1 of 15

Pola Umum Karya Tugas Akhir

  • Bagian pembuka
  • Tubuh tulisan
  • Bagian akhir

2 of 15

Bagian pembuka

  1. Halaman sampul
  2. Halaman judul
  3. Halaman pengesahan
  4. Abstrak
  5. Riwayat hidup
  1. Prakata
  2. Daftar isi
  3. Daftar tabel
  4. Daftar gambar
  5. Daftar lampiran

3 of 15

Abstrak

  • Merupakan ulasan singkat tentang:
    • Mengapa penelitian dilakukan
    • Bagaimana penelitian dilaksanakan
    • Hasil yang penting
    • Kesimpulan utama dari hasil kegiatan
  • Tidak terlalu panjang (± 300 kata)
  • Disajikan secara informatif dan faktual
  • Hanya memuat teks tidak ada pengacuan pada pustaka, gambar dan tabel

4 of 15

Prakata

  • Dapat memuat informasi:
    • Kapan dan lama penelitian
    • Lokasi penelitian
    • Dana penelitian (bila bukan dari dana sendiri)
    • Ucapan terimakasih (Dekan, Ketua Jurusan, Ketua Prodi dalam kapasitasnya sebagai pejabat, tidak perlu diberikan ucapan terima kasih)

5 of 15

Tubuh tulisan

  • Pendahuluan
  • Tinjauan pustaka (tidak harus dalam bab khusus, pengacuan pustaka dapat dilakukan di bab pendahuluan dan pembahasan)
  • Bahan dan metode (mungkin juga tidak diperlukan)
  • Hasil (dapat digabungkan dengan bab Pembahasan)
  • Pembahasan
  • Kesimpulan (dapat ditambahkan dengan Saran)

6 of 15

Pendahuluan

  • Memuat latar belakang yang mengulas:
    • Mengapa penelitian dilakukan
    • Tujuan dan hipotesis (jika ada)
  • Membimbing pembaca secara halus tetapi tepat lewat sepenggal pemikiran logis yang berakhir dengan pernyataan mengenai apa yang diteliti dan apa yang diharapkan

7 of 15

Penggunaan bentonit di Indonesia mulai berkembang dengan pesat, yang dimulai dari pemanfaatannya sebagai bahan perekat pasir cetak pada pabrik pengecoran logam, bahan penjernih minyak, bahan pengisi (filler) di pabrik cat, sampai dengan bahan untuk lumpur pengeboran

Bentonit di Indonesia terbagi menjadi 2 jenis, yaitu bentonit jenis natrium yang dikenal sebagai bentonit natrium dan bentonit jenis kalsium yang dikenal sebagai bentonit kalsium. Kedua jenis bentonit ini memiliki sifat yang berbeda dan penggunaannya pun berbeda. Bentonit asal Lampung termasuk jenis bentonit kalsium

Bentonit kalsium lebih banyak terdapat di wilayah Indonesia dibandingkan bentonit natrium. Walaupun demikian kebutuhan akan bentonit terus meningkat sehingga sampai saat ini Indonesia masih mendatangkan bentonit kalsium dan natrium dari Jerman, Amerika, Singapura dan Jepang. Bentonit kalsium yang terdapat di Lampung terdapat di Desa Pagelaran Pringsewu, Tanggamus Lampung.

Secara ekonomis, yang mahal harganya adalah bentonit jenis natrium. Namun bentonit natrium dapat dibuat dari bentonit kalsium. Untuk mendapatkan hasil yang benar-benar murni masih dicari kation utama apakah yang mudah ditukar dengan medium natrium. Oleh karena itu perlu diketahui sifat pertukaran kation utama penyusun bentonit kalsium asal Lampung.

(IPB Press, 2001)

8 of 15

Kebutuhan Indonesia akan bentonit sebagai bahan pengisi dalam pengecoran logam, cat, lumpur pengeboran, dan sebagai penjernih minyak pangan, semakin meningkat. Yang terbaik digunakan untuk keperluan ini adalah bentonit natrium. Di lain pihak, bentonit yang tersebar di Indonesia adalah bentonit kalsium, termasuk yang dijumpai di Desa Pagelaran, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Tanggamus Lampung. Deposit bentonit kalsium sebanyak xxx ton di desa tersebut saat ini belum dimanfaatkan sama sekali.

Bentonit kalsium dapat diubah menjadi bentonit natrium dengan cara pertukaran kation. Konversi menjadi bentonit natrium murni dapat menaikkan harga dari Rpxxx menjadi Rpxxx per ton. Hal yang perlu dilakukan terlebih dulu dalam upaya konversi ini ialah menyelidiki sifat pertukaran kation dalam bentonit kalsium asal Desa Pagelaran dan teknik konversinya menjadi bentonit natrium

(IPB Press, 2001)

9 of 15

Tujuan

  • Bagian ini mengakhiri bab pendahuluan yang berisi pernyataan singkat mengenai tujuan penelitian
  • Dalam menuliskan tujuan, gunakan kata kerja yang hasilnya dapat diukur atau dilihat, seperti menjajaki, menguraikan, menerangkan, menguji, membuktikan atau menerapkan suatu gejala, konsep, atau dugaan atau membuat prototipe. <kata ‘mengetahui’ sebaiknya tidak digunakan>

10 of 15

Tinjauan pustaka

  • Memuat tinjauan singkat dan jelas atas pustaka yang menimbulkan gagasan dan mendasari penelitian
  • Gunakan pustaka terbaru yang relevan dengan bidang yang diteliti
  • Usahakan jumlah halamannya tidak melebihi bab hasil dan pembahasan

11 of 15

Bahan dan Metode

Dapat berupa:

    • Analisis suatu teori
    • Metode percobaan
    • Kombinasi keduanya

Metode yang dipakai diuraikan terperinci (variabel, model, rancangan penelitian, pengumpulan dan analisis data, cara penafsiran)

12 of 15

Hasil

  • Sajikan secara bersistem
  • Untuk memperjelas uraian, gunakan tabel, grafik, gambar atau alat penolong lainnya
  • Data yang terlalu rumit dapat disajikan dalam lampiran
  • Tafsirkan hasil dengan memperhatikan dan menyesuaikannya dengan masalah atau hipotesis yang diungkapkan di dalam Pendahuluan

13 of 15

Pembahasan

  • Membahas ≠ menarasikan hasil, membahas = mengembangkan gagasan
  • Kemukakan keterbatasan yang ada dengan sejujurnya
  • Bandingkan dengan hasil peneliti terdahulu dan buat pertimbangan teoritis
  • Kembangkan setiap argumen dalam sebuah alinea: terdiri atas kalimat topik, pengembangan penalaran dan kesimpulan

14 of 15

Kesimpulan

  • Kesimpulan pokok dari keseluruhan penelitian
  • Dapat diungkapkan tiga kali (sebaiknya gunakan ungkapan yang berbeda), yaitu dalam pembahasan, kesimpulan dan abstrak

15 of 15

Bagian akhir

  • Daftar Pustaka
  • Lampiran