1 of 37

NAMA PESERTA

JANUARI 2026

ASSESMENT & POINT RESULT

MUHAMAD NADLIF AL RASYID_2026

2 of 37

Assesment

Assesment ini dilakukan dengan membuat single Line diagram pada ETAP dari layout file yang berjudul “ SLD GENJI” (single Line diagram ada dalam folder yang sama.

Catatan :

  • Nilai inputan pada ETAP silahkan di sesuaikan dan dapat dirubah-rubah agar single line diagram bisa di running.
  • Isc dari Grid = 1.432 kA/ X/R = 12
  • CB Breaking di 20 kV = 16 kA

3 of 37

Apa yang Harus di Lakukan?

  • Saat pengerjaan berlangsung, pastikan system Kelistrikan yang telah dibuat single line diagramnya dapat dirunning Load Flow & Short Circuit
  • Berikan contoh 2 setting Proteksi pada single line diagram

4 of 37

Kendala?

  • Jika ada kendala dalam pengerjaan, rekan-rekan sekalian dapat bertanya secara japri maupun di kolom chat group,
  • Pertanyaan bisa disertai dengan screen shoot dari hal yang ditanyakan.

5 of 37

TUGAS LANJUTAN

6 of 37

PERTANYAAN – LOAD FLOW

  1. Mode apa yang digunakan untuk menjalankan Load Flow pada ETAP?
  2. Metode perhitungan Load Flow apa yang digunakan pada studi ini?
  3. Bus mana yang berfungsi sebagai Slack Bus? Jelaskan alasannya.
  4. Berapa nilai base frequency yang digunakan?
  1. Berapa persen tegangan pada masing-masing bus setelah Load Flow dijalankan? (sebutkan di bus utamanya saja, nama bus dan nominal voltagenya)
  2. Apakah terdapat bus dengan tegangan di bawah 95% atau di atas 105%?
  3. Bus mana yang mengalami undervoltage paling besar?
  4. Apa kemungkinan penyebab terjadinya drop tegangan pada bus tersebut?

7 of 37

PERTANYAAN – LOAD FLOW

  1. Berapa total daya aktif (kW) dan reaktif (kVAR) yang disuplai sumber?
  2. Berapa total losses sistem (kW)?
  3. Elemen apa yang menyumbang losses terbesar?
  4. Ke arah mana aliran daya utama pada SLD? (dari sumber ke beban mana)
  1. Berapa persen loading trafo utama?
  2. Apakah ada cable atau trafo yang loading-nya di atas 80%?
  3. Jika ada elemen overload, apa risiko operasinya?
  4. Rekomendasi apa yang dapat diberikan untuk mengurangi overload tersebut?
  1. Apakah kondisi sistem sudah sesuai untuk operasi normal?
  2. Jika salah satu CB dibuka, apa dampaknya terhadap profil tegangan?
  3. Apakah faktor daya sistem sudah memenuhi standar?
  4. Perbaikan apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan profil tegangan?

8 of 37

PERTANYAAN – SHORT CIRCUIT

  1. Standar apa yang digunakan dalam analisa hubung singkat?
  2. Jenis gangguan apa yang dianalisa pada studi ini?
  3. Apa itu 3-Phase Fault, Line to Line Fault, Line to Line to Groundfault dan Line to Grounfault?
  1. Berapa nilai arus hubung singkat 3-phase pada bus utama?
  2. Bus mana yang memiliki arus hubung singkat terbesar?
  3. Mengapa bus tersebut memiliki arus gangguan paling tinggi?
  1. Berapa nilai breaking capacity CB pada bus utama tersebut?
  2. Apakah nilai arus hubung singkat masih di bawah kemampuan CB?
  3. Apa risiko jika arus hubung singkat melebihi breaking capacity CB?
  4. Peralatan apa saja yang terdampak oleh arus gangguan 3 phasa ini?

9 of 37

PERTANYAAN – SHORT CIRCUIT

  1. Mengapa Load Flow harus dijalankan sebelum Short Circuit?
  2. Apa hubungan antara hasil Load Flow dan nilai arus hubung singkat?
  3. Jika kapasitas trafo dinaikkan, bagaimana dampaknya ke LF dan SC?
  4. Dari hasil LF dan SC, apakah sistem layak untuk dikembangkan (penambahan beban)?
  1. Jika terjadi undervoltage pada LV bus, solusi apa yang paling efektif?
  2. Jika arus hubung singkat terlalu besar, opsi apa yang bisa dilakukan untuk menurunkannya?
  3. Perubahan apa yang paling berpengaruh terhadap hasil SC: trafo, kabel, atau sumber?
  4. Berapa Nilai dari Line to ground di bus utama 20 kV?
  5. Bagaimana cara Agar Arus gangguan Line to Ground bisa dibatasi?
  6. Apa itu Neutral Grounding Resistor?

10 of 37

SLD TUGAS & JAWABAN

11 of 37

OVERALL SINGLE LINE DIAGRAM SAAT LOAD FLOW

Isikan Screenshoot dari SLD di ETAP yang di Running LF

SILAHKAN DUPLICATE PAGENYA JIKA DIBUTUHKAN LEBIH DARI 1 SLIDE

12 of 37

OVERALL SINGLE LINE DIAGRAM SAAT LOAD FLOW

13 of 37

14 of 37

14

15 of 37

15

16 of 37

16

17 of 37

OVERALL SINGLE LINE DIAGRAM SAAT SHORT CIRCUIT

Isikan Screenshoot dari SLD di ETAP yang di Running SC

18 of 37

18

19 of 37

19

20 of 37

20

21 of 37

21

22 of 37

CONTOH LURVA PROTEKSI DARI SETTING PROTEKSI YANG DIPILIH

Isikan Screenshoot dari kurva ETAP dan Perhitungan Nilai settingnya

23 of 37

CONTOH KURVA PROTEKSI DARI SETTING PROTEKSI YANG DIPILIH

Isikan Screenshoot dari kurva ETAP dan Perhitungan Nilai settingnya

24 of 37

CONTOH KURVA PROTEKSI DARI SETTING PROTEKSI YANG DIPILIH

Isikan Screenshoot dari kurva ETAP dan Perhitungan Nilai settingnya

25 of 37

CONTOH KURVA PROTEKSI DARI SETTING PROTEKSI YANG DIPILIH

Isikan Screenshoot dari kurva ETAP dan Perhitungan Nilai settingnya

26 of 37

JAWABAN DARI PERTANYAAN

Isikan jawaban slide 6 sampai slide 9

  • Mode apa yang digunakan untuk menjalankan Load Flow pada ETAP?

Menuju mode Load Flow lalu tekan bagian kanan yang bernama Run Load Flow

  • Metode perhitungan Load Flow apa yang digunakan pada studi ini?

Adaptive Newton–Raphson Method

  • Bus mana yang berfungsi sebagai Slack Bus? Jelaskan alasannya.

Bus1 berfungsi sebagai Slack Bus karena ditetapkan sebagai Swing Bus yang menjadi referensi sudut dan tegangan sistem serta bertanggung jawab menutup selisih daya aktif dan reaktif pada perhitungan Load Flow.

  • Berapa nilai base frequency yang digunakan?

Menggunakan base frequency 50 Hz dengan standar di Indonesia

27 of 37

JAWABAN DARI PERTANYAAN

  • Berapa persen tegangan pada masing-masing bus setelah Load Flow dijalankan? (sebutkan di bus utamanya saja, nama bus dan nominal voltagenya)

Bus1 = 20 kV (100%) Bus 5 = 0,378 kV(99,54%) Bus9 =0,375 kV (98,62%)

Bus2 = 20 kV (100%) Bus6 = 0,378 kV(99,54%) Bus10 = 19,99 kV (99,98%)

Bus3 = 20 kV (100%) Bus7 = 20 kV (100%) Bus11 = 0,377 kV (99,08%)

Bus4 = 0,378 kV(99,54%) Bus8 = 0,379 kV(99,66%) Bus12 =19,99 kV (99,98%)

  • Apakah terdapat bus dengan tegangan di bawah 95% atau di atas 105%?

Tidak ada

  • Bus mana yang mengalami undervoltage paling besar?

Pada Bus9 yaitu turun sebesar 0,375 kV dari 0,380 kV (Turun sebesar 98,62%)

  • Apa kemungkinan penyebab terjadinya drop tegangan pada bus tersebut?

Drop tegangan pada Bus9 disebabkan oleh kombinasi impedansi saluran, posisi bus di sisi tegangan rendah, keterbatasan suplai daya reaktif lokal, serta jarak listrik yang relatif jauh dari Slack Bus, sehingga menyebabkan akumulasi penurunan tegangan paling besar dibandingkan bus lainnya.

Isikan jawaban slide 6 sampai slide 9

28 of 37

JAWABAN DARI PERTANYAAN

Isikan jawaban slide 6 sampai slide 9

  • Berapa total daya aktif (kW) dan reaktif (kVAR) yang disuplai sumber?

Daya aktif yang disuplai sumber (P) = 1.243 MW

Daya reaktif yang disuplai sumber (Q) = −0.295 Mvar

  • Berapa total losses sistem (kW)?

Total losses daya aktif sistem = 5.5 kW

  • Elemen apa yang menyumbang losses terbesar?

Transformator TX DRY TYPE

Losses daya aktif ≈ 3.9 kW

Losses daya reaktif ≈ 23.5 kvar

  • Ke arah mana aliran daya utama pada SLD? (dari sumber ke beban mana)

Bus1 → Bus2 → Bus3 → Bus13 → TX DRY TYPE → Bus4 → Bus5 & Bus6.

29 of 37

JAWABAN DARI PERTANYAAN

Isikan jawaban slide 6 sampai slide 9

  • Berapa persen loading trafo utama?

Trafo utama TX DRY TYPE beroperasi dengan tingkat pembebanan sebesar 35,6%, sehingga masih memiliki margin kapasitas yang cukup besar dan beroperasi jauh di bawah batas nominalnya.

  • Apakah ada cable atau trafo yang loading-nya di atas 80%?

Tidak terdapat kabel maupun transformator yang beroperasi dengan tingkat pembebanan di atas 80%. Seluruh elemen sistem masih berada dalam kondisi aman dengan margin kapasitas yang memadai.

  • Jika ada elemen overload, apa risiko operasinya?

Elemen yang beroperasi dalam kondisi overload berisiko mengalami pemanasan berlebih, penurunan umur peralatan, gangguan operasi akibat trip proteksi, penurunan kualitas tegangan, hingga kerusakan permanen dan potensi bahaya keselamatan. Oleh karena itu, kondisi overload harus dihindari dalam operasi sistem tenaga.

  • Rekomendasi apa yang dapat diberikan untuk mengurangi overload tersebut?

Overload pada elemen sistem tenaga dapat dikurangi melalui redistribusi beban, pemasangan kompensasi daya reaktif, peningkatan kapasitas kabel atau transformator, penambahan trafo baru, pengaturan tap trafo, serta penerapan manajemen beban. Pemilihan solusi bergantung pada tingkat overload, kondisi sistem, dan rencana pertumbuhan beban.

30 of 37

JAWABAN DARI PERTANYAAN

  • Apakah kondisi sistem sudah sesuai untuk operasi normal?

kondisi sistem telah memenuhi kriteria operasi normal karena tidak terdapat elemen overload, profil tegangan berada dalam batas yang diizinkan, rugi-rugi daya relatif kecil, serta sistem menunjukkan konvergensi yang baik. Dengan demikian, sistem aman dan layak dioperasikan dalam kondisi normal.

  • Jika salah satu CB dibuka, apa dampaknya terhadap profil tegangan?

Pembukaan salah satu CB dapat menyebabkan penurunan profil tegangan pada bus-bus di hilir, terutama jika CB berada pada jalur utama suplai. Dampaknya berkisar dari penurunan tegangan hingga kehilangan tegangan total, sedangkan pembukaan CB pada jalur cabang atau tie breaker umumnya hanya berdampak lokal dan tidak signifikan terhadap profil tegangan sistem secara keseluruhan.

  • Apakah faktor daya sistem sudah memenuhi standar?

Faktor daya sistem sebesar ±0,99 (lagging) telah memenuhi dan melampaui standar operasi yang dipersyaratkan. Dengan demikian, sistem beroperasi secara efisien dan tidak memerlukan penambahan kompensasi daya reaktif.

  • Perbaikan apa yang bisa dilakukan untuk meningkatkan profil tegangan?

Profil tegangan sistem dapat ditingkatkan melalui pemasangan kapasitor bank di sisi beban, pengaturan tap transformator, pengurangan impedansi saluran, redistribusi beban, serta penambahan trafo distribusi.

31 of 37

JAWABAN DARI PERTANYAAN

  • Standar apa yang digunakan dalam analisa hubung singkat?

Analisa hubung singkat pada sistem dilakukan menggunakan standar IEC 60909, yang digunakan untuk menentukan arus hubung singkat maksimum dan minimum pada sistem tenaga listrik AC tiga fasa.

  • Jenis gangguan apa yang dianalisa pada studi ini?

Pada studi hubung singkat ini dianalisa empat jenis gangguan, yaitu gangguan tiga fasa (3-phase), gangguan satu fasa ke tanah (line-to-ground), gangguan antar fasa (line-to-line), dan gangguan dua fasa ke tanah (line-to-line-to-ground).

  • Apa itu 3-Phase Fault, Line to Line Fault, Line to Line to Groundfault dan Line to Grounfault?

Jenis gangguan yang dianalisa meliputi gangguan tiga fasa (3-phase fault), gangguan antar dua fasa (line-to-line fault), gangguan satu fasa ke tanah (line-to-ground fault), dan gangguan dua fasa ke tanah (line-to-line-to-ground fault). Keempat jenis gangguan tersebut dianalisa untuk mengevaluasi arus hubung singkat maksimum dan kinerja sistem proteksi.

32 of 37

JAWABAN DARI PERTANYAAN

  • Berapa nilai arus hubung singkat 3-phase pada bus utama?

arus hubung singkat tiga fasa (I″k) pada bus utama (Bus1, 20 kV) adalah sebesar 1,599 kA (rms)

  • Bus mana yang memiliki arus hubung singkat terbesar?

bus dengan arus hubung singkat terbesar adalah Bus 4 pada level tegangan 0,38 kV, dengan nilai arus hubung singkat tiga fasa (I″k) sebesar 46,107 kA

  • Mengapa bus tersebut memiliki arus gangguan paling tinggi?

Bus 4 memiliki arus hubung singkat terbesar karena berada pada sisi tegangan rendah (0,38 kV) dan terletak langsung pada sisi sekunder transformator, sehingga impedansi sistem yang dilalui arus gangguan sangat kecil. Selain itu, nilai impedansi transformator yang rendah serta konfigurasi sistem pentanahan solid menyebabkan arus hubung singkat yang mengalir menjadi sangat besar

33 of 37

JAWABAN DARI PERTANYAAN

  • Berapa nilai breaking capacity CB pada bus utama tersebut?

nilai arus pemutusan (breaking current) pada circuit breaker bus utama (Bus1, 20 kV) adalah sebesar 1,432 kA (rms). Oleh karena itu, circuit breaker yang digunakan harus memiliki kapasitas pemutusan minimal lebih besar dari nilai tersebut.

  • Apakah nilai arus hubung singkat masih di bawah kemampuan CB?

nilai arus pemutusan (breaking current) pada bus utama sebesar 1,432 kA, yang masih jauh di bawah kapasitas pemutusan circuit breaker yang digunakan. Dengan demikian, circuit breaker pada bus utama dinyatakan aman dan memadai untuk kondisi gangguan hubung singkat.

  • Apa risiko jika arus hubung singkat melebihi breaking capacity CB?

Apabila arus hubung singkat yang terjadi melebihi kemampuan pemutusan (breaking capacity) circuit breaker, maka circuit breaker berisiko gagal memutus arus gangguan. Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya busur api, kerusakan peralatan, serta membahayakan keselamatan personel dan keandalan sistem tenaga listrik.

  • Peralatan apa saja yang terdampak oleh arus gangguan 3 phasa ini?

berbagai peralatan sistem tenaga listrik, antara lain circuit breaker, busbar, transformator, kabel daya, switchgear, serta peralatan proteksi seperti CT dan relay. Arus gangguan yang besar dapat menimbulkan tegangan termal dan mekanik yang signifikan, sehingga pemilihan dan evaluasi rating peralatan terhadap kondisi hubung singkat menjadi sangat penting.

34 of 37

JAWABAN DARI PERTANYAAN

  • Mengapa Load Flow harus dijalankan sebelum Short Circuit?

Analisa load flow harus dilakukan terlebih dahulu untuk memperoleh kondisi operasi awal sistem, seperti profil tegangan dan aliran daya. Hasil load flow ini digunakan sebagai kondisi awal dalam analisa hubung singkat, sehingga perhitungan arus gangguan dapat merepresentasikan kondisi sistem yang realistis dan sesuai dengan standar

  • Apa hubungan antara hasil Load Flow dan nilai arus hubung singkat?

Hasil analisa load flow berperan sebagai kondisi awal dalam perhitungan arus hubung singkat. Profil tegangan, konfigurasi sistem, serta kondisi pembebanan yang diperoleh dari load flow secara langsung memengaruhi besar arus hubung singkat yang dihitung.

  • Jika kapasitas trafo dinaikkan, bagaimana dampaknya ke LF dan SC?

Peningkatan kapasitas transformator menyebabkan pembebanan transformator menjadi lebih ringan dan profil tegangan sistem membaik pada kondisi operasi normal (load flow). Namun, pada kondisi gangguan, kapasitas transformator yang lebih besar akan meningkatkan arus hubung singkat di sisi sekunder, sehingga diperlukan evaluasi ulang terhadap kapasitas

  • Dari hasil LF dan SC, apakah sistem layak untuk dikembangkan (penambahan beban)?

sistem tenaga listrik masih memiliki margin kapasitas sehingga layak untuk dikembangkan melalui penambahan beban. Hasil load flow menunjukkan pembebanan peralatan dan profil tegangan yang masih dalam batas aman, sedangkan hasil short circuit menunjukkan kemampuan pemutusan circuit breaker masih mencukupi.

35 of 37

JAWABAN DARI PERTANYAAN

  • Jika terjadi undervoltage pada LV bus, solusi apa yang paling efektif?

Undervoltage pada bus tegangan rendah dapat diatasi secara efektif melalui penambahan atau optimasi kapasitor bank untuk memperbaiki faktor daya dan mengurangi aliran daya reaktif. Solusi ini meningkatkan profil tegangan tanpa meningkatkan arus hubung singkat secara signifikan

  • Jika arus hubung singkat terlalu besar, opsi apa yang bisa dilakukan untuk menurunkannya?

Apabila arus hubung singkat melebihi batas yang diizinkan, penurunan arus dapat dilakukan dengan meningkatkan impedansi sistem, antara lain melalui pemasangan reaktor seri, pemilihan transformator dengan impedansi yang lebih tinggi, atau pengaturan konfigurasi bus. Solusi tersebut efektif menurunkan arus hubung singkat tanpa mengorbankan keandalan sistem

  • Perubahan apa yang paling berpengaruh terhadap hasil SC: trafo, kabel, atau sumber?

Perubahan pada sumber daya memiliki pengaruh paling besar terhadap hasil analisa hubung singkat karena secara langsung menentukan level hubung singkat sistem. Transformator memberikan pengaruh signifikan terutama pada sisi sekunder melalui nilai impedansinya, sedangkan pengaruh kabel relatif kecil dan umumnya hanya terasa pada ujung feeder

36 of 37

JAWABAN DARI PERTANYAAN

38. Berapa Nilai dari Line to ground di bus utama 20 kV?

nilai arus hubung singkat satu fasa ke tanah (line-to-ground) pada bus utama 20 kV adalah sebesar 1,539 kA (rms)

39. Bagaimana cara Agar Arus gangguan Line to Ground bisa dibatasi?

Pembatasan arus gangguan satu fasa ke tanah dapat dilakukan dengan meningkatkan impedansi urutan nol sistem, antara lain melalui pemasangan neutral grounding resistor atau reaktor netral.

40. Apa itu Neutral Grounding Resistor?

Neutral Grounding Resistor (NGR) adalah resistor yang dipasang pada titik netral sistem untuk membatasi arus gangguan satu fasa ke tanah dengan meningkatkan impedansi urutan nol. Penggunaan NGR bertujuan mengurangi dampak termal dan mekanik akibat gangguan tanah serta meningkatkan keandalan sistem proteksi

37 of 37

TERIMA KASIH