METODE PEMILIHAN LOKASI
setiap alternatif lokasi.
dari alternatif lokasi tersebut (A ; B ; C ; D ; E).
A = Baik sekali (bobot 5)
B = Baik (bobot 4)
C = Netral (bobot 3)
D = Tidak baik (bobot 2)
E = Sangat tidak baik (bobot 1)
Perbandingan Nilai Indikator Alternatif Lokasi
No. | Indikator Kualitatif | Daerah A | Daerah B | Daerah C |
1. 2. 3. 4. 5. 6. | Keamanan Penerimaan masyarakat Insentif pemerintah lokal Ketersediaan air Ketersediaan lsitrik/energi Ketersediaan mutu sarana perhubungan | A C B A B B | A A A B B A | A B C C B A |
Nilai Faktor | 25 | 28 | 24 | |
No. | Indiaktor Kuantitatif | | | |
1. 2. 3. 4. 5. 6. | Harga tanah per m2 Upah buruh per minggu Harga bahan per ton Biaya angkutan per ton Harga air per m3 Pajak rata-rata sesudah memperhitungkan insentif | Rp.150.000,- Rp.150.000,- Rp.1.000.000,- Rp.20.000,- Rp.5.000,- 30% | Rp.160.000,- Rp.90.000,- Rp.985.000,- Rp20.000,- Rp.2.500,- 32% | Rp.100.000,- Rp.90.000,- Rp.975.000,- Rp.17.500,- Rp.4.000,- 35% |
Kesimpulannya : Kualitatif → B, A, C
Kuantitatif → C, B, A
Sebaiknya memilih kota B, A, C
2. PUSAT TITIK BERAT
→ Volume angkutan keluar sama dengan volume angkutan masuk.
→ Biaya satuan angkutan sama untuk bahan dan keluaran.
sumber bahan.
beberapa sumur minyak; pemilihan lokasi gudang beras Bulog yang melayani
penyimpanan dan pembelian gabah dari erbagai daerah yang selanjutnya
dikirim ke berbagai titik konsumsi.
kita tidak memilih daerah diluar batas garis X dan Y (selain kuadran I).
beberapa kilometer dari sumbu X dan sumbu Y.
Langkah-Langkah :
atau
dimana :
Cx = koordinat X dari pusat titik berat
Cy = koordinat Y dari pusat titik berat
Vi = volume bahan yang akan diangkut dari sumber ke-i
dix = jarak dari sumber bahan ke-i dari sumbu X
diy = jarak dari sumber bahan ke-i dari sumbu Y
k = banyaknya sumber bahan yang akan dievaluasi
No. | Sumber Bahan | Volume (ton) | Jarak ke x (km) | Jarak ke Y (km) |
1 2 3 4 5 | Kabupaten A Kabupaten B Kabupaten C Kabupaten D Kabupaten E | 400 250 300 325 525 | 50 75 125 175 150 | 125 250 150 50 75 |
Total | 1.800 | - | - | |
lokasi sumber bahan.
Misal :
Kepala Wilayah DOLOG mempertimbangkan lokasi yang ideal untuk Gudang Akumulasi dan Distribusi beras di Provinsi PQR. Dari peta dan rekaman potensi wilayah diperoleh data jarak dan volume beras yang akan diakumulasi seperti tabel berikut :
Volume Akumulasi dan Jarak Angkutan dari Sumbu X,Y
Y (km)
X (km)
0
50
100
150
200
50
100
150
200
X
X
250
X
X
X
A
B
C
E
D
X
COG
COG (Center Of Gravity) = (117,71 : 118, 40)
Peta Lokasi Sumber Bahan dan Pusat Titik Berat
yang dihadapi :
“Apakah lokasi yang ada sekarang masih ideal atau perlu kebijakan relokasi?”
Untuk keperluan ini maka volume angkutan menjadi inbound logistic + outbound logistic menjadi 3.600 ton (1.800 ton masuk + 1.800 ton keluar).
Lokasi ideal menjadi berubah ke ordinat (108,85 ; 134,20)
0
50
100
150
200
Y
X
50
100
150
200
X
X
250
X
X
X
A
B
C
E
D
X
COG (Lokasi Baru)
X
COG (Relokasi)
X
Lokasi lama
Peta Lokasi Sumber Bahan dan Pusat Titik Berat Hasil Relokasi
3. METODE MEDIAN SEDERHANA
Langkah aplikasi :
koordinat X dan Y tiap sumber.
median dicapai menunjukkan X0 dan Y0.
Misal :
Sesuai contoh lokasi gudang Dolog sebelumnya dimana :
urutan menurut jarak = D →E →A →C →B
Y
X
0
50
100
150
200
50
100
150
200
X
X
250
X
X
X
A
B
C
E
D
X
COG
250 ton + 300 ton = 950 ton, sudah
mencapai/melebihi median sehingga X0 = 125
(sebesar koordinat C pada sumbu X).
525 ton + 400 ton = 1.250 ton, sudah
mencapai/melebihi median sehingga Y0 = 125
(sebesar koordinat A pada sumbu Y).
0
50
100
150
200
Y
X
50
100
150
200
X
X
250
X
X
X
A
B
C
E
D
X
Lokasi Ideal
Peta Lokasi Sumber Bahan dan Lokasi menurut Simple Median
yang satu dengan yang lainnya seperti tersaji pada tabel berikut.
(1) | (2) | (3) | (4) | (5) | (6) | (7) | (8) |
No. | Sumber | Xi | Yi | Vi | Jarak = (Xi-X0) + (Yi-Y0) | Tarif (Rp) | Biaya Angkutan |
| | | | | [(3) – 125] + [(4) – 125] | | (5) X (6) x (7) |
1. 2. 3. 4. 5. | A B C D E | 50 75 125 175 150 | 125 250 150 50 75 | 400 250 300 325 525 | 75 + 0 = 75 50 + 125 = 175 0 + 25 = 25 50 + 75 = 125 25 + 50 = 75 | 30 35 25 50 40 | 900.000 1.531.250 187.500 2.031.250 1.575.000 |
Total | 6.225.000 | ||||||
Perhitungan Biaya Angkutan Bahan ke Lokasi Optimal
Keterangan :
→ artinya jarak sumbu X ke A = 50 sementara itu dari titik A ke X0 (ke lokasi optimal)
= [50-125]=75 sehingga dari titik A ke lokasi optimal harus berjalan lagi sejauh
sejauh 75 km (jarak perpindahan 75).
Biaya angkutan dari A = 75 km x Rp. 30,- x 400 ton = Rp. 900.000,-
Keterangan :
→ artinya jarak sumbu Y ke A = 125, sementara itu jarak lokasi optimal juga 125 sehingga lokus
A sama dengan Y0 sehingga jarak perpindahannya 0.
→ Dengan demikian pergerakan A dari lokasi optimal adalah (75+0) = 75 km
4. METODE TRANSPORTASI
sumber (pabrik/gudang wilayah) ke beberapa daerah tujuan (daarah pemasaran)
dengan biaya distribusi yang minimum atau kontribusi yang maksimum.
→Terdapat sejumlah tertentu sumber yang dapat dialokasikan dengna kuantitas
tertentu.
→Terdapat sejumlah tertentu tujuan yang memerlukan sejumlah tertentu pasokan dari
sumber yang ada.
→ Unit yang didistribusikan adalah homogen, artinya produk yang didistribusikan
dari satu sumber memiliki ciri kualitatif yang serupa dengan yang didistribusikan
dari sumber lainnya.
→ Biaya atau kontribusi diketahui dan konstan
Macam Metode Transportasi :