1 of 17

METODE PEMILIHAN LOKASI

2 of 17

  1. FAKTOR RATING METHOD

  • PUSAT TITIK BERAT (CENTER OF GRAVITY METHOD)

  • METODE MEDIAN SEDERHANA

  • METODE TRANSPORTASI

3 of 17

  1. FAKTOR RATING METHOD
  • Mempertimbangkan setiap aspek dari indikator kualitatif dan kuantitatif pada

setiap alternatif lokasi.

  • Memberikan indeks nilai pada masing-masing aspek kualitatif dan kuantitatif

dari alternatif lokasi tersebut (A ; B ; C ; D ; E).

  • Memberikan bobot pada masing-masing indeks tersebut.

A = Baik sekali (bobot 5)

B = Baik (bobot 4)

C = Netral (bobot 3)

D = Tidak baik (bobot 2)

E = Sangat tidak baik (bobot 1)

  • Membandingkan faktornya untuk setiap alternatif lokasi tersebut.
  • Memilih lokasi yang memiliki urutan tertinggi.

4 of 17

Perbandingan Nilai Indikator Alternatif Lokasi

No.

Indikator Kualitatif

Daerah A

Daerah B

Daerah C

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Keamanan

Penerimaan masyarakat

Insentif pemerintah lokal

Ketersediaan air

Ketersediaan lsitrik/energi

Ketersediaan mutu sarana perhubungan

A

C

B

A

B

B

A

A

A

B

B

A

A

B

C

C

B

A

Nilai Faktor

25

28

24

No.

Indiaktor Kuantitatif

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Harga tanah per m2

Upah buruh per minggu

Harga bahan per ton

Biaya angkutan per ton

Harga air per m3

Pajak rata-rata sesudah memperhitungkan insentif

Rp.150.000,-

Rp.150.000,-

Rp.1.000.000,-

Rp.20.000,-

Rp.5.000,-

30%

Rp.160.000,-

Rp.90.000,-

Rp.985.000,-

Rp20.000,-

Rp.2.500,-

32%

Rp.100.000,-

Rp.90.000,-

Rp.975.000,-

Rp.17.500,- Rp.4.000,-

35%

Kesimpulannya : Kualitatif → B, A, C

Kuantitatif → C, B, A

Sebaiknya memilih kota B, A, C

5 of 17

2. PUSAT TITIK BERAT

  • Asumsinya :

→ Volume angkutan keluar sama dengan volume angkutan masuk.

Biaya satuan angkutan sama untuk bahan dan keluaran.

  • Sesuai untuk memilih lokasi tunggal pabrik dengan mempertimbangkan

sumber bahan.

  • Misalnya : Pemilihan lokasi kilang minyak dengan sumber bahan baku dari

beberapa sumur minyak; pemilihan lokasi gudang beras Bulog yang melayani

penyimpanan dan pembelian gabah dari erbagai daerah yang selanjutnya

dikirim ke berbagai titik konsumsi.

6 of 17

  • Membuat peta lokasi, sumbu Y dan sumbu X yang mengindikasikan batas,

kita tidak memilih daerah diluar batas garis X dan Y (selain kuadran I).

  • Mengidentifikasi daerah sumber bahan dan menetapkan fokusnya, yaitu

beberapa kilometer dari sumbu X dan sumbu Y.

Langkah-Langkah :

atau

dimana :

Cx = koordinat X dari pusat titik berat

Cy = koordinat Y dari pusat titik berat

Vi = volume bahan yang akan diangkut dari sumber ke-i

dix = jarak dari sumber bahan ke-i dari sumbu X

diy = jarak dari sumber bahan ke-i dari sumbu Y

k = banyaknya sumber bahan yang akan dievaluasi

7 of 17

No.

Sumber Bahan

Volume

(ton)

Jarak ke x

(km)

Jarak ke Y

(km)

1

2

3

4

5

Kabupaten A

Kabupaten B

Kabupaten C

Kabupaten D

Kabupaten E

400

250

300

325

525

50

75

125

175

150

125

250

150

50

75

Total

1.800

-

-

  • Mengidentifikasi jumlah (volume) bahan yang akan diangkut dari setiap

lokasi sumber bahan.

Misal :

Kepala Wilayah DOLOG mempertimbangkan lokasi yang ideal untuk Gudang Akumulasi dan Distribusi beras di Provinsi PQR. Dari peta dan rekaman potensi wilayah diperoleh data jarak dan volume beras yang akan diakumulasi seperti tabel berikut :

Volume Akumulasi dan Jarak Angkutan dari Sumbu X,Y

8 of 17

Y (km)

X (km)

0

50

100

150

200

50

100

150

200

X

X

250

X

X

X

A

B

C

E

D

X

COG

COG (Center Of Gravity) = (117,71 : 118, 40)

Peta Lokasi Sumber Bahan dan Pusat Titik Berat

9 of 17

  • Lokasi gudang wilayah yang optimal adalah pada titik COG.

  • Apabila saat ini sudah ada gudang dengan koordinat (100 ; 150) maka permasalahan

yang dihadapi :

Apakah lokasi yang ada sekarang masih ideal atau perlu kebijakan relokasi?”

Untuk keperluan ini maka volume angkutan menjadi inbound logistic + outbound logistic menjadi 3.600 ton (1.800 ton masuk + 1.800 ton keluar).

Lokasi ideal menjadi berubah ke ordinat (108,85 ; 134,20)

10 of 17

0

50

100

150

200

Y

X

50

100

150

200

X

X

250

X

X

X

A

B

C

E

D

X

COG (Lokasi Baru)

X

COG (Relokasi)

X

Lokasi lama

Peta Lokasi Sumber Bahan dan Pusat Titik Berat Hasil Relokasi

11 of 17

3. METODE MEDIAN SEDERHANA

Langkah aplikasi :

  • Hitung jumlah atau volume bahan yang akan diangkut, V.

  • Cari median dari volume angkutan V, yaitu (0,5 x V).

  • Buat peta dimensi dua, identifikasi lokasi sumber bahan berdasarkan nilai

koordinat X dan Y tiap sumber.

  • Urutkan sumber bahan menurut jaraknya ke X dan ke Y.

  • Pilih sumber bahan terdekat sampai mencapai median, dan titik tempat

median dicapai menunjukkan X0 dan Y0.

  • Cari nilai biaya angkutan.

  • Cari lokasi yang optimal.

12 of 17

Misal :

Sesuai contoh lokasi gudang Dolog sebelumnya dimana :

  • Volume angkutan = 1.800 ton
  • Median (Md) = 0,5 (1.800 ton) = 900 ton
  • Dari sumbu X, urutan menurut jarak = A→B →C →E →D dan menurut sumbu Y,

urutan menurut jarak = D →E →A →C →B

Y

X

0

50

100

150

200

50

100

150

200

X

X

250

X

X

X

A

B

C

E

D

X

COG

  • Kumulatif volume pada sumbu X = 400 ton +

250 ton + 300 ton = 950 ton, sudah

mencapai/melebihi median sehingga X0 = 125

(sebesar koordinat C pada sumbu X).

  • Kumulatif volume pada sumbu Y = 325 ton +

525 ton + 400 ton = 1.250 ton, sudah

mencapai/melebihi median sehingga Y0 = 125

(sebesar koordinat A pada sumbu Y).

  • Lokasi optimal (X0;Y0) = (125;125).

13 of 17

0

50

100

150

200

Y

X

50

100

150

200

X

X

250

X

X

X

A

B

C

E

D

X

Lokasi Ideal

Peta Lokasi Sumber Bahan dan Lokasi menurut Simple Median

14 of 17

  • Perhitungan biaya angkutan jika biaya angkutan satuan berbeda antara sumber bahan

yang satu dengan yang lainnya seperti tersaji pada tabel berikut.

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

No.

Sumber

Xi

Yi

Vi

Jarak =

(Xi-X0) + (Yi-Y0)

Tarif (Rp)

Biaya Angkutan

[(3) – 125] + [(4) – 125]

(5) X (6) x (7)

1.

2.

3.

4.

5.

A

B

C

D

E

50

75

125

175

150

125

250

150

50

75

400

250

300

325

525

75 + 0 = 75

50 + 125 = 175

0 + 25 = 25

50 + 75 = 125

25 + 50 = 75

30

35

25

50

40

900.000

1.531.250

187.500

2.031.250

1.575.000

Total

6.225.000

Perhitungan Biaya Angkutan Bahan ke Lokasi Optimal

Keterangan :

  • Selisih antara jarak Xi dan X0 serta Yi dan Y0 bernilai mutlak.
  • Sumber A memiliki lokus (50;125)

artinya jarak sumbu X ke A = 50 sementara itu dari titik A ke X0 (ke lokasi optimal)

= [50-125]=75 sehingga dari titik A ke lokasi optimal harus berjalan lagi sejauh

sejauh 75 km (jarak perpindahan 75).

15 of 17

  • Biaya angkutan dari A = Jarak x Tarif x Volume

Biaya angkutan dari A = 75 km x Rp. 30,- x 400 ton = Rp. 900.000,-

Keterangan :

→ artinya jarak sumbu Y ke A = 125, sementara itu jarak lokasi optimal juga 125 sehingga lokus

A sama dengan Y0 sehingga jarak perpindahannya 0.

→ Dengan demikian pergerakan A dari lokasi optimal adalah (75+0) = 75 km

16 of 17

4. METODE TRANSPORTASI

  • Bentuk khusus dari LP yang dirancang untuk mendistribusikan produk dari beberapa

sumber (pabrik/gudang wilayah) ke beberapa daerah tujuan (daarah pemasaran)

dengan biaya distribusi yang minimum atau kontribusi yang maksimum.

  • Asumsinya :

→Terdapat sejumlah tertentu sumber yang dapat dialokasikan dengna kuantitas

tertentu.

→Terdapat sejumlah tertentu tujuan yang memerlukan sejumlah tertentu pasokan dari

sumber yang ada.

→ Unit yang didistribusikan adalah homogen, artinya produk yang didistribusikan

dari satu sumber memiliki ciri kualitatif yang serupa dengan yang didistribusikan

dari sumber lainnya.

→ Biaya atau kontribusi diketahui dan konstan

17 of 17

Macam Metode Transportasi :

  • Metode Stepping Stone

  • Metode MODI (Modified Distribution)

  • Metode VAM (Vogel’s Approximation Method)

  • Kapasitas tidak sama dengan Kebutuhan

  • Linear Programming