Tidak ada regulasi atau ada regulasi hanya mengatur 2 domain

Ada regulasi hanya mengatur 3-4 domain

Ada regulasi yang mengatur 5 domain

 

 

 

 

 

 

Ada tapi jumlahnya berkurang

Ada tapi jumlahnya tetap

Ada tapi jumlahnya meningkat

 

 

 

 

 

 

Tidak ada penegakan hukum

Ada penegakan hukum tapi tidak efektif

Ada penegakan hukum tapi efektif

25 of 36

Indikator 3 : Mekanisme Pengambilan Keputusan

Dengan adanya mekanisme pengambilan keputusan maka semakin efektif pengambilan

keputusan dalam pengelolaan perikanan

Semakin efektif kelembagaan pengelolaan perikanan

Semakin efektif pengelolaan perikanan

Konsep dan Interpretasi

26 of 36

Indikator 3 : Mekanisme Pengambilan Keputusan

Data primer dengan menggunakan metode survey dan dibantu dengan kuesioner

Metode Pengumpulan Data

Metode Analisis Data

3

Mekanisme pengambilan keputusan

Tidak ada mekanisme pengambilan keputusan

Ada mekanisme tapi tidak berjalan efektif

Ada mekanisme tapi berjalan efekti

 

 

Ada keputusan tapi tidak dijalankan

Ada keputusan tapi tidak sepenuhnya dijalankan

Ada keputusan dan dijalankan sepenuhnya

27 of 36

Indikator 4 : Rencana Pengelolaan Perikanan

Dengan adanya rencana pengelolaan perikanan yang tersusun dengan baik

Panduan terhadap pengelolaan perikanan menjadi tersedia

Semakin efektif pengelolaan perikanan

Konsep dan Interpretasi

28 of 36

Indikator 4 : Rencana Pengelolaan Perikanan

Data primer dengan menggunakan metode survey dan dibantu

dengan kuesioner

Metode Pengumpulan Data

Metode Analisis Data

4

Rencana Pengelolaan Perikanan

Belum ada RPP

Sudah ada RPP tapi belum dijalankan

Sudah ada RPP dan sudah dijalankan

29 of 36

Indikator 5 : Tingkat Sinergisitas antar Kebijakan

Semakin sedikit konflik kepentingan dan overlapping antar kebijakan

Semakin baik komunikasi antar kebijakan pengelolaan perikanan

Semakin efektif pengelolaan perikanan

Konsep dan Interpretasi

30 of 36

Indikator 5 : Tingkat Sinergisitas Antar Kebijakan

Data primer dengan menggunakan metode survey dan dibantu dengan kuesioner

Metode Pengumpulan Data

Metode Analisis Data

5

Tingkat sinergisitas antar lembaga dalam pengelolaan perikanan

Tidak ada komunikasi antar lembaga

Ada komunikasi antar lembaga tapi tidak efektif

Ada komunikasi antar lembaga yang berjalan efekif

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Terdapat kebijakan yang saling bertentangan

Kebijakan tidak saling mendukung

Kebijakan saling mendukung

31 of 36

Indikator 6 : Kapasitas Pemangku Kepentingan

Semakin tinggi kapasitas pemangku kepentngan

dalam pengelolaan perikanan

Semakin baik kualitas mekanisme pengelolaan perikanan

Semakin efektif pengelolaan perikanan

Konsep dan Interpretasi

32 of 36

Data primer dengan menggunakan metode survey dan dibantu dengan kuesioner

Metode Pengumpulan Data

Metode Analisis Data

Indikator 6 : Kapasitas Pemangku Kepentingan

6

Kapasitas pemangku kepentingan perikanan

Tidak ada program peningkatan kapasitas pemangku kepentingan

Ada program peningkatan kapasitas namun fungsinya tidak sepenuhnya dijalankan

Ada program peningkatan kapasitas namun fungsinya dijalankan sebagaima seharusnya

33 of 36

No

Indikator

 

Kriteria dan Skor

 

Skor Akhir

 

 

1

2

3

 

 

 

 

 

 

 

1

Kepatuhan terhadap prinsip-prinsip perikanan yang bertanggung jawab

Terjadi lebih dari 5 kali pelanggaran per tahun

Terjadi 2-5 kali pelanggaran per tahun

Terjadi kurang dari 2 kali pelanggaran per tahun

 

 

 

1

 

 

 

 

 

Terjadi lebih dari 5 kali pelanggaran per tahun

Terjadi 2-5 kali pelanggaran per tahun

Terjadi kurang dari 2 kali pelanggaran per tahun

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

2

Kelengkapan aturan main

Tidak ada regulasi atau ada regulasi hanya mengatur 2 domain

Ada regulasi hanya mengatur 3-4 domain

Ada regulasi yang mengatur 5 domain

 

 

 

 

2

 

 

 

 

Ada tapi jumlahnya berkurang

Ada tapi jumlahnya tetap

Ada tapi jumlahnya meningkat

 

 

 

 

 

3

 

 

 

Tidak ada penegakan hukum

Ada penegakan hukum tapi tidak efektif

Ada penegakan hukum tapi efektif

 

 

 

 

1

 

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

3

Mekanisme pengambilan keputusan

Tidak ada mekanisme pengambilan keputusan

Ada mekanisme tapi tidak berjalan efektif

Ada mekanisme tapi berjalan efekti

 

 

 

Ada keputusan tapi tidak dijalankan

Ada keputusan tapi tidak sepenuhnya dijalankan

Ada keputusan dan dijalankan sepenuhnya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

3

 

 

 

 

 

 

4

Rencana Pengelolaan Perikanan

Belum ada RPP

Sudah ada RPP tapi belum dijalankan

Sudah ada RPP dan sudah dijalankan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

3

 

 

 

 

 

 

5

Tingkat sinergisitas antar lembaga dalam pengelolaan perikanan

Tidak ada komunikasi antar lembaga

Ada komunikasi antar lembaga tapi tidak efektif

Ada komunikasi antar lembaga yang berjalan efekif

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Terdapat kebijakan yang saling bertentangan

Kebijakan tidak saling mendukung

Kebijakan saling mendukung

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

6

Kapasitas pemangku kepentingan perikanan

Tidak ada program peningkatan kapasitas pemangku kepentingan

Ada program peningkatan kapasitas namun fungsinya tidak sepenuhnya dijalankan

Ada program peningkatan kapasitas namun fungsinya dijalankan sebagaima seharusnya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

 

2

Contoh Evaluasi

34 of 36

Analisis komposit domain kelembagaan

Kelembagaan

1*

2*

3*

4*

5*

6*

Total

Hasil

10 pelang-garan

Ada & tetap

Tidak sepenuhnya dijalankan

Belum ada RPP

Komunikasi tidak efektif

Ada & berfungsi dengan baik

Skor

1

2

2

1

2

3

Bobot

25

22

18

15

11

9

Nilai

25

55

36

15

22

27

231

Ket: *1) Kepatuhan terhadap prinsip-prinsip perikanan yang bertanggung jawab, 2) kelengkapan

aturan main, 3) mekanisme kelembagaan, 4) rencana pengelolaan perikanan, 5) tingkat si-

nergitas kebijakan dan kelembagaan pengelolaan perikanan, 6) kapasitas pemangku ke-

pentingan

Sumber: Data primer (diolah) 2014

Adrianto, et.al (2014)

Contoh – Gili Matra Fisheries

35 of 36

Kelembagaan

Atribut

Nilai Aktual

Reference indikator

Langkah Taktis

Skor

Kriteria

Skor

Kriteria

-Kepatuhan terhadap prinsip perikanan

1

Frekuensi pelanggaran>5 kasus dalam satu tahun

2

Frekuensi pelanggaran antara 2-4 kasus dalam satu tahun

Penegakan hukum terhadap alat tangkap muroami, memberikan alternatif penggunaan alat tangkap lain yang lebih selektif, sosialisasi dan pemberitahuan mengenai adanya zonasi.

-Kelengkapan aturan main

2

Ada tapi jumlahnya tetap

3

Ada dan jumlahnya bertambah

Menambah aturan penegakan hukum terhadap pelanggaran zonasi.

-Mekanisme kelembagaan

2

Apabila keputusan dikeluarkan tetapi tidak dijalankan sepenuhnya

3

Apabila keputusan dikeluarkan dan dijalankan sepenuhnya

Monitoring dan pengawasan terhadap pelanggaran zonasi.

-Rencana pengelolaan perikanan

1

Belum terdapat RPP

2

Ada RPP namun belum dijalankan sepenuhnya

Monitoring dan pendampingan perencanaan RPP.

-Tingkat seinergitas

2

Terjadi komunikasi tetapi tidak efektif

3

Sinergi antar lembaga berjalan baik

Meningkatakan komunikasi dan kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah.

Adrianto, et.al (2014)

Menyusun Rekomendasi – ex. Gili Matra

36 of 36

Terimakasih