1 of 11

Mengenal Perkembangan Emosi pada Bayi dan Penanganannya

Materi 6 Modul Basic Training Sus Kindercastle

Tahun 2024

2 of 11

Program Childcare Benefit

Apakah yang dimaksud emosi pada bayi?

  • Perkembangan emosi pada saat bayi merupakan landasan yang sangat penting bagi perkembangan pada masa selanjutnya.
  • Emosi yang terkait pada hal-hal yang bersifat fisiologis disebut emosi primer, berlangsung sejak bayi lahir hingga usia 6 bulan, dan mulai berkurang pada usia sekitar 1 tahun.
  • Bentuk emosi primer: gembira, sedih, tidak suka, marah, terkejut dan takut. Emosi-emosi primer ini bisa ditampilkan dalam bentuk yang intens, kuat, atau bisa juga ditampilkan dalam bentuk yang sedang-sedang saja.

Benefit Childcare

3 of 11

  • Usia sekitar 1,5 tahun bayi akan mengembangkan emosi yang sekunder, yaitu emosi yang terkait dengan kesadaran dirinya, dan emosi yang dikaitkan dengan kehadiran orang lain.

  • Bayi akan mengembangkan rasa empati (kalau melihat teman menangis, bayi ikut menangis), bayi bisa merasa iri/ jelus pada anak lain atau menunjukkan rasa malu. Empati, rasa iri dan rasa malu ini mulai berkembang sekitar usia 1 1/2 hingga usia 2 tahun.

  • Usia 2½ tahun bayi bisa mengembangkan rasa bangga akan diri contoh “Andi sekarang punya mobil baguuuusss sekali!” Bersamaan dengan itu ia mengembangkan rasa bersalah dan rasa malu.

Sumber artikel : Sutji Martiningsih Wibowo (2009)_Perkembangan Emosi pada Bayi

4 of 11

4 (Empat) Ragam Emosi pada Bayi

A) Tangisan : basic crying, anger crying, pain crying. Emosi pertama yang bayi luapkan adalah dengan menangis.

Tangisan bayi yang pertama adalah basic crying. Tangisan dasar pada bayi terdiri dari tangisan sesaat, lalu diam sejenak. Bayi menangis dengan pola tangisan dasar menandakan bahwa bayi lapar dan butuh orang di sekitarnya mengambilkan makanan untuknya.

Bentuk tangisan kedua adalah anger crying. Tangisan marah ini lebih banyak diluapkan menangisnya daripada tangisan dasar.

Terakhir, pain crying memiliki ciri tangisan bayi dalam durasi waktu lama lalu seketika diam dan bayi menahan nafasnya.

Sumber artikel : Ika Siti Rukmana (2020)_Regulasi Perkembangan Emosi dan Strategi Penangannya pada Bayi_Jurnal Pelita PAUD

5 of 11

B. Senyuman pada bayi terbagi menjadi dua, yakni senyum refleksif dan senyum sosial.

  1. Senyum refleksif pada bayi itu muncul bukan untuk interaksi bayi dengan lingkungannya, namun senyum jenis ini muncul ketika bayi tertidur dengan senyumnya.
  2. Senyum sosial muncul ketika bayi menunjukkan kode untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Senyum jenis ini muncul ketika bayi menginjak usia dua bulan.

C. Emosi rasa takut.

  1. Hal yang sering membuat bayi takut seperti kecemasan bayi terhadap orang baru dan takut dipisahkan dengan pengasuh atau ibunya.
  2. Bayi mengisap jempolnya memiliki tanda bahwa bayi sedang menenangkan dirinya.
  3. Sus pengasuh dapat menenangkan bayi, sehingga membantu bayi untuk mengatur emosi bayi serta mengurangi stres yang dialami oleh bayi.

Sumber artikel : Ika Siti Rukmana (2020)_Regulasi Perkembangan Emosi dan Strategi Penangannya pada Bayi_Jurnal Pelita PAUD

6 of 11

  • Emosi terakhir bayi yaitu temperamen. Temperamen pada bayi terbagi tiga macam, yakni : temperamen easy child, difficult child, dan slow to warm up child.

  1. Temperamen easy child merupakan anak yang terbiasa dengan suasana hati positif dan mudah adaptasi.
  2. Temperamen difficult child (sulit) merupakan menunjukkan anak yang mudah emosi.
  3. Temperamen slow to warm up child merupakan aktivitasnya rendah dan agak negatif.

Sumber artikel : Ika Siti Rukmana (2020)_Regulasi Perkembangan Emosi dan Strategi Penangannya pada Bayi_Jurnal Pelita PAUD

7 of 11

Bagaimana Sus Pengasuh

Meregulasi Emosi Bayi?

  1. Sus pengasuh harus mengenali kebutuhan- kebutuhan bayi dan bereaksi sesuai dengan apa yang bayi butuhkan.
  2. Respon kebutuhan bayi dengan tepat dan segera.
  3. Sus pengasuh harus peka terhadap kebutuhan- kebutuhan bayinya.
  4. Sus harus merawat bayi dengan hati yang penuh kasih sayang.

Aktifkan subtitles Bahasa Indonesianya ya..

8 of 11

Bagaimana Sus Pengasuh Meregulasi Emosi?

5) Bayi dihibur atau ditepuk-tepuk sambil dinyanyikan atau diajak bicara jika bayi sedang rewel.

6) Sus pengasuh harus bisa adil membagi rasa kasih sayang kepada anak- anak baby/toddler yang dirawatnya agar tidak terjadi kecemburuan sosial.

7) Sus dapat memberikan pujian verbal, hadiah, dan umpan positif lainnya.

8) Sus dapat menciptakan kegiatan harian rutin yang konsisten sehingga bayi akan belajar mengenali perilaku apa yang diharapkan dari mereka dan memberi mereka rasa kendali.

9 of 11

9

  1. Bayi ketika dewasa nanti sulit menjadi mandiri dan bertanggung jawab atas diri mereka sendiri.

  • Bayi akan tumbuh menjadi pribadi yang sulit mengambil keputusan sendiri, mengelola emosi dan mengendalikan diri.

  • Bayi akan tumbuh menjadi pribadi yang kesulitan dalam memecahkan masalah.

Apa yang terjadi jika bayi tidak memiliki regulasi emosi?

10 of 11

YEAY SUDAH SELESAI. SAATNYA UJI PEMAHAMANMU TENTANG MATERI 6 DI SINI YA, SUS! ☺

(masukkan link post test)

Doc. Kindercastle (2024)��

11 of 11