KOLOID
PENGERTIAN KOLOID
Koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi, berkisar dari 1 nanometer (nm) sampai 1 mikrometer (µm). Secara makroskopis, campuran ini tampak homogen. Akan tetapi, jika diamati dengan mikroskop ultra ternyata masih dapat dibedakan partikel-partikel terlarutnya.
id.wikipedia.org/BerbagiSerupa
www.shutterstock.com/gosphotodesign
www.shutterstock.com/cigdem
Perbandingan sifat larutan, koloid, dan suspensi
Jenis-Jenis
Buih
Aerosol
Sol
Emulsi
Gel
Zat pendispersi berupa gas.
Partikel padat yang terdispersi dalam zat cair.
zat cair yang terdispersi dalam zat cair lain, namun kedua zat cair itu tidak saling melarutkan.
Gas yang terdispersi dalam zat cair.
Sistem koloid kaku atau setengah padat dan setengah cair.
Jenis-Jenis Koloid
Sistem koloid dapat dikelompokkan berdasarkan :
-Fase Terdispersi = jenis koloid fase terdispersi ada tiga, antara lain sol (fase tersispersi padat), emulsi (fase terdispersi cair), dan buih (fase terdispersi gas).
-Fase Pendispersi = Koloid dengan fase pendispersi gas disebut aerosol.
Aerosol
Sistem koloid dari partikel padat atau cair yang terdispersi dalam gas disebut aerosol. Banyak produk dibuat dalam bentuk aerosol sehingga lebih praktis digunakan. Contohnya adalah penyemprot rambut (hairspray), obat nyamuk semprot, parfum, dan cat semprot.
Sol
Sistem koloid dari partikel padat yang terdispersi dalam zat cair disebut sol. Contoh sol adalah air sungai (sol dari lempung dalam air), sol sabun, sol detergen, sol kanji, tinta tulis, dan cat.
Emulsi
Sistem koloid dari zat cair yang terdispersi dalam zat cair lain disebut emulsi.
Contohnya adalah sabun yang dapat mengemulsikan minyak ke dalam air
Buih
Sistem koloid dari gas yang terdispersi dalam zat cair disebut buih. Buih digunakan pada berbagai proses, misalnya pada pengolahan bijih logam, pada alat pemadam kebakaran, dan kosmetik.
Gel
Koloid yang setengah kaku (antara padat dan cair) disebut gel. Contoh gel adalah agar-agar, lem kanji, selai, gelatin, gel sabun, dan gel silika.
Fase Terdispersi | Fase Pendispersi | Jenis koloid | Contoh koloid |
cair | gas | aerosol | Kabut, awan, hair spray |
padat | gas | aerosol padat | Asap, debu di udara |
gas | cair | buih | Buih sabun, krim kocok |
cair | cair | emulsi | Susu, santan, mayones |
padat | cair | sol | Sol emas, tinta, cat, pasta gigi |
gas | padat | Buih padat | Karet busa, styrofoam, batu apung |
cair | padat | Emulsi padat (gel) | Margarin, keju, jelly, mutiara |
padat | padat | Sol padat | Gelas berwarna, tinta hitam |
Tabel data tentang koloid
Contoh
Aerosol
Aerosol Cair: Kabut dan Awan.
Sol
Air sungai, sol sabun, sol detergen dan tinta
Emulsi
Santan, susu, mayonaise, dan minyak ikan
Buih
Alat pemadam kebakaran, kosmetik
Gel
Agar-agar, Lem
Aerosol Padat: Asap dan debu dalam udara.
TUGAS: S
Siswa membuat produk sederhana/konvensional (susu, agar-agar, puding, selai dll) atau produk kekinian (misal: dalgona coffee, mayonaise, cake, muffin, cream kocok dll)
Sifat-Sifat Koloid
Efek Tyndall
Penghamburan cahaya oleh partikel koloid.
Contoh:
Gerak Brown
Gerak acak (zig-zag) partikel koloid dalam medium pendispersinya.
Elektroforesis
Pergerakan partikel koloid di bawah pengaruh medan listrik.
Adsorpsi
Proses penyerapan suatu zat di permukaan zat lain.
Koagulasi
Peristiwa pengendapan partikel-partikel koloid sehingga fase terdispersi terpisah dari medium pendispersinya.
Mekanik
Menggumpalkan koloid dengan pemanasan, pengadukan, dan pendinginan. Proses ini akan mengurangi air atau ion di sekeliling koloid sehingga koloid akan mengendap.
Contohnya : protein, agar-agar dalam air akan menggumpal bila didinginkan.
Fisis
Contoh : penggunakan alat cottrel. Alat Cottrel biasanya dipakai pada cerobong asap di industri-industri besar, untuk menggumpalkan asap dan debu.
Kimia
Penambahan zat elektrolit ke dalam koloid.
Contoh :
asam formiat atau cuka.
Dialysis
Penghilangan muatan koloid dengan cara memasukkan koloid ke dalam membrane semipermeabel dan kemudian dimasukkan ke dalam aliran zat cair.
Koloid Pelindung
Koloid yang dapat menstabilkan sistem koloid lain.
Pembuatan Koloid
PEMBUATAN KOLOID
1. Cara Kondensasi
Dengan cara kondensasi, partikel larutan sejati (molekul atau ion) bergabung menjadi partikel koloid.
Reaksi redoks
Reaksi redoks adalah reaksi yang disertai perubahan bilangan oksidasi.
Contoh : Pembuatan sol belerang dari reaksi antara hidrogen sulfida (H2S) dengan belerang dioksida (SO2)
Hidrolisis
Hidrolisis adalah reaksi suatu zat dengan air.
Contoh : Pembuatan sol Fe(OH)3 dari hidrolisis FeCl3.
Dekomposisi rangkap
Reaksi dekomposisi (pergantian) rangkap
Contoh : Sol As2S3 dapat dibuat dari reaksi antara larutan H3AsO3 dengan larutan H2S.
Penggantian pelarut
Apabila larutan jenuh kalsium asetat dicampur dengan alkohol, akan terbentuk suatu koloid berupa gel.
2. Cara Dispersi
Dengan cara dispersi, partikel kasar dipecah menjadi partikel koloid.
Cara mekanik
Menurut cara ini, butir-butir kasar digerus dengan lumpang atau penggiling koloid sampai diperoleh tingkat kehalusan tertentu, kemudian diaduk dengan medium dispersi.
Cara peptisasi
Cara peptisasi adalah pembuatan koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah). Zat pemeptisasi memecahkan butir-butir kasar menjadi butir-butir koloid
Cara busur Bredig digunakan untuk membuat sol-sol logam. Logam yang akan dijadikan koloid digunakan sebagai elektrode yang dicelupkan ke dalam medium dispers. kemudian diberi loncatan listrik di antara kedua ujungnya
Cara busur Bredig
3. Koloid Asosiasi
Berbagai jenis zat, seperti sabun dan detergen, larut dalam air tetapi tidak membentuk larutan, melainkan koloid. Molekul sabun atau detergen terdiri atas bagian yang polar (disebut kepala) dan bagian yang nonpolar (disebut ekor).
Kepala sabun merupakan gugus yang hidrofil (tertarik ke air), sedangkan gugus hidrokarbon bersifat hidrofob (takut air). Jika sabun dilarutkan ke dalam air, molekul-molekul sabun akan mengadakan asosiasi dan orientasi karena gugus nonpolarnya (ekor) saling terdesak sehingga terbentuk partikel koloid.
Aplikasi
Koloid
Pemutihan Gula
Gula tebu yang masih berwarna dapat diputihkan. Dengan melarutkan gula ke dalam air, kemudian larutan dialirkan melalui sistem koloid tanah diatomae/karbon. Partikel koloid akan mengadsorpsi zat warna tersebut. Partikel-partikel koloid tersebut mengadsorpsi zat warna dari gula tebu sehingga gula dapat berwarna putih.
Penggumpalan Darah
Darah mengandung sejumlah koloid protein yang bermuatan negatif. Jika terjadi luka, maka luka tersebut dapat diobati dengan pensil stiptik/tawas yang mengandung ion-ion Al3+ dan Fe3+. Ion-ion tersebut membantu agar partikel koloid di protein bersifat netral sehingga proses penggumpalan darah dapat lebih mudah dilakukan.
Penjernihan Air
Untuk memperoleh air bersih perlu dilakukan upaya penjernihan air.Air keran yang ada saat ini mengandung partikel-partikel koloid tanah liat,lumpur, dan berbagai partikel lainnya yang bermuatan negatif.Oleh karena itu, untuk menjadikannya layak untuk diminum, harus dipisahkan partikel koloid tersebut. Hal itu dilakukan dengan cara menambahkan tawas (Al2SO4)3.Ion Al3+ yang terdapat pada tawas tersebut akan terhidroslisis membentuk partikel koloid Al(OH)3 yang bermuatan positif melalui reaksi:
Al3+ + 3H2O -> Al(OH)3 + 3H+
Setelah itu, Al(OH)3 menghilangkan muatan-muatan negatif dari partikel koloid tanah liat/lumpur dan terjadi koagulasi pada lumpur. Lumpur tersebut kemudian mengendap bersama tawas yang karena pengaruh gravitasi.
Pembentukan delta di muara sungai
Air sungai mengandung partikel-partikel koloid pasir dan tanah liat yang bermuatan negatif. Sedangkan air laut mengandung ion-ion Na+, Mg+2, dan Ca+2 yang bermuatan positif. Ketika air sungai bertemu di laut, maka ion-ion positif dari air laut akanmenetralkan muatan pasir dan tanah liat. Sehingga, terjadi koagulasi yang akan membentuk suatu delta.
Koloid Asosiasi
Berbagai jenis zat, seperti sabun dan detergen, larut dalam air tetapi tidak membentuk larutan, melainkan koloid. Molekul sabun atau detergen terdiri atas bagian yang polar (disebut kepala) dan bagian yang nonpolar (disebut ekor).
Kepala sabun merupakan gugus yang hidrofil (tertarik ke air), sedangkan gugus hidrokarbon bersifat hidrofob (takut air). Jika sabun dilarutkan ke dalam air, molekul-molekul sabun akan mengadakan asosiasi dan orientasi karena gugus nonpolarnya (ekor) saling terdesak sehingga terbentuk partikel koloid.
Koloid dan Polusi
Salah satu masalah lingkungan terkait dengan koloid adalah asbut. Asbut adalah campuran rumit yang terdiri atas berbagai gas dan partikel-partikel zat cair dan zat padat. Asbut (smog) merupakan kombinasi dari asap (smoke) dan kabut (fog). Salah satu penyebab dari masalah asbut adalah kebakaran hutan.
Indikator 4. Mengidentifikasi sifat koloid liofil dan koloid liofob
Jelaskan perbedaan antara koloid hidrofil dan koloid hidrofob.
Mengapa koloid liofil lebih stabil daripada koloid liofob?
Koloid liofil bersifat reversible. Jelaskan arti pernyataan tersebut.