1 of 15

BAB 7

Plantae

2 of 15

  • Plantae adalah golongan makhluk hidup bersel banyak dan berinti sejati.
  • Semua anggotanya mempunyai kloroplas, berdinding sel yang terbuat dari selulosa, dan dapat melakukan fotosintesis.

Klasifikasi Kingdom Plantae

  1. Lumut (Bryophyta)
  • Lumut mempunyai bagian-bagian yang menyerupai batang (cauloid), daun (filoid), dan akar (rizoid).
  • Strukturnya sangat sederhana, hanya terdiri atas selapis sel yang bersekat dan tidak mempunyai berkas pengangkut.

3 of 15

Reproduksi dan Daur Hidup Lumut

Lumut mengalami metagenesis, yaitu pergiliran keturunan antara generasi gametofit (pembentuk gamet) dengan generasi sporofit (pembentuk spora).

  • Perkembangbiakan generatifnya terjadi melalui peleburan sel sperma dan sel telur yang dihasilkan oleh tumbuhan lumut.
  • Sel telur yang telah dibuahi oleh spermatozoid akan tumbuh menjadi zigot yang kemudian tumbuh menjadi sporogonium (badan penghasil spora) yang merupakan generasi sporofit.

4 of 15

Klasifkasi Bryophyta

Beberapa ahli mengelompokkan Bryophyta menjadi dua kelas, yaitu Hepaticae (lumut hati) dan Musci (lumut daun).

Hepaticae (Lumut Hati)

Lumut ini hanya dapat dibedakan atas bagian dorsal dan ventral. Tubuhnya

menyerupai hati yang tepinya terbelah. Perkembangbiakannya terjadi secara vegetatif dan generatif. Secara vegetatif dengan fragmentasi, pembentukan kuncup, dan pembentukan tunas. Secara generatif dengan peleburan sel sperma dan sel telur menghasilkan zigot. Contoh lumut hati

adalah Marchantia polymorpha dan Riccia sp.

Musci (Lumut Daun)

Lumut ini mempunyai susunan dan struktur tubuh gametofit dan sporofit yang lebih kompleks dibanding lumut hati. Lumut daun telah mempunyai batang semu yang tegak dan lembaran daun yang tersusun spiral. Batang maupun daun tersebut belum mempunyai jaringan pengangkut. Akar masih berupa rizoid yang berupa benang halus.

5 of 15

Lumut hati (a) dan gemma cup (b)

A

B

Sporoft terdiri atas seta (tangkai sporofit) dan tudung (kaliptra). Bagian atas sporofit membesar membentuk kapsul atau sporangium.

6 of 15

Peranan Lumut dalam Kehidupan Manusia

Secara ekonomis, sedikit sekali manfaat lumut dalam kehidupan manusia.

Spagnum (lumut gambut) berperan untuk menggemburkan medium pada tanaman pot, sebagai pengganti kapas, dan sebagai bahan bakar.

Marchantia polymorpha (lumut hati) bermanfaat untuk menyembuhkan radang hati (hepatitis).

Di dalam ekosistem hutan, lumut mempunyai peranan yang besar bersama lumut kerak, yaitu sebagai vegetasi perintis. Selain itu, lumut dapat menyerap air hujan yang dapat dimanfaatkan tumbuhan lain sebagai sumber air.

7 of 15

Tumbuhan Paku (Pteridophyta)

Tumbuhan paku termasuk tumbuhan berkormus, artinya tubuhnya telah dapat dibedakan antara akar, batang, dan daunnya.

Daun paku biasanya berupa daun mejemuk.

Berdasarkan ukurannya, daun tumbuhan

paku dapat dibedakan menjadi dua, yaitu

daun yang berukuran kecil (mikrofil) dan

daun yang berukuran besar (makrofil).

Daur hidup tumbuhan paku homospor

Berdasarkan fungsinya, daun tumbuhan

paku dapat dibedakan menjadi dua, yaitu

sebagai berikut.

  1. Sporofil, yaitu daun yang berfungsi menghasilkan spora.
  2. Tropofil, yaitu daun yang berfungsi untuk fotosintesis.

8 of 15

Cara Reproduksi dan Daur Hidup Tumbuhan Paku

Cara reproduksi tumbuhan paku dengan menggunakan spora dan tunas batang dalam tanah atau rhizoma.

Berdasarkan spora yang dihasilkan, tumbuhan paku dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

  • Paku homospor, menghasilkan spora yang mempunyai bentuk dan ukuran yang sama atau satu macam spora saja. Contoh: Lycopodiumcernuum (paku kawat).
  • Paku heterospor, menghasilkan dua macam spora yang ukurannya berbeda. Spora kecil disebut mikrospora akan tumbuh menjadi protalium jantan dan spora besar disebut megaspora yang akan tumbuh menjadi protalium betina. Contoh:Selaginella sp. (paku rane).
  • Paku peralihan, menghasilkan spora yang bentuk dan ukurannya sama tetapi jenis kelaminnya berbeda. Contoh: Equisetum debile (paku ekor kuda).

9 of 15

Perbedaan tumbuhan lumut dan tumbuhan paku

10 of 15

Klasifikasi Tumbuhan Paku

Divisi Pteridophyta dibagi menjadi empat subdivisi, yaitu Psilopsida, Lycopsida, Sphenopsida, dan Pteropsida.

Subdivisi Psilophyta

Psilophyta merupakan tanaman paku primitif karena tidak mempunyai akar dan daun. Tubuhnya terdiri atas batang yang mendatar di dalam tanah dan batang tegak di atas permukaan tanah.

Subdivisi Lycophyta

Kelompok ini sering disebut sebagai tanaman lumut (lumut gada) karena sepintas menyerupai tumbuhan lumut (tumbuh dekat tanah dan berdaun kecil).

Subdivisi Sphenophyta

Tumbuhan paku ini sering disebut paku ekor kuda karena sporofilnya tersusun dalam suatu badan berbentuk gada atau kerucut pada ujung batang atau cabang strobilus yang menyerupai ekor kuda.

Subdivisi Pterophyta

Tumbuhan paku yang termasuk dalam subdivisi ini memiliki daun yang relatif lebih besar dan tulang daunnya sering bercabang-cabang. Anggota dari subdivisi ini dikenal sebagai tumbuhan paku sejati.

11 of 15

Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)

Spermatophyta adalah golongan tumbuhan yang menghasilkan

biji sebagai alat perkembangbiakan generatifnya.

Ciri-Ciri Umum Tumbuhan Berbiji

  • Struktur perkembangbiakan yang khas adalah biji yang dihasilkan oleh runjung atau bunga. Setiap biji mengandung embrio (tumbuhan kecil) yang terbentuk melalui reproduksi seksual
  • Sperma (sel kelamin jantan), menuju ke sel telur melalui saluran yang disebut buluh serbuk sari.
  • Tumbuhan berbiji memiliki jaringan pembuluh yang rumit.
  • Pada hakikatnya, semua tumbuhan berbiji memiliki klorofil sehingga dapat melakukan fotosintesis untuk menyusun zat makanan.

12 of 15

Klasifkasi Spermatophyta

Spermatophyta dapat dibedakan menjadi dua subdivisi, yaitu Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka) dan Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup).

Gymnospermae (Tumbuhan Berbiji Terbuka)

Ciri utama kelompok tumbuhan Gymnospermae adalah bijinya yang telanjang, tidak terbungkus daging buah, serta biji tumbuh pada permukaan dari makrosporofil (daun buah).

Gymnospermae dibedakan menjadi beberapa kelas, :

Kelas Cycadinae

  • Tumbuhan ini menyerupai palma, berkayu, tidak atau sedikit bercabang.
  • Daun tersusun dalam roset batang, bertulang daun menyirip, yang masih muda tergulung seperti tumbuhan paku.
  • Sporofil tersusun dalam runjung (strobilus) yang terletak di ujung batang dan berumah dua.
  • Contoh: Cycas rumphii (pakis haji).

13 of 15

Kelas Coniferae

  • Tumbuhan ini menyerupai semak, perdu, atau pohon dengan tajuk menyerupai kerucut.
  • Daun berbentuk jarum.
  • Batangnya menghasilkan getah yang disebut resin.
  • Umumnya berumah dua, tetapi ada juga yang berumah satu.
  • Makrosporofil dan mikrosporofil mempunyai struktur yang bermacam-macam.
  • Contoh: Pinus mercusii (pinus/tusam) dan Agathis alba (damar).

Kelas Gnetinae

  • Gnetinae merupakan tumbuhan berkayu dengan batang bercabang-cabang.
  • Daun tunggal terletak berhadapan dengan tulang daun menyirip.
  • Bunga berkelamin tunggal, tersusun majemuk, dan terdapat dalam ketiak daun yang lebar.
  • Contoh: Gnetum gnemon (melinjo).

14 of 15

Angiospermae (Tumbuhan Berbiji Tertutup)

Ciri tumbuhan Angiospermae

adalah bijinya yang terlindung oleh daun buah serta memiliki

alat perkembangbiakan berupa bunga yang sesungguhnya.

15 of 15