ASUHAN KEPERAWATAN �GANGGUAN TELINGA
Chandra AGUS
TELINGA LUAR
Telinga Luar
Telinga luar terdiri dari daun telinga (pinna/aurikula), meatus akustikus, kanalis auditorius eksternus dan membrane timpani
fUNGSI
Gangguan Telinga Luar
1
2
3
4
Malformasi Kongenital
Atresia Liang Telinga
Mikrotia
Fistula Preaurikular yaitu berbentuk bulat dan lonjong di luar telinga
Lop Ear Merupakan bentuk abnormal dari daun telinga
Trauma
Trauma pada telinga dapat merusak dan menghancurkan aurikula dan kanalis akustikus eksternus
Bagian Trauma�
Infeksi dan non infeksi pada Pinna
Serumen
Pada keadaan normal serumen tidak akan menmpuk diliang telinga, tetapi akan keluar sendiri pada waktu mengunyah dan setelah sampai diluar telinga akan menguap oleh panas
-
Benda Asing
Benda Hidup
Benda Mati
Otitis Eksternus
Peradangan, infeksi atau respon alergi pada struktur kanalis akustikus eksternal atau aurikula
Proses Keperawatan
Pengkajian
Diagnosa
Intervensi
Implematasi
Evaluasi
Dokumentasi
Pengkajian
Kapan Keluhan ddirasakan
apakah klien dalam waktu dekat ada berenang
Apakah klien sering mengorek-ngorek kuping
Apakah klien seorang petinju
Diagnosa Keperawatan
Intervensi
Evaluasi
TELINGA TENGAH
A. Penyakit Membran Timpani
B. Gangguan Tuba Eustakhius
Barotrauma
Intervensi yang dapat dilakukan diantaranya adalah :
C. Gangguan pada Rantai Osikula
Otosklerosis
Tanda dan Gejala Otosklerosis
Penatalaksanaan
Otitits Media
Otitis Media Akut (OMA)
Penyebab utama Otitis Media Akut (OMA) :
Tanda dan Gejala
Penatalaksanaan
Otitis Media Kronis (OMK)
Etiologi
Tanda dan Gejala
Penatalaksanaan
TELINGA DALAM
PATOLOGI TELINGA DALAM
Labirintitis
- OMK
- cholesteatom
- mastoiditis
- trauma : rudapaksa
- fistel css lateral / horisontal
- foramen rotundum--OMA,OMK
- foramen ovale🡪merusak basis stapes
- merusak promontorium--erosi tulang
- aquaductus cochlearis
Trauma�Fraktur os temporal
Tranversal Longitudinal
Frekwensi 10 – 20 % 80 – 90 %
Benturan frontal & occipital temporal
Fraktur os petrosus tegak lurus axis sejajar axis
Mengenai dinding auris media atap CAE
promontorium cavum tympani
labirin labirin utuh
Gejala vertigo (+) vertigo (-)
SNHL CHL
MT utuh robek
Parese N VII cepat lambat
Trauma acustic
- suara keras sekali (explosif) : letusan senjata api,
mercon, bom
- dpt juga ok suara bising :
- kerusakan organon corti ok rangsangan kronik.
- KP : bersifat sementara🡪ok kelelahan
permanen
- fx berpengaruh : intensitas suara, frekwensi,
lamanya rangsangan, umur,
lamanya istirahat,kebiasaan hidup
MT sekunder 🡪 perilimfe keluar🡪organon
korti rusak
NOISE INDUCED HL
Mengenai cochlea, ggn vestibuler tdk ada, tinitus sering tjd.
derajat ketulian sebanding dgn lama pajanan.
(screening, ear plug or muffs, isolasi
suara, resting period)
2. Th : rest & menghindari faktor
🡪mencegah HL berat permanen.
KELUMPUHAN N VII (FACIALIS)
- motorik : otot wajah, m stapedius
- sensorik : pengecap : 2/3 lidah bag depan
- otonom : kelj air mata, kelj liur
- Tipe sentral : UMN
- Tipe perifer : LMN batas truncus cerebri
Paralise : paralisis total
- neuropraxia : edema pada neuron
- axonotmesis : rusak axon saja
- neurotmosis : rusak pada neuron
1. Kesulitan kelahiran 6. Metabolik
2. Trauma / rudapaksa 7. Toksik
3. Kelainan neurologik 8. Introgenik
4. Infeksi 9. Idiopatik
5. Neoplasma
1. Konservatif : fisioterapi
2. Medikasi : nerve tonic ( vit B1-B6-B12)
vasodilator
kortikosteroid
3. Radikal : dekompresi N VII
Herpes zoster otikus�(Herpes otikus)�
- prodroma:malaise,sakitkepala,panas,pusing,tumpah2
- sakit🡪seperti terbakar di aurikula / mastoid
- herpes erupsi di aurikula, CAE ( bula )
- tinitus frek tinggi 🡪 gangguan N VIII
- gangguan pendengaran
- vertigo 🡪 tumpah2
- facial palcy
neuropraxia kadang axonotmesis 🡪sequele🡪dekompresi
MENIERE DESEASE
berupa serangan vertigo dgn deaness dan tinitus (trias).
( Fx : ggn metabolisme, retensi na+ , histamin,
vasospasme, hormonal ).
tinitus, deafness 🡪fullness pada satu telinga
Deafness : tipe SNHL frek rendah.
tinitus sering jadi masalah.
Gejala tambahan : nausea, tekanan darah turun,
sakit kepala, anxietas.
1. Test vestibuler : test kalori
2. Test cochlear : audiometri :
Pure tone audiometri : SNHL frek rendah
Tutur : tdk mencapai 100 %
Rekruitmen (+), audiometri Bekesy tipe II
Electrocochleografi jumlah potensial meningkat.
1. sedasi : diazepam, dimenhidrinat,
cinarizin, prometazin ).
2. vasodilator : betahistin
3. pengangkatan fokal infeksi : gigi, tonsil
4. pembedahan 🡪 jika medikamentosa gagal
decompresi or drainage
destruksi labirin 🡪 stapedial footplate
Prognosis :
Remisi spontan (sulitnya evaluasi treatment)
Non bedah : control 75 % kasus
deafness progresif, vertigo terkontrol, tinitus persisten
PRESBIAKUSIS
keturunan, pajanan bising.
tutur sulit mengerti tu bila cepat, terlalu keras &bising.
Ototoxic HL
1. antibiotik, gol aminoglikosida :
vestibulotoxic : streptomisin,gentamisin
cochleotoxic : neomisin,kanamisin,framisetin
tobramisin,netilmisin.
2. diuretik : asam etacrinat, furosamid (lasix).
3. antiprotozoa : quinin, qloroquin.
4. asam salisilat ( jarang )
5. cisplatin.
- tinitus : gejala awal HL
- deafness : tipe SNHL(frek tinggi >rendah )
- vertigo : jika tjd vestibulotoxic ok obat.
Pada kehamilan 🡪 obat ototoxic dpt melalui placenta 🡪 mengenai fetus.
1. Preventif : menghindari obat ototoxic >>
alternatif pilihan lain.
2. Medical atau tindakan bedah 🡪 tdk efektif
ABD dpt membantu.
Gangguan pendengaran lain :
1.Hipotyroid 🡪 cretinism
2.Avitaminosis( defisien vit Bc beri-beri,pelagra)
3.DM, leukemia, anemia pernisiosa.
4.Vasculer insufisiensi (iskemia) 🡪
suden deafness
5.Psikogenik deafness ( histerik)
6.Acustic neuroma
7.Srebelopontine angle tumor
Tinitus
Definisi : suatu sensasi bising dalam telinga atau
kepala.
suara dpt kontinu atau ritmik.
Tinitus biasanya subyektif, tetapi dpt obyektif 🡪 bila keras dpt didengar oleh pemeriksa,
mis : pulsatif vasculer tumor (glomus tumor )
Gb klinik : ada 2 bentuk :
1. Dgn deafness
tjd pada mayoritas HL, bahkan mjd masalah khususnya pada : presbiakusis, meniere, ototoxic,
trauma acustic,NIHL.
2. Tanpa deafness
tu pada lesi extra aural, mis : fokal sepsis, impacted gigi, anemia, ateroma plaque arteri carotis,CVD, intracranial vasculer tumor, hypertensi-hypotensi,
kontraksi klonik intratympanik atau otot palatum.
Therapi :
- penjelasan penyebab gejala tinitus 🡪 pasien dpt
menerima.
- tranquileser jarang membantu, tetapi sedative dpt
diberikan jika tinitus mgg tidur.
- tinitus masker : masking noise, pillow radio 🡪
efektif menemani tidur.
- vasodilator : betahistin, EGB 171