1 of 31

KOLOID

2 of 31

PENGERTIAN KOLOID

Koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi, berkisar dari 1 nanometer (nm) sampai 1 mikrometer (µm). Secara makroskopis, campuran ini tampak homogen. Akan tetapi, jika diamati dengan mikroskop ultra ternyata masih dapat dibedakan partikel-partikel terlarutnya.

id.wikipedia.org/BerbagiSerupa

www.shutterstock.com/gosphotodesign

www.shutterstock.com/cigdem

3 of 31

Perbandingan sifat larutan, koloid, dan suspensi

4 of 31

Jenis-Jenis

Buih

Aerosol

Sol

Emulsi

Gel

Zat pendispersi berupa gas.

Partikel padat yang terdispersi dalam zat cair.

zat cair yang terdispersi dalam zat cair lain, namun kedua zat cair itu tidak saling melarutkan.

Gas yang terdispersi dalam zat cair.

Sistem koloid kaku atau setengah padat dan setengah cair.

5 of 31

Jenis-Jenis Koloid

Sistem koloid dapat dikelompokkan berdasarkan :

-Fase Terdispersi = jenis koloid fase terdispersi ada tiga, antara lain sol (fase tersispersi padat), emulsi (fase terdispersi cair), dan buih (fase terdispersi gas).

-Fase Pendispersi = Koloid dengan fase pendispersi gas disebut aerosol.

6 of 31

Aerosol

Sistem koloid dari partikel padat atau cair yang terdispersi dalam gas disebut aerosol. Banyak produk dibuat dalam bentuk aerosol sehingga lebih praktis digunakan. Contohnya adalah penyemprot rambut (hairspray), obat nyamuk semprot, parfum, dan cat semprot.

Sol

Sistem koloid dari partikel padat yang terdispersi dalam zat cair disebut sol. Contoh sol adalah air sungai (sol dari lempung dalam air), sol sabun, sol detergen, sol kanji, tinta tulis, dan cat.

Emulsi

Sistem koloid dari zat cair yang terdispersi dalam zat cair lain disebut emulsi.

Contohnya adalah sabun yang dapat mengemulsikan minyak ke dalam air

7 of 31

Buih

Sistem koloid dari gas yang terdispersi dalam zat cair disebut buih. Buih digunakan pada berbagai proses, misalnya pada pengolahan bijih logam, pada alat pemadam kebakaran, dan kosmetik.

Gel

Koloid yang setengah kaku (antara padat dan cair) disebut gel. Contoh gel adalah agar-agar, lem kanji, selai, gelatin, gel sabun, dan gel silika.

8 of 31

Fase Terdispersi

Fase Pendispersi

Jenis koloid

Contoh koloid

cair

gas

aerosol

Kabut, awan, hair spray

padat

gas

aerosol padat

Asap, debu di udara

gas

cair

buih

Buih sabun, krim kocok

cair

cair

emulsi

Susu, santan, mayones

padat

cair

sol

Sol emas, tinta, cat, pasta gigi

gas

padat

Buih padat

Karet busa, styrofoam, batu apung

cair

padat

Emulsi padat (gel)

Margarin, keju, jelly, mutiara

padat

padat

Sol padat

Gelas berwarna, tinta hitam

Tabel data tentang koloid

9 of 31

Contoh

Aerosol

Aerosol Cair: Kabut dan Awan.

Sol

Air sungai, sol sabun, sol detergen dan tinta

Emulsi

Santan, susu, mayonaise, dan minyak ikan

Buih

Alat pemadam kebakaran, kosmetik

Gel

Agar-agar, Lem

Aerosol Padat: Asap dan debu dalam udara.

10 of 31

TUGAS: S

Siswa membuat produk sederhana/konvensional (susu, agar-agar, puding, selai dll) atau produk kekinian (misal: dalgona coffee, mayonaise, cake, muffin, cream kocok dll)

11 of 31

Sifat-Sifat Koloid

12 of 31

Efek Tyndall

Penghamburan cahaya oleh partikel koloid.

Contoh:

  • Terjadinya warna biru di langit pada siang hari dan warna merah atau jingga di langit pada saat matahari terbenam di ufuk barat.
  • Sorot lampu proyektor di gedung bioskop akan tampak jelas ketika ada asap rokok.
  • Sorot lampu mobil pada malam yang berkabut.
  • Berkas sinar matahari yang melalui celah daun pepohonan pada pagi hari yang berkabut.

13 of 31

Gerak Brown

Gerak acak (zig-zag) partikel koloid dalam medium pendispersinya.

  • Terjadi karena tumbukan yang tidak seimbang antara molekul-molekul medium terhadap partikel koloid.
  • Semakin tinggi suhu semakin cepat gerak Brown berlangsung karena energi kinetik molekul medium meningkat sehingga tumbukan yang lebih kuat.
  • Menyebabkan partikel koloid tersebar merata dalam medium pendispersinya dan tidak memisah meskipun didiamkan.

14 of 31

Elektroforesis

Pergerakan partikel koloid di bawah pengaruh medan listrik.

  • Partikel-partikel koloid dapat bermuatan listrik karena terjadi penyerapan ion pada permukaan koloid.
  • Kegunaan dari sifat ini adalah untuk menentukan muatan yang dimiliki oleh suatu partikel koloid.

15 of 31

Adsorpsi

Proses penyerapan suatu zat di permukaan zat lain.

  • Penjernihan air tebu pada pembuatan gula pasir dengan tanah diatome dan arang tulang (pemutihan gula).Zat warna dalam gula akan diadsorpsi sehingga diperoleh gula yang putih.

  • Adsorpsi gas oleh zat padat, misalnya pada masker gas.

  • Adsorbsi keringat oleh alumium stearat yang terdapat dalam rol on deodorant.

16 of 31

Koagulasi

Peristiwa pengendapan partikel-partikel koloid sehingga fase terdispersi terpisah dari medium pendispersinya.

Mekanik

Menggumpalkan koloid dengan pemanasan, pengadukan, dan pendinginan. Proses ini akan mengurangi air atau ion di sekeliling koloid sehingga koloid akan mengendap.

Contohnya : protein, agar-agar dalam air akan menggumpal bila didinginkan.

Fisis

Contoh : penggunakan alat cottrel. Alat Cottrel biasanya dipakai pada cerobong asap di industri-industri besar, untuk menggumpalkan asap dan debu.

Kimia

Penambahan zat elektrolit ke dalam koloid.

Contoh :

  • Proses pengolahan karet dari bahan mentah (lateks) dengan menambahkan

asam formiat atau cuka.

  • Pembentukan delta di muara sungai.

17 of 31

Dialysis

Penghilangan muatan koloid dengan cara memasukkan koloid ke dalam membrane semipermeabel dan kemudian dimasukkan ke dalam aliran zat cair.

18 of 31

Koloid Pelindung

Koloid yang dapat menstabilkan sistem koloid lain.

19 of 31

Pembuatan Koloid

20 of 31

PEMBUATAN KOLOID

1. Cara Kondensasi

Dengan cara kondensasi, partikel larutan sejati (molekul atau ion) bergabung menjadi partikel koloid.

21 of 31

Reaksi redoks

Reaksi redoks adalah reaksi yang disertai perubahan bilangan oksidasi.

Contoh : Pembuatan sol belerang dari reaksi antara hidrogen sulfida (H2S) dengan belerang dioksida (SO2)

Hidrolisis

Hidrolisis adalah reaksi suatu zat dengan air.

Contoh : Pembuatan sol Fe(OH)3 dari hidrolisis FeCl3.

22 of 31

Dekomposisi rangkap

Reaksi dekomposisi (pergantian) rangkap

Contoh : Sol As2S3 dapat dibuat dari reaksi antara larutan H3AsO3 dengan larutan H2S.

Penggantian pelarut

Apabila larutan jenuh kalsium asetat dicampur dengan alkohol, akan terbentuk suatu koloid berupa gel.

23 of 31

2. Cara Dispersi

Dengan cara dispersi, partikel kasar dipecah menjadi partikel koloid.

Cara mekanik

Menurut cara ini, butir-butir kasar digerus dengan lumpang atau penggiling koloid sampai diperoleh tingkat kehalusan tertentu, kemudian diaduk dengan medium dispersi.

Cara peptisasi

Cara peptisasi adalah pembuatan koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah). Zat pemeptisasi memecahkan butir-butir kasar menjadi butir-butir koloid

Cara busur Bredig digunakan untuk membuat sol-sol logam. Logam yang akan dijadikan koloid digunakan sebagai elektrode yang dicelupkan ke dalam medium dispers. kemudian diberi loncatan listrik di antara kedua ujungnya

Cara busur Bredig

24 of 31

3. Koloid Asosiasi

Berbagai jenis zat, seperti sabun dan detergen, larut dalam air tetapi tidak membentuk larutan, melainkan koloid. Molekul sabun atau detergen terdiri atas bagian yang polar (disebut kepala) dan bagian yang nonpolar (disebut ekor).

Kepala sabun merupakan gugus yang hidrofil (tertarik ke air), sedangkan gugus hidrokarbon bersifat hidrofob (takut air). Jika sabun dilarutkan ke dalam air, molekul-molekul sabun akan mengadakan asosiasi dan orientasi karena gugus nonpolarnya (ekor) saling terdesak sehingga terbentuk partikel koloid.

25 of 31

Aplikasi

Koloid

26 of 31

Pemutihan Gula

Gula tebu yang masih berwarna dapat diputihkan. Dengan melarutkan gula ke dalam air, kemudian larutan dialirkan melalui sistem koloid tanah diatomae/karbon. Partikel koloid akan mengadsorpsi zat warna tersebut. Partikel-partikel koloid tersebut mengadsorpsi zat warna dari gula tebu sehingga gula dapat berwarna putih.

27 of 31

Penggumpalan Darah

Darah mengandung sejumlah koloid protein yang bermuatan negatif. Jika terjadi luka, maka luka tersebut dapat diobati dengan pensil stiptik/tawas yang mengandung ion-ion Al3+ dan Fe3+. Ion-ion tersebut membantu agar partikel koloid di protein bersifat netral sehingga proses penggumpalan darah dapat lebih mudah dilakukan.

28 of 31

Penjernihan Air

Untuk memperoleh air bersih perlu dilakukan upaya penjernihan air.Air keran yang ada saat ini mengandung partikel-partikel koloid tanah liat,lumpur, dan berbagai partikel lainnya yang bermuatan negatif.Oleh karena itu, untuk menjadikannya layak untuk diminum, harus dipisahkan partikel koloid tersebut. Hal itu dilakukan dengan cara menambahkan tawas (Al2SO4)3.Ion Al3+ yang terdapat pada tawas tersebut akan terhidroslisis membentuk partikel koloid Al(OH)3 yang bermuatan positif melalui reaksi:

Al3+ + 3H2O -> Al(OH)3 + 3H+

Setelah itu, Al(OH)3 menghilangkan muatan-muatan negatif dari partikel koloid tanah liat/lumpur dan terjadi koagulasi pada lumpur. Lumpur tersebut kemudian mengendap bersama tawas yang karena pengaruh gravitasi.

29 of 31

Pembentukan delta di muara sungai

Air sungai mengandung partikel-partikel koloid pasir dan tanah liat yang bermuatan negatif. Sedangkan air laut mengandung ion-ion Na+, Mg+2, dan Ca+2 yang bermuatan positif. Ketika air sungai bertemu di laut, maka ion-ion positif dari air laut akanmenetralkan muatan pasir dan tanah liat. Sehingga, terjadi koagulasi yang akan membentuk suatu delta.

30 of 31

Koloid Asosiasi

Berbagai jenis zat, seperti sabun dan detergen, larut dalam air tetapi tidak membentuk larutan, melainkan koloid. Molekul sabun atau detergen terdiri atas bagian yang polar (disebut kepala) dan bagian yang nonpolar (disebut ekor).

Kepala sabun merupakan gugus yang hidrofil (tertarik ke air), sedangkan gugus hidrokarbon bersifat hidrofob (takut air). Jika sabun dilarutkan ke dalam air, molekul-molekul sabun akan mengadakan asosiasi dan orientasi karena gugus nonpolarnya (ekor) saling terdesak sehingga terbentuk partikel koloid.

31 of 31

Koloid dan Polusi

Salah satu masalah lingkungan terkait dengan koloid adalah asbut. Asbut adalah campuran rumit yang terdiri atas berbagai gas dan partikel-partikel zat cair dan zat padat. Asbut (smog) merupakan kombinasi dari asap (smoke) dan kabut (fog). Salah satu penyebab dari masalah asbut adalah kebakaran hutan.

Indikator 4. Mengidentifikasi sifat koloid liofil dan koloid liofob

Jelaskan perbedaan antara koloid hidrofil dan koloid hidrofob.

Mengapa koloid liofil lebih stabil daripada koloid liofob?

Koloid liofil bersifat reversible. Jelaskan arti pernyataan tersebut.