1 of 16

CEGAH ISPA SEJAK DINI UNTUK KELUARGA SEHAT

OLEH

JATI YUSWANINGSIH, S.Kep., Ns., M.Kes

2 of 16

3 of 16

LATAR BELAKANG

  • ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) masih menjadi salah satu penyakit terbanyak di masyarakat, terutama pada balita dan lansia.

Dampak: Menurunkan produktivitas keluarga, Biaya pengobatan meningkat, Risiko komplikasi pada kelompok rentan.

👉 Artinya: ISPA sebenarnya bisa dicegah dari rumah!

Penyebab utama: virus, bakteri, polusi udara, asap rokok, dan lingkungan yang tidak sehat.

Faktor risiko di keluarga: Ventilasi rumah kurang baik, Kepadatan hunian tinggi, Perilaku tidak sehat (merokok di dalam rumah, tidak cuci tangan)

4 of 16

10 BESAR PENYAKIT DI KAB. GROBOGAN�TAHUN 2025

5 of 16

DATA 10 BESAR PENYAKIT�WILAYAH PUSKESMAS GUBUG

10 Bersar Penyakit

Januari 2026

Puskesmas Gubug 2

10 Bersar Penyakit

Januari 2026

Puskesmas Gubug 1

6 of 16

ISPA ???

  • ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) adalah peradangan akut pada saluran pernapasan (hidung hingga paru-paru) yang berlangsung kurang dari 14 hari
  • Saluran pernapasan atas (hidung, sinus, faring, laring) dan bawah (trakea, bronkus, paru-paru).
  • Penyebab Utama: Virus (seperti Rhinovirus atau Coronavirus) dan bakteri, yang menyebar melalui percikan batuk/bersin.
  • Karakteristik: berlangsung akut, dan dapat sembuh sendiri (self-limiting) dalam 1-2 minggu.

  • Komponen utama:
    • Hidung (Nasofaring)
    • Tenggorokan (Faring)
    • Tenggorokan bawah (Laring)
    • Bronkus
  • Infeksi di area ini menyebabkan peradangan yang menghambat aliran udara

7 of 16

Gejala Umum ISPA

  • Batuk: Gejala utama, bisa batuk kering atau berdahak.
  • Pilek atau hidung tersumbat: Sering disertai produksi dahak berlebih.
  • Demam: Suhu tubuh meningkat.
  • Sakit tenggorokan: Nyeri saat menelan atau tenggorokan terasa gatal/kering.
  • Sakit kepala dan nyeri otot/sendi.
  • Bersin-bersin.
  • Kelelahan atau lemah
  • Kesulitan bernapas (napas cepat atau sesak)
  • Nafsu makan menurun.
  • Telinga sakit atau nyeri.
  • Suara serak.

Gejala Khusus pada Anak:

Jika gejala berat :

  • sesak napas yang parah,
  • kebiruan pada bibir
  • demam sangat tinggi,
  • Masa Inkubasi: 1–3 hari setelah terpapar.
  • Penyembuhan: Umumnya sembuh sendiri dalam 3-14 hari.

8 of 16

Jenis-Jenis ISPA

  • Common Cold/Nasofaringitis: Pilek biasa.
  • Faringitis/Radang Tenggorokan: Sakit saat menelan.
  • Rinitis Akut: Hidung tersumbat/berair.
  • Sinusitis: Infeksi sinus.
  • Tonsilitis: Radang amandel

Tonsilitis: Radang amandel

Demam

Hidung tersumbat

9 of 16

PENYEBAB BERDASAR TEORI HL. BLUM

1. FAKTOR LINGKUNGAN

  • Kebiasaan Merokok: Anggota keluarga yang merokok di dalam rumah merupakan faktor dominan penyebab ISPA, khususnya pada balita.

  • Hygiene Personal: Kurangnya kebiasaan mencuci tangan.
  • Kepadatan Hunian: Rumah yang padat penduduk memudahkan penularan kuman antar penghuni.
  • Ventilasi Kurang: Sirkulasi udara buruk menyebabkan kuman menetap di dalam ruangan.
  • Pencemaran Udara Dalam Rumah: Asap rokok, asap dapur (bahan bakar kayu), dan racun nyamuk bakar meningkatkan risiko ISPA.
  • Kelembaban & Suhu: Rumah lembab dan kurang cahaya matahari menjadi tempat hidup mikroorganisme patogen.

2. FAKTOR PERILAKU

10 of 16

ASAP ROKOK????

  • penyebab utama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama pada balita dan perokok pasif, karena kandungan ribuan zat kimia beracun yang merusak sistem pertahanan pernapasan.

  • Efek Tanpa Filter/perokok pasif menghirup asap sampingan yang memiliki konsentrasi zat berbahaya yang lebih tinggi

  • Paparan asap rokok meningkatkan peradangan saluran napas, memicu batuk, sesak napas, hingga bronkitis

11 of 16

PENYEBAB BERDASAR TEORI HL. BLUM

3. FAKTOR PELAYANAN KESEHATAN

4. FAKTOR GENETIK

  • Status Imunisasi: Imunisasi dasar yang tidak lengkap pada anak meningkatkan kerentanan terhadap infeksi.

  • Kurangnya Akses/Nutrisi: Kurangnya pemberian ASI eksklusif dan status gizi buruk.
  • Usia: Balita lebih rentan karena sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna.

  • Berat Badan Lahir Rendah (BBLR): Riwayat lahir BBLR meningkatkan kerentanan fisik

12 of 16

CARA PENCEGAHAN

Faktor Lingkungan

(Paling Berperan)

Faktor Perilaku

  • Perbaikan Ventilasi: Memastikan pertukaran udara lancar dan sinar matahari pagi masuk ke dalam rumah untuk mengurangi kelembaban.
  • Mengurangi Kepadatan Hunian: Menghindari kamar tidur yang terlalu padat agar droplet tidak mudah menular.
  • Sanitasi: Menjaga kebersihan udara dalam rumah, termasuk menghindari asap rokok dan polusi.
  • Kebiasaan Hidup Sehat: Mencuci tangan dengan sabun.
  • Gizi Seimbang: Memastikan nutrisi cukup (terutama bagi balita) untuk meningkatkan kekebalan tubuh.
  • Penggunaan Masker: Memakai masker saat sakit atau berada di area berpolusi.
  • Menghindari Kontak: Menghindari kontak langsung dengan orang yang memiliki gejala ISPA.

13 of 16

CARA PENCEGAHAN

Faktor

Pelayanan Kesehatan

Faktor Genetik

  • Meningkatkan daya tahan tubuh individu,
  • terutama pada kelompok rentan (bayi, balita, dan lansia) melalui gizi dan lingkungan yang baik
  • Imunisasi: Melengkapi imunisasi dasar pada balita.
  • Deteksi Dini & Pengobatan: Melakukan pemeriksaan dini pada fasilitas kesehatan (di Posyandu)
  • Pemberian Vitamin A: Memberikan kapsul vitamin A sesuai standar.

14 of 16

BERDASARKAN PROGRAM PEMERINTAH

PHBS (PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT)

  1. Pemeriksaan Kehamilan (K4): Ibu hamil berkunjung ke layanan kesehatan minimal 4 kali.
  2. Persalinan Ditolong Tenaga Kesehatan: Persalinan dilakukan di faskes.
  3. Pemberian ASI Eksklusif: Bayi 0-6 bulan hanya diberi ASI.
  4. Menimbang Balita Setiap Bulan: Pemantauan pertumbuhan di Posyandu.
  5. Menggunakan Air Bersih: Ketersediaan air bersih untuk kebutuhan harian.
  6. Mencuci Tangan dengan Sabun: Menggunakan air bersih mengalir dan sabun.
  7. Menggunakan Jamban Sehat: Memiliki dan menggunakan jamban sehat.
  8. Memberantas Jentik Nyamuk: PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) seminggu sekali.

  1. Makan Buah dan Sayur: Mengonsumsi buah dan sayur setiap hari.
  2. Aktivitas Fisik: Melakukan olahraga/aktivitas fisik setiap hari.
  3. Tidak Merokok di Dalam Rumah: Anggota keluarga tidak merokok.
  4. Pemanfaatan Pekarangan: Penggunaan lahan pekarangan untuk kebutuhan pangan/apotek hidup.
  5. Rumah Bebas Sampah: Pengelolaan sampah rumah tangga dengan benar.
  6. Lantai Rumah Bersih: Lantai rumah kedap air dan bersih.
  7. Penggunaan Jaminan Kesehatan: Memiliki/menggunakan JKN/Askes.
  8. Sosialisasi/Penyuluhan Kesehatan: Anggota keluarga aktif mengikuti kegiatan kesehatan.

15 of 16

BERDASARKAN PROGRAM PEMERINTAH

STBM

(SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT)

  • Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS)
  • Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
  • Pengamanan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAM-RT)
  • Pengelolaan Sampah Rumah Tangga:
  • Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga:
  • Kecamatan STBM 4 (Wirosari, Toroh, Kedungjati, Karang rayung)
  • Desa STBM Utama 234 Desa

16 of 16

TERIMA KASIH